Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
A.M. Hermina Sutami
"Aksara Han adalah aksara yang dimiliki oleh suku Han. Suku Han adalah suku yang terbesar di RRC yang menempati jumlah sebanyak 94% dari seluruh penduduk RRC yang berjumlah 1,2 milyar. Dewasa ini aksara Han dianggap terdiri dari sejumlah coretan atau guratan yang tidak teratur; atau gabungan sejumlah coretan yang menghasilkan suatu bentuk. Jadi aksara Han ini dianggap sebagai gambar tanpa makna dan tidak mempunyai kaidah penulisan. Dengan demikian orang yang tidak mempelajari bahasa Mandarin atau bahasa daerah Cina lainnya pun akan menuliskan akan dapat menuliskan huruf Han. Hanya dengan mencontoh guratan dari sebuah huruf, maka orang itu akan dapat menghasilkan huruf yang sama, jadi kira-kira sama seperti meniru sebuah gambar. Apa betul masalahnya demikian? Yang lebih penting lagi, apakah aksara Han itu hanyalah sekedar coretan tanpa makna? Apakah tidak ada makna yang terkandung dibalik huruf-huruf yang berupa coretan itu?
Beranjak dari masalah di atas, penelitian tentang aksara Han ini mulai dijalankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuka tabir yang menyelubungi 'misteri' yang terkandung di balik aksara Han. Dengan demikian kesalahpengertian di atas dapat dibereskan, di samping memperluas wawasan ilmiah tentang salah satu aksara yang jumlah pemakaiannya tergolong sedikit itu. Disamping itu akan diteliti pula transkipsi huruf Han.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan. Caranya ialah dengan mengumpulkan bahan-bahan pustaka, baik yang berbahasa Cina maupun yang berbahasa Inggris.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa aksara Han sudah ada sejak 10.000 tahun lalu. Tetapi saat ini bukti arkeologis yang tertua berasal dari dinasti Shang (1500-1027 SM). Hasil lain yang terungkapkan adalah bahwa huruf Han bukan sekedar berupa coretan saja. Setiap huruf mengandung ide tertentu yang dituangkan dalam bentuk gambar yang dibuat dengan urutan tertentu. Karena itu huruf Han mempunyai kaidah penulisan. Pada tahap awal huruf Han berupa gambar. Setelah mengalami perkembangan ribuan tahun, huruf Han mempunyai bentuk seperti yang kita kenal dewasa ini."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
A.M. Hermina Sutami
"Huruf han berbeda dengan huruf latin. Dalam aksara latin setiap graf bersifat fonetis, yaitu mewakili bunyi tertentu. Misalnya graf a mewakili bunyi vokal [a], graf [b] mewakili bunyi vokal [b]. Karena itu kita dapat membentuk sebuah kata dengan merangkaikan graf-graf yang ada.
Berbeda dengan aksara latin, aksara Han--aksara yang dimiliki bangsa Han, merupakan aksara resmi di RRC dan Taiwan--tidak bersifat fonetis. Huruf Han terjadi dari sejumlah guratan yang tidak dapat menunjukkan bunyi. Dengan kata lain, aksara Han tidak bersifat fonetis tetapi morfemis.
Karena terdiri dari sejumlah guratan, membuat sebuah graf tidak jauh berbeda dengan membuat sebuah gambar. Pada waktu kita membuat sebuah gambar misalnya gambar orang, tidak ada aturan khusus bagian mana yang harus terlebih dahulu digambar. Kita dapat mulai dari kepala atau tangan atau bagian lainnya, yang penting pada akhirnya gambar tersebut akan berupa orang. Apakah hal itu berlaku sama untuk membuat huruf Han? Apakah boleh menggoreskan alat tulis semaunya saja, yang penting pada akhirnya tercipta huruf yang mirip dengan yang ditiru. Apakah tidak ada aturan guratan mana yang lebih dulu digoreskan dan mana yang mengikutinya, bagaimana cara menuliskannya, apakah ada aturan mengenai arah guratan, apakah guratan itu tersebut mewakili ide tertentu, dan sebagainya. Secara singkat, pertanyaan pokok adalah apakah ada kaidah tentang huruf, sehingga bila orang sudah menguasai kaidah tersebut tentu dapat menuliskan huruf yang belum pernah dilihatnya.
Penelitian ini diadakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, yaitu memberikan kaidah tentang jenis huruf, struktur huruf, jenis guratan dasar beserta variasinya, dan arah guratan. Metode yang medasari penelitian ini adlaah metode kepustakaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada sejumlah kaidah untuk menulis huruf Han. Pertama, struktur terbentuknya huruf Han, misalnya atas bawah, kiri kanan, luar dalam. Kedua, jenis guratan dasar beserta variasinya dan arah menggoreskan guratan-guratan tersebut. Ketiga, kepastian tentang guratan misalnya bersilang atau tidak, menembus atau tidak, ada titik atau tidak. Bila kaidah diatas dikuasai dengan baik, maka huruf apapun yang ditemukan akan dapat ditulis dengan betul."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Fellicia Monica
"ABSTRAK
Aksara Han mempunyai sejarah yang panjang dan terus menerus mengalami perubahan. Sejak pertama kali terbentuk, satu karakter sudah mempunyai sejumlah bentuk lainnya. Bentuk karakter Han yang diketahui masyarakat pada umumnya adalah karakter Han pada media massa. Skripsi ini memfokuskan pada variasi satu karakter tersebut. Sumber primer berasal dari Kamus Bahasa Mandarin (现代汉语词典 Xiàndài Hànyǔ Cídiǎn). Berdasarkan karakter yang mempunyai bentuk yitizi (异体字 yìtǐzì), dipilihlah sejumlah karakter untuk dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan menguraikan komponen karakter, setiap yitizi (异体字yìtǐzì) dapat dikelompokkan ke dalam enam jenis. Walaupun bentuk yitizi (异体字 yìtǐzì) berbeda-beda, tetapi tetap mengacu pada makna dan bunyi yang sama.

ABSTRACT
Han script has a long history and going through changes. Since first time it?s created, one characters already had another shapes. The shape of Han characters that are being commonly known are Chinese characters in mass media. This thesis focused on variations of one character. Primary source is taken from Modern Chinese Language Dictionary (现代汉语词典 Xiàndài Hànyǔ Cídiǎn). A few characters which have yitizi (异体字 yìtǐzì) are chosen for analysis. The result shows, by describing characters? component, each of yitizi (异体字 yìtǐzì) can be classified into six types. Although yitizi (异体字 yìtǐzì) may vary in shapes, but it refers to the same meaning and sound. "
2016
S65323
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library