Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 165 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
"Dengan Semakin meningkatnya kebutuhan akan energi. menyebabkan
banyaknya teknologi baru yang menggunakan sumber energi atau bahan bakar baru
yang persediaannya masih cukup banyak atau dapat diperbaharui Biomassa adalah
bahan bakar yang dapat terbaharui mempunyai pulensi enwrgi yang besar. Salah
satunya adalah tandan sawit kosong (Empty Fruiz Bunch) yang merupakan komposisi
limbah terbesar pada perkebunan kelapa sawil dan selama ini lmelum diguuakan
teknologi untuk memanfaatkannya secara serius.
Teknologi untuk pengoptimalan pemanfaatan biomass ialah biomass gassifier
yaitu alat untuk gasifikasi dari biomassa yang mana setelah melalui proses pembakaran
tidak sempurna akan menghasilkan gas yang dapat menghasiikan energi thermal dan
kemudian dapat dikonversikan sesuai dengan kebutuhan, Untuk memulai pemanfaatan
energi maka diperlukan sebuah perancangan dasar terhadap biomass gassifier yang
diharapkan terlaksana pembangunannya sehingga dapat dilakukan penelitian yang
menghasilkan sebuah analisis mengenai efektifitas penggunaan biomass gassifier
dalam aplikasinya."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S37461
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"After the oil-shocks of the early 1970s occured frantic efforts were made to find new and alternative sources of energy to lessen dependence on oil that become very expensive and also scarce."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Anondho Wijanarko
"ABSTRAK
Masalah gas rumah kaca telah menjadi salah satu topik lingkungan yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Demikian pula dengan produksi biomassa yang telah menjadi komoditi ekonomi bernilai tinggi. Oleh karenanya penelitian mengenai proses fiksasi CO2 dengan memanfaatkan mikroalga Chlorella SP ini dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengatasi efek rumah kaca dan juga mendapatkan kandugnan pati serta karbohidrat dari produksi biomassa yang dihasilkan oleh aktivitas forosintesis.
Proses fiksasi CO2 dan produksi biomassa dengan menggunakan mikroalga Chlorella SP ini dilakukan dalam medium benneck dalam sebuah fotobioreaktor kolom gelembung. Fotobioreaktor ini diaerasi dengan kondisi operasi: kecepatan superficial gas ±2,4 m/hr, suhu 29°C, kandungan CO2 5% dalam aliran udara inlet, intensitas cahaya 700 lux, dan variasi panjang gelombang dengan menggunakan lampu merah, biru, putih, kuning, dan hijau. Data yang diambil adalah intensitas cahaya keluar reaktor (lb), julah sel, selisih fraksi gas CO2 inlet dan outlet serta besar pH.
Hasil yang penting dikemukakan disini adalah laju pertumbuhan sel paling tinggi dicapai oleh sumber iluminasi sinar biru dan paling rendah oleh sinar hijau, sedangkan sinar putih berada ditengah-tengahnya. Laju pengurangan CO2 terbsear terjadi pada sumber iluminasi sinar biru. Hal ini ternyata sebanding dengan peningkatan jumlah sel. namun seiring dengan berjalannya waktu, ternata laju pengurangan CO2 berkurang bahkan sebelum laju pertumbuhan memasuki fase stasioner, sedangkan model pendekatan secara empiris yang paling akurat terhadap data-data yang diperoleh, didapatkan dengan menggunakan persamaan Webb."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Anondho Wijanarko
"ABSTRAK
Pemanasan global merupakan isu utama dalam berbagai jurnal pengetahuan dan pemberitaan akhir-akhir ini. Cara-cara pencegahan dan penanggulanan sudah mulai dikembangkan untuk menghindari efek yang lebih berbahaya. Salah satu cara penanggulananya adalah dengan fiksasi CO2 oleh mikroalga. Fiksasi CO2 selain dapat mengurangi kadar CO2 di udara juga dapat menghasilkan biomassa mikroalga yang memiliki nilai ekonomis seperti protein dan glukosa. Hasil biomassa ini kini telah banyak diolah untuk dikonsumsi manusia.
Proses foto sintesis merupakan proses utama berlangsungnya pembentukan biomassa selain proses enzimatis (tanpa cahaya). Penelitian sebelumnya telah membuktikan semakin besar intensitas chaya yang diberikan pada kultur mikroalga semakin besar pula biomassa yang dihasilkan. Penelitian ini diaharapkan dapat menunjukkan pengaruh variasi intensitas cahaya dan jumlah inokulum terhadap produksi biomassa dan fiksasi Co2 oleh mirkoalga.
Penelitian ini akan menggunakan Chlorella sp. Chlorerlla merupakan alga hijau (Chlorophyta) dan merupakan mikroalga yang paling banyak dikembangkan. Mikroalga ini akan dilihat pertumbuhannya dalam fotobioreaktor. Sistem reaktor yang digunakan adalah fotobioreaktor kolom gelembung."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
"Dua puluh lima ekor tikus dibagi dalam lima kelompok perlakuan, terdiri
atas kelompok normal kontrol (KK1) yang tidak diberi diet tinggi lemak dan
kolesterol, kelompok perlakuan kontrol (KK2) yang diberi diet tinggi lemak dan
kolesterol, dan tiga kelompok perlakuan (KP1, KP2, dan KP3) yang diberi diet
tinggi lemak dan kolesterol dan suspensi biomassa Rhodotorula minuta UICC Y-
227 dengan dosis 5, 10, dan 20 mg/kg bb. Pemberian bahan uji dilakukan setiap
hari selama 21 hari berturut-turut. Pengambilan sampel darah dilakukan pada hari
ke-0 dan hari ke-22, kemudian dilakukan analisis konsentrasi trigliserida
berdasarkan hasil reaksi glycerol phosphate oxidase (GPO). Rerata nilai
konsentrasi trigliserida secara berturut-turut pada KK1, KK2, KP1, KP2, dan KP3
adalah 80,25 mg/dl ± 0,85; 87,49 mg/dl ± 1,93; 73,48 mg/dl ± 1,71; 72,72 mg/dl ±
1,83; dan 68,61 mg/dl ± 0,84. Berdasarkan uji LSD (P < 0,05) menunjukkan
adanya penurunan konsentrasi trigliserida pada seluruh kelompok dosis. Rerata
penurunan konsentrasi trigliserida hingga di bawah konsentrasi trigliserida
kelompok normal kontrol dicapai oleh kelompok perlakuan dengan dosis 20
mg/kg bb. Sedangkan, kelompok perlakuan dengan dosis 5 dan 10 mg/kg bb
mendekati konsentrasi trigliserida kelompok normal kontrol."
Universitas Indonesia, 2010
S31654
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Satria Utama
"Kegiatan industri yang semakin meningkat tentunya menyebabkan pemakaian pembangkit listrik berbahan bakar fosil meningkat dan pada gilirannya pemakaian bahan bakar fosil meningkat pula. Selain dari itu pembangkit ini mempunyai permasalahan pertama efisiensinya rendah. Efisiensi ini dapat terlihat dalam karakteristik masukan/keluaran suatu pembangkit. Peran kerja dari suatu pembangkit dapat dimaksimalkan dengan terlebih dahulu mengetahui karakteristik dari pembangkit tersebut. Dengan memaksimalkan kapasitas pembangkit tentu saja dapat meminimalkan biaya operasional pembangkit yang berujung pada efisiensi pembiayaan. Pada skripsi ini akan diteliti tentang karakteristik pembangkit dalam hal ini karakteristik masukan/keluaran pembangkit tenaga gas. Sebagai studi kasus penelitian ini adalah karakteristik masukan/keluaran PLTG Muara Karang pada periode penelitian Januari 2006."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40242
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Pemanasan global telah menjadi salah satu topik utama dalam masalah lingkungan. Naiknya kandungan CO2 menjadi salah satu penyebab terjadinya efek rumah kaca. Oleh karena itu, telah dilakulcan usaha untulc mengurangi kandungan CO; tersebut. Salah satu usaha yang dilakukan adalah mencoba memanfaatkan gas CO; menjadi produk yang berguna, antara lain adalah dengan Eksasi CO2 untuk menghasilkan biomassa menggunakan Chlorella sp. Saat ini Chlorella telah diteliti Oleh banyak ahli karena kemampuannya dalam menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai suplemen makanan dengan kandungan gizi sangat tinggi. Clrlnreffa juga sangat mudah ditangani, karena memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik.
Fiksasi CO2 yang paling sederhana adalah clengan memanfaatkan proses fotosintesis. Proses fotosintesis ini memerlukan beberapa komponen supaya beljalan dengan baik, antara lain kondisi operasi yang tepat, pencahayaan yang sesuai, dan nutrisi yang cukup.
Masalah yang terjadi adalah terganggunya proses fotosintesis apabila disinari oleh sinar dengan panjang gelombang tertentu dengan kadar yang terlalu besar. Sinar-sinar seperti Ultraviolet (UV) dan Infrared (IR) dapat berakibat mematikan kehidupan Chlorella apabila kadarnya melebihi batas yang diperbolehkan. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian untuk menguji sejauh mana sinar-sinar tersebut berdampak pada pertumbuhan Chlorella tersebut.
Penelitian ini melalui beberapa tahap yaitu mengkultur Chlorella sp. dalam medium Benneck yang selanjutnya digunakan dalam fotobioreaktor kolom gelembung. Variasi utama dalam penelitian ini adalah penggunaan sinar UV dan IR, sedangkan data yang diambil adalah jumlah/kerapatan sel (N), pl-I, dan selisih fraksi CO2 yang masuk dengan fraksi CO2 yang lceluar (Ay CO2). Kemudian dilakukan perhitungan dan perbandingan dari data yang dihasilkan pada kedua kondisi penyinaran.
Pada uji ketahanan Clxlorella sp., dapat terlihat bahwa nilai kerapatan sel tems menumn seiring berjalarmya walctu_ Hal ini disebabkan karena Chlorella sp.
mengalami kematian disebabkan oleh radiasi sinar UV dan IR. Kondisi ini bertolak "
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S49444
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ingrid Claudia Elianne Inthe
"ABSTRAK
Nannochloropsis sp. merupakan salah satu jenis mikroalga yang banyak
mengandung nutrisi. Dengan demikian Nannochloropsis sp. sebenarnya
mempunyai potensi yang besar dan menjanjikan sebagai sumber nutrisi pangan
dan bahan baku biomedis. Pada penelitian ini akan dilakukan teknik untuk
meningkatkan produksi biomassa mikroalga Nannochloropsis sp. dengan
pengaturan pencahayaan yaitu mencari Iμmax,opt dari beberapa inokulum dilanjutkan
dengan perlakuan alterasi pencahayaan. Kultivasi Nannochloropsis sp. dilakukan
dalam medium walne pada temperatur 29°C, tekanan operasi 1 atm, sumber
pencahayaan lampu 20W/12V/50Hz, dan konsentrasi CO2 5 %. Hasilnya
menunjukkan bahwa alterasi mampu meningkatkan kemampuan produksi
biomassa sampai 1.22 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pencahayaan pada
intensitas tetap dengan jumlah inokulum yang sama serta masa kultivasi yang
lebih singkat (204 jam) dan energi untuk produksi biomassa (Ex) yang lebih
efisien (793,75 kJ/g). Selain itu, pada perlakuan alterasi juga didapatkan nilai ratarata
qco2 lebih besar 1.08 kali lipat (37,69 g/gsel.jam), nilai CTR (Carbon Transfer
Rate) lebih besar 2.03 kali lipat (25,55 g/L.jam) dan konsentrasi [HCO3-] lebih
besar 1.11 kali lipat (0.0245 M) dibanding pencahayaan pada intensitas tetap.
Mikroalga yang dikultivasi pada alterasi pencahayaan juga memiliki kadar lipid
lebih tinggi yaitu (39.6%). Pencahayaan yang kuat secara tidak langsung memang
dapat mempengaruhi akumulasi lemak jika dikombinasikan dengan tekanan lain
atau keberadaan CO2 berlebih.

ABSTRACT
Nannochloropsis sp. has a great potential and promising as a nutritional source of
food and biomedical materials in consideration of it contain many nutrients. On
the other hand, environmental factors affecting growth rates and gains in the
cultivation of cells also have an impact on levels of lipids and oils and its
composition in Nannochloropsis sp. One of the influential factors is lighting.
Based on these facts, then on this study will be conducted a techniques to increase
biomass production of microalgae Nannochloropsis sp. by the lighting setting that
are tailored to the growth. Lighting arrangement is done by finding Iμmax,opt from
several inoculum followed by the alteration lighting treatment which is expected
could reduce the self-shading effect that occurs in cultured microalgae in a
photobioreactor, in order to obtain optimal growth rate and increased the biomass
production of Nannochloropsis sp. Alteration of lighting treatment on the
cultivation of Nannochloropsis sp. in the walne medium on 29 °C temperature
operating conditions, operating pressure of 1 atm, lighting sources
20W/12V/50Hz, and 5% CO2 concentration was successful in increasing biomass
production capability up to 1:22-fold higher than in continuous illumination with
the same amount of inoculum and a shorter cultivation period (204 hours) and for
the production of biomass energy (Ex) is more efficient (793748.66 J/g). In
addition, the alteration treatment is also found CO2 fixation and cell activity fold
higher compared with continuous illumination at Iμmax,opt it with the same amount
of inoculum. As shown by the average value of alterations qco2 and CTR on each
lightingfold larger 1:08 and 2:03 times as well as the concentration of [HCO3-]
1:11-fold higher (0.0245 M). Microalgae are cultivated on the alteration of
lighting also has a higher lipid content (39.6%) compared lipid levels in
continuous light. Strong lighting is able to indirectly affect the accumulation of fat
when combined with other pressures, or the presence of excess CO2.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43752
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rizali Nurcahya Nararya
"Berdasarkan PP no 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional mengarahkan peningkatan pemakaian EBT (energy baru dan terbarukan) pada tahun 2025 agar mencapai 23% dan pada tahun 2050 berubah 31%. Untuk dapat mencapai target tersebut maka dibuatlah perancangan sistem pengendalian pada pabrik biohidrogen dari biomassa agar kinerja pabrik tersebut menjadi optimal. Penelitian sebelumnya telah menggunakan pengendali konvensional PI (Proprotional Integral) dan pengendali lanjut MPC (Model Predictive Control) secara terpisah. Agar pengendaliannya berjalan optimal maka pemilihan jenis pengendali disesuaikan dengan karakteristik prosesnya. Pengendali-pengendali yang terpilih tersebut diterapkan di dua kapasitas pabrik biohidrogen tersebut, yakni kapasitas 2.312 kg/jam (A) dan 13.870 kg/jam (B). Kemampuan pengendaliannya diuji dengan perubahan gangguan yang diukur menggunakan integral kesalahan dipangkatkan (integral of square error, ISE). Hasilnya pengendali MPC digunakan untuk mengendalian suhu di reaktor Gasifikasi, reaktor Steam Methane Reforming, dan Pendingin Aliran masuk Water Gas Shift, sedangkan pengendali PI digunakan untuk mengatur suhu reaktor Char Combustor serta suhu dari pendinginan Flue Gas. Pengujian gangguan berupa laju alir umpan pada kapasitas A kontrolabilitasnya sampai 25%, sedangkan pada kapasitas B mampu sampai di atas 100%. Kontrolabilitas akibat perubahan gangguan suhu umpan memiliki kemampuan yang sama antara kapasitas A dan B. Sementara itu, produksi biohidrogen untuk kapasitas A sebesar 10% dan B 10%.

PP no 79 2014 about National energy Policy is aiming to increased consumption of renewable energy in 2025 up to 23% and 31% in 2050. To complete the target, then design of process control for biohydrogen plant from biomass is made to optimizing plant production. Recent research used PI (proportional Integral) and advance control with MPC (model predictive control) separatedly. To make process control work optimally, process control are selected based on process characteristic and combined between PI or MPC. Those controll are applied in two type of plant capacity: (A) 2312 kg/h and (B) 13.870 kg/h. control ability is being tested with disturbance of feed changes and being measured with ISE (Integral Square Error). The result is MPC is used for gasification,s reactor, steam reforming reactor and cooler for water gas stream?s feed. PI controller used for char combuster and flue gas cooler. Disturbance test that plant with A capacity can work at 25% changed of feed. And control system on plant B can work effectively up to 100% of disturbances. For the disturbance cause by temperature change, both plant can work effectively in the disturbances of temperature up to 100%. Conversion of Plant A is 10% and plant B is 10%"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T45634
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>