Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Amalia Rufaida Yandri
"Tulisan ini meneliti tentang penggunaan klientelisme sebagai strategi pemenangan kandidat Fadly-Asrul dalam Pilkada Kota Padang Panjang tahun 2018. Kemenangan Fadly-Asrul akan diteliti menggunakan teori Klientelisme Elektoral dari Simeon Nichter sebagai pisau analisis. Sejatinya, paslon petahana memiliki modal relasi yang lebih kuat untuk melakukan klientelisme pada masyarakat dan pejabat struktural yang pernah dipimpin. Namun paslon Fadly-Asrul sebagai pendatang baru mampu mengalahkan paslon petahana dan paslon lain yang sudah lebih dikenal di Kota Padang Panjang. Diantara keempat kandidat, Fadly-Asrul merupakan kandidat dengan modal finansial besar sama halnya dengan paslon petahana, Hendri-Eko. Selama kampanye, Fadly-Asrul dan Hendri-Eko banyak melakukan pendekatan yang bersifat klientelisme pada masyarakat. Meskipun sama-sama kuat dari segi finansial, Fadly-Asrul memiliki strategi klientelisme elektoral yang lebih tepat sasaran dibanding paslon Hendri-Eko. Fadly-Asrul melakukan klientelisme elektoral secara menyeluruh dengan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Fadly-Asrul memperhitungkan seluruh klasifikasi pemilih, mulai dari supporting voters, opposing voters, supporting nonvoters, dan opposing nonvoters. Strategi klientelisme elektoral yang digunakan oleh Fadly-Asrul diperhitungkan dengan baik dan disesuaikan dengan kondisi pemilih, seperti kultur, agama, dan kebiasaan. Sehingga klientelisme Fadly-Asrul lebih mudah diterima oleh masyarakat atau pemilih.

This paper examines the use of clientelism as a winning strategy of Fadly-Asrul in Padang Panjang Regional Head Elections 2018. The victory of Fadly-Asrul will be analyzed using the theory of Simeon Nichter Electoral Clientelism. Indeed, incumbent candidate, Hendri- Eko, has a stronger relationship to clientelism in society and current structural officials. However, Fadly-Asrul as a newcomer was able to defeat the incumbent and other more well known candidates in the city of Padang Panjang. Among the four candidates, Fadly- Asrul is a candidate who has a firm financial resources as well as the incumbent. During the campaign, Fadly-Asrul and Hendri-Eko did many clientelism based approaches to the voters. Although equally strong in terms of financial, Fadly-Asrul has clientelism electoral strategy that is more targeted than Hendri-Eko. Fadly-Asrul conduct a thorough electoral clientelism by approaching all levels of society. Fadly-Asrul took into account the entire classification of voters, ranging from supporting voters, opposing voters, supporting nonvoters and opposing nonvoters. Electoral clientelism strategy that was being used by Fadly-Asrul was reckoned and adapted to the condition of voters, such as culture, religion, and custom. So Fadly-Asrul’s clientelism was more easily accepted by the public or voters in Padang Panjang."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hafidah Ajeng Litasari
"Banyak proyek konstruksi yang menimbulkan limbah konstruksi yang berdampak pada lingkungan proyek akibat perencanaan sumber daya yang tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi penggunaan sumber daya dengan mengembangkan sebuah sistem perencanaan sumber daya yang dapat mengatasi permasalahan tersebut melalui integrasi kamus Work Breakdown Structure (WBS) dan Building Information Modeling (BIM). Dalam kamus WBS, terdapat deskripsi atau penjelasan yang rinci tentang setiap komponen dalam WBS. Deskripsi yang detail ini dapat membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan sumber daya dengan lebih akurat, seperti tenaga kerja, material, dan peralatan yang diperlukan untuk setiap pekerjaan yang ada dalam struktur proyek. Dengan menggunakan BIM, pengelolaan data dan informasi dapat dilakukan secara efisien juga mempermudah visualisasi dalam tahap perencanaan. Pada penelitian ini sistem dirancang dengan menggunakan sistem informasi berbasis website yang menggabungkan Work Breakdown Structure (WBS), kamus WBS, checklist WBS dengan Building Information Modeling (BIM) terkait data perencanaan sumber daya jembatan beton precast. Metodelogi penelitian ini bersifat kualitatif dengan studi kasus yang digunakan yaitu Jembatan Bukit Indah pada Jalan Tol Cinere-Serpong. Hasil penelitian ini adalah Work Breakdown Structure (WBS), kamus WBS, checklist WBS, Building Information Modeling (BIM) dan pengembangan sistem informasi perencanaan sumber daya yang dapat meningkatkan akurasi penggunaan sumber daya seperti tenaga kerja, material, dan peralatan pada proyek jembatan beton precast komponen struktur atas.
Many construction projects generate construction waste that impacts the project environment due to inaccurate resource planning. This research aims to improve the accuracy of resource utilization by developing a resource planning system that addresses these issues through the integration of a Work Breakdown Structure (WBS) dictionary and Building Information Modeling (BIM). In the WBS dictionary, there are detailed descriptions or explanations of each component within the WBS. These detailed descriptions can help in accurately identifying resource needs, such as labor, materials, and equipment required for each task within the project structure. By using BIM, data and information management can be conducted efficiently, also facilitating visualization during the planning stage. In this study, the system is designed using a web-based information system that combines Work Breakdown Structure (WBS), WBS dictionary, WBS checklist with Building Information Modeling (BIM) related to resource planning data for precast concrete bridges. This research methodology is qualitative with the case study used, namely the Bukit Indah Bridge on the Cinere-Serpong Toll Road. The results of this study indicate that the Work Breakdown Structure (WBS), WBS dictionary, WBS checklist, Building Information Modeling (BIM), and the development of a resource planning information system can enhance the accuracy of resource utilization such as labor, materials, and equipment in precast concrete bridge projects for upper structure components. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indra Listyo
"Penelitian ini mengkaji teknik penerjemahan teks perjanjian dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, dengan fokus pada fitur-fitur linguistik khas di tataran kata dan frasa. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan teknik penerjemahan yang tepat untuk menghasilkan terjemahan teks perjanjian yang tepat guna. Menggunakan ancangan kualitatif, penelitian ini menganalisis dua dokumen perjanjian bisnis internasional dengan total 65.892 kata: Global Master Repurchase Agreement dan Convention between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the United States of America for the Avoidance of Double Taxation. Dengan merujuk pada klasifikasi fitur linguistik khas dalam bahasa Inggris hukum yang dikembangkan oleh El-Farahaty (2015), hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori fitur linguistik khas: fitur leksikal, fitur sintaktik, dan fitur tekstual. Dengan merujuk pada sintesis teknik penerjemahan karya Vinay dan Darbelnet (1958/1995), Šarčević (1985), Newmark (1988), Baker (1992), Molina dan Albir (2002), Hoed (2006), Pamungkas (2020), Hariyanto (2022), dan Dewi dan Wijaya (2024), penelitian menemukan 13 teknik penerjemahan dengan teknik terjemahan mapan sebagai teknik penerjemahan yang paling dominan. Teknik-teknik ini dapat diterapkan untuk menghasilkan terjemahan yang akurat, jelas, dan wajar berdasarkan prinsip-prinsip penerjemahan teks hukum (Hariyanto, 2022).

This study examines the translation techniques used in rendering agreement texts from English into Indonesian, with a focus on distinctive linguistic features at the word and phrase levels. The objective of the research is to formulate appropriate translation techniques to produce functionally accurate translations of contract texts. Adopting a qualitative approach, the study analyzes two international business agreement documents comprising a total of 65,892 words: the Global Master Repurchase Agreement and the Convention between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the United States of America for the Avoidance of Double Taxation. Drawing on the classification of distinctive linguistic features in legal English as developed by El-Farahaty (2015), the study identifies three categories of such features: lexical, syntactic, and textual. Guided by a synthesis of translation techniques proposed by Vinay and Darbelnet (1958/1995), Šarčević (1985), Newmark (1988), Baker (1992), Molina and Albir (2002), Hoed (2006), Pamungkas (2020), Hariyanto (2022), and Dewi and Wijaya (2024), the study identifies 13 applicable translation techniques. These techniques support the production of translations that are accurate, clear, and natural, in line with the principles of legal translation (Hariyanto, 2022)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2025
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library