Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 44 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ritonga, Rieska Winda
"ABSTRAK
Aktivisme di masa ini telah muncul di lebih banyak tempat dengan terus berkembangnya ranah digital. Aktivitas ini disebut dengan aktivisme online. Ide dari tindakan ini tidak lagi dibatasi dalam mengisi peitis dan mengadakan demonstrasi di jalan-jalan. Meskipun relatif baru, aktivisme secara online mendapatkan tinjauan yang beragam karena dampaknya yang bervariasi terhadap tujuan yang dimaksud. Keberhasilan suatu aktivisme online selalu diperdebatkan masyarakat yang sering terbagi menjadi dua suara besar; sebagian berpendapat tindakan ini hanya sekedar slacktivism, sementara sebagian lainnya yang berpikir lebih baik untuk melakukan sesuatu daripada tidak sama sekali. Penelitian ini mengambil salah satu contoh dari aktivisme online, Always rsquo; LikeAGirl. Keberhasilan kampanye LikeAGirl akan diselidiki dan akan dihubungkan ke aktivitas memeticnya. Penelitian ini akan menganalisa keberhasilan dari kampanye tersebut berdasarkan tiga faktor dari meme sukses yang dinyatakan oleh Dawkins, yaitu memiliki jangka waktu beredar yang panjang longevity , kualitas replikatif fecundity , dan kualitas mudah diingat fidelity.

ABSTRACT
Activism has now emerged to more platforms with the ever evolving digital realm. This activity is called online activism. The idea of act is no longer limited into filling in petitions and holding demonstrations on the streets. Although relatively new, online activism receives mixed reviews from public due to its varying impact towards the causes. The success of an online activism is always debated as the public is often divided into two those who think the act is merely slacktivism, and others who think it is better to do something than nothing at all. This research takes one example of an online activism, Always rsquo LikeAGirl. We will investigate the success of LikeAGirl campaign, linking it to its memetic activity. We will analyse the success based on three factors of a successful meme stated by Dawkins, which includes longevity, fecundity, and fidelity."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Myrna Eindhoven
"
Saat ini banyak penduduk asli di Indonesia, termasuk Mentawai, yang sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah tentang masalah kebuayaan. Mereka juga menuntut kebebasan dan hak-hak yang lebih besar dasar perolehan sumber daya alamnya sendiri. Bagi sebagaian penduduk asli Indonesia, hal ini menandai suatu fase yang baru dalam perkembangan sejarahnya, karena sebelumnya mereka tidak pernah terlibat dalam jenis kegiatan semacam itu sebagai suatu kelompok...[...] Pertanyaan lain yangmenarik untuk dikaji ialah apakah dan bagaimanakah Negara Indonesia akan mempertahankan posisinya yang terancam oleh ikatan yang semakin kuat antara komuniti-komuniti penduduk asli dan pola-pola normatif international? Tulisan isi mengkaji posisi penduduk Mentawai dalam kerangka Negara Indonesia saat ini dalam konteks permasalahan di atas. "
2002
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Marthinus, Pierre
"Skripsi ini membahas aktivisme dan problematika yang muncul dalam dinamika pengungsi sebagai respon dan resistensi terhadap upaya eksklusi terhadap mereka. Dalam operasionalisasi, penelitian ini memfokuskan diri pada aktivisme yang dilakukan oleh para pengungsi Irak di Amerika Serikat melalui pendekatan Abject Cosmopolitanism. Penelitian memfokuskan diri pada kekuatankekuatan, praktik-praktik dan pembagian-pembagian yang menempatkan para pengungsi Irak pada posisi yang lebih lemah (zone of shame, disgrace and debasement). Pendekatan penelitian yang digunakan melihat kelas "abject", yakni para pengungsi, pencari suaka serta migran ilegal senantiasa turut menyuarakan aspirasi mereka melalui berbagai aktivisme, terlepas dari kenyataan bahwa mereka sudah/belum memiliki status sebagai warga negara (citizenship).

This thesis discuss the activism and problematic arising in the refugee dynamics as response and resistance towards the exclusion efforts done towards them. In its operationalization, this research focuses itself on activism done by Iraqi refugee in the United States through an Abject Cosmopolitanism approach. The research focuses on powers, practices and divisions placing Iraqi refugee on a weaker position (zone of shame, disgrace and debasement). The research approach utilized views that the "abject" class, consisting of refugees, asylum seeker and illegal migrants, is constantly voicing their aspirations through various activism, regardless of the fact that they have/haven?t obtained the status of citizenship."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wood, Patricia K.
London, New York: Routledge, Taylor & Francis Group, 2017
307.760 9 WOO c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Melia Halim
"Dengan menggunakan pemikiran Henry Jenkins, skripsi ini membahas kelompok Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP), pendukung politisi Joko Widodo (Jokowi) sebagai sebuah bentuk fandom dan fan activism. Aktivitas fandom yang dilakukan antara lain pengetahuan mendalam tentang Jokowi disertai upaya mencari tahu informasi terbaru tentang Jokowi, serta terdapatnya ikatan emosional terhadap sosok Jokowi hingga tahap merubah identitas. Motivasi untuk bergabung dengan Bara JP sangat didasari oleh pemuasan emosional seperti nasionalisme. Terbentuknya fan activism Bara JP didorong oleh teknologi Facebook, anggota Bara JP yang memiliki pengalaman dalam pergerakan dan keahlian beragam.

Using Henry Jenkins work, this literature tries to understand Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) 2014, the supporter group for politician Joko Widodo (Jokowi), as fandom and fan activism. This studies shows that Bara JP fandom activity including collecting extensive and latest information on Jokowi and forming emotional attachment to the extend of changing one identity. Emotional gratification such as nationalism is informant main reason to join the movement. Facebook technology and the involvement of priviledged actor with wide range of experience and skill forms Bara JP as fan activism.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S56507
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sheila Al Wahida
"ABSTRAK
Teknologi digital sudah mengubah banyak sekali aktivisme sosial yang terjadi dalam dunia daring (dalam jaringan); salah satu aktivitas tersebut adalah penggunaan memes yang sudah menjadi hal yang umum dan cukup melekat untuk masyarakat. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisa bagaimana penggunaan memes dalam kampanye Movember dan juga mengukur seberapa efektif kampanye Movember berdasarkan aspek-aspek fidelity, fecundity, longevity, replicability dan searchability. Metode yang akan digunakan dalam tulisan ini adalah dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Analisis tulisan ini juga akan menganalisa bagaimana kegiatan daring (memes) sering digunakan dengan tujuan untuk membantu mencapai tujuan dari sebuah kampanye, misalnya dengan menarik perhatian masyarakat dan juga mendapatkan partisipasi dari masyarakat. Selain daripada itu, tulisan ini juga akan menganalisa bagaimana dampak dari kegiatan aktivisme daring terhadap aktivisme social dalam kehidupan luring

ABSTRACT
Digital technology has changed a lot of social activism that happens in the online world, one of the activities is the use of memes which is already being a common thing in our environment. This paper aims to examine the use of memes for an online activism, Movember Campaign, and to measure how effective the Movember Campaign is based on the aspects of fidelity, fecundity, longevity, replicability and searchability. The methods used for this paper is quantitative and qualitative content analysis. The analysis is going to demonstrate how online activism (memes) are used often in order to help achieving the goals of the campaign, such as gathering people awareness and participation. Apart from that, this paper will also examine how the impact of online activism can change the off-line activism."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ghina Rizki Amalia
"DontJudgeChallenge adalah sebuah kampanye sosial yang mengangkat isu body-shaming yang banyak ditemukan di internet. Kampanye yang seharusnya mendekonstruksi apa yang diyakini sebagai suatu ketidakindahan pada fisik seseorang ini justru membentuk stereotip itu sendiri. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai bagaimana stereotip dibentuk dan bagaimana 'kecantikan' direpresentasikan. Dengan menggunakan metode tekstual analisis dari konsep Beauty Myth yang diusung oleh Naomi Wolf dalam video-video yang diunggah di Instagram, penelitian ini menyingkap bahwa orang-orang yang mengikuti kampanye ini merekonstruksi hal-hal yang dianggap sebagai sebuah 'kecantikan' yang umumnya dilakukan melalui rias wajah. Penelitian ini juga menemukan ambiguitas dalam menggambarkan kecantikan dan ketidakindahan yang seringkali tumpang tindih dalam pemaknaannya. Hasil dari penelitian ini dapat berkontribusi pada kajian media sosial yang berhubungan dengan representasi dan stereotip kecantikan dan ketidakindahan dalam kampanye sosial.

DontJudgeChallenge is a social campaign against body shaming publically disseminated on the Internet. While the campaign is supposed to deconstruct what people believe as ugly, it is actually enforcing the stereotypes of ugliness instead. How the stereotypes are constructed and how 'beauty' is represented are the focuses of this study. By using textual analysis from the concept of Beauty Myth by Naomi Wolf through videos posted on Instagram, this study reveals that the participants construct certain types of 'ugliness', and they do it mostly by using makeup in order to create ugliness. There are also ambiguities in portraying what is considered as beautiful and ugly as they often overlap in the videos. This study contributes to the social media studies in relation to the representations of ugliness and beauty in social campaign or activism."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Rosita Said
"ABSTRAK
Kasus kekerasan seksual di Indonesia meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun kondisi ini tidak diikuti oleh perlakuan yang sesuai baik dari pemerintah maupun masyarakat. Para penyintas masih memilih diam daripada melaporkan kasus mereka untuk ditangani lebih lanjut karena takut dianggap sebagai pembawa aib bagi keluarga. Lingkungan yang tidak bersahabat bagi penyintas kekerasan seksual mendorong organisasi nonprofit untuk meluncurkan kampanye sosial anti kekerasan seksual guna memberi dukungan terhadap penyintas kekerasan seksual. Artikel ini mengkaji kampanye anti kekerasan seksual di Indonesia, yaitu kampanye MulaiBicara yang dimulai oleh Lentera Sintas Indonesia dan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 16HAKTP yang diinisiasi oleh Komnas Perempuan sebagai perbandingan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat sedikit perbedaan antara kampanye MulaiBicara dan kampanye 16HAKTP, di mana kampanye MulaiBicara lebih berfokus pada aktivisme media sosial. Meskipun demikian, kedua kampanye dinilai penting sebagai upaya resistensi terhadap proses pembungkaman penyintas kekerasan seksual.

ABSTRACT
The number of sexual violence cases in Indonesia is increasing compared to the previous year. But the situation has not been handled well by the government nor the society. The survivors of sexual violence still choose to be silent about it rather than to report their case to the authority, mostly caused by the fear of being seen as a disgrace to their family. This unfriendly environment for sexual violence survivors encouraged nonprofit organizations to make a move and released anti sexual violence social campign in hope it will give some support to the survivors. This article examines anti sexual violence social campaign in Indonesia, MulaiBicara that was started by Lentera Sintas Indonesia and 16 Days of Activism Against Gender Violence 16HAKTP which was initiated by National Commission on Violence Against Women as comparison. The result shows that there are a few differences between two campaigns, where the former is more focused on their social media activism. However, both MulaiBicara and 16HAKTP are important as they show resistance attempt of the sexual violence survivor to the silencing process."
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Esti Sihanani
"Sebagai bagian dari masyarakat kota di Jakarta, warga yang tinggal di tepian Sungai Ciliwung seringkali masih menanggung stigma sebagai penyebab berbagai masalah sosial dan lingkungan. Untuk melawan narasi tersebut, Inisiatif Ciliwung Rhapsody menggagas kegiatan riverday Sketchwalk 2022 di tiga lokasi tepi sungai Ciliwung, salah satunya di Kampung Tongkol, Jakarta Utara. Kegiatan ini menggunakan seni urban sketching, yaitu seni menggambar di lokasi sebagai medium bagi para peserta yang berasal dari luar Kampung Tongkol untuk merepresentasikan Sungai Ciliwung melalui karya sketsa. Dengan menggunakan metode etnografi berupa pengamatan lapangan dan wawancara, penelitian ini bertujuan untuk menguji kegiatan tersebut sebagai praktik engaged art, yaitu bentuk aktivisme sosial berbasis seni yang melibatkan berbagai pihak sebagai kolaborator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi unexpected drawback yang menyebabkan kurangnya keterlibatan warga dan minimnya ruang berekspresi bagi warga dalam pembetukan ulang representasi Sungai Ciliwung. Meskipun demikian, ditemukan satu kasus yang menunjukkan bahwa praktik engaged art berbasis seni urban sketching dapat memberi kesempatan bagi warga untuk berekspresi apabila dilakukan dengan tepat. Penelitian ini menyoroti kompleksitas praktik engaged art dengan menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif dan partisipatif untuk menghindari unexpected drawbacks serta mewujudkan keterlibatan masyarakat dalam membentuk ulang representasi lingkungan kampung kota.  

As a part of the urban community in Jakarta, the people who live along the Ciliwung riverbanks still bear stigma as the source of social and environmental problems. To counter this narrative, Ciliwung Rhapsody Initiatives initiated Riverday Sketchwalk 2022 in three different riverbank locations, one of which was Kampung Tongkol, North Jakarta. This event employed urban sketching, a sketch-on-location art method, as a medium for the participants, who were not the residents of Kampung Tongkol, to represent the Ciliwung River through their sketches. Using field observation and interview as an ethnographic method, this research aims to examine Riverday Sketchwalk 2022 as engaged art, an art-based form of activism involving multiple collaborators. Research findings indicate the occurrence of unexpected drawbacks, which led to a lack of community engagement and insufficient space of expression for Kampung Tongkol residents in reshaping the representation of Ciliwung River as their home. However, one specific case shows that engaged art practice using urban sketching as a medium can allow the local community to express themselves when appropriately conducted. This research sheds light on the complexities of engaged art practices. It emphasizes the importance of inclusive and participatory approaches in avoiding unexpected drawbacks to foster meaningful community involvement in reshaping the representation of rural-urban environments."
Depok: Fakultas Ilmu pengetahuan Budaya Universitas Indonesia;, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Ziadatur Rizqi
"Pemilu merupakan suatu mekanisme yang disediakan oleh negara dalam memperjuangkan segala kebutuhan rakyatnya dan pencerminan dari sistem demokrasi. Penyelenggaraan Pemilu di negara Indonesia dilaksanakan secara konsisten dengan berdasar kepada asas yang dituangkan secara tegas dalam Konstitusi, yang mana dipengaruhi juga oleh beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut adalah peran dari institusi pengadilan yang berkewajiban untuk bertindak imparsial serta efektif dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu. MK sebagai institusi pengadilan yang berwenang untuk menyelesaikan perkara PHPU, dalam praktiknya, baik putusan yang dikeluarkan dalam Pemilu maupun Pemilukada sering megeluarkan putusan yang bersifat “kontroversial” dan problematik yang mana menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat serta ahli hukum karena dianggap kurang dapat memberikan rasa keadilan kepada masyarakat. Mengingat kekuatan putusan yang dikeluarkan MK sangat “kuat”, MK diharapkan dapat menentukan metode atau konsep pendekatan yang tepat dalam menjawab segala isuisu konstitusionalitas yang ada. Diantara bentuk metode atau konsep pendekatan yang dilakukan oleh Hakim MK dalam menyelesaikan PHPU adalah judicial activism dan judicial restraint, dimana konsep tersebut dianggap oleh beberapa orang memiliki hal yang bertolak belakang satu dengan yang lainnya.

Election is a mechanism provided by the state in fighting for all the needs of its people and a reflection of the democratic system. The election in Indonesia is carried out consistently based on the principles expressly stated in the Constitution, which is also influenced by several factors. One of these factors is the role of the court institution which is obliged to act impartially and effectively in overseeing the implementation of the Election. The Constitutional Court as a court institution that has the authority to settle PHPU cases, in practice, both decisions issued in the General Election and regional head elections, often issue decisions that are “controversial” and problematic which lead to pros and cons among the public and legal experts because they are deemed insufficient to give a sense justice to society. Considering the strength of the decisions issued by the Constitutional Court is very "strong", the Court is expected to be able to determine the method or concept of the right approach in answering all existing constitutionality issues. Among the methods or concepts used by the Constitutional Court Judges in resolving the PHPU were judicial activism and judicial restraint, where these concepts were considered by some to have contradicting matters with one another"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>