Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Wardah Sholihatul Imamah
"Indonesia, Jepang dan Singapura merupakan beberapa negara yang memiliki pasar yang kompetitif di wilayah Asia, sehingga pencegahan dan penghukuman terhadap pelanggaran hukum persaingan usaha diperlukan untuk menjamin pasar yang kompetitif. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan pengenaan denda di Indonesia, dibandingkan dengan Jepang dan Singapura, dan bagaimana penerapan pengenaan denda terhadap pelanggaran hukum persaingan usaha di Indonesia, dibandingkan dengan Jepang dan Singapura.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Denda merupakan suatu bentuk sanksi yang diharapkan dapat mencegah adanya pelanggaran, dan memberikan dampak jera terhadap pelanggar. Namun tidak seperti di Jepang dan di Singapura yang telah mengatur secara rinci mengenai mekanisme pengenaan denda, pengaturan denda di Indonesia tidak secara rinci mengatur mengenai mekanisme pemberian denda.
Indonesia, Japan and Singapore are several nations with competitive market in Asia, which needs precaution and penalization againts infringement of competition law to ensure the competitive market. The main problems of this research are how the regulation of fine sanction in Indonesia, in comparison with Japan and Singapore, and how the fine sanction application in competition law cases in Indonesia, in comparison with Japan and Singapore. This research uses normative juridicial method, which is done with literature studies. Fine is a form of sanctions which expected to prevent the infringement, and wary the offender. Unlike in Japan and Singapore which are having the regulation of fine sanction mechanism in detail, the regulation of fine sanction in Indonesia is not regulated the fine sanction mechanism in detail."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S62926
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Putri Diah Lestari
"Islamic branding adalah fenomena yang terjadi dalam dunia pemasaran di Indonesia dengan semakin maraknya merek yang menggunakan klaim halal pada produknya serta juga penggunaan simbol-simbol Islami dalam komunikasi pemasarannya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pembentukan ekuitas merek (brand equity) dalam Islamic brand dengan menggunakan merek kosmetik Wardah sebagai obyek penelitian.
Menciptakan loyalitas konsumen adalah merupakan tujuan utama dari seorang pengelola merek, dan merupakan inti dari konsep brand equity. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari variabel-variabel perceived quality, corporate brand image dan brand personality dari Islamic brand terhadap brand loyalty baik secara langsung maupun melalui variabel perantara brand attitude. Penelitian dilakukan pada 159 responden dengan menggunakan menggunakan metode kuantitatif analisa jalur.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel perceived quality dapat memberikan pengaruh kepada brand loyalty baik secara langsung maupun secara tidak langsung yaitu melalui variabel brand attitude. Sementara brand personality tidak dapat memberikan pengaruh langsung pada brand loyalty melainkan hanya melalui brand attitude. Corporate brand image tidak secara signifikan dapat memberikan pengaruh baik pada brand loyalty maupun brand attitude.
Islamic branding is a phenomenon that occurs in the world of marketing in Indonesia with the increasingly widespread brands that use halal claims on their products as well as the use of Islamic symbols in their marketing communications. This research was conducted to analyze the formation of brand equity in Islamic brand by using Wardah cosmetic brand as research object. Creating brand loyalty is the main objective of a marketer and is at the core of the brand equity concept.The purpose of this research is to analyse the effect of perceived quality, corporate brand image and brand personality of Islamic brand towards brand loyalty either directly or through the mediation of brand attitude. The research was conducted on 159 respondents by using quantitative method of path analysis.The result of this study indicates that perceived quality variables gives effect to brand loyalty either directly or indirectly through variable brand attitude. Meanwhile brand personality does not give a direct impact on brand loyalty but only through mediation of brand attitude. Corporate brand image does not significantly effect to both brand loyalty and brand attitude."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2017
T48689
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Sirait, Alysa Fernanda
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh masstige (mass prestige of a brand, brand perception, dan propensity to pay the premium), brand happiness, branding dan manajemen penjualan (corporate brand image, sales management practices, salesperson-brand congruence), serta brand associations terhadap brand evangelism pada produk Make Over di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei yang berhasil mengumpulkan sebanyak 279 responden. Responden yang menjadi sampel penelitian adalah individu warga negara Indonesia yang pernah membeli dan/atau menggunakan produk Make Over. Data yang diperoleh dari survei tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa ketiga variabel masstige berpengaruh terhadap brand happiness, tetapi hanya dua variabel pertama yang berpengaruh terhadap brand evangelism. Ketiga variabel branding dan manajemen penjualan berpengaruh terhadap brand happiness dan brand evangelism. Brand happiness memediasi hubungan antara semua variabel tersebut dengan brand evangelism. Self-pleasing experience tidak memperkuat hubungan masstige dengan brand happiness, sementara product beliefs memperkuat hubungan brand happiness dengan brand evangelism. Selanjutnya, hanya variabel masstige yang berpengaruh terhadap brand associations, yang kemudian berpengaruh terhadap brand evangelism, dan memediasi pengaruh masstige terhadap brand evangelism, tetapi tidak dengan variabel branding dan manajemen penjualan.
This study aims to analyze the influence of masstige (mass prestige of a brand, brand perception, and propensity to pay the premium), brand happiness, branding and sales management (corporate brand image, sales management practices, salesperson-brand congruence), as well as brand associations on brand evangelism of Make Over products in Indonesia. The study employs a quantitative approach by collecting data through a survey, which had gathered responses from 279 participants. The respondents consist of Indonesian nationals who have previously purchased and/or used Make Over products. The collected data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that the three masstige variables influence brand happiness, although only the first two have an effect on brand evangelism. The three branding and sales management variables influence both brand happiness and brand evangelism. Brand happiness serves as a mediator between all these variables and brand evangelism. Self-pleasing experience does not strengthen the relationship between masstige and brand happiness, while product beliefs enhance the relationship between brand happiness and brand evangelism. Only the masstige variables affect brand associations, which influence brand evangelism and mediate the relationship between masstige and brand evangelism, but not for branding and sales management variables."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library