Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Dinda Lutfiyah
"Skripsi ini bertujuan untuk meredefinisi konsep co-housing yang ada sesuai dengan konteks lokal di Jakarta. Kampung Muka sebagai salah satu komunitas secara tidak langsung telah menerapkan beberapa prinsip co-housing sesuai dengan konteks lokal. Nilai partisipatoris yang menjadi salah satu prinsip co-housing selanjutnya dijadikan pembelajaran akan bagaimana penerapannya di Kampung Muka. Nilai partisipatoris yang dipelajari berdampak pada negosiasi ruang yang diharapkan mampu mengeluarkan pemahaman baru kepada masyarakat terkait konsep co-housing yang sesuai dengan konteks lokal.
This thesis aims to redefine co housing concept adapted to local context in Jakarta. Kampung Muka as one of community based domestic space indirectly has applied some co housing principles according to the local context. Participatory, as one of that principle, furthermore being learned on how its used in Kampung Muka. The participatory that has been learned affects the negotiating of spaces which expected to suggest new understanding to the society about co housing concept according to the local context."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Andhika Arfaansyah Alfatha
"Kota-kota besar seperti Jakarta menghadapi krisis hunian akibat tingginya harga properti dan perubahan gaya hidup generasi muda. Generasi Zillenial sebagai generasi yang tumbuh dalam era digital dan mobilitas tinggi menunjukkan kecenderungan berpindah dari kepemilikan properti ke sistem sewa yang fleksibel. Di tengah kondisi tersebut, co-living muncul sebagai alternatif hunian baru yang menawarkan efisiensi ruang, kemudahan akses, dan potensi pembentukan komunitas. Model hunian ini mencerminkan pergeseran nilai dari hunian sebagai aset menuju hunian sebagai pengalaman. Tulisan ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami bagaimana co-living dapat merespons realitas sosial, ekonomi, dan budaya generasi Zillenial dalam konteks urban Indonesia. Fokus utama diarahkan pada pencarian relevansi spasial dan konseptual co-living sebagai bagian dari transformasi cara generasi muda hidup, berinteraksi, dan membentuk identitas dalam lingkungan kota yang semakin padat. Dengan pendekatan yang bersifat reflektif dan konseptual, tulisan ini bertujuan untuk memberikan arah bagi pengembangan desain arsitektural yang tidak hanya menjawab kebutuhan fisik, tetapi juga mendukung fleksibilitas hidup, kebersamaan, dan keberlanjutan.
Major cities like Jakarta face a housing crisis due to skyrocketing property prices and shifting lifestyles of the younger generation. The Zillennial generation those raised in a digital era of high mobility demonstrates a distinct shift from property ownership to flexible rental systems. Within this context, co-living emerges as a novel housing alternative offering spatial efficiency, accessibility, and potential community building. This model reflects a fundamental value transformation: from housing as an asset to housing as an experience. This study addresses the need to understand how co-living responds to the social, economic, and cultural realities of Zillennials in Indonesia's urban landscape. It focuses on examining the spatial and conceptual relevance of co-living within the broader transformation of how young generations live, interact, and form identities in increasingly dense cities. Through a reflective and conceptual approach, the research aims to guide the development of architectural designs that address not only physical needs but also support living flexibility, communal bonds, and sustainability. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library