Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Elly Tjahjono
"Artikel ini menyajikan hasil dari studi eksperimental pengaruh penempatan penyambungan terhadap perilaku rangkaian balok-kolom struktur portal beton pracetak yang dikenai pembebanan semi siklik. Empat benda uji dengan skala 1:2 telah dikaji. Tiga benda uji, penempatan penyambungannya berada pada daerah pertemuan balok-kolom dan satu benda uji penempatan penyambungan berada di daerah potensi sendi plastis balok. Pola retak, kekuatan, kekakuan dan daktilitas dari keempat benda uji dibandingkan. Dari hasil pengujian secara umum dapat disimpulkan bahwa keempat tipe penempatan penyambungan dapat memberikan kebutuhan daktilitas yang cukup baik.

Influence of Connection Placement to the Behavior of Precast Concrete Exterior Beam-Column Joint. This paper presents an experimental study on the influence of connection placement to the behaviour of exterior beamcolumn joint of precast concrete structure under semi cyclic loading. Four half-scale beam-column specimens were investigated. Three beam-columns were jointed through connection that are placed in beam-column joint region and the forth is connected at the plastic hinge potensial region of the beam. Crack patterns, strength, stiffness and ductility of the test specimens have been evaluated. The test result indicated that all beam-column specimens show good ductility behavior."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2004
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Kevinly, Christopher
"ABSTRAK
Dua sampel sambungan balok kolom yang dirancang menurut peraturan
SNI 1728:2012 dan SNI 1728:2002 dengan peraturan beton bertulang yang
berhubungan dikaji dengan memberika pembebanan semi-siklik pada sampel
melalui percobaan eksperimental dan numerik. Seiringan dengan pengujian
ekperimental, uji dinamik dilakukan. Sampel yang dirancang berdasarkan peraturan
yang baru memiliki kekakuan rotasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang
didesain dengan peraturan lama, baik dalam uji eksperimental maupun numerik,
beserta pola retak yang berbeda diantara kedua sampel. Frekuensi natural dari
kedua sampel juga berkurang seiring dengan rusaknya sampel

ABSTRACT
Two samples of beam-column joints designed in accordance to SNI
1782:2012 and SNI 1782:2002 with its corresponding reinforced concrete code
were assessed by doing semi-cyclic loading on the sample through experimental
and numerical testing. Along with the experimental testing, dynamic test were
carried on. The sample designed in accordance to newer code has higher rotational
stiffness compared to the one designed in accordance to the older code in both
experimental and numerical analysis, with different cracking pattern between the
two. The natural frequency of both samples also decreases as the damage
progresses."
2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Basirun
"ABSTRAK
Sambungan balok kolom merupakan bagian konstruksi gedung yang menerima
beban besar baik berupa momen, geser maupun aksial yang didesain berdasarkan
peraturan yang berlaku pada masanya. Di Indonesia diberlakukan PBI 1971 dan SK
SNI T-15-1991-03 di tahun 1971 dan 1991. Di sisi lain sambungan balok kolom
berprilaku semi kaku ditandai dengan penurunan kekakuan dan terbentuknya rotasi
setelah terjadinya retak pada balok. Studi dilakukan untuk melihat kecenderungan
perbedaan kekuatan, kekakuan dan daktilitas serta karakteristik kesemikakuan
sambungan balok kolom yang didesain dengan kedua peraturan tersebut. Dalam studi
dilakukan eksperimental benda uji dan analisi hasil eksperimen serta dilakukan
pemodelan dan analisa numerik dengan Drain-2DX. Dari hasil analisa diperoleh desain
dengan SK SNI T-15-1991-03 memiliki nilai 30% lebih besar untuk aspek kekuatan dan
kekakuan dibandingkan desain dengan PBI 1971 dan memiliki nilai daktilitas lebih dari
5 untuk keduanya. Sementara itu untuk aspek kesemikakuan sambungan, nilai rotasi,
momen dan kekakuan rotasi dengan desain SK SNI T-15-1991-03 memiliki nilai
cenderung lebih besar dibandingakan dengan desain PBI 1971. Dari hasil analisis baik
eksperimental maupun numerik terlihat bahwa nilai kekuatan, kekakuan, daktilitas dan
kesemikakuan desain dengan SK SNI-T-15-1991-03 lebih besar dibandingkan dengan
desain PBI 1991.

ABSTRACT
Beam-column joint is part of the building which get large load like moment,
shear or axial that design based code at the time. In Indonesia, PBI 1971 and SK SNI T15-1991-03
applied on 1971 and 1991. In other hand, beam-column joint behave
semirigid indicated by degradation of stiffness and formed of rotation after crack at the
beam. This study made to check trend of difference from strength, stiffnes and ductility
than characteristics of semirigidity beam-column joint designed by both of code. In this
study made experiment on specimen and analysis of its results and than made a
modelling and numerik analysis use Drain-2DX. Results of the analysis show that
design use SK SNI T-15-1991-03 more than 30% design use PBI 1971 for strength and
stiffness than have ductility more than 5 for both. Morever, for semirigidity of joint,
rotation, moment and stiffness of rotation designed by SK SNI T-15-1991-03 have a
tendency more than PBI 1971. From experimental and numerical show that strength,
stiffnes, ductility and Semirigidity designed by SNI-T-15-1991-03 more than designed
by PBI 1991."
2017
T48919
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yodha Dwi Pratomo
"ABSTRAK
Skripsi ini memaparkan studi eksperimental dan analisa numerik sambungan
balok-kolom eksterior untuk mengetahui perubahan kekakuan didaerah pertemuan
balok-kolom dimana terdapat tulangan polos longitudinal pada balok. Pada kajian
eksperimental ini pembebanan dilakukan secara statik semi siklik dan metode
control displacement dengan analisa dinamik dilakukan sepanjang pengujian.
Sambungan pada penelitian ini diperoleh dari pertemuan balok-kolom bangunan
enam lantai di lantai satu yang didesain dengan metode desain kapasitas. Desain
mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2847:2013 untuk desain beton
bertulang serta SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2002 standar gempa bangunan
gedung. Parameter yang ditinjau pada eksperimen ini adalah karakteristik
sambungan hasil dari percobaan laboratorium dibandingkan dengan kajian
numerik menggunakan Drain 2DX. Hasil uji eksperimen dan analisis numerik
yang diperoleh menunjukan jika kekakuan rotasi pada sampel SNI 2012 lebih
tinggi jika dibandingkan sampel SNI 2002 dengan pola retak keduanya terjadi
pada muka kolom. Pengurangan kekakuan akibat retak tersebut juga
mengakibatkan penurunan frekuensi alami struktur tersebut.

ABSTRACT
This Thesis explain the experiment study of exterior RC beam-column joint to
contain the stiffness loss of the joint where using plain longitudinal reinforcement
in the beam. In this experimental assessment, the samples are loaded in
displacement control semi-cyclic loading scheme, with dynamic measurement
conducted along the testing. Joint type of RC beam-column joint taken from a
sixth story office building at the first floor which is designed by the capacity
design method. Model design accordance to Indonesian code (SNI) 2847:2013 as
concrete reinforcement design code for building and SNI 1726:2002 and SNI
1726:2012 for seismic code. Parameter was investigated the characteristic of the
joint compared by the experimental and numerical results using Drain 2DX. From
both the testing and the numerical analysis showed that rotational stiffness of the
joint designed by newer code (SNI 2012) has a large than the one design by older
code (SNI 2002) with the crack pattern at the column face. This loss stiffness has
also followed dynamics measurement by the loss of natural frequency of the
structure."
2016
S64586
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Septiyan Eka Wibisana
"ABSTRAK
Penelitian dilakukan untuk memahami perubahan kekakuan pada sambungan
balok-kolom eksterior beton bertulang dengan beam stub. Terdapat dua sampel uji
yang didesain berdasarkan peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) tahun
2002 dan 2012 untuk bangunan tahan gempa. Masing-masing sampel diberikan
beban semi- siklik dengan lendutan maksimum sebesar 65,6 mm. Uji dinamik
juga dilakukan pada kedua sampel dengan memberikan pukulan menggunakan
palu karet untuk mendapatkan frekuensi alami di setiap siklus pembebanan. Dari
hasil uji di laboratorium didapat hubungan momen-rotasi yang kemudian
dibandingkan dengan model numerik menggunakan aplikasi DRAIN 2DX. Hasil
analisa uji sampel dan model numerik menunjukan penurunan kekakuan rotasi
pada kedua sampel, begitupula dengan hasil analisa dinamik terjadi penurunan
frekuensi akibat perubahan kekakuan pada kedua sampel. Kekakuan rotasi pada
sampel 2012 lebih besar dibandingkan dengan kekakuan rotasi dari sampel 2002.
Sampel 2002 juga mengalami kehilangan kekakuan lebih cepat bila dibandingkan
dengan sampel 2012. Fungsi beam stub sendiri terlihat dari sendi plastis pada
kedua sampel dan transfer regangan hingga ke zona panel. Namun penetrasi leleh
di zona panel pada sampel 2002 menunjukan penjangkaran yang kurang baik
dibandingkan dengan sampel 2012 yang tidak mengalami penetrasi leleh.

ABSTRACT
This study is conducted to understand stiffness loss of exterior beam-column joint
of reinforced concrete with beam stub. There are two samples which are designed
by 2002 and 2012 Indonesian Seismic Code. Both the samples are implied with
semi-cyclic loading scheme with 65,6 mm maximum displacement. Dynamic
measurement is done for both samples by excitating the samples by impulse
hammer to obtain natural frequency of it in each cycle. The result of experimental
samples tested is moment-rotation relationships which are compared to numerical
models by using DRAIN 2DX software. Both results show rotational stiffness loss
in both samples. Furthermore, the dynamic results also display loss of natural
frequency as the damage progressed. Rotational stiffness of 2012 sample are
larger than 2002 sample. 2002 sample has more rapid stiffness loss compared to
2012 sample. The effect of beam stub present is observed by plastic hinge
formation of both samples and strain penetration in panel zone. However the yield
penetration in panel zone from 2002 sample show poor encourage compared to
2012 sample which that sample did not undergo yield penetration."
2016
S65689
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajarullah Mufti
"Dalam hal perencanaan bangunan tahan gempa, mekanisme pembentukan sendi plastis harus dapat ditentukan, sehingga bangunan dapat diketahui tingkat performanya dalam menahan beban gempa yang diberikan. Tingkat performa bangunan terhadap gempa ini dikenal sebagai seismic performance level dari suatu bangunan, yang terdiri atas kekakuan, periode getar dan partisipasi massa, kekuatan, rasio gaya geser dasar maksimum terhadap gaya geser dasar lelehnya, daktilitas dan performance level struktur.
Prosedur dalam mendapatkan seismic performance level ini ditentukan dengan prosedur push-over, dimana penambahan beban diberikan secara berulang hingga komponen struktur mengalami sendi plastis atau keruntuhan pada elemen struktur. Salah satu metode dalam hal meningkatkan seismic performance level dari suatu bangunan adalah dengan memberikan voute pada join balok kolom. Voute merupakan suatu modifikasi pada join balok-kolom yang dimaksudkan agar daerah penulangan pada join balok-kolom menjadi lebih luas, sehingga perilaku bangunan yang diperoleh menjadi lebih daktail.
Penelitian ini dilakukan dengan memberikan variasi terhadap voute tersebut, yaitu variasi dimensi voute dan variasi lokasi voute. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dimensi lebar pada join voute memberikan peningkatan seismic performance level yang signifikan. Sementara lokasi voute pada join balok-kolom interior, memberikan peningkatan seismic performance level seperti yang diharapkan, dibandingkan lokasi voute pada join balok-kolom eksterior dan join balok-kolom gabungan (interior dan eksterior).

In order to design a seismic resistance building, the plastic hinges mechanisms have to decide, so the performance level of a building to resist a large earthquake is known. This performance level to resist an earthquake is known as seismic performance level of a building, consist of stiffness, building period and mass participation, strength, maximum base shear to yield ratio, ductility and performance level of structure.
The procedures in order to achieve this seismic performance level could be obtain with push-over analysis, which is an increasing load, is given continuously until a component of structure forms a plastic hinges, or the structure is collapse. One of method to increase the seismic performance level of a building is by giving voute to beam-column joint. Voute is one of modification way to extend the reinforcement area of beam-column joint, so the building can behave more ductile.
This research is done by applying variation to voute, these are dimensional and location variation. The result of this research shown that wide variation is increasing the seismic performance level more than height variation. Beside that, the location of voute in interior beam-column joint is giving the increased of seismic performance level better than the location of voute in exterior joint or both (interior and exterior).
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S35278
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library