Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 64 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tjandra Yoga Aditama
Jakarta: UI-Press, 2006
616.238 TJA a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Barnes, Peter J.
London : Manson , 1994
616.238 BAR c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Stalmatski, Alexander
London : Kyle Cathie, 1999
616.238 STA f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Potterton, David
London: Foulsham, 1995
616.238 POT a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Lewis, Jenny
London: Vermilion, 1995
R 616.238 LEW a
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Whiteside, Mike
London: Thorsons, 1991
618.922 38 WHI c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Heru Sundaru
Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2007
616.238 HER a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2006
616.238 ASM
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Iswari Setianingsih
"LATAR BELAKANG
Asma pada anak merupakan penyakit kronik yang sering dijumpai dengan angka kejadian kira-kira 5-10 % (Godfrey, 1983). Di Indonesia belum ada penyelidikan menyeluruh mengenai angka kejadian asma pada anak, namun diperkirakan berkisar antara 5-10 % dari seluruh anak. Lebih dari 50 % kunjungan di Poliklinik Sub Bagian Paru Anak FKUI-RSCM merupakan pasien asma (Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak, 1985).
Sebagian besar pasien asma anak (70-75 %) tergolong ringan (Phelan dkk., 1982), tetapi penyakit ini seringkali merupakan penyebab ketidakhadiran anak di sekolah, meningkatkan frekuensi kunjungan ke dokter, dan bahkan meningkatkan angka perawatan di rumah sakit.
Prognosis penyakit ini bergantung pada perjalanan penyakit (Phelan dkk., 1982) dan penatalaksanaannya. Pada golongan pasien asma anak yang berat, 50 % di antaranya akan menetap sampai dewasa .
Walaupun pengaruh penatalaksanaan terhadap prognosis asma masih belum jelas (Phelan dkk., 1982; Gerritsen, 1989; Warner dkk, 1989), penanganan asma yang tidak adekuat diduga dapat menyebabkan kerusakan paru yang menetap. Penatalaksanaan asma pada anak bergantung pada ketepatan diagnosis dan penentuan derajat klinis asma. Kedua hal tersebut sangat berperan dalam pemilihan strategi penanganan asma pada anak.
Diagnosis asma pada anak kadang-kadang sulit, karena sering dijumpai pasien asma dengan gejala klinis tidak khas yaitu hanya batuk kronis dan berulang tanpa mengi. Selain itu anamnesis yang didapat sering tidak dapat menunjang diagnosis asma. Di luar serangan asma.sebagian besar pasien tampak normal.
Penentuan derajat klinis asma juga tidak mudah, karena anamnesis yang didapat seringkali tidak dapat memberikan informasi mengenai saat terjadinya serangan pertama kali, kekerapan serangan asma, dan perjalanan penyakitnya. Selain itu keadaan klinis serangan asma yang berat belum tentu menggambarkan berat ringannya derajat klinis.
"
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1990
T58512
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adi Surya Komala
"ABSTRAK
Latar Belakang: Asma alergi merupakan salah satu jenis fenotipe asma yang terbanyak, ditandai dengan adanya sensitisasi terhadap alergen lingkungan. Pada asma alergi terjadi respons inflamasi tipe 2 yang akan menghasilkan periostin yang dapat dideteksi dalam darah. Salah satu faktor yang mempengaruhi keterkontrolan asma adalah paparan alergen yang dapat bervariasi bergantung pada pola musim. Wilayah Indonesia sebagai benua maritim memiliki dua musim (hujan dan kemarau) berbeda dengan wilayah lain yang memiliki empat musim. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kadar periostin serum pada asma alergi terkontrol dan tidak terkontrol. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan subjek penelitian adalah pasien asma alergi yang berobat ke poliklinik divisi Alergi Imunologi Klinik Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo bulan Januari-April 2017. Keterkontrolan asma dinilai dengan skor Tes Kontrol Asma sementara periostin serum digunakan sebagai penanda proses inflamasi Th2. Hasil: Dari 80 pasien asma alergi didapatkan rerata usia 39,7 tahun dengan proporsi perempuan lebih banyak (76%). Sebagian besar pasien memiliki riwayat rinitis alergi (73,8%) dan riwayat asma dalam keluarga (71%). Tungau debu rumah merupakan jenis alergen yang banyak memberikan sensitisasi. Kadar periostin serum pada subjek yang tidak terkontrol tidak berbeda dengan subjek yang terkontrol (209,78 ng/mL vs 627,66 ng/mL, p = 0,424) Simpulan: Tidak terdapat perbedaan kadar periostin pada kelompok asma alergi terkontrol dan tidak terkontrol.

ABSTRACT
Background: Allergic asthma is the most common asthma phenotype, defined by the presence of sensitization to environmental allergens. In allergic asthma, following allergen exposure there will be an activation of T2-type inflammation producing periostin that can be detected from blood. Many factors can influence asthma control, including allergen exposure, which may vary greatly with climatic and seasonal changes. The Indonesia region as the Maritime Continent is characterized by a wet and a dry season which is different from other regions with four seasons. Objective: To see the difference of serum periostin level in uncontrolled and controlled allergic asthma. Methods: This is a cross sectional study using samples from allergic asthma patients who went to Allergy and Clinical Immunology Clinic, Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital in January to April 2017. Asthma control was assessed clinically by using Asthma Control Test, while serum periostin was used as biological markers reflecting Th2 inflammation. Results: From 80 allergic asthma patients, the average of age was 39.7 years old with a greater proportion of women (76%). Most of the subjects had history of allergic rhinitis (73.8%) and positive family history of asthma (71%). House dust mites were the most common cause of sensitization. Serum periostin level in uncontrolled allergic asthma was not different from those in controlled allergic asthma (209,78 ng/mL vs 627,66 ng/mL, p = 0,424). Conclusions: There was no difference in the level of serum periostin in controlled and uncontrolled allergic asthma."
2019
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>