Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 146 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Wulan Sari
"Obesitas tidak hanya mengalami peningkatan di perkotaan. Peningkatan obesitas juga terjadi di pedesaan di Indonesia. Sejak tahun 2004 sampai 2007 prevalensi obesitas meningkat signifikan dari 2.1% sampai 7.8%. Penelitian bertujuan untuk melihat prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas di pedesaan. Penelitian yang menggunakan desain studi cross sectional ini menggunakan data Riskesdas 2010. Populasi adalah seluruh penduduk Indonesia berumur ≥19 tahun pada tahun 2010. Sedangkan sampel adalah sebagian penduduk Indonesia yang berumur ≥19 tahun yang tinggal di pedesaan pada tahun 2010 dengan kriteria eksklusi penduduk perempuan dewasa yang sedang mengandung. Analisis menggunakan regresi logistik ganda untuk mendapatkan model prediksi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas. Hasil penelitian diperoleh prevalensi obesitas di pedesaan sebesar 9.1%. Faktor-faktor yang berhubungan adalah kelompok umur 31-65 tahun (OR: 1.940; 95% CI: 1.801-2.089), jenis kelamin perempuan (OR: 2.132; 95% CI: 1.952-2.329), pendidikan tamat SLTA/D1/D2/D3/PT (OR: 1.429; 95% CI: 1.300-1.571), pekerjaan TNI/POLRI/PNS (OR: 1.853; 95% CI: 1.617-2.124), penduduk yang kawin (OR: 2.356; 95% CI: 2.061-2.692), konsumsi protein (OR: 1.132; 95% CI: 1.066-1.202), status ekonomi kuintil 5 (OR: 2.607; 95% CI: 2.354-2.887), dan tidak merokok (OR: 1.573; 95% CI: 1.429-1.732). Pengendalian kejadian obesitas dapat dilakukan dengan upaya pencegahan baik primer maupun sekunder berdasarkan faktor-faktor yang berhubungan untuk menekan peningkatan obesitas.

Obesity not only has increased in urban areas, but also occurs in rural Indonesia. From 2004 to 2007, the prevalence of obesity increased significantly from 2.1% to 7.8%. The study aims is to look at the prevalence and factors associated with obesity in rural areas. This research use cross sectional design study and use Riskesdas 2010 data. Population is the entire Indonesian population aged ≥19 years old in 2010. While the sample is a part Indonesian population aged ≥19 years old who live in rural areas in 2010, with adult female population who are pregnant as the exclusion criteria. The data were analyzed using multiple logistic regressions to obtain predictive models in the factors associated with obesity. The result is obesity prevalence obtained 9.1% in rural obesity. Factors related is the 31-65 age group (OR: 1.940; 95% CI: 1.801-2.089), female sex (OR: 2.132; 95% CI: 1.952-2.329), education SLTA/D1/D2/D3/PT (OR: 1.429; 95% CI: 1.300- 1.571), works TNI /police/civil (OR: 1.853; 95% CI: 1.617-2.124), married people (OR: 2.356; 95% CI: 2.061-2.692), protein intake (OR: 1.132; 95% CI: 1.066- 1.202), economic status in quintile 5 (OR: 2.607; 95% CI: 2.354-2.887), and no smoking status (OR: 1.573; 95% CI: 1.429-1.732). Controlling the incidence of obesity can be made by prevention efforts both primary and secondary based on factors related to pressure increase in obesity."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Malouf, Doug
Australia: Business & Professional , 1994
374.13 MAL h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Rosiyati
"Obesitas telah ditetapkan sebagai epidemi global dan menyebabkan risiko kematian menjadi tiga kali lipat. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya secara medis, tetapi juga psikologis serta menghilangnya produktivitas dan biaya ekonomi tambahan. Prevalensi obesitas di seluruh dunia terus bertambah hampir tiga kali lipat. Hal serupa terjadi di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas prevalensi obesitas telah mencapai 21,8% pada tahun 2018. Prevalensi ini cenderung mulai meningkat setelah usia 36 tahun ke atas dan kemudian menurun setelah usia 60 tahun ke atas. Tingginya obesitas mengindikasikan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan obesitas tersebut.
Tujuan utama dari penellitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan kejadian obesitas pada penduduk Indonesia usia 36-65 tahun. Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain bersifat cross sectional menggunakan data sekunder IFLS 2014. Faktor-faktor yang dianalisis hubungannya terhadap kejadian obesitas adalah usia, jenis kelamin, suku, status kawin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kebiasaan makan sumber karbohidrat, kebiasaan makan sumber protein, kebiasaan makan sumber lemak, kebiasaan makan sayuran, kebiasaan makan buah, aktifitas fisik berat, aktifitas fisik sedang, aktifitas fisik jalan kaki, kebiasaan merokok, wilayah tempat tinggal, tinggi badan (stunting).
Berdasarkan hasil analisis multivariat dengan regresi logistik ganda menunjukkan determinan kejadian obesitas adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kebiasaan makan sumber protein, kebiasaan makan buah, kebiasaan merokok dan wilayah tempat tinggal. Faktor dominan kejadian obesitas adalah jenis kelamin, yaitu perempuan memiliki risiko menjadi obese 2,1 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Obesity has been defined as a global epidemic and triples the risk of death. The impact is not only medically, but also psychologically as well as the disappearance of productivity and economic costs. The prevalence of obesity throughout the world continues to increase almost threefold. Something similar happened in Indonesia, based on Riskesdas data, the prevalence of obesity had reached 21.8% (2018). This prevalence tends to increase after the age of 36 years and above and then decreases after the age of 60 years and over. The high obesity indicates there are factors that affect the increase of obesity.
The main objective of this research is to find out the dominant factors in the incidence of obesity in the Indonesian population aged 36-65 years. This research is a quantitative study with a cross-sectional design using secondary data of 2014 IFLS. Factors analyzed in relation to the incidence of obesity are age, gender, ethnicity, marital status, education, employment, income, eating habits of carbohydrates, eating habits protein, eating habits, sources of fat, eating habits, eating habits, heavy physical activity, moderate physical activity, walking physical activity, smoking habits, area of ​​residence, height (stunting).
Based on the results of multivariate analysis with multiple logistic regression showed determinant factors of obesity are age, sex, education, occupation, income, eating habits of protein, eating habits of fruit, smoking habits and area of ​​residence. The dominant factor in the incidence of obesity is gender, women have a risk of becoming obese 2,1 times higher than men.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
T53250
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Miller, Carol A.
Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2004
618.970 231 MIL n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Exeter: Learning matters Ltd., 2008
361.3 SAF
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Stefanus Mendes Kiik
"Gangguan keseimbangan tubuh merupakan salah masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia. Masalah ini dapat mengakibatkan jatuh dan cedera bila tidak dicegah. Model intervensi cegah gangguan keseimbangan tubuh (Cegat lansia) merupakan bentuk intervensi keperawatan komunitas yang dapat mempertahankan keseimbangan tubuh lansia. Penulisan bertujuan memberikan gambaraan pelaksanaan model intervensi keperawatan komunitas “cegat lansia” untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dalam pelayanan keperawatan komunitas melalui integrasi teori dan model community as partner, family center nursing, konsekuensi fungsional dan fungsi manajemen pada kelompok lansia dengan gangguan keseimbangan di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Hasil intervensi menunjukkan model intervensi cegat lansia berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keseimbangan tubuh (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000) dan keterampilan (p=0,000). Model intervensi ini dapat meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia di komunitas. Hal ini memberi peluang bagi perawat kesehatan komunitas dalam pengembangan intervensi promotif dan preventif. Model intervensi ini aman, mudah, efektif dan murah bagi lansia di komunitas.

Balance impairment is one of health problem among older adults. This problem can lead to falls and injuries if not prevented. The intervention model to prevent balance impairment (as known as cegat lansia) is a community nursing intervention to maintain the postural balance among older adults. This report aimed to provide an overview of the implementation of nursing intervention and services project through the integration of the community as partner, family center nursing, functional concequences, and management function among older adults with balance impairment in Srengseng Sawah South Jakarta. The results of intervention showed cegat lansia intervention have a significant effect in improving the postural balance (p = 0.000), knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.000) and skills (p = 0.000). It concludes that the intervention model can improve postural balance among older adults in the community. That gives an opportunity for community health nurses to develop promotive and preventive interventions. It concludes that this intervention model for older adults is safe, easy, effective and inexpensive to older adults in the community.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anung Ahadi Pradana, examiner
"ABSTRAK
Depresi pada lanjut usia diketahui dapat berisiko tinggi terhadap kondisi kualitas hidup lansia. Dalam mencegah terjadinya kondisi depresi di Kelurahan Mekarjaya, penulis mengembangkan program inovasi Keperawatan Lansia Sadar Depresi (KELASI). Tujuan kegiatan ini adalah untuk Memberikan gambaran evidence based practicepelaksanaan program KELASI dalam asuhan keperawatan dengan melibatkan 10 keluarga dan 38 lansia di komunitas yang dipilih menggunakan convenience sampling di Kelurahan Mekarjaya.Program inovasi KELASI merupakan integrasi dari terapi restrukturisasi kognitif, relaksasi napas dalam dan intervensi relaksasi benson, autogenik yang dipandu, serta modifikasi perilaku dengan terapi tertawa. Intervensi KELASI yang terdiri atas beberapa pertemuan dan terapi dilakukan dengan pendampingan dalam 6 sesi (1 sesi dalam seminggu) dan dilanjutkan oleh pemantauan mandiri selama periode Oktober 2019-Mei 2020. Hasil pengukuran menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS) 15 dan instrumen pengukuran tingkat kemandirian keluarga. Hasil implementasi menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan lansia dan keluarga terhadap kondisi depresi, kemandirian keluarga dan penurunan status depresi lansia di Kelurahan Mekarjaya. Hasil studi ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam pelayanan kesehatan komunitas.

Depression in the elderly is known to be a high risk for the quality of life of the elderly. In preventing the occurrence of depressive conditions in Mekarjaya Village, the authors developed the Nursing Elderly Depression Nursing (KELASI) innovation program. The purpose of this activity is to provide an overview of evidence-based practice in the implementation of the KELASI program in nursing care involving 10 families and 38 elderly in the community selected using convenience sampling in Mekarjaya Village. The KELASI innovation program is an integration of cognitive restructuring therapy, deep breathing relaxation and guided benson, autogenic relaxation interventions, and behavior modification with laugh therapy. KELASI interventions consisting of several meetings and therapies were carried out with assistance in 6 sessions (1 session a week) and continued by independent monitoring during the period October 2019-May 2020. The measurement results using the Geriatric Depression Scale (GDS) 15 and instruments for measuring the level of family independence. The results of the implementation show that there is a change in the level of knowledge of the elderly and families towards the condition of depression, family independence and decreased status of the elderly depression in Mekarjaya Village. The results of this study are expected to be applied to community health services."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aspinwall-Roberts, Elaine
New York: McGraw-Hill, 2012
361.3 ASP a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dresang, Eliza T.
"Can library programs and services make a difference in your young patrons lives? Measuring outcomes is the way to find out! Incorporating outcome-based planning and evaluation is critical when developing new programs and services."
Alexandria, VA: [American Library association, American Library association], 2006
e20435874
eBooks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>