Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 877 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Panggah Riyadi
"lndustri elektroplaling nikel-khromium (Ni-Cr) merupakan salah satu unit dalam produksi industri-industri pengerjaan logam, terutama otomotif. Akan tetapi, industri ini mempunyai dampak efek negatif dalam pelestarian lingkungan karena bahan-bahan kimia yang dipergmakan dalam seiuruh pfosesnya dapat menyababkan pencemaran lingkungan berupa B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Di Indonesia, dikeluarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.51/MENLH/1995, untuk mencegah semakin banyaknya limbah B3 mencemarI lingkungan di Indonesia, bahkan untuk membuatnya pun industi-industri harus membayar $300/ton. ltulah permasalahan terbesar yang dihadapi dunia industri.
Upaya mengurangi bahkan membenkan keuntungan-keuntungan bagi dunia industri adalah melakukan perolehan kembali limbah tersebut menjadi sesuatu yang lebih berguna. Dalam hal ini, dilakukan penelitian perolehan nikel hidroksida dari limbah elektroplaling nikel-khromium metode pengendapan hidroksida sehingga didapat variabel-variabel yang berpengaruh untuk mendapatkan kadar nikel hidroksida yang tinggi. Oleh karena nikel hidroksida merupakan produk antara untuk menghasilkan logam nikel. Logam nikel itu sendiri memiliki nilai jual Rp. 3.732.400,00/kg.
Berdasarkan hasil penelitian perolehan nikel hidroksida dari limbah cair elektroplaling Ni-Cr PT.XX di dapat persentase kandungan nikel dalam endapan hidroksida sebesar 93,36% dan khromium sebagai pengotor utama limbah sebesar 0,55%. pada kondisi penambahan hidroksida berlebih, reagensia pengoksid ion kromil menjadi kromat dan pencucian yang optimum. Hal ini menandakan bahwa proses pengendapan hudroksuda dapat digunakan untuk memperoleh nikel hidroksida dan memisahkan nikel dan khromium."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S41550
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Mei Kusumo Wardani
"Bank Sampah merupakan suatu program pengelolaan sampah yang sangat dekat dengan masyarakat dimana masyarakat merupakan penggerak utama kegiatan Bank Sampah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitan deskriptif. Partisipasi masyarakat dalam Bank Sampah di Kecamatan Pancoran Mas cenderung pada tahap terapi di tangga non partisipasi Arnstein.
Partisipasi masyarakat sudah ditunjukkan melalui swadaya masyarakat dalam Bank Sampah, tetapi masyarakat masih ketergantungan dan membutuhkan peran pemerintah agar kegiatan Bank Sampah berjalan maksimal. Perlu adanya sistem keterlibatan masyarakat dalam menjalankan kegiatan Bank Sampah yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Kota Depok tentang Pengelolaan Sampah.

Waste Bank is a waste management program that is very close to the community where the community is a major driver of activity Waste Bank. This study used a qualitative approach with descriptive type of research. Community participation in the Waste Bank in Pancoran Mas District likely at this stage in the therapy of non participation Arnstein ladder.
Community participation has been demonstrated through independent in Waste Bank, but the community is still dependent and requires the government to run a maximum of Waste Bank activities. Need a system of community involvement in running the Waste Bank as outlined in Regional Regulation on Waste Management Depok.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
S45874
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ridwan Hariasya
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2003
TA501
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Dewi Putrika
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2003
TA507
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Soraya Mayriza Putri
"Kegiatan industri akan menghasilkan limbah cair yang cukup besar dan berpengaruh terhadap kondisi perairan disekitar lingkungan industri berada, sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Bila ditinjau dari aspek pencemaran maka kehadiran teknologi pengolahan limbah mempunyai peranan yang amat penting, untuk menekan pencemaran seminimal mungkin. Teknologi pengolahan limbah terdiri dari berbagai proses seperti proses fisika, proses kimia, dan proses biologi. Adanya pengolahan limbah didalam sebuah industri diharapkan dapat menurunkan nilai konsentrasi dari parameter-parameter kimia limbah cair industri, agar mencapai standar baku mutu limbah cair kawasan JABABEKA . Hal ini bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan terjadinya pencemaran air, selain itu agar pabrik atau perusahaan yang membuang limbah cair tersebut tidak dikenakan finalty atau denda.
Dalam percobaan dilakukan analisa terhadap parameter-parameter COD dan pH. Untuk parameter COD nilai konsentrasi yang dihasilkan didalam analisanya berkisar 7450-33231 ppm untuk limbah cair sebelum dilakukan pengolahan limbah, 1084-3373 ppm untuk limbah cair yang sedang diolah, 183-880 ppm untuk limbah cair setelah diolah, 140-2725 ppm untuk limbah cair pada tanki final. Pada parameter pH nilai konsentrasi yang dihasilkan didalam analisanya berkisar 5,8-9,95 untuk limbah cair sebelum dilakukan pengolahan limbah, 5,98-7,3 untuk limbah sedang diolah, 6,7-7,03 untuk limbah setelah diolah, dan 6-7,6 untuk limbah pada tanki final.
Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa proses pengolahan yang dilakukan cukup efektif untuk parameter COD dan pH, namun dengan masuknya limbah cair yang tidak melalui proses pengolahan (by passed) terlebih dahulu ke tanki final, mengurangi kualitas limbah cair yang telah diolah."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
TA1332
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rachmania Eka Putri
"Rumah sakit yang menjalankan fungsinya baik sebagai sarana pelayanan kesehatan maupun wadah pendidikan dan pelatihan, ternyata menghasilkan buangan limbah yang berdampak negatif bagi lingkungan sekitarnya apabila tidak dikelola dengan baik. Banyak strategi yang digunakan dalam konsep manajemen lingkungan saat ini, terutama konsep pencegahan pencemaran dengan teknik minimisasi limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis potensi minimisasi limbah padat domestik di Instalasi Gizi dan Tata Boga. Konsep penelitian yaitu analisis potensi minimisasi limbah padat domestik di Instalasi Gizi dan Tata Boga dilihat dari aspek karakteristik dan pengelolaan limbah padat domestik yang dilakukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian meyebutkan bahwa dilihat dari karakteristik limbah yang dihasilkan, minimisasi limbah berpotensi mereduksi limbah sebesar 45% dari jumlah produksi. Sedangkan peluang minimisasi limbah dari aspek pengelolaan adalah sekitar 80%, sehingga minimisasi limbah baik reduksi pada sumber maupun pemanfaatan limbah berpotensi besar dilakukan di Instalasi Gizi dan Tata Boga.

Hospital in doing its function either as healthcare or as a place for education and pratical, also produce waste that can give negative impact for the environment if it doesn?t have a proper waste management. Nowaday, a lot of strategy used in environmental management concept, particulary in pollution prevention concept with waste minimization. The purpose of this study is to understand dan to analysis the waste minimization potential in Instalasi Gizi dan Tata Boga. The concept of this study is to analysis the waste minimization potential according to characteristic and waste management in Instalasi Gizi dan Tata Boga. Its method include qualitative and quantitative method. The result of this study said that according to waste characteristic in Instalasi Gizi dan Tata Boga, potency of waste minimization can reduce 45% from all waste that generated. Where as chance of waste minimization from waste management aspect are 80%, with the result that waste minimization either with source reduction and recycle are potential that can be done in Instalasi Gizi dan Tata Boga."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Retnowati Wahyuning Dyas Tuti
"ABSTRAK
Volume sampah di DKI Jakarta yang cukup besar sekitar 21.234: m3 per hari (1988) memerlukan pengelolaan yang lebih baik. Sedangkan sarana prasarana yang dimiliki oleh Pemda untuk mengelola sampah tersebut masih terbatas. Namun demikian Pemda tetap harus menanganinya, karena selain sampah merupakan masalah lingkungan yang cukup serius juga karena Pemda adalah pengemban fungsi "Public Service" yang harus mampu menangani kebersihan sampah secara menyeluruh. Oleh karena itu Pemda mengambil inisiatif mengadakan swastanisasi sarnpah. Keberadaan Swasta sebagai mitra Pemda dalam pengelolaan sarnpah ini sangat dibutuhkan. Dari jumlah kelurahan yang ada di DKI Jakarta sebanyak 261 kelurahan pada tahun 1988/1989 baru 8 kelurahan dan Kawasan Monas yang diswastakan, dengan dikelola oleh empat (4) Perseroan Terbatas (PT). Penambahan daerah pelayanan yang dikelola oleh Swasta kurang cepat, terbukti hingga tahun 1994/1995 baru 28 kelurahan dan Kawasan Monas sedangkan volume sampah bertambah dengan cepat dan sudah mencapai 25.715 m3 (1994/1995). Hal inilah yang antara lain mendorong Penulis memilih topik ini, bagaimanakah efektivitas pengelolaan sampah oleh Swasta ?
Tujuan penelitian ini adalah ingin mendapatkan gambaran tentang efektivitas swasta dalam mengelola sarnpah. Ingin mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi efektif atau tidak efektifnya pengelolaan sampah oleh Swasta. Ingin mengetahui apakah kebijaksanaan Swastanisasi pengelolaan sampah ini dapat diteruskan, ditingkatkan dan diperluas daerah pelayanannya atau justru sebaliknya. Penelitian ini diharapkan berguna sebagai masukan pada Pemerintah Daerah dalam mengevaluasi kebijaksanaan tentang Penanganan Dan Penanggulangan Sampah Oleh Swasta. Bagi Swasta hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rangsangan untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi kerja. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada perkembangan Ilmu Lingkungan, khususnya pada perkembangan Menejemen Persampahan.
Untuk maksud tersebut, dilakukan penelitian pustaka, penelitian lapangan yang difokuskan pada Swasta dan Pemda di lima Wilayah Kota, dengan jenis penelitian "Policy Research" jika dilihat dari pendekatan penelitian dan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif jika dilihat dari data yang diperoleh.
Populasi penelitian ini adalah Pemda, pihak Swasta dan Rumah Tangga yang dilayani oleh Pemda maupun Swasta. Sampel ditarik dari populasi yang ada dengan Teknik "Cluster Purposif Sampling". Responden penelitian ini ditentukan dengan "Quota Random Sampling" pada karyawan PT Swasta, Pegawai Pemda dan Masyarakat yang jasa kebersihan sampahnya dilayani Swasta maupun Pemda.
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan studi pustaka serta analisis dokumen mengenai pengelolaan sampah di DKI Jakarta. Cara pengolahan dan analisis data dilakukan dengan analisis komparatif untuk membandingkan antara Swasta dengan Swasta di lima Wilayah Kota dan anatara Pemda dengan Pemda di lima Wilayah Kota dan akhirnya antara Swasta dengan Pemda.
Dari hasil analisis diperoleh temuan, bahwa secara umum ternyata Swasta lebih efektif dibandingkan Pemda, dimana dari lima Wilayah Kota, empat diantaranya mendapat nilai lebih tinggi dari Pemda. Kenyataan ini dibuktikan dengan keadaan empat wilayah kota yang cukup bersih dan rapi. sementara satu wilayah kota yaitu Jakarta Utara masih terlihat sampah menumpuk di sumber sampah dan di LPS.Dengan demikian tesis ini memberikan rekomendasi agar semakin banyak kelurahan yang diswastanisasikan jasa kebersihan sampahnya, dengan peningkatan pengawasan dari Pemda, agar yang cukup efektif meningkat menjadi sangat efektif.;

ABSTRACT
Waste volume in DKI Jakarta is tremendous (about 21.234 m 3/day) and need better management. The infrastructure owned by the Local Government to manage the waste is limited. However, the local Government cannot evade the issue. Besides an environmental problem, the local Government function is to provide public service that must be capable of handling comprehensive cleanliness. Therefore, the local Government took the initiative in privatizing waste. The presence of private enterprises as the local Government partner in managing this waste is very much needed. From amount of 261 villages in DKI Jakarta on the year 1988/1989, only 8 villages and Monas zone are privatized, the management which is carried out by some 4 limited enterprises. Adding of services area by private management is too slow until on year 1994/1995 just 28 villages and Monas zone are proved while the volume of waste increase 25.715 m3 (1994/1995) fastly. This is, among others, that pushed the author to choose this topic, how the private enterprises to waste manage effectively.
The objectives of this study are to get a picture about the effectiveness of private enterprises in managing waste. In addition, the factors influencing the effectiveness or ineffectiveness of waste management by private enterprises, the privatization policy on waste management, could it be continued, promoted or their services extended to other areas or the reverse should be done. This study is hoped to be useful as input to the local Government in assessing its policy on handling and solving the waste problem by private enterprises.
For the enterprises, this study may be used as a stimulus to raise their work effectively and efficiency. The results of this study may contribute to the development of environmental science, especially the development of waste management.
To achieve results, literature study, field study focused on both private and government in five municipalities were undertaken. The approach taken was policy research. However, seen from the data obtained, it is a qualitative and quantitative study.
The population of this study is the local government and private enterprises and the households served by both the local government and private enterprises. The sample was taken by cluster purposive sampling technique. The respondents in this study were deter-mined by quota random sampling on personnel of PT Swasta, local government and the community whose waste cleanliness was served by either of the two.
Data collection technique was by using a questionnaire as instrument, interview, observation and literature study as well as documentary analysis on the management of waste in DKI Jakarta. The processing and analysis of data were carried out by comparative analysis to compare private and government achievements in the five municipalities and finally between the private enterprises and local government.
The findings obtained include that; in general, private enterprises are more effective compared to the local government. In the five municipalities, four have scored higher than the local government. This fact was proven that four municipalities are clean and ordered, whereas one municipality, namely North Jakarta, showed heaped of waste at the source and temporary locations. It is therefore recommended that more villages became privatized in the field of waste cleansing service. With increasing supervision from the local administration, the sufficiently effective accomplishment would eventually be fully effective.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Murtiningsih
"Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya akan mengolah sumber alam sehingga menghasilkan barang (produk positif) dan limbah (produk negatif), limbah tersebut dibuang ke alam kembali. Pertambahan penduduk serta semakin maju dan meningkatnya pendapatan per kapita maka kebutuhan hidup manusia akan meningkat, ini berarti kebutuhan sumber alam akan meningkat pula. Dalam memenuhi kebutuhan sumber alam yang meningkat tersebut diusahakan penggunaan sumber alam secara efisien dan mengusahakan persediaan sumber alam lebih banyak, antara lain dengan pemanfaatan kembali limbah. Dengan pemanfaatan kembali limbah, maka limbah tidak seluruhnya di buang kembali ke alam yang berakibat tidak baik tetapi sebagian dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku produksi maupun langsung dipakai kembali. Peran serta pemulung sebagai dasar mata rantai pengumpulan limbah yang akan dimanfaatkan kembali untuk di daur ulang maupun langsung dipakai kembali.
Pemulung di Jakarta sebagian besar diorganisir lapak dan sebagian kecil bekerja sendiri, bekerja mengelompok bersama teman satu daerah asal. Cara kerja ini merupakan organisasi usaha dari sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu yaitu memperoleh hasil pungutan sampah lebih banyak.
Masalah pokok yang diteliti adalah mana yang lebih menguntungkan dilihat dari produktivitas kerjanya, pemulung yang diorganisir atau kah yang tidak diorganisir oleh lapak.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran cara kerja pemulung yang diorganisir lapak dan produktivitas. kerjanya, gambaran cara kerja pemulung yang tidak diorganisir lapak dan produktivitas kerjanya, apakah ada perbedaan ke dua cara kerja tersebut serta mana yang lebih menguntungkan dilihat dari produktivitas kerjanya.
Hipotesis penelitiannya adalah organisasi usaha pemulung tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerjanya.
Untuk mengetahui produktivitas kerja pemulung, dilakukan penelitian dengan cara pengamatan dan penimbangan hasil kerja pemulung selama 14 hari, serta diambil pula data kuestioner, wawancara dan observasi langsung sebagai data penunjang.
Pengujian hipotesis dengan cara analisis statistik menggunakan uji t terhadap produktivitas kerja pemulung dan perbedaan hasil kerjanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi usaha pemulung berpengaruh terhadap produktivitas kerja pemulung, dimana pemulung yang bekerjanya diorganisir lapak mempunyai produktivitas kerja yang lebih besar dibanding pemulung yang tidak diorganisir lapak.
Diperlukan ketegasan kebijaksanaan pemerintah tentang keberadaan pemulung di Jakarta, instansi mana yang bertanggung jawab dalam penanganan pembinaan pemulung ini serta perlu pengelompokan pemulung dengan jumlah yang lebih kecil sehingga mempermudah pembinaan dan merupakan kekuatan dalam pemasaran barang.

In his efforts to fulfill his needs, man exploits the resources of nature through which he produces the products which he requires to sustain his living (positive products), as well as waste (negative products). The produced waste is eventually deposited back to nature. Population increase, progress and rise of Gross National Product (GNP) have further increased the life needs of man and in turn, he requires a still bigger amount of natural resources.
In order to fulfill the increasing need for natural resources, it is necessary to adopt effective exploitation methods and to take measures so as to secure adequate replenishment of natural resources, among others through their recycling and reusage. As such, the produced waste is not entirely returned to nature, which may produce unfavorable impacts, but instead some of it is recycled into the necessary raw materials or is immediately reused. In this instance, waste-pickers are an indispensable link within the chain of waste recycling and reusage.
In Jakarta, most waste-pickers work as organized groups and only a small number of them work independently, or form small groups that are based on their respective districts of origin. Essentially, these organizations or groups have the objective of securing a bigger waste-collection for their members.
The present thesis investigates which of the two types of waste-pickers, the organized or the unorganized, has the highest productivity.
The study is conducted with a view to obstain a picture of the method of working and productivity of organized and unorganized waste-pickers, their differences and to evaluate which of the two is the most advantageous.
The research's hypothesis is that the organization of waste-pickers does not affect their work productivity.
In order to assess the productivity of waste-pickers, studies have been conducted through field observations and weighing the collected waste for 14 days, as well as by data collection through questionnaires and interviews, and through direct observations of relevant supporting data.
The hypothesis has been tested through statistical analysis of the waste-pickers work productivity and the different amount of their collections.
The research's result indicates that the organization of waste-pickers have a considerable influence on their productivity with the organized waste-pickers having a greater productivity compared to those who are not organized.
It has been observed that the Government needs to formulate a more decisive and clearly defined policy as to the presence of waste-pickers in Jakarta and as to which offices are responsible for the development of waste-pickers. It is also necessary to limit the number of waste-pickers within each organization or group so as to facilitate their coaching and development as well as to further secure a better marketing of their products."
Jakarta: Universitas Indonesia, 1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Fitri Arestria
"Skripsi ini membahas mengenai belum optimalnya sistem pengelolaan limbah medis di Rumkitpolpus R.S Sukanto. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan dan memaparkan gambaran pengelolaan limbah medis di rumah sakit tersebut. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan wawancara singkat dengan beberapa orang cleaning service sebagai data primer serta telaah dokumen sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan limbah medis di Rumkitpolpus R.S Sukanto memang belum memenuhi persyaratan dalam KepMenkes No. 1204/Menkes SK/X/2004, ini merupakan akibat dari tidak adanya sosialisasi dan penegakkan terhadap kebijakan intern rumah sakit, terbatasnya tenaga cleaning service yang sekaligus dijadikan sebagai petugas pengangkut, terbatasnya petugas incinerator, tidak adanya anggaran khusus untuk limbah medis, dan fasilitas/peralatan yang kurang memadai.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas sistem pangelolaan limbah medis di Rumkitpolpus R.S Sukanto yaitu diadakan sosialisasi dari SOP yang telah ada, pengkajian yang benar mengenai karakteristik limbah, peningkatan jenjang pendidikan Kepala IPAL, peningkatan kualitas tenaga pengelola limbah medis (cleaning service dan petugas incinerator), pengadaan tenaga khusus pengangkutan limbah medis, penambahan tenaga cadangan buat operator incinerator, secara bertahap Rumkitpolpus R.S Sukanto mengalokasikan dana tetap untuk pengelolaan limbah medis, meningkatkan disiplin setiap petugas sehingga dapat melakukan pelaksanaan pengelolaan secara konsisten dan menyeluruh, mengadakan kerjasama dengan pelayanan kesehatan lainnya untuk melakukan pemusnahan/pembakaran di Rumkitpolpus R.S Sukanto sehingga mesin incinerator dapat dimanfaarkan secara optimal dan menambah pendapatan bagi rumah sakit.

This minithesis explained about Rumkitpolpus R.S Sukanto had not optimal in the medical waste management system. This research was a qualitative descriptive approach that aims to got a picture and explained the management of medical waste in this hospital. Dataes obtained in this research through in-depth interviews, observations, and short interviews with some of the cleaning service as the primary data and research documents as secondary data. Results of research indicate medical waste management in Rumkitpolpus RS Sukanto was not appropriate with the requirements in the KepMenkes No. 1204/Menkes/SK/X/2004, because lack of socialization and enforcement of the hospital's internal policies, the limited power of cleaning service at the same time serve as the official carrier, limited operator of incinerator, the absence of a budget specifically for medical waste, and facilities/equipments were inadequate.
Based on the research above, there are several things that can be done to improve the quality of medical waste management system in Rumkitpolpus R.S Sukanto are held the socialization of the existing SOP, the true investigation of characteristics from medical waste, increasing education of IPAL head, improving the quality of labor force (cleaning service and operator incinerator), the procurement of special medical waste carrier, the addition of incinerator operator, gradually Rumkitpolpus R.S Sukanto allocate funds to keep the management of medical waste, increase staff discipline so can make the implementation of medical waste management with consistent and comprehensive, a collaboration with other health services to do the destruction/burning medical waste in the Rumkitpolpus R.S Sukanto?s incinerator so that the engine can be used optimally and increase revenue for the hospital."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S4860
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Adith Hazaini Rachman
"Industri menghasilkan beberapa produk yang berguna dalam menunjang kegiatan manusia dan produk yang tidak dapat digunakan atau disebut limbah. Beberapa industri menghasilkan limbah hasil produksi dan kegiatan sumber daya manusia berupa limbah cair dan padat. Untuk mengatasi permasalahan limbah tersebut, perlu diadakannya penelitian baik yang bersifat jangka panjang atau jangka pendek tentang pemanfaatan limbah tersebut. Penelitian ini diadakan untuk mencegah limbah tersebut mencemari lingkungan. Analisis yang dilakukan adalah memanfaatkan limbah industri berupa pasir sebagai bahan konstruksi dengan menggunakannya bersamaan dengan pasir dan semen dalam campuran beton dan meneliti pengaruh limbah tersebut terhadap kekuatan beton sehingga didapat beton dengan menggunakan limbah yang berkekuatan sama dengan beton normal dan tidak mencemari lingkungan. Limbah yang digunakan berupa pasir dari proses finisihing dan pencetakan sebagai campuran pasir dan semen pada campuran beton. Pengujian yang dilakukan terhadap beton yang menggunakan pasir limbah adalah pengujian sifat mekanis beton berupa uji tekan dan uji lentur dan pengujian pengaruh limbah terhadap lingkungan berupa uji leachate. Dari hasil penelitian didapat bahwa beton dengan menggunakan limbah memiliki kuat tekan yang lebih rendah dibanding beton normal.

Industry produce useful product that support human activity and useless product or named waste. Some industry produce liquid waste and solid waste from industry process and human resources activity. In order to accomplish waste problem, it is necessary to have research in long period of time and short period of time about reuse industry waste. This research purposes to prevent the waste pollute the environment. This paper describe the research to reuse industrial waste in sand form as construction material and used together with cement and sand on concrete mixing and the influence of usage the waste to concrete strength as a result conrete with usage the waste has same strength with normal concrete and not pollute the environment. The waste that reuse is waste in sand form from finishing and molding process as cement and sand mixing on conrete mixing. Examination of the test objects in the form of examination of mechanical characteristic test like compressive strength and flexural strength and examination the influence of usage the waste to the environment in the form of examination of leachate test. The result from this research can conlude that conrete with usage of the waste has lower compressive strength than normal concrete."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, [2006;2006;2006, 2006]
S35158
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>