Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Daud Nobel
"MRT dan Transjakarta merupakan dua moda transportasi umum yang menyediakan layanan pada rute yang sama, dari Bundaran HI hingga Blok M. Transjakarta sudah terlebih dahulu memiliki rute tersebut, namun setelah adanya moda transportasi umum baru (MRT), Transjakarta tetap menyediakan layanan untuk rute tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi antara dua moda yang melayani rute yang sama, dengan pengambilan data melalui kuesioner. Hasil dari kuesioner diolah dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Statisfaction Index (CSI), kemudian melakukan perbandingan dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 63 Tahun 2019 untuk moda transportasi MRT dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 2 Tahun 2024 untuk moda transportasi Transjakarta. Berdasarkan hasil analisis IPA, moda transportasi MRT memperoleh nilai 90,45% dan Transjakarta dengan nilai 84,11%. Berdasarkan hasil CSI moda transportasi MRT memperoleh nilai 85% dan Transjakarta dengan nilai 68%. Berdasarkan hasil analisis CSI, tarif dan waktu tempuh merupakan faktor utama dari hasil nilai yang didapatkan sebelumnya. Hasil pengolahan data tersebut menunjukkan bahwa kedua moda masih melayani pengguna dengan baik. Namun, nilai dari moda MRT yang lebih tinggi menunjukkan bahwa pelanggan MRT lebih merasa puas dibandingkan pelanggan Transjakarta.

MRT and Transjakarta are two modes of public transportation that provide services on the same route, from Bundaran HI to Blok M. Transjakarta already had the route, but after the new public transportation mode (MRT), Transjakarta still provides services for the route. This study aims to determine the relevance between the two modes that serve the same route, by collecting data through a questionnaire. The results of the questionnaire were processed using the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Statisfaction Index (CSI) methods, then compared with the Regulation of the Minister of Transportation No. 63 of 2019 for the MRT transportation mode and the Regulation of the Governor of DKI Jakarta No. 2 of 2024 for the Transjakarta transportation mode. Based on the results of the IPA analysis, the MRT transportation mode obtained a score of 90.45% and Transjakarta with a score of 84.11%. Based on the results of the CSI, the MRT transportation mode obtained a score of 85% and Transjakarta with a score of 68%. Based on the results of the CSI analysis, fares and travel time are the main factors in the results of the previously obtained scores. The results of the data processing show that both modes still serve users well. However, the higher value of the MRT mode indicates that MRT customers are more satisfied than Transjakarta customers. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Fajri Nurachman
"Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan tarif integrasi JakLingko terhadap jumlah penumpang MRT Jakarta dengan pendekatan data panel pada 13 stasiun selama periode 2021–2023. Kebijakan yang diperkenalkan pada Agustus 2022 ini memungkinkan perpindahan seamless antar moda transportasi dengan tarif maksimal Rp10.000 per perjalanan, bertujuan meningkatkan efisiensi dan keterjangkauan transportasi publik.
Dengan menggunakan model Fixed Effects (FE), hasil regresi menunjukkan bahwa kebijakan tarif berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penumpang MRT, mengindikasikan bahwa penyesuaian tarif mampu mendorong peningkatan penggunaan layanan. Robustness checks yang dilakukan dalam berbagai spesifikasi model mengonfirmasi konsistensi temuan ini.
Namun, efektivitas penuh dari kebijakan ini dalam konteks integrasi antarmoda belum dapat dipastikan. Meskipun terdapat indikasi peningkatan jumlah penumpang seiring dengan faktor kontrol seperti musim/cuaca, kebijakan pembatasan mobilitas (PPKM), serta konektivitas dan karakteristik strategis stasiun, dampak spesifik dari integrasi tarif terhadap pola perjalanan masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Selain itu, peningkatan jumlah penumpang MRT juga didukung oleh kenaikan Customer Satisfaction Index (CSI), yang menunjukkan tren positif dalam pengalaman pengguna MRT Jakarta. Hal ini menandakan bahwa selain kebijakan tarif, perbaikan layanan dan pengalaman perjalanan juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penumpang.
Temuan ini menggarisbawahi bahwa kebijakan tarif yang didukung oleh peningkatan kualitas layanan memiliki peran penting dalam meningkatkan penetrasi MRT Jakarta dalam ekosistem

This study analyzes the impact of the JakLingko fare integration policy on MRT Jakarta's ridership using a panel data approach across 13 stations during the 2021–2023 period. Introduced in August 2022, this policy enables seamless transfers between transportation modes with a maximum fare of Rp10,000 per trip, aiming to enhance efficiency and affordability in public transportation.
Using the Fixed Effects (FE) model, regression results indicate that the fare policy has a positive and significant impact on MRT ridership, suggesting that fare adjustments can encourage increased service utilization. Robustness checks across various model specifications confirm the consistency of these findings.
However, the full effectiveness of this policy in the context of intermodal integration remains uncertain. While there are indications of increased ridership alongside control factors such as season/weather conditions, mobility restrictions (PPKM), and station connectivity and strategic characteristics, the specific impact of fare integration on travel patterns requires further study.
Additionally, the increase in MRT ridership is also supported by the rising Customer Satisfaction Index (CSI), which shows a positive trend in MRT Jakarta users' travel experiences. This suggests that, beyond fare policies, service improvements and travel experiences also contribute to ridership growth.
These findings highlight that fare policies, when supported by service quality improvements, play a crucial role in enhancing MRT Jakarta's penetration within the urban transportation ecosystem
"
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library