Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sapto Ardi Cahyono
"ABSTRAK
Perencanaan, pengoperasiau serta perluasan sistem tenaga listxik memerlukan
analisa aliran daya. Analisa aliran daya adalah perhitungan besar dan sudut fasa
tegangan, daya pembangkitan, Sena daya yang mengalir pada saluran transmisi.
Analisa aliran daya memberikan profil tegallgan dan daya serta aliran daya dad suatu
sistem tenaga Iistrik.
Persamaan-persamaan alirau daya adalah merupakan persamaan-persamaan
aljabar non-Iinier sehingga memerlukan metode iterasi untuk memperoleh solusinya.
Program komputer digital dibuat untuk mendapatkan solusi dari persamaan-
persamaan aliran daya. Dengan mengguuakan program komputer digital, analisa
aliran daya dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, bahkan untuk sistem tenaga
listrik yang besar dan komplek.
Pengaturan tegangan dilakukan untuk memperolah profil tegangan yang baik.
Pengaturan tegangan dapat dilakukan dengan mengatur besar tegangan pada busbar
generator, mengatur posisi tap transformator pengatur tegangan, dan alokasi sumber
daya reaktif. Dengan pengaturan tegangan dapat diperoleh cara pengoperasian sistem
tenaga Iistrik yang optimum.

"
1996
S38782
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rinaldy D.
"ABSTRAK
Perencanaan, pengoperasian serta perluasan sistem tenaga listrik memerlukan analisa aliran daya. Analisa aliran daya adalah perhitungan besar dan sudut fasa tegangan, daya pembangkitan, serta daya yang mengalir pada saluran transmisi. Analisa aliran daya memberikan profil tegangan dan daya serta aliran daya dari suatu sistem tenaga listrik. Persamaan-persamaan aliran daya adalah merupakan persamaan-persamaan aljabar non-linier sehingga memerhikan metode iterasi untuk menperoleh solusinya. Program konq)uter digital dibuat untuk mendapatkan solusi dari persamaan-persamaan aliran daya. Dengan menggunakan program konmputer digital, analisa aliran daya dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, bahkan untuk sistem tenaga listrik yang besar dan komplek. Pengaturan tegangan dilakukan untuk memperolah profil tegangan yang baik. Pengaturan tegangan dapat dilakukan dengan meugatur besar tegangan pada busbar generator, mengatur posisi tap transformator pengatur tegangan, dan alokasi sumber daya reaktif Dengan pengaturan tegangan dapat diperoleh cara pengoperasian sistem tenaga listrik yang optimum."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
"Berbagai penelitian tentang aliran daya (power flow) telah banyak dilakukan dengan variasi model pendekatan dan algoritma model solusi matematiknya."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rizqi Priatna
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
S39468
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanindito Titah Prameswara
"Salah satu contoh penerapan energi baru terbarukan EBT yang sedang berkembang adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS. Berdasarkan data Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2019-2028 disebutkan bahwa potensi energi matahari (surya) di Indonesia sebesar 207.898 MW (4,80 kWh/m2/hari) dan hanya sebesar 78,5 MW kapasitas terpasang di Indonesia. Pada penelitian ini dilakukan studi interkoneksi PLTS 5 MWp dengan jaringan tegangan menengah 20 kV Daerah X sebagai salah satu penerapan energi baru terbarukan di Indonesia. Studi interkoneksi mencakup analisis aliran daya dan analisis gangguan hubung singkat tiga fasa. Pada analisis aliran daya diperoleh hasil bahwa sistem PLTS mampu menyuplai kebutuhan beban pada sistem sebesar 5.000 kW daya aktif. Didapatkan juga bahwa interkoneksi PLTS dengan sistem mengakibatkan kenaikan level tegangan dari setiap bus pada sistem sebesar 0,08-1,41%, serta membuat perubahan persentase pembebanan komponen sebesar 0,01% hingga 93,01%. Hasil analisis gangguan hubung singkat tiga fasa menunjukkan bahwa interkoneksi PLTS dengan sistem memiliki besar nilai arus gangguan hubung singkat sebesar 5,70-7,01 kA, sehingga nilai arus gangguan untuk seluruh bus masih jauh di bawah nilai kapasitas pemutusan arus hubung singkat sistem proteksi yang bernilai 25 kA. Hasil studi interkoneksi yang diperoleh menujukkan bahwa interkoneksi sistem PLTS 5 MWp dengan jaringan tegangan menengah 20 kV Daerah X dapat dilakukan.

One example of the application of new renewable energy that is currently developing is solar power plant. Based on data from Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2019-2028, it is stated that the potential of solar energy in Indonesia is 207,898 MW (4.80 kWh/m2/ day) and only 78.5 MW of capacity installed in Indonesia. In this study, a 5 MWp solar power plant was interconnected with a 20 kV medium-voltage network of Area X as one of the renewable energy applications in Indonesia. Interconnection studies include power flow analysis and three phase short circuit fault analysis. In the analysis of the power flow results obtained that the Solar Power Plant system is capable of supplying the load requirements to the system of 5,000 kW active power. It was also found that interconnection of solar power plant with the system resulted in an increase in the voltage level of each bus in the system by 0.08 to 1.41%, as well as changing the percentage of component loading by 0.01% -93.01%. The results of the three-phase short circuit fault analysis show that the interconnection of the solar power plant system has a short circuit fault current value of 5.70-7.01 kA, so the fault current value for the whole bus is still far below the value of the short circuit current capacity of the protection systems short circuit worth 25 kA. The results of the interconnection study showed that interconnection of a 5 MWp solar power plant system with a 20 kV medium voltage network Area X can be carried out."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deny Kasypaddhurri
"ABSTRAK
Studi aliran beban adalah sangat penting dalam perencanaan perkembangan suatu sistem uniuk masa yang akan datang karena perencanaan, pengoperasian, serta perluasan suatu sistem tenaga listrik memerlukan analisa aliran daya yang banyak tergantung pada diketahuinya efek eJek interkoneksi dengan sistem tenaga yang lain, interkoneksi dari beban-beban yang baru, serta interkoneksi saluran-saluran transmisi yang baru, sebelum semuanya dipasang. Selain itu juga studi aliran daya juga penting dalam menentukan operasi terbaik untuk sistem-sistem yang telah ada.
Pada sistem tenaga listrik, daya listrik mengalir dari pusalpusat pembangkitan menuju pusat-pusat beban. Dalam proses penyalurannya, daya tersebut dipengaruhi faktor jaktor antara lain : besar tegangan bus sistem, besar reaktansi dan kapasitansi saluran transmisi, tap trafo serta rugi-rugi transmisi jaringan. Dalam penyalurannya, diharapkan daya yang disuplai oleh pembangkit dapat optimum diterima oleh beban sehingga dapat mengurangi biaya pembangkitan dan biaya rugi_rugi tranmisi. Untuk iu diperlukan suatu studi aliran daya optimum (optimal load flow ) untuk dapat menentukan arah aliran daya dari pusat unit-unit pembangkit menuju pusat pusat beban ,besar daya yang dibangkitkan pada masing-masing unit pembangkit, besar nilai tegangan masing-masing bus. Selain itu studi aliran daya optimum juga dapat menentukan operasi pembangkitan yang paling ekonomis dari unit-unit pembangkit yang ada untuk memenuhi heban sistem dengan rugi-rugi duya aktif pada jaringan yang seminimal mungkin melalui optimal economic dispatch dankoordinasi hidro termal serta perbaikan nilai tegangan pada daerah daerah lertentu dengan penggunaan sumber daya reakrif yang seoptimal mungkin.
Tulisan ini mengambil studi kasus aliran daya optimum tahun 2000 sistem Jawa Bali dengan menggunakan program PSS/OPF yang merupakan rencana aliran daya optimum dengan asumsi keadaan-keadaan real time.

"
2000
S39758
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ghozi Fawwaz Imtiyaazi Labiiba
"Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 5 MWp akan dipasang pada jaringan tegangan menengah 20 kV di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. PLTS 5 MWp ini terbagi menjadi dua lokasi, yaitu PLTS 4 MWp pada Bus Stasiun dan PLTS 1 MWp pada Gardu Hubung 1. Studi interkoneksi PLTS ini mencakup tiga analisis, yaitu analisis aliran daya, analisis hubung singkat, dan analisis stabilitas."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Muhammad Akmal Zuhdi
"Sistem distribusi tenaga listrik adalah bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk mendistribusikan listrik dari jaringan transmisi menuju ke pelanggan. Pada sistem distribusi, sering tejadi ketidakseimbangan sistem akibat adanya perbedaan profil beban pada setiap fasenya yang dapat terjadi karena pemakaian beban satu fase masing-masing pelanggan dapat bervariasi. Hal tersebut dapat menyebabkan adanya ketidakseimbangan tegangan dan peningkatan kerugian daya pada sistem distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode analisis aliran daya, yaitu Backward and Forward Sweep dan Current Injection. Studi ini akan memberikan analisis tentang kondisi tegangan serta daya pada masing-masing fase di setiap bus dan saluran pada sistem distribusi tiga fase dalam kondisi beban yang tidak seimbang. Simulasi ini dilakukan pada dua IEEE test bus, yaituIEEE 19-Bus dan IEEE 33-Bus dengan konfigurasi radial. Hasil perhitungan aliran daya menggunakan metode Backward and Forward Sweep menunjukkan bahwa pada sistem IEEE 19-Bus, persentase penurunan tegangan tertinggi terjadi pada fase b di bus 19, sebesar 3,14%, persentase ketidakseimbangan tegangan tertinggi terjadi pada bus 19, sebesar 0,1409%, dan total rugi-rugi daya aktif dan reaktifnya sebesar 7,352 kW dan 3,164 kVAR. Pada sistem IEEE 33-Bus, persentase penurunan tegangan tertinggi terjadi pada fase c di bus 18, sebesar 5,85%, persentase ketidakseimbangan tertinggi terjadi pada bus 15, sebesar 0,2077%, dan total rugi-rugi daya aktif dan reaktifnya sebesar 19,107 kW dan 8,22 kVAR. Persentase selisih dari dua metode yang digunakan adalah kurang dari satu persen, sehingga kedua metode tersebut cukup akurat dalam menganalisis aliran daya pada sistem distribusi yang tidak seimbang.

The electrical power distribution system is a part of the power system that functions to distribute electricity from the transmission network to customers. In the distribution system, imbalances often occur due to the varying load profiles on each phase, which can happen because the single-phase load usage of each customer can vary. This can cause voltage imbalances and increase power losses in the distribution system. This study aims to compare two power flow analysis methods, namely Backward and Forward Sweep and Current Injection. The study provides an analysis of the voltage and power conditions on each phase at each bus and line in the three-phase distribution system under unbalanced conditions. Simulations were conducted on two IEEE test buses, namely IEEE 19-Bus and IEEE 33-Bus with radial configurations. The power flow calculation results using the Backward and Forward Sweep method showed that in the IEEE 19-Bus system, the highest voltage drop percentage occurred on phase b at bus 19, at 3.14%, the highest voltage imbalance percentage occurred at bus 19, at 0.1409%, and the total active and reactive power losses were 7.352 kW and 3.164 kVAR. In the IEEE 33-Bus system, the highest voltage drop percentage occurred on phase c at bus 18, at 5.85%, the highest imbalance percentage occurred at bus 15, at 0.2077%, and the total active and reactive power losses were 19.107 kW and 8.22 kVAR. The percentage difference between the two methods used is less than one percent, indicating that both methods are sufficiently accurate in analyzing power flow in an unbalanced distribution system."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>