Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Raifan
"ABSTRACT
Produksi lipid menggunakan bakteri Acetobacter xylinum dengan media Ananas comosus memiliki potensi untuk menghasilkan lipid yang optimal. Penelitian dilakukan dengan penambahan 5 ml Acetobacter xylinum dan kultivasi bakteri selama 7 hari pada medium Lysogeny Broth (Ananas comosus , Ananas comosus , dan variasi konsentrasi Ananas comosus) yang dicampur dengan jumlah Lysogeny Broth yang sama dengan Ananas comosus 0 persen. Sampel dilakukan sentrifugasi 4000 rpm selama 15 menit. Selanjutnya, dilakukan ekstraksi lipid dengan metode ligh dyer, menggunakan metanol dan kloroform (pelarut) dan dipanaskan untuk menguapkan pelarut tersebut. Dari hasil sentrifugasi yang telah dilakukan, terbentuk agregat biomassa yang mengendap dengan variasi terbaik pada konsentrasi 15 persen sebanyak 3,96 g. Pada proses ekstraksi untuk menghasilkan lipid dengan variasi konsentrasi Ananas comosus, didapatkan hasil lipid berturut-turut sebesar 1,19 g; 0,27 g; 0,63 g; 0,85 g; 1,12 g; 1,24 g; 1,62 g; dan 2,17 g. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ananas comosus 100 persen menghasilkan lipid yang lebih besar dibandingkan dengan Lysogeny Broth.

ABSTRACT
Lipid production using bacterium Acetobacter xylinum with Ananas comosus media has potential to produce optimal lipids. The study was conducted with the addition of 5 ml of Acetobacter xylinum and bacterial cultivation for 7 days on Lysogeny Broth medium (Ananas comosus 0 percent), Ananas comosus 100 percent, and variations in the concentration of Ananas comosus (0.5 percent; 1 percent; 3 percent; 5 percent; and 15 percent) mixed with the same amount of Lysogeny Broth as 0 persen Ananas comosus. Samples were carried out at 4000 rpm centrifugation for 15 minutes. Furthermore, lipid extraction was carried out by the bligh dyer method, using methanol and chloroform (solvent) and heated to evaporate the solvent. From the results of the centrifugation that has been done, aggregate biomass were collected with the best variation at a concentration of 15 per as much as 3.96 g. In the extraction process to produce lipids with variations in the concentration of Ananas comosus, lipid mass of 1.19 g; 0.27 g; 0.63 g; 0.85 g; 1.12 g; 1.24 g; 1.62 g; and 2.17 g. From these results, it can be concluded that Ananas comosus 100 persen lipids produces larger than Lysogeny Broth media"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syarafina
"ABSTRAK
Glukosa merupakan suatu gula monosakarida yang dimanfaatkan secara luas dalam industri farmasi. Pembuatan glukosa dalam skala industri selama ini berasal dari bahan pati atau amilum melalui metode hidrolisis asam. Akan tetapi, sumber bahan dan proses tersebut memiliki kelemahan terhadap lingkungan alam. Sebagai alternatif, limbah daun nanas yang mengandung selulosa berpotensi untuk dapat dihidrolisis secara enzimatis dan menghasilkan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh glukosa dari α-selulosa daun nanas menggunakan enzim selulase dari galur kapang yang memiliki aktivitas selulase tertinggi melalui proses hidrolisis enzimatis yang optimum dan sesuai dengan identitasnya berdasarkan glukosa standar. Penelitian diawali dengan preparasi α-selulosa dari serbuk tanaman daun nanas, preparasi kapang penghasil enzim selulase meliputi peremajaan galur kapang, preparasi enzim kasar selulase, skrining galur kapang untuk aktivitas selulase tertinggi berdasarkan pembentukan zona bening pada medium agar CMC dan metode gula reduksi DNS-spektrofotometri, dilanjutkan dengan optimasi kondisi hidrolisis enzimatis dan identifikasi dengan metode FTIR dan pereaksi Fehling dengan menggunakan glukosa standar sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas enzim selulase tertinggi diperoleh dari galur kapang Penicillium sp. dengan kondisi optimum hidrolisis enzimatis pada suhu hidrolisis 500C dalam larutan dapar asetat pH 5 dengan konsentrasi enzim sebesar 2% selama 48 jam pada kecepatan shaker inkubator 160 rpm. Spektrum FTIR dari glukosa yang didapatkan menunjukkan kemiripan dengan spektrum glukosa standar terutama pada daerah sidik jari. Uji pereaksi Fehling dibandingkan dengan glukosa standar menunjukkan hasil yang positif yaitu dengan terbentuknya endapan merah.

ABSTRACT
Glucose, a monosaccharide sugar, is widely used in the pharmaceutical industry. In industrial scale, chemically hydrolized starch or amylum is used as main process and source for glucose production. However, the source of the material and process has weakness especially towards the natural environment. Therefore, an alternative source and process needed for glucose production. Since pineapple leaves contain high amount of cellulose, it has the potential to be enzymatically hydrolized using cellulase enzymes to produce glucose. This study aims to obtain glucose from pineapple α-cellulose by enzymatic hydrolysis using cellulase enzymes from selected molds lines which has the highest cellulase activity. The study began with the preparation of α-cellulose from pineapple leaf powder, preparation of cellulase enzyme-producing molds including rejuvenation of molds strain, crude cellulase enzyme preparation, screening of molds strain for the highest cellulase activity based on the formation of clear zones in CMC agar medium and DNS-spectrophotometric reduction sugar method, followed by optimization of the conditions of enzymatic hydrolysis and identification of glucose powder obtained by FTIR and Fehling reagents using standard glucose as a comparison. The results showed that the highest cellulase enzyme activity was obtained from the mold of Penicillium sp. with optimum conditions for enzymatic hydrolysis at 500C hydrolysis temperature in a buffer solution of pH 5 with an enzyme concentration of 2% for 48 hours at a 160 rpm incubator shaker speed. The FTIR spectrum of glucose obtained shows similarities to the standard glucose spectrum especially in the fingerprint region. Fehling reagent test compared with standard glucose showed positive results, namely the formation of red deposits."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Leni Magdalena
"ABSTRAK
Studi pendahuhian untuk melihat efek diuretik ekstrak buah Ananas
comosus L. terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar telah
dilakukan. Pencekokan diberikan dengan larutan kontrol dan dengan
perbandingan dosis larutan murni : akuabidestilata 1: 3, ! 2, 1 : I clan I : 0
I ml/1 00 g berat badan. Pengaruh pencekokan terhadap volume urin dapat
diketahul 6 jam sesudah pencekokan.
Uji statistik terhadap hasH percobaan menunjukkan bahwa ekstrak
buah Ananas cotnosus dengan dosis larutan murni akuabidestilata 1 2,
1 mI/i 00 g berat badan tidak mempengaruhi volume total urin,
tetapi dosis larutan murni : akuabidestilata I 3 I mlIIOO g berat badan
meningkatkan volume total i.win. Dengan demikian Ananas cornosus dengan
konsentrasi tersebut mempunyai efek diuretik terhadap tikus putih (Rattus
norvegicus) jantan galur Wistar.
"
1998
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wulan Meiliana Permatasari
"ABSTRAK
Pemutihan gigi sudah menjadi kebutuhan banyak orang untuk menunjang
penampilan estetika. Pada prosedur pemutihan gigi, biasanya menggunakan
bahan-bahan pemutih seperti hidrogen peroksida, karbamid peroksida, dan
karbopol. Namun bahan-bahan pemutih gigi tersebut dapat menimbulkan efek
samping seperti sensitifitas gigi paska tindakan serta iritasi pada rongga mulut dan
mukosa saluran cerna bila tertelan. Buah alpukat, apel, mangga, nanas, dan pisang
adalah jenis buah yang diketahui mengandung hidrogen peroksida. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efek pada jus buah alpukat, apel, mangga, nanas, dan
pisang dalam memutihkan gigi yang mengalami diskolorisasi ekstrinsik. Gigi
premolar post-ekstraksi yang telah diskolorisasi teh dan diskolorisasi kopi diberi
perlakuan jus buah selama 14 hari. Hasil uji menunjukkan bahwa terjadi
perubahan rata-rata skala warna pada kelompok teh dengan perlakuan jus buah
alpukat, apel, mangga, nanas, dan pisang dari skala 12 menjadi rata-rata sebesar
5,4 ± 0,51; 4,4 ± 1,07; 4,9 ± 1,07; 4,5 ± 0,97 dan 4,8 ± 1,13. Sedangkan pada
kelompok kopi dengan perlakuan jus buah alpukat, apel, mangga, nanas, dan
pisang dari skala 9 menjadi rata-rata sebesar 1,6 ± 0,69; 2,2 ± 1,54; 2,2 ± 1,31; 1,5
± 1,84; 1,37 ± 1,06.

ABSTRACT
Teeth whitening has become a need for many people to support the aesthetic
appearance. In the teeth whitening procedure, usually using bleaching ingredients
such as hydrogen peroxide, carbamide peroxide, and carbopol. However the
ingredients of teeth whitening can cause side effect such as tooth sensitivity and
irritation after the action in the oral cavity and gastrointestinal mucosa if ingested.
Avocado, apple, mango, pineapple, and bananas are the types of fruit are known
to contain hydrogen peroxide. This study aims to determine the effect on fruit
juice avocado, apple, mango, pineapple, and banana in the teeth whitening
experience extrinsic discoloration. Post-extraction of premolars that had
discoloration of tea and coffee discoloration of the treated fruit juice for 14 days.
The test results showed that the average changes color scale on tea group
treatment with avocado fruit juices, apple, mango, pineapple, and banana of the
scale of 12 to an average of 5.4 ± 0.51; 4.4 ± 1.07; 4.9 ± 1.07; 4.5 ± 0.97 and 4.8 ±
1.13. Whereas in the coffee group treated fruit juice with avocado, apple, mango,
pineapple, and banana of the scale of 9 to an average of 1.6±0.69; 2.2 ± 1.54; 2.2
± 1.31, 1.5 ± 1.84; 1.37 ± 1.06."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
T38954
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library