Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 35 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kim Young-Won
Seoul: The National Museum of Korea, 2009
R 738 KIM r
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Schwartz, Mel M.
Ohio: ASM International, 1990
666 SCH c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Peterson, Susan
London: Laurence King Publishing, 2000
R 738 PET c
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
New Jersey : Chartwell Book, 1997
R 738 TEC
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Hench, L.L.
New York: John Wiley & Sons, 1989
621.381 HEN p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sumarah Adhyatma
Jakarta : Himpunan Keramik Indonesia, 1987
738.2 SUM k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Cicilia Lucky Indraswati
"Pengembangan industri ubin keramik secara umum menguntungkan, karena produk ini mempunyai nilai tambah. Keberadaan ubin keramik sesuai dengan trend kehidupan masyarakat dunia dan sudah menghasilkan devisa negara. Bahan baku keramik tersedia dengan jumlah yang potensial di Indonesia, teknologinya mudah diperoleh dan diaplikasikan serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pada era globalisasi pengembangan industri ini menghadapi tantangan dan peluang yang semakin besar, hanya produk yang mempunyai daya saing tinggi saja yang tetap bertahan di pasar global walaupun terbuka perdagangan bebas di pasar yang luas.
Untuk menghadapi tantangan dan peluang akibat globalisasi, diperlukan upaya terus menerus guna meningkatkan daya saing ubin keramik Indonesia. Untuk itu diperlukan strategi peningkatan daya saing ubin keramik Indonesia yang tepat, handal dan mudah diimplementasikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi daya saing ubin keramik Indonesia terhadap beberapa negara pesaing, faktor-faktor penentu yang mempengaruhi peningkatan daya saing ubin keramik Indonesia, alternatif strategi dalam meningkatkan daya saing serta pelaku yang berperan.
Penentuan posisi daya saing dengan negara pesaing Thailand dan Malaysia digunakan dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA). Untuk penentuan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya saing dianalisis dengan metode Proses Hirarkhi Analitik (PHA) dengan pendekatan "diamond" Porter's Metode yang sama digunakan untuk menganalisis penentuan strategi yang tepat dalam upaya peningkatan daya saing dengan pendekatan strategi generik Porter.
Metode RCA diaplikasikan dengan membandingkan kinerja ekspor ubin keramik dengan kinerja total ekspor komoditi non migas Indonesia, selanjutnya dibandingkan lagi dengan total ekspor ubin keramik dunia terhadap total ekspor dunia, sedang teknik PHA digunakan untuk memperoleh prioritas permasalahan dan memformulasikan alternatif strategi peningkatan daya saing.
Ternyata daya saing ubin keramik Malaysia lebih baik dibanding Thailand maupun Indonesia berdasarkan perhitungan RCA rata-rata selama tahun 1996-2000, tetapi sejak tahun 1998 berdasarkan RCA/tahun daya saing Indonesia lebih baik dari Malaysia maupun Thailand.
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam peningkatan daya saing ubin keramik Indonesia berdasarkan prioritasnya adalah kondisi permintaan, industri pendukung dan terkait, kebijakan pemerintah, strategi, struktur dan persaingan, kondisi faktor serta peluang/ kesempatan.
Pelaku yang diharapkan berperan aktif adalah industri ubin keramik, pemerintah, industri pemasok, assosiasi industri, negara pesaing, negara tujuan ekspor, serta lembaga keuangan, dengan urutan prioritas tujuan: perluasan pasar, peningkatan daya saing dan perolehan devisa.
Strategi generik keunggulan biaya menyeluruh merupakan strategi yang diprioritaskan, dengan penekanan pada efisiensi di semua unit produksi serta penurunan ekonomi biaya tinggi yang muncul di berbagai sektor utamanya transpotasi, serta harus didukung pasokan bahan baku/ penolong/ penunjang yang berkualitas dengan harga yang efisien dengan demikian akan dicapai efisiensi yang tinggi dan berdampak pada peningkatan daya saing secara signifikan.
Untuk mempercepat keberhasilan upaya-upaya peningkatan daya saing ubin keramik Indonesia diperlukan kesungguhan berbagai pihak dalam meningkatkan efisiensi terutama pihak pemerintah melalui fasilitasi berupa pengaturan yang jelas dan konsisten pelaksanaannya, serta pihak pelaku usaha dalam mengelola kegiatan internal industri."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia,
T12189
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Wiratma
"Di Negara Kita Indonesia yang termasuk negara berkembang, kerajinan merupakan usaha produktif di'sektor non pertanian, baik merupakan mata pencaharian utama maupun sampingan. Lebih dari 4000 sentra kerajinan yang menghasilkan berbagai je nis terdapat di Indonesia. Mulai dari usaha keluarga, sampai ke bentuk koperasi dalam skala sedang dan besar berkembang.. Berbagai produk kerajinan yang paling sederhana hingga indah yang bernilai artistik berkembang, sehingga menyerrap tenaga kerja yang makin hari semakin besar jumlahnya. Na mun sebagaimana yang terjadi di negara-negara yang lebih maju, pembangunan industri yang menghasilkan barang secara mas sal (skala besar) karena dukungan teknologi maju dalam system produksinya, maka produk-produk kerajinan yang mengandalkan keterampilan tangan dan wawasan seni, mulai surut dan digusur. Hal itu tercermin pada beberapa sentra kerajinan yang menunjukkan keadaan yang cukup memprihatinkan. Keadaan seper ti itu tidak dialami oleh Sentra Kerajinan Keramik di Klampok Banjarnegara Jawa Tengah. Sentra ini telah berdiri sejak tahun 1957 dan sampai sekarang masih dapat bertahan bahkan mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Pertanyaan penelitian yang muncul adalah bagaimana para pengusaha/perajin bisa bertahan? Pengkajian ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan mengungkapkan cara-cara pengu saha kecil mempertahankan usahanya, dengan meningkatnya peng usaha besar yang berproduksi secara massal. Fokus pengkajian ini diarahkan pada pokok-pokok masalah tentang pengusaha meng arahkan, mengelola usahanya; pola hubungan kerja para pelaku yang terkait; peremajaan tenaga terampil yang diperlukan sis tem pewarisan keahlian dalam pembuatan produk-produk kerajinan keramik di daerah tersebut, dan tentang distribusi pemasaran nya.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekat an etnografis. Data dan informasi yang diperlukan dikumpulkan melalui observasi dan wawancara secara mendalam dengan infor man yang ditentukan sesuai dengan pengetahuan dan sifat data yang ingin diperoleh. Untuk melengkapi dokumen yang bersifat visual telah digunakan pemotretan untuk obyek dalam proses pembuatan dan produk-produk kerajinan keramik. Kemudian secara rinci, untuk memperoleh garnbaran yang menyeluruh, obyek-obyek visual ( dalam hal ini terutama denah penyaringan bahan baku untuk pembuatan keramik, seperti tanah liat) juga digambar dengan denah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha/perajin ke ramik di Klampok, Banjarnegara masih tetap dapat bertahan sampai saat ini karena adanya berbagai faktor yang mendukung. Faktor pertama, karena Sentra Seni Kerajinan Keramik di Klampok menghasilkan barang-barang yang tidak mungkin diproduksi secara massal, hanya dapat dibuat dengan keterampilan pera jin/manual. Faktor yang ke dua, proses pembuatan Seni Kera jinan Keramik di Klampok dapat membentuk keterampilan, maka sumber daya manusia tingkat terampil yang dibutuhkan terse - dia. Ke tiga, meningkatnya kesejahteraan penduduk pada umumnya, maka meningkat pula kebutuhan yang dikehendaki, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan primer tetapi juga kebutuhan non primer, seperti: souvenir antik, spesifik, dan kekhususan antara lain dari barang-barang keramik. Faktor yang terakhir Sentra Kerajinan Keramik di Klampok menghasilkan produk-produk yang spesifik."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Harjanto
"Pengembangan material-material baru diharapkan dapat memenuhi tuntutan dari perkembangan teknologi yang ada. Material tipe komposit yang merupakan campuran dari dua atau lebih elemen bahan secara makro menjadi salah satu alternatif yang sedang dikembangkan saat ini. Salah satunya adalah penggunaan komposit sebagai sensor mekanik. Komposit yang ditinjau memiliki elemen CaF2 sebagai matriks dan elemen SiC sebagai penguat. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh dari penambahan SiC sebanyak 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25% ke dalam komposit tersebut terhadap berbagai aspek yang diperlukan selaku sebagai sensor mekanik yaitu densitas, kekuatan tekan, kekerasan, dan resistivitas listrik.
Komposit ini dibuat dengan menggunakan metode metalurgi serbuk dimana elemen-elemen pembentuknya pada awalnya berupa serbuk dengan ukuran 2 pm. Masing-masing elemen ditimbang lalu dicampur dengan proses mixing sesuai dengan komposisinya. Setelah itu ditimbang kembali untuk mendapatkan berat sejumlah satu sampel dimana cuplikan tersebut akan dikompaksi pada temperatur ruang dengan tekanan kompaksi yang telah ditentukan. Sampel mentah hasil kompaksi kemudian disinter pada temperatur dan waktu tahan tertentu hingga didapatkan sampel akhir. Dan sampel setelah sinter ini diuji densitas, kekuatan tekan, kekerasan, dan resistivitas listrik serta foto struktur mikro.
Hasil dari penelitian ini adalah untuk densitas dimana nilainya semakin rendah seiring dengan kenaikan jumlah SiC. Sedangkan untuk kekuatan tekan terjadi kenaikan pada penambahan 10% dan 15% SiC, lalu untuk komposisi berikutnya terjadi penurunan nilai kekuatan mekanis. Pada uji kekerasan, kekerasan meningkat pada komposisi 10% dan 15% lalu menurun hingga lebih rendah dari spesimen CaF2 murni (0% SiC) pada 20% dan 25%. Dan terakhir untuk nilai resistivitas listrik penambahan SiC menurun secara drastis dibanding spesimen CaF2 murni (0% SiC) lalu mengalami peningkatan nilai seiring dengan meningkatnya jumlah SiC ke dalam komposit."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
LP 1999 27
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Oxford New York, NY: Oxford University Press, 2017
930.1 OXF
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>