Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Naldo Jabari Mulya
"Saat ini Asbuton telah banyak digunakan sebagai alternatif pengganti aspal konvensional pada pembangunan jalan raya. Pertimbangannya adalah keberadaan serta harga aspal minyak selalu cenderung meningkat seiring fluktuasi harga minyak bumu dunia yang meningkat. Pemelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui persentase kadar aspal dan agregat yang terkandung dalam Asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA), mengetahui kadar penggunaan limbah beton pada campuran beraspal terhadap nilai parameter Marshall dengan mempertimbangkan kandungan mortarnya.dan mengetahui rancangan susunan agregat baru dan agregat limbah beton untuk mendapatkan Asbuton paving block berpori. Penelitian kali ini diawali dengan pengujian karakteristik agregat, aspal pen 60/70, dan ekstraksi LGA. Untuk mendapatkan kadar aspal serta agregat yang terkandung dalam LGA dapat dilakukan dengan ekstraksi butiran LGA menggunakan metode Reflux dan Centrifuge. Bitumen dan agregat yang sudah ter-ekstrak kemudian diuji karakteristik agregat dan aspalnya. Aspal yang ter-ekstrak dari butiran LGA memiliki nilai penetrasi yang rendah, sehingga perlu penambahan oli bekas untuk menaikan nilai penetrasi. Setelah semua bahan sudah diuji kemudian dilanjutkan dengan pembuatan benda uji untuk mencari nilai kadar aspal optimum sebanyak 30 total, 15 untuk benda uji aspal dengan agregat baru dan 15 untuk benda uji aspal yang ditambahkan agregat limbah beton. Kemudian sampel akan diuji Marshall Standard berguna untuk mendapatkan nilai KAO. Setelah nilai KAO didapatkan dilanjutkan pembuatan benda uji pavingblock dengan ukuran 25x25x6,5 cm sebanyak 6 buah, 3 untuk campuran tanpa RCA dan 3 buah untuk benda uji menggunakan RCA. Setelah sampel pavingblock dibuat, dilakukan proses core drill sebanyak dua lubang setiap satu pavingblock yang akan diuji nilai volumteriknya dengan uji Marshall Standard dan Immersion. Kemudian dilihat apakah ada pengaruh terhadap nilai volumetric pada pavingblock dan compact standard. Hasil yang didapatkan dari pengujian adalah Asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA) memiliki kanduangan bitumen sebanyak 26% dan kandungan agregat sebanyak 73%, komposisi yang digunakan untuk campuran agregat baru tanpa menggunakan RCA yang didapat dari blending agregat yaitu 52% agregat kasar, 40% agregat halus, dan 8% agregat LGA, sedangkan untuk campuran dengan tambahan RCA memiliki komposisi 23% RCA, 29% agregat kasar, 20% agregat halus, dan 8% agregat LGA, kadar aspal optimum yang di dapat dari campuran agregat baru tanpa menggunakan RCA dan campuran dengan tambahan RCA adalah 7%, dan berdasarkan hasil volumetrik dan pengujian marshall menunjukkan bahwa campuran dengan menggunakan agregat baru masih lebih baik dari campuran dengan menggunaan RCA sebagai subtitusi agregat baru.

Currently, Asbuton has been widely used as an alternative to conventional asphalt in highway construction. The consideration is that the existence and price of petroleum asphalt always tends to increase along with increasing fluctuations in world petroleum prices. This research aims to determine the percentage of asphalt and aggregate content contained in Asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA), determine the level of use of concrete waste in the asphalt mixture against the Marshall parameter value by considering the mortar content, and determine the design of the new aggregate composition and waste concrete aggregate for get porous Asbuton paving blocks. This research began with testing the characteristics of aggregate, asphalt pen 60/70, and LGA extraction. To obtain the asphalt and aggregate content contained in LGA, extraction of LGA granules can be done using the Reflux and Centrifuge methods. The extracted bitumen and aggregate are then tested for the characteristics of the aggregate and asphalt. Asphalt extracted from LGA granules has a low penetration value, so it is necessary to add used oil to increase the penetration value. After all the materials have been tested then proceed with making test objects to find the optimum asphalt content value of 30 in total, 15 for asphalt test objects with new aggregate and 15 for asphalt test objects with added concrete waste aggregate. Then the sample will be tested using the Marshall Standard to get the KAO value. After the KAO value was obtained, 6 pieces of pavingblock test specimens measuring 25x25x6.5 cm were continued, 3 for the mixture without RCA and 3 for non-RCA test objects and 3 for test objects using RCA. After the paving block samples are made, a core drill process is carried out with two holes for each paving block which will be tested for their volumetric value using the Marshall Standard and Immersion tests. Then see whether there is an influence on the volumetric value of standard paving blocks and compacts. The results obtained from the test were that Asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA) had a bitumen content of 26% and an aggregate content of 73%. The composition used for the new aggregate mixture without using RCA was obtained from blending the aggregate, namely 52% coarse aggregate, 40% aggregate fine, and 8% LGA aggregate. Meanwhile, the mixture with the addition of RCA has a composition of 23% RCA, 29% coarse aggregate, 20% fine aggregate, and 8% LGA aggregate. The optimum asphalt content obtained from the new aggregate mixture without using RCA and the mixture with the addition of RCA is 7%. Based on the volumetric results and Marshall testing, it shows that the mixture using new aggregate is still better than the mixture using RCA as a substitute for new aggregate."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Panjaitan, Jonathan
"Saat ini banyak sekali jalan yang memiliki kondisi yang sangat buruk. Hal ini tentunya diperlukan peremajaan atau perbaikan jalan sehingga dalam prosesnya membutuhkan banyak sekali penggunaan material dan hasil kerukan aspalnya dapat menjadi limbah. Penggunaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dapat menjadi solusi untuk kedua masalah tersebut. Perbaikan jalan yang dilakukan tidak hanya untuk jalan besar, tetapi juga berlaku untuk jalan kecil seperti gang yang sempit ataupun pedestrian. Jalan-jalan yang berukuran kecil ini akan sulit untuk dibangun jika menggunakan alat berat akibat keterbatasn lahan, sehingga diperlukan suatu solusi untuk mempermudahnya dan salah satu solusi untuk permasalahan ini adalah penggunaan asphalt paving block. Asphalt paving block ini dapat dibawa dengan mudah dan juga dapat diproduksi di pabrik sehingga dalam proses pembuatan perkerasan jalan tidak diperlukan banyak alat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi limbah plastik pada paving block daur ulang aspal campuran panas. Limbah plastik yang digunakan pada penelitian ini berupa limbah plastik Low Density Polyethylene (LDPE) sebagai bahan aditif agregat. Pada penelitian ini digunakan beberapa variasi kadar aspal dalam campurannya yaitu sebagai berikut 5,5% ; 6% ; 6,5% ; 7% ; 7,5% dan nilai kadar aspal optimum yang diperoleh sebesar 6%. Kemudian penelitian berlanjut dengan penambahan limbah plastik LDPE. Penggunaan jumlah limbah plastik dibagi menjadi empat formula yaitu sebesar 0% ; 5% ; 6% ; 8%. Untuk mengetahui kekuatan campuran aspal RAP dengan limbah plastik LDPE ini dilakukan uji marshall dengan pemadatan modifikasi. Kadar plastik LDPE optimum pada campuran adalah sebesar 6% dari total kadar aspal pada campuran.

Currently, many roads are in very bad condition. This of course requires rejuvenation or road repair so that the process requires a lot of use of materials and the dredged asphalt can become waste. The use of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) can be a solution to both problems. Road repairs are carried out not only for major roads, but also for small roads such as narrow alleys or pedestrians. These small-sized roads will be difficult to build if using heavy equipment due to limited land, so a solution is needed to make it easier and one solution to this problem is the use of asphalt paving blocks. Asphalt paving blocks can be carried easily and can also be produced at the factory so that in the process of making road pavements, no tools are needed. This study aims to see the contribution of plastic waste to paving blocks for hot mix asphalt recycling. Plastic waste used in this research is Low Density Polyethylene (LDPE) plastic waste as an aggregate additive. In this study, several variations of the sepal content in the mixture were used, namely as follows: 5.5%; 6% ; 6.5% ; 7% ; 7.5% and the optimum asphalt content value obtained is 6%. Then the research continued with the addition of LDPE plastic waste. The use of the amount of plastic waste is divided into four formulas, namely 0%; 5% ; 6% ; 8%. To determine the strength of the mixture of RAP asphalt with LDPE plastic waste, a Marshall test was carried out with modified compaction. The optimum LDPE plastic content in the mixture is 6%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library