Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Restu Aji Wijaya
"Latar Belakang. Aktivitas pengasuhan anak dapat menimbulkan tingkatan stres yang berbeda bagi setiap orang tua, yang dipengaruhi oleh faktor internal orang tua maupun karakteristik anak mereka. Keterbatasan dalam keterampilan sosial dan permasalahan perilaku pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menjadi faktor peningkatan stres pada orang tua. Saat ini masih terdapat kesenjangan literatur di Indonesia mengenai perkembangan keterampilan sosial pada anak ASD, serta dampak stres orang tua terhadap tingkat keterampilan sosial pada anak ASD.
Metode. Metode yang digunakan merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Responden penelitian ini terdiri dari 49 orang tua dengan anak ASD di SLB Negeri Jakarta, yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres orang tua diukur menggunakan Skala Stres Pengasuhan (SSP) dan tingkat keterampilan sosial dinilai menggunakan instrumen Vineland-3
Hasil. Hasil penelitian ini menemukan adanya korelasi negatif yang signifikan antara tingkat stres pengasuhan orang tua dan tingkat keterampilan sosial anak ASD. Tingkat stres orang tua yang tinggi menyebabkan rendahnya keterampilan sosial pada anak ASD. Selain itu, ditemukannya hubungan positif yang signifikan antara usia anak dan keterampilan sosial dengan anak yang lebih tua cenderung memiliki keterampilan sosial yang lebih baik.
Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan besarnya pengaruh tingkat stres pengasuhan orang tua terhadap perkembangan keterampilan sosial pada anak ASD. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan intervensi bagi orang tua dengan anak ASD. Intervensi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus kepada karakteristik anak, tetapi juga mencakup peran orang tua dalam peningkatan keterampilan sosial anak ASD.

Background. Parenting activities can lead to varying levels of stress among parents, influenced by internal parental factors as well as the characteristics of their children. In children with Autism Spectrum Disorder (ASD), limitations in social skills and behavioural challenges are contributing factors to increased parental stress. Currently, there is a notable gap in Indonesian literature regarding social skills in children with ASD, and the impact of parental stress on the development of these skills.
Methods. This study employed a quantitative correlational design. The participants consisted of 49 parents of children with ASD enrolled in a state special needs school (SLBN) in Jakarta, selected using purposive sampling. Parenting stress was measured using the Parenting Stress Scale (PSS), while the children’s social skills were assessed using the Vineland Adaptive Behavior Scales, Third Edition (Vineland-3).
Results. The results revealed a significant negative correlation between parental stress levels and the social skills of children with ASD, indicating that higher parental stress is associated with lower levels of social skills in children. In addition, a significant positive correlation was found between the age of the child and their social skills, with older children demonstrating better social abilities.
Conclusion. This study highlights the considerable impact of parental stress on the social skill development of children with ASD. The findings are expected to serve as a foundation for developing interventions that not only focus on the child, but also provide emotional support for parents in order to create a more adaptive and supportive environment for the child’s development.
"
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dadang
"Prevalensi gizi buruk di Kabupaten Pandeglang mencapai 32,28%. Berbagai intervensi telah dilakukan guna menekan kasus tersebut, antara lain intervensinya adalah PMT dari program JPSBK pada keluarga miskin. Tujuan penelitian ini adalah: mengetahui proporsi Ibu yang patuh dalam memberikan makanan tambahan, menilai hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, manfaat pemberian PMT, pengalaman Ibu dalam pemberian PMT, jumlah anggota keluarga, persepsi tentang jarak pada tempat pelayanan kesehatan, suplai PMT yang cukup, penyuluhan oleh petugas dengan kepatuhan Ibu memberikan makanan tambahan di Kabupaten Pandeglang tahun 2002.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pandeglang tahun 2002 dan disain yang digunakan adalah Krosseksional. Cara pengambilan sampel menggunakan sistim Muster dengan program C Survey.
Hasil penelitian menunjukan proporsi Ibu yang tidak patuh mencapai 70%. Untuk faktor pengalaman dan faktor persepsi jarak pada tempat pelayanan kesehatan terjadi interaksi hasilnya yaitu bahwa Ibu yang memiliki persepsi jarak yang dekat dan berpengalaman memiliki peluang patuh 0,035 kali lipat di bandingkan dengan Ibu yang memilki persepsi jarak yang jauh dan tidak berpengalaman dalam pemberian PMT (95% CI 0,002:0,517), setelah di kontrol variabel lainnya. Sedangkan untuk ibu yang memiliki pengetahuan yang baik tentang cara pemberian PMT memiliki peluang patuh 15 kali lipat dibandingkan dengan Ibu yang pengetahuannya kurang tentang cara pemberian PMT (95% Cl 3,111:79,886).
Untuk Ibu yang suplai PMT diberikan cukup akan memiliki peluang patuh 18 kali lipat dibandingkan dengan apabila suplai PMTnya kurang (95% CI 5,220:65,752). Untuk faktor pendidikan, pekerjaan, faktor jumlah anggota keluarga, manfaat pemberian PMT, umur, dan penyuluhan oleh petugas tidak ada hubungan dengan kepatuhan.
Saran dalam meningkatkan kepatuhan lbu dalam memberikan PMT, bahwa persepsi jarak dekat pada tempat pelayanan kesehatan dan berpengalaman dalam memberikan PMT tidak berpengaruh terhadap kepatuhan lbu dalam memberikan PMT. Walau demikian peningkatan pengetahun Ibu tentang cara pemberian PMT yang baik dan benar serta suplai PMT yang cukup dapat meningkatkan kepatuhan Ibu dalam memberikan PMT.

Factors Related to Mother's Compliance in Providing Food Supplement According to Instruction of Social Safety Net Program in Health in 1999, to Child Age 6 to 23 Months Old in Pandeglang District in 2002Prevalence of malnutrition in Pandeglang District reached 32.28%. Many interventions had been done to decrease the prevalence, including food supplementation program of the Social Safety Net in Health (JPSBK) targeted to the poor families. The aim of this study is to know the proportion of compliant mothers in providing food supplement, to understand the relationship between mother's age, education, occupancy, knowledge, perception on benefit of food supplementation, mother's experience in providing food supplement, family size, perception on distance to health facilities, sufficiency of food supplement supply, extension by health personnel and mother's compliance in providing food supplement in Pandeglang District in 2002.
This study was conducted in Pandeglang District in 2002 using cross sectional design. Sampling was done by cluster system using C survey program.
Result of this study shows that the proportion of non-compliant mothers was 70%. There was interaction between experience and perception on distance factors where mothers who perceive the distance as close and having experience had chance to be compliant of 0.035 times compared to those who perceive the distance as far and not having experience of providing food supplement (95% CI 0.002:0.517) after controlled by other variables. Mothers who possessed good knowledge about providing food supplementation had chance to be compliant of 15 times compared to those mothers who did not possess sufficient knowledge on providing food supplement (95% CI 3.111:79.886). Mothers with adequate supply of food supplement had chance of 18 times higher to be compliant compared to those without adequate supply (95% CI 5.220:65.752).
Several suggestions can be endorsed after this study, that perception about distance to health care facilities and experience in providing food supplement has no influence to mother's compliance in providing food supplementation. However, improving mother's knowledge on how to provide food supplement and adequate supply of food supplement could improve mother's compliance."
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T 11366
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irfan Kalam Tauhid
"Latar Belakang: Rongga mulut manusia memiliki beragam mikroorganisme yang dapat membentuk suatu komunitas yang memengaruhi kesehatan rongga mulut. Menurut Riskesdas 2018, prevalensi karies di Indonesia mencapai 60-80%. Konsentrasi protein dan polipeptida yang ada dalam saliva penting dalam pemeliharaan kesehatan mulut dan homeostasis dengan perubahan kualitatif dan kuantitatif dari proteome saliva. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan total konsentrasi protein dan profil protein saliva dengan status kebersihan rongga mulut (OHI-S) dan status karies dental (DMF-T dan def-t) pada subjek kelompok usia dewasa muda dan anak-anak. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif laboratorik dengan menggunakan Uji Bradford untuk menetapkan total konsentrasi protein dan Uji SDS-PAGE untuk menetapkan profil protein saliva. Sampel uji berupa sampel saliva berjumlah 18 sampel masing-masing kelompok usia (total 36 sampel), dengan diketahui status kebersihan rongga mulut (OHI-S) dan status karies dental (DMF-T dan def-t). Analisis statistik dijalankan dengan menggunakan uji normalitas, kemudian Uji T test-independent. Untuk menganalisis hubungan dilakukan uji korelasi spearman. Analisis data menggunakan SPSS iOS versi 22.0. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara total konsentrasi protein saliva kelompok usia dewas muda dan anak-anak (p = 0.001 (p<0.05)), namun tidak terdapat korelasi signifikan antara total konsentrasi protein saliva kelompok usia terhadap OHI-S dan DMF-T atau def-t, serta terdapat perbedaan profil protein saliva berupa perbedaan frekuensi protein bands yang muncul pada masing-masing profil protein.  Kesimpulan: Total konsentrasi protein dan profil protein saliva tidak berhubungan dengan OHI-S dan DMF-T atau def-t pada kelompok usia dewasa muda dan anak-anak, namun tetap memiliki tendensi korelasi.

Human oral health contains various microorganisms that can form a community that affects oral health. According to Riskesdas 2018, the prevalence of caries in Indonesia ranges from 60-80%. The concentration of proteins and polypeptides in saliva is important in maintaining oral health and homeostasis through qualitative and quantitative changes in the salivary proteome.  Objective: This study aims to analyze the relationship between total protein concentration and saliva protein profile with oral hygiene status (OHI-S) and dental caries status (DMF-T and def-t) in adult and child age groups. Methode: This study is a deskriptive laboratory analysis using Bradford tests to determine total protein concentration and SDS-PAGE tests to determine saliva protein profiles. The sample consisted of 18 saliva samples from each age group (total 36 samples), with OHI-S and dental caries status (DMF-T and def-t) determined. Statistical analysis was performed using normality tests, followed by independent sample t-tests. To analyze the relationship, Spearman's correlation test was conducted. Data analysis used SPSS iOS version 22.0. Result: A significant difference was found in the total saliva protein concentration between the young adult and child groups (p = 0.001, p < 0.05), but no significant correlation was found between total saliva protein concentration and OHI-S and DMF-T or def-t status. There was a difference in saliva protein profiles, manifested as differences in the frequency of protein bands in each protein profile.  Conclusion: The total protein concentration and saliva protein profiles do not have a significant relationship with OHI-S and DMF-T or def-t status in young adult and child age groups, but they still show a tendency to correlate."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library