Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yahya Tasmaya
Jakarta: Pradnya Paramita , 1984
796.42 YAH o
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yuriantin
"Atletik sebagai salah satu cabang olahraga tertua di dunia, telah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, salah satu nomor dalam cabang olahraga atletik yaitu lari, kini menjadi olahraga favorit para anak muda. Namun, beberapa nomor lainnya dalam cabang olahraga atletik kurang dikenal oleh masyarakat. Hal ini disebabkan informasi yang ada hanya berfokus kepada pertandingan semata. Oleh sebab itu, dibentuklah situs Dunia Atletik sebagai situs yang menyajikan informasi yang mendalam tentang olahraga atletik. Manfaat pengembangan prototype yaitu sebagai sarana bagi masyarakat untuk mencari dan memperoleh berbagai informasi seputar olahraga atletik. Tujuannya adalah agar masyarakat semakin mengenal cabang olahraga atletik dan mengapresiasi para atlet cabang olahraga atletik Indonesia. Situs Dunia Atletik adalah situs tentang segala informasi olahraga atletik dengan target khalayak dewasa muda berusia 19-30 tahun dengan SES A, B. Situs ini akan mendekatkan cabang olahraga atletik dengan khalayaknya melalui berbagai informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pre-test situs ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online untuk mengetahui respon khalayak sebelum situs ini diluncurkan. Berbagai respon masyarakat akan menjadi masukkan bagi perkembangan situs ini. Selanjutnya, evaluasi rutin akan dilakukan untuk mengetahui respon khalayak terhadap informasi dari situs ini dan dampaknya bagi khalayak.
Investasi Awal Rp 228.241.000
Total Pengeluaran per Bulan Rp 92.600.000
Total Pengeluaran per Tahun Rp 1.195.900.000
Perkiraan Pendapatan Tahun Pertama Rp 732.075.000
Perkiraan Pendapatan Tahun Kedua Rp 1.944.546.000
BEP dicapai di tahun kedua bulan pertama.

As one of the oldest sports in the world, athletics has been known by the people of Indonesia. In fact, one of the numbers in athletics sport which is running, is now become one of the most favorite sport of the young adult. However, some other numbers in athletics are less known by the public. It?s because the information only focused on the athletics event. Therefore, Dunia Atletik as a site, presents in-depth information about athletics. This prototype is developed as a medium for people to seek and get all the athletics information. It also makes people become more familiar with athletics sport and appreciate the athletics athletes.Dunia Atletik provide athletics sport information with young adult at the age of 19-30 (SES A,B) as our target audience. This website will bring athletics closer to the people with all the information. Media Pre-test will be conducted using online questionnaire to evaluate the response of the target audience before the site is launched. Various response will help the development of the site. After that, there willl be a routine to evaluate input, output,and outcome of this site.
Initial investment Rp 228.241.000
Monthly Expenditure Total Rp 92.600.000
Annual Expenditure Total Rp 1.195.900.000
Predicted Income First Year Rp 732.075.000
Predicted Income Second Year Rp 1.944.546.000
Break Even Point is assumed should be obtained in the first month of second year."
2015
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Gatra Pustaka, 2021
796.077 ATL
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Marcelino Chandra Wiria
"Permasalahan peningkatan prestasi menjadi objek studi yang utama dari sport science atau ilmu olah raga, yang dewasa ini dikcmbangkan secara sistematis dan berencana di berbagai negara. Olahragawan dapat atau mampu memperlihatkan kemampuan prestasi yang maksimal, maka perlu menyiapkan kondisi fisik, psikologis dan juga kesiapan psikologis. Dalam diri seorang atlet dimana tuntutan berprestasi terjadi terus menerus, mereka sering mengalami stres. Physical Self Efficacy yang dipersepsikan oleh individu merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam performasi yang akan datang yang pada gilirannya dapat pula menjadi faktor yang ditentukan oleh pola keberhasilan - kegagalan perormance yang pernah dia1ami Penelitian ini bermula dari pemikiran tentang diperlakukannya konsep psikologis yang dapat mempengaruhi peningkatan prestasi olahraga atiet dalam persiapan dan masa pertandingan, artinya adakah hubungan konsep psikologis yang diteliti, yakni stres dan self effency terhadap peningkatan prestasi olahraga di bidang atletik Beragamnya kualitas asa] atlet dan kondisi pembinaan serta progam pelatihan menyebabkaau perlunya dipikirkan pelatihan berdasar psikologi demi peningkatan. prestasi atlet. Penelitian ini bertujuan mengungkap hubungan stres arousal dan tes psikis dengan prestasi olahraga di bidang atletlk. Melalui kajian teoritis tentang prestasi olahraga, serta variabel yang diperkirakan mempengaruhi prestasi olahraga, yaitu stres dan Physical Self Efficacy, maka diajukan tiga hipotesis penelitian yang diuji kebenararnnya Hipotesis tersebut adalah I. Ada hubungan yang positif signifikan antara stres dalam persiapan pertandingan dan Physical Self Efficacy terhadap peningkatan prestasi olahraga di bidang atletik. 2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara stres dalam persiapan pertandingan dengan prestasi olahraga di bidang atletik, bila pengaruh kepercayaan diri dikontrol 3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara Physical Self Eflicacy dan prestasi olahraga di bidang atletik, bila pengaruh stres dalam persiapan pertandingan di kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di stadion madya Senayan yang melibatkan atlt atlet dari daerah DKI Jakarta, Maluku., Papua serta arlet pelatnas yang dianggap mencerminkan populasi atlet. Sampel yang digunakan adalah atlet atlet berprestasi atau lolos kualifikasi PON ke-15 di Surabaya, sebanyak 62 orang dari beberapa nomer cabang olahraga atletik. instrumen yang dipakai adalah Stress Arousal Checklist dan Physical self-efficacy scale. Dari tiga hipotesis yang diajukan ada 1 hipotesis yang dinyatakan diterima atau didukung oleh data yang terkumpul. Sedangkan dua hipotesis lainnya ditolak atau tidak terbukti. Hipotesis yang diterima atau terbukti adalah sebagai berikut Ada hubungan yang positif signifikan antara stres dalam persiapan
pertandingan dan Physical Self Efficacy terhadap peningkatan prestasi
olahraga di bidang atietik. Hipotesis-hipotesis yang tidak diterima atau tidak terbukti adalah sebagai bcrikut 1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara stres dalam persiapan pertandingan dengan prestasi olahraga di bidang atletik, bila pengaruh kepercayaan diri dikontrol. 2 Ada hubungan yang positif dan signifikau antara Physical Self Efficacy dan prestasi olahraga di bidang atletik, bila pengaruh stres dalam persiapan pertandingan di kontrol. Dalam diskusi dibahas berbagai alasan tidak terbuktinya kedua hipotesis."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daniel Nugroho Wattimury
"ABSTRAK
Tesis ini membahas gambaran cedera pada cabang olahraga atletik dan hubungannya dengan faktor risiko atlet. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dan dilakukan pada Pekan Olahraga Nasional ke XIX di Stadion Pakansari Cibinong Indonesia. Insiden cedera dalam cabang olahraga atletik sebesar 97.5/1000 atlet dengan cedera yang terbanyak bersifat eksaserbasi akut, jenis strain, lokasi tersering tungkai atas dan derajat cedera ringan. Insiden ini lebih rendah dibandingkan dengan kejuaraan atletik di dunia. Faktor-faktor risiko yang mungkin berhubungan dengan terjadinya cedera adalah usia 21 ndash; 25 tahun, jenis kelamin laki-laki, jenis nomor pertandingan lari jarak 100 m, marathon dan hanya mengikuti 1 nomor saja.

ABSTRACT
The focus of this study is to acquire description of athletic sports injuries and its relation to athlete risk factors. This research used cross sectional method and conducted at Pekan Olahraga Nasional XIX at Pakansari Cibinong Stadium Indonesia. The incidence of injuries in athletic sports is 97.5 1000 athletes with the most acute exacerbation injuries, strain type, the most common location of the upper limb and the degree of minor injury. This incident is lower than the athletic championship in the world. Risk factors that may be associated with the occurrence of injuries are 21 25 years of age, male sex, type of matches like running distance 100 m, marathon and participate in 1 event only."
2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tazkia Edelia Sumedi
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran pelatihan mental terhadap perceived control of anxiety pada atlet pelajar olahraga atletik. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Kabupaten Bogor dengan partisipan sebanyak 16 atlet pelajar olahraga atletik non teknik. Pelatihan mental yang digunakan adalah pelatihan mental tingkat lanjut, yaitu pelatihan mental yang menggunakan gabungan berbagai pelatihan mental dasar yaitu teknik kognitif tingkah laku melalui goal setting dan self talk, relaksasi otot progresif, konsentrasi, dan imajeri. Perceived control of anxiety diukur dengan Revised Anxiety Control Questionnaire (ACQ-R) yang disusun oleh Brown, White, Forsyth, dan Barlow (2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan mental dapat meningkatkan perceived control of anxiety atlet. Secara spesifik, dua dimensi dalam perceived control of anxiety yaitu threat control dan stress control menunjukkan peningkatan setelah diberikan pelatihan mental. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan mental tingkat lanjut dapat meningkatkan kepercayaan seseorang terhadap kemampuannya untuk melakukan penyesuaian secara psikologis terhadap kejadian yang dapat menimbulkan rasa cemas dengan melakukan pengendalian terhadap ancaman yang muncul dan pengendalian terhadap stress.

This research was conducted to examine the role of mental training on perceived control of anxiety among athletic student athletes. This research was conducted at PPLPD Bogor Regency with total participants are 16 non-technique athletic student athletes. Mental training consists of several basic mental training, including goal setting and self talk, progressive muscle relaxation, concentration, and imagery, and called advanced mental training. Perceived control of anxiety was measured with Revised Anxiety Control Questionnaire (ACQ-R) from Brown, White, Forsyth, dan Barlow (2004). Result showed that mental training did play a role in enhancing perceived control of anxiety among athletic student athletes. Specifically, two out of three dimensions of perceived control of anxiety: threat control and stress control showed a significant increase after mental training. This result showed that advanced mental training can enhancing individuals perceived level of control over anxiety and anxiety-related events through threat control and stress control.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2014
T41576
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khairunnisa Syafira Dumbi
"Melihat fenomena tantangan dalam pemilihan karier yang secara khas dihadapi oleh mahasiswa atlet, penelitian ini bertujuan untuk menguji perspektif waktu masa depan sebagai moderator dalam hubungan antara identitas atletik dengan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa atlet dari berbagai cabang olahraga yang pernah atau sedang tergabung dalam tim khusus yaitu Tim Klub, Tim Wilayah/Kota, PPLM, Pelatda, dan Pelatnas (N=405). Pengambilan data dilakukan secara daring dengan tiga alat ukur. Identitas atletik diukur menggunakan Athletic Identity Measurement Scale (AIMS), efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier diukur menggunakan Career Decision Making SelfEfficacy Scale Short Form (CDSE-SF), perspektif waktu masa depan value dan connectedness diukur menggunakan Future Time Perspective Scale (FTPS). Uji analisis korelasi menunjukkan bahwa identitas atletik berhubungan positif dengan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier, r = 0,384, p < 0,01 r² = 0,147. Hubungan tersebut secara signifikan dimoderasi oleh value (b = .024, SE = .009, 95% CI [.006, .042]) dan connectedness (b = .018, SE = .006, 95% CI [-1.013, -.559]). Dengan kata lain, hubungan antara identitas atletik dengan efikasi dalam pengambilan keputusan karier diperkuat oleh perspektif waktu masa depan dimensi value dan connectedness.

Considering the unique career selection challenges faced by student-athletes, this study aims to examine the role of future time perspective in the relationship between athletic identity and career decision self-efficacy. Participants in this study were studentathletes from various sports disciplines who have been or are currently part of special teams such as Club Teams, Regional/City Teams, PPLM, Pelatda, and Pelatnas (N=405). Data was collected online using three measurement tools. Athletic identity was measured using the Athletic Identity Measurement Scale (AIMS), career decision self-efficacy was measured using the Career Decision Making Self-Efficacy Scale Short Form (CDSE-SF), future time perspective dimensions of value and connectedness was measured using the Future Time Perspective Scale (FTPS). Correlation analysis showed that athletic identity is positively related to career decision self-efficacy, r = 0,384, p < 0,01 r² = 0,147. This relationship is significantly moderated by value (b = 0.024, SE = 0.009, 95% CI [0.006, 0.042]) and connectedness (b = 0.018, SE = 0.006, 95% CI [-1.013, -0.559]). In other words, the relationship between athletic identity and career decision self-efficacy is strengthened by future time perspective dimensions of value and connectedness."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library