Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 36 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Riska Inki Fitria
"Suatu tujuan wisata, terutama di negara-negara berkembang menghadapi tantangan untuk membuat posisi tertentu yang berbeda dari tujuan lain. Sebuah cara yang potensial untuk membangun adalah dengan melihat ke dalam item yang benar-benar melekat dengan tujuan khusus pada budaya dan kearifan lokal, salah satunya adalah ikon kuliner sebagai bagian dari budaya tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pemahaman tentang alasan kuliner ikon dapat digunakan sebagai ikon tujuan wisata dan untuk menganalisis bagaimana ia dapat mengambil bagian dalam proses branding tujuan melalui metode kualitatif. Dengan menyelidiki pada dimensi simbolis dan fungsional kuliner ikonik dan menganalisis proses branding tujuan wisata, penelitian ini menemukan bahwa ikon kuliner memiliki hubungan erat dengan tujuan. Selain itu, juga melakukan sebagai peran utama untuk mewakili pariwisata identitas tujuan dalam destination branding. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pemahaman tentang alasan kuliner ikon dapat digunakan sebagai ikon tujuan wisata ini. Penelitian ini menggambarkan analisis mendalam pada dimensi simbolis dan fungsional kuliner ikonik. Hal ini juga untuk memahami dan menganalisis tentang bagaimana kuliner ikon sebagai ikon tujuan ini mengambil bagian dalam proses branding tujuan wisata ini.
A tourism destination, especially in developing countries faced a challenge to create a specific positioning that is different from other destinations. A potential way to establish is by looking into item that really attached with the destination specifically on culture and local wisdom, one of them is iconic culinary as part of the destinations culture. The objective of this research is to observe an understanding on the reason of iconic culinary could be used as tourism destination?s icon and to analyze how it can take a part in destination branding process through qualitative methods. By investigating on symbolic and functional dimensions of iconic culinary and analyzing tourism destination branding process, this study found that iconic culinary has a tight association with destination. Moreover, it also performs as a primary role to represent tourism destination identity in destination branding. The purpose of this research is to observe an understanding on the reason of iconic culinary could be used as a tourism destination?s icon. This study describes a thoughtful analysis on symbolic and functional dimensions of iconic culinary. It is also to understand and analyze on how the iconic culinary as a destination?s icon takes part in tourism destination?s branding process."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2016
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
London: Culinaria Konemaan, 1999
R 641 SOU
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Ariana Conchita Syafrudin
"ABSTRAK
Setiap negara tentu memiliki keunikan dan ciri khas kulinernya masing-masing. Tidak terkecuali Jepang, kuliner Jepang banyak yang memiliki pengaruh dari negara lain terutama dari negara Cina. Salah satu bahan makanan yang tidak terlepas dari kuliner Jepang adalah pemakaian kedelai dalam setiap masakan, baik sebagai bahan bumbu maupun bahan makanan. Kedelai pertama kali dibudidayakan di Cina dan masuk ke Jepang melalui peninsula Korea lebih dari 2000 tahun yang lalu seiring dengan penyebaran agama Buddha. Sh?yu dan miso merupakan bahan bumbu dasar yang penting dalam cita rasa masakan Jepang. Selain itu bangsa Jepang juga banyak mengkonsumsi bahan makanan berbahan dasar kedelai seperti Natto dan Tofu. Peran Kedelai tidak hanya dalam budaya kuliner Jepang, tetapi kedelai juga digunakan oleh bangsa Jepang dalam salah satu perayaan/festival tahunan yaitu festival Setsubun Mamemaki festival melempar kedelai . Penelitian ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan atas peran kedelai dalam budaya kuliner Jepang dan salah satu festival tahunan musim semi dalam budaya Jepang.

ABSTRACT
Every country has their own culinary uniqueness and characteristics. Japan is no exception, Japanese cuisine has a lot of influences from other countries, especially China. One of the ingredients that cannot be separated from Japanese cuisine is the use of soybean in each of Japanese cooking, both as a seasoning or an ingredient. Soybeans were first cultivated in China and brought into Japan through the Korean Peninsula over 2000 years ago with the spread of Buddhism. Sh yu and miso are both main ingredients that are essential in the taste of Japanese cuisine. Japanese people consume a lot of soy bean based food such as Natto and Tofu. The role of soybean is not only in Japanese culinary culture, but it is used in one of Japan rsquo s yearly festivals called Setsubun Mamemaki bean throwing festival . This study aims to answer the role of soybeans in Japanese culinary culture and the role in one of the Spring yearly festivals in Japanese culture. "
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Atri Widyanari
"Terjun ke bisnis kuliner sukses menjadi tren karier yang kini makin diincar kalangan muda. Nama-nama foodpreneur muda dikenal karena kesuksesan dan inovasi mereka. Akan tetapi di balik kisah sukses itu masih banyak yang belum sadar, di sana ombaknya kencang, Bung!"
Yogyakarta: PT Bentang Pustaka, 2016
650.1 ATR f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Agnes Banteng Pramono
"ABSTRAK
Program Simapan Pinjam Perempuan PNPM Mandiri bertujuan memberdayakan perempuan agar dapat berdaya dan mandiri secara ekonomi. Kabupaten Bantul merupakan wilayan yang menerima alokasi dana SPP PNPM Mandiri yang besar. Hal ini dikarenakan di Kabupaten Bantul terdapat banyak usah kecil yang dimiliki oleh perempuan.
Tesis ini menganalisis pelaksanaan Program SPP PNPM Mandiri Kabupaten Bantul berdasarkan atas kesesuaian sasaran penerima manfaat SPP, pelaksanaan prosedur program SPP, serta pencapaian dengan tujuan memberdayakan perempuan Indonesia.
Untuk melengkapi kebutuhan analisis peneliti mengevaluasi peningkatan penghasilan perempuan penerima SPP PNPM Mandiri terukur dari lamanya menjadi anggota penerima manfaat SPP, tingkat pendidikan, jenis usaha serta berapa lamanya penerima manfaat telah melakukan kegiatan usahanya. Analisis ini menggunakan statistik sederhana serta model regresi linear sederhan.

ABSTRACT
Program Simpan Pinjam Perempuan PNPM Mandiri aims to empower women to bi empowered and economically independent. Bantul district has receive big allocation on SPP PNPM funding. This is because in Bantul there are many business owned and rums by women.
This thesis analyze the implementation of SPP PNPM Mandiri Bantul district based on the suitability of the target SPP beneficiaries, SPP Program implementation procedures, as well as the achievement of the objectives to empower women in Indoneis.
To complete the analysis, researcher evaluated the icrease of earning by the length of joining the SPP PNPM, level of education, type of business, and how long the beneficiary does has conducted its business activities. It uses a simple statistical analysis and simple linear regression model."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T55413
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New York: Ahrens Publishing Company, INC, 1962
650.1 PRO
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Surakarta: Badan Pengkajian dan Pengembangan Luar Negeri, 2016
337.520 GAS
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Pepi Syifariyadlah
"ABSTRAK
Jurnal ini mengkaji perkembangan wisata kuliner Arab di Indonesia yang menjelaskan sejarah masuknya kuliner arab,budaya makan orang Arab,tempat wisata kuliner Arab,makanan khas Arab terpopuler, serta keunggulan makanan Arab. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif , melalui wawancara media sosial yang telah didapat sumber dan sebagian adalah studi pustaka. Teori dalam buku-buku teks yang digunakan dalam penulisan jurnal ini merupakan hasil dari catatan sumber yang telah didapat oleh penulis. Jurnal ini dibuat tidak hanya untuk memenuhi syarat kelulusan saja,tetapi juga menambah wawasan baik bagi penulis maupun pembacanya. Perkembangan wisata kuliner arab di Indonesia erat kaitannya dengan para konsumen. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ragam atau jenis-jenis makanan yang layak dikembangkan berdasarkan originalitas, otentisitas, dan kekhasan yang ada adalah semua jenis bahan persembahan yang berbahan utama daging sapi dan kambing. Restoran-restoran Arab di Indonesia mulai berkembang di wilayah nusantara khususnya kota-kota besar. Wisata kuliner Arab memiliki keunikan tersendiri dalam resep makanannya hingga kebiasaan orang Arab tersebut yang membawa pengaruh kepada konsumen di Indonesia. Baik dalam mengonsumsi makanannya maupun budaya makannya dalam kehidupan sehari-harinya.

ABSTRACT
This journal analyzes the development of Arabian culinary tourism in Indonesia. This journal trying to explains the history of Arabian culinary influences, Arabian eating culture,places to eat Arabian culinary, the most populer Arabian food, and of course explain excellences of Arabian food. This journal used descriptive method and literature study. The theory that used in journal is sourced from the books that became references of this journal. This journal was not made just for qualify the gradution, but also to increase the knowledge of the author and readers. The development of Arabian culinary Indonesia has closely relation with the consumers.the results from analyzes indicated that a variety of the types of foods that should be developed based on originality, authenticity, and particularities are all kinds of materials offering are made from the main beef and sheep. Arabian restaurant in Indonesia began to grow in the country, especially big cities. Culinary tourism of Arab States has its own uniqueness in the food to the custom of the Arab who brings the influence on consuming food and culture eat it in daily life.
"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf;
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Irwansyah
"ABSTRAK
Indonesia adalah populer di keragaman kuliner dan makanan secara etnis dan tempat. Potensi kuliner dan makanan menjadi gastronomy brand telah diusulkan sebagai bagian dari representasi merek nasional. Gastronomy brand dapat menjadi bagian dari kehidupan vital, representasi sejarah, tradisi dan budaya universal dan emosional. Penelitian ini menggunakan analisis netnografi pada kuliner kelompok masyarakat dan pecinta makanan Indonesia virtual tertentu. Komunitas mem-posting gambar dan komentar teks atau deskripsi tentang item kuliner dan makanan di google + (kelompok GOOGLEPLUS). Studi ini menemukan bahwa tipe insider dari anggota komunitas yang diamati dapat memberikan ikatan yang kuat terhadap tipe lain dari anggota komunitas tentang makanan dari Indonesia. Postingan insider juga bisa mempengaruhi loyalitas anggota lain untuk melibatkan diri dalam diskusi produk gastronomi. Insider memberikan lebih banyak data dan fakta tentang produk makanan tradisional yang bisa menjadi bagian dari gastronomy brand dari Indonesia.

ABSTRACT
Indonesia is popular on diversity of culinary and food on ethnic and place basis. The potential of culinary and food become gastronomy brand has been proposed as a part of national brand representation. Gastronomy brand could be a part of vital life, history representation, tradition and culture universally and emotionally. This study used netnography analysis on specific virtual Indonesia culinary community and food lover group. The community posted pictures or images and text’s comments or descriptions about any culinary and food items on google + (googleplus group). This study found that insider type of observed community member could give strong ties to other types of community member about any food of Indonesia. The posting of insiders could also influence and affect other members’ loyalty to involve on discussion of gastronomy products. The insiders provide more data and facts about traditional food products that could become a part of gastronomy brand from Indonesia."
Medwell Journals, 2016
MK-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Supit, Elisabeth Diana
"Akhir-akhir ini tayangan kuliner jumlahnya cukup banyak dan memperoleh respons positif dari masyarakat. Tesis ini membahas tentang bagaimana para khalayak menyikapi tayangan-tayangan kuliner di televisi.
Dengan menggunakan teori uses and gratifications, penulis ingin melihat seberapa besar tingkat kepuasan yang diperoleh para ibu rumah tangga terhadap tayangan-teyangan kuliner; dan ingin melihat apa motivasi yang mendasari keinginan mereka untuk terus mengikuti tayangan-tayangan tersebut.
Teori kognitif sosial digunakan untuk makin mendalami motivasi-motivasi yang mendorong para ibu-ibu rumah tangga menyaksikan tayangan kuliner di televisi. Paradigma penelitian yang digunakan adalah paradigma positivif dimana peneliti berusaha memahami dan menafsirkan bagaimana para ibu-ibu rumah tangga yang menjadi informan menciptakan. memelihara, dan mengelola dunia sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ibu-ibu rumah tangga yang selama ini dianggap sebagai salah satu korban langsung dari pengaruh-pengaruh tayangan televisi ternyata memiliki proses kognitif yang berdasarkan dari penilaiannya sendiri dan interaksi sosialnya. Mereka adalah khalayak yang aktif, yang dapat menentukan apa yang mereka inginkan; bukannya korban yang tidak dapat melakukan apa-apa dan mendapat pengaruh langsung dan kuat dari tayangan-tayangan televisi.

Knowdays, theres a lot of culinary programme in TV, and they receive a good review from the audience. This thesis talking about how the audience of culinary program in television process what they see, and than how big the programme affect them in kognitif and behavioral process.
Using the uses and gratifications theory. we would like to see how satisfied the audience about culinary programme is and what motive is behind the viewing.
The social cognitive theory is used to see how the culinary programme is being analize by the housewifes. Is there a changing in attitude after fiewing the programme; and how big is the influence of external factors to the analysis process.
This thesis are using positivis methodology, because the researcher want to understand and give meaning to haw the housewife create, maintain and conduct their social world.
The result shows that the housewifes - who all this time are seems to be the fictim of media effect - have a cognitive process that are based on their own judgement and their social world. They are an active audiences, who know what they want to see. not just some victim that can not do anything to the mass media.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
T25737
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>