Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fauzan Al-Rasyid
"Adverbia adalah kelas kata yang dapat mendampingi adjektiva, numeralia, atau proposisi dalam konstruksi sintaksis. Kelas kata ini dapat berupa kata monomorfemis atau polimorfemis. Bagaimanapun, dari berbagai penelitian terdahulu tentang adverbia, belum ditemukan pembahasan mengenai ciri-ciri adverbia polimorfemis -nya dikaitkan dengan posisinya dalam kalimat, yaitu apakah adverbia yang dikonstruksi melalui proses afiksasi ini memiliki ciri tertentu yang membuatnya dapat diletakkan pada awal, tengah, atau akhir kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara metodologis, yaitu pendekatan deskriptif dengan dimensi eksplanatif. Data penelitian ini adalah sepuluh adverbia polimorfemis -nya, yaitu kiranya, rupanya, rasanya, semuanya, agaknya, adakalanya, tampaknya, layaknya, biasanya, dan sedikitnya. Sampel kalimat diambil dari Korpus Indonesia (KOIN) dan kemudian dianalisis dengan memeriksa letak adverbia polimorfemis -nya di dalam kalimat dikatikan dengan kelas kata pembentuknya. Penelitian ini memanfaatkan fitur konkordansi yang dapat menampilkan daftar kemunculan suatu kata dalam kalimat. Beberapa kalimat kemudian diambil secara acak yang masing-masing mewakili posisi adverbia yang hendak diteliti dalam kalimat. Tiap temuan dicatat dan dianalisis, kemudian diuji apakah adverbia polimorfemis -nya pada kalimat tersebut mungkin diubah letaknya dan, jika demikian, apakah adverbia tersebut hanya mewatasi kata, frasa, atau klausa. Penelitian ini menemukan adverbia-adverbia polimorfemis -nya yang terbentuk dari nomina dapat diletakkan pada posisi mana pun dalam kalimat, baik di awal, tengah, maupun akhir, dan dari segi perilaku sintaksisnya sama-sama berupa adverbial ekstraklausal. Sementara itu, adverbia polimorfemis -nya lainnya yang terbentuk dari kelas kata lain bisa jadi memiliki karakter yang berbeda-beda.

Adverbs are words that can accompany adjectives, numerals, or propositions in syntactic construction. This word class can be monomorphemic or polymorphemic. However, from various previous studies on adverbs, no discussion has been found regarding the characteristics of the adverb ending in -nya related to its position in the sentence, whether the adverb constructed through this affixation process has certain characteristics that make it able to be placed at the beginning, middle, or end of the sentence. This study uses a methodological approach, namely a descriptive approach with an explanatory dimension. The data of this study are ten adverbs ending in -nya: kiranya, rupanya, rasanya, semuanya, agaknya, adakalanya, tampaknya, layaknya, biasanya, and sedikitnya. The samples of the sentences were taken from the Korpus Indonesia (KOIN) and then analyzed by examining the position of the adverb ending in -nya in the sentence and the class of words that form it up. This study utilizes the concordance feature which can display a list of occurrences of a word in a sentence. Several sentences are taken randomly, each of which represents the position of the adverb to be examined in the sentence. Each finding is recorded and analyzed, then tested whether the adverb ending in -nya in the sentence can be changed and, if so, whether the adverb is only limited to words, phrases, or clauses. This study found that adverbs ending in -nya which are formed from nouns can be placed in any position in a sentence, either at the beginning, middle, or end, and in terms of their syntactical behavior, they are extraclausal adverbs. Meanwhile, adverbs ending in -nya which are formed from other word classes may have different characters."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Lukiati
"Akhiran Y?, S?, dan RASHII adalah merupakan salah satu dari sekian banyak unsur bahasa Jepang. Secara lek_sikal (artinya yang berhubungan dengan kamus), ketiga ak_hiran Y?, S?, dan RASHII memiliki arti yang sama yaitu. kelihatannya, tampaknya, agaknya, sepertinya. Se_dangkan secara semantis (artinya yang berhubungan dengan makna yang terkandung di dalam sebuah kata, bahkan kali-mat/teks), di antara ketiga akhiran tersebut, terdapat perbedaan. Tujuan penulis adalah mencoba menjelaskan mak_na apa sebenarnya yang terkandung di dalam ketiga akhiran tersebut di atas, dengan suatu harapan bahwa isi skripsi ini dapat menjadi suatu pengetahuan tambahan bagi pembaca. Sebagai landasan teoritis, penulis menggunakan teori dari peneliti dan ahli linguistik bahasa Jepang yaitu Matsuo Soga/Noriko Matsumoto dan Anthony Alfonso. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode kepustakaan (artinya melalui bahan-bahan tertulis/buku), dan sebagai sumber data-data, penulis menggunakan buku-buku pelajaran bahasa Jepang Nihon Go I dan Nihon Go II. Setelah melakukan analisa data, hasil akhir yang pe_nulis peroleh adalah adanya persamaan dan perbedaan di antara ketiga akhiran Y?, S?, dan RASHII tersebut. Persamaan : semuanya merupakan suatu prasangka/dugaan. Perbedaan : terletak pada derajat kepastian akan kebenaran prasangka atau dugaan itu. Jika kita urutkan menurut derajat kepastian nya adalah sebagai berikut :(1) Akhiran RASHII (2) Akhiran Y? (3) Akhiran S?"
Depok: Universitas Indonesia, 1987
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library