Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
Ainun Chandrayu Mayeswari
"Serangkaian penyerangan dan pengepungan di Gaza yang dilakukan oleh Israel pada 7 Oktober 2023 lalu menyebabkan aksi boikot konsumen kembali muncul dan dilakukan oleh masyarakat dunia, salah satunya di Indonesia. Konsumen di Indonesia melakukan boikot kepada perusahaan-perusahaan yang dianggap menunjukkan dukungannya kepada Israel. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aksi boikot konsumen sebagai bentuk partisipasi politik merujuk pada teori Micheletti tentang konsumerisme politik dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada aksi boikot Israel, masyarakat sebagai konsumen telah memanfaatkan pasar sebagai arena politiknya. Namun, berbeda dengan aksi boikot konsumen pada umumnya, aksi boikot Israel memiliki motivasi agama dibelakangnya yang mendorong konsumen di negara mayoritas Muslim, seperti Indonesia dalam melakukan aksi boikotnya. Berbagai perusahaan terdampak di Indonesia pun memberikan respons dengan melakukan beberapa strategi, seperti bekerja sama dengan organisasi dan lembaga keagamaan dan melakukan strategi stonewall dalam mengatasi aksi boikot Israel yang terjadi di Indonesia.
A series of attacks and sieges in Gaza carried out by Israel on October 7th, 2023 caused consumer boycotts to emerge again and were carried out by the world community, one of which was in Indonesia. Consumers in Indonesia are boycotting companies that are seen as showing their support for Israel. This research aims to explain consumer boycotts as a form of political participation referring to Micheletti's theory of political consumerism using a qualitative approach. This research shows that during the boycott of Israel, people as consumers have used the market as their political arena. However, unlike consumer boycotts in general, Israel's boycott has a religious motivation behind it, which encourages consumers in Muslim-majority countries, such as Indonesia, to carry out boycotts. Various affected companies in Indonesia also responded by implementing several strategies, such as collaborating with religious organizations and institutions and implementing a stonewall strategy to overcome the Israeli boycott that occurred in Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Ainun Chandrayu Mayeswari
"Serangkaian penyerangan dan pengepungan di Gaza yang dilakukan oleh Israel pada 7 Oktober 2023 lalu menyebabkan aksi boikot konsumen kembali muncul dan dilakukan oleh masyarakat dunia, salah satunya di Indonesia. Konsumen di Indonesia melakukan boikot kepada perusahaan-perusahaan yang dianggap menunjukkan dukungannya kepada Israel. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aksi boikot konsumen sebagai bentuk partisipasi politik merujuk pada teori Micheletti tentang konsumerisme politik dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada aksi boikot Israel, masyarakat sebagai konsumen telah memanfaatkan pasar sebagai arena politiknya. Namun, berbeda dengan aksi boikot konsumen pada umumnya, aksi boikot Israel memiliki motivasi agama dibelakangnya yang mendorong konsumen di negara mayoritas Muslim, seperti Indonesia dalam melakukan aksi boikotnya. Berbagai perusahaan terdampak di Indonesia pun memberikan respons dengan melakukan beberapa strategi, seperti bekerja sama dengan organisasi dan lembaga keagamaan dan melakukan strategi stonewall dalam mengatasi aksi boikot Israel yang terjadi di Indonesia.
A series of attacks and sieges in Gaza carried out by Israel on October 7th, 2023 caused consumer boycotts to emerge again and were carried out by the world community, one of which was in Indonesia. Consumers in Indonesia are boycotting companies that are seen as showing their support for Israel. This research aims to explain consumer boycotts as a form of political participation referring to Micheletti's theory of political consumerism using a qualitative approach. This research shows that during the boycott of Israel, people as consumers have used the market as their political arena. However, unlike consumer boycotts in general, Israel's boycott has a religious motivation behind it, which encourages consumers in Muslim-majority countries, such as Indonesia, to carry out boycotts. Various affected companies in Indonesia also responded by implementing several strategies, such as collaborating with religious organizations and institutions and implementing a stonewall strategy to overcome the Israeli boycott that occurred in Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Zea Shafira Rizaldy
"Konsumen muslim saat ini sedang dihadapkan oleh aksi boikot terhadap produk/layanan yang terafiliasi dengan Israel. Penelitian terdahulu menemukan hubungan antara identitas individu dan intensi boikot konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran identity fusion dan religious identification dalam memprediksi intensi konsumen memboikot produk yang terafiliasi dengan Israel. Sebanyak 250 konsumen muslim berusia 18–56 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis regresi menunjukkan bahwa identity fusion dengan masyarakat Palestina (β=0.36, p<0.001) dan religious identification (β=0.26, p<0.001) memprediksi intensi boikot, sementara identity fusion dengan muslim (β= –0.14, p=0.15) tidak memprediksi intensi boikot.
Muslim consumers are currently facing boycotts of products/services affiliated with Israel. Previous research has found a relationship between consumer identity and the intention to boycott. This study aims to determine the role of identity fusion and religious identification in predicting consumers' intention to boycott products/services affiliated with Israel. A total of 250 Muslim consumers aged 18–56 participated in an online survey. Regression analysis showed that identity fusion with Palestinian (β=0.36, p<0.001) and religious identification as muslim (β=0.26, p<0.001) predicted boycott intention, while identity fusion with muslims (β= –0.14, p=0.15) did not predict boycott intention."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Annisa Zata Ismah
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar terhadap pengumuman boikot yang disampaikan oleh Gerakan BDS Indonesia pada akhir tahun 2023. Studi ini menggunakan pendekatan event study untuk mengevaluasi dampak pengumuman tersebut terhadap abnormal return saham tiga kelompok perusahaan: (1) perusahaan target boikot, (2) perusahaan pembanding tidak terasosiasi boikot, dan (3) perusahaan yang diasosiasikan sebagai pendukung Palestina. Penelitian ini menggunakan data harian harga saham selama periode event window dan dilakukan pengujian perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman boikot. Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan target boikot mengalami penurunan abnormal return setelah pengumuman boikot, namun tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, perusahaan pembanding menunjukkan perubahan abnormal return positif yang signifikan secara statistik. Perusahaan yang diasosiasikan sebagai pendukung Palestina juga menunjukkan tren positif pada return sahamnya, meskipun perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mencerminkan bahwa reaksi pasar terhadap pengumuman boikot bersifat selektif dan sangat dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing perusahaan. Dalam perspektif Efficient Market Hypothesis (EMH), hasil ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia belum sepenuhnya efisien dalam merespons informasi sosial-politik seperti boikot. Meski demikian, investor secara agregat menunjukkan kecenderungan bersikap rasional daripada bersikap emosional terhadap isu sosial.
This study aims to analyze the market reaction to the boycott announcement made by the BDS Indonesia Movement at the end of 2023. An event study approach is employed to evaluate the impact of the announcement on the abnormal returns of three groups of companies: (1) boycott target companies, (2) comparison companies not associated with the boycott, and (3) companies perceived as supporting Palestine. The study uses daily stock price data within the event window and conducts tests on the difference in abnormal returns before and after the boycott announcement. The findings show that boycott target companies experienced a decline in abnormal returns following the announcement, although the decline was not statistically significant. In contrast, comparison companies recorded a statistically significant positive change in abnormal returns. Companies perceived as supporting Palestine also showed a positive trend in stock returns, although the change was not statistically significant. These findings indicate that the market's response to the boycott announcement was selective and highly influenced by the specific characteristics of each company. From the perspective of the Efficient Market Hypothesis (EMH), the results suggest that the Indonesian stock market is not yet fully efficient in responding to socio-political information such as boycotts. Nevertheless, investors as a whole tend to act rationally rather than emotionally in the face of social issues. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library