Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Widura Noer Firmansyah
"Karies gigi merupakan penyakit dental yang terjadi akibat demineralisasi enamel melalui metabolisme gula menjadi asam oleh bakteri Streptococcus mutans. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini, khususnya pada pasien dengan risiko karies yang tinggi adalah dengan aplikasi topikal fluor menggunakan fluoride varnish (FV) karena memiliki kandungan 5% NaF atau 22.600 ppm fluor, per 100 gram berat bersih. Salah satu komponen FV adalah rosin yang berfungsi sebagai pengikat bahan penyusun dan membentuk lapisan pelindung pada gigi. Pelarut yang umum digunakan dalam produk FV adalah etanol karena mudah menguap sehingga tidak luntur di dalam rongga mulut setelah beberapa waktu. Namun, apabila etanol menguap terlalu cepat, baik selama produksi maupun di dalam mulut maka akan meninggalkan FV yang sangat kental. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh modifikasi komposisi bahan pendukung rosin berupa gum alam dan pelarut tambahan pada FV terhadap jumlah pelepasan fluor, sifat antibakteri, viskositas, dan pH. Gum alam yang digunakan berasal dari empat sumber, yaitu gum arab, gum damar, gum tragacanth dan propolis, sedangkan modifikasi pelarut yang digunakan adalah propilen glikol (PG) dan gliserin (GLY). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formulasi menggunakan bahan gum alam tidak dapat diimplementasikan karena FV menjadi padat dan keras. Sedangkan, pelarut optimum pada FV ditemukan pada kombinasi pelarut 6,25% PG + 6,25% GLY. FV ini memiliki kumulatif pelepasan fluor tertinggi sebesar 207,37 ppm, diameter zona inhibisi bakteri sebesar 13,5 ± 0,75 mm, nilai viskositas sebesar 1358, ± 31,11 cp, dan nilai pH 6,73 ± 0,06. Pada penelitian ini juga dilakukan uji statistik menggunakan ANOVA dan GLM yang menunjukkan bahwa jumlah pelepasan fluor walau lebih sedikit dari produk 3M Clinpro White Varnish, namun memiliki nilai yang mencukupi standar ISO 17730:2020. Produk modifikasi FV juga menghasilkan diameter zona inhibisi bakteri Streptococcus mutans yang lebih besar daripada 3M Clinpro. Hasil penelitian ini juga telah mencapai tujuannya yaitu menghasilkan viskositas yang lebih rendah dibandingkan formulasi-formulasi sebelumnya. Hasil pengujian pH menunjukkan bahwa sampel memiliki nilai yang lebih asam, namun mendekati netral.

Dental caries is a dental disease that occurs due to enamel demineralization through the metabolism of sugar into acid by Streptococcus mutans bacteria . One solution to overcome this, especially in patients with a high risk of caries, is to apply topical fluoride using fluoride varnish (FV) because it contains 5% NaF or 22,600 ppm fluoride, per 100 grams of net weight. One of the components of FV is rosin which functions as a binder of the constituent materials and forms a protective layer on the teeth. The solvent commonly used in FV products is ethanol because it evaporates easily so it does not fade in the oral cavity after some time. However, if ethanol evaporates too quickly, either during production or in the mouth, it will leave a very thick FV. This study aims to evaluate the effect of modifying the composition of rosin supporting materials in the form of natural gum and additional solvents in FV on the amount of fluoride release, antibacterial properties, viscosity, and pH. The natural gums used come from four sources, namely gum arabic, gum  damar, gum tragacanth and propolis, while the solvent modifications used are propylene glycol (PG) and glycerin (GLY). The results obtained indicate that the formulation using natural gum materials cannot be implemented because FV becomes solid and hard. Meanwhile, the optimum solvent in FV was found in a combination of 6.25% PG + 6.25% GLY solvents. This FV has the highest cumulative fluoride release of 207.37 ppm, a bacterial inhibition zone diameter of 13.5 ± 0.75 mm, a viscosity value of 1358, ± 31.11 cp, and a pH value of 6.73 ± 0.06. In this study, statistical tests were also carried out using ANOVA and GLM which showed that the amount of fluoride release, although less than the 3M Clinpro White Varnish product , had a value that met the ISO 17730:2020 standard. The modified FV product also produced a larger diameter of the inhibition zone of Streptococcus mutans bacteria than 3M Clinpro. The results of this study have also achieved its goal of producing lower viscosity compared to previous formulations. The pH test results showed that the sample had a more acidic value, but was close to neutral."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Tri Yulian Prabowo
"Upaya yang dapat mencegah karies adalah dengan aplikasi bahan remineralisasi berupa topical fluoride yang dicampur dengan ekstrak daun ruku-ruku, dan daun sirih merah. Penggunaannya dapat meningkatkan kekerasan permukaan gigi dan menghambat bakteri penyebab karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan kekerasan email setelah pengaplikasin fluoride varnish eksperimental modifikasi daun ruku-ruku dan daun sirih merah. Spesimen gigi dibuat sebanyak 24 buah dan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok FV + daun ruku-ruku, FV + daun sirih merah, MI Varnish® Fresh Mint (GC, USA), dan kontrol, dilakukan tes kekerasan awal. Kemudian dilakukan perlakuan demineralisasi dengan perendaman saliva buatan (pH 4,5) selama 30 menit , sedangkan untuk fase remineralisasi dilakukan masing-masing kelompok dan perendaman dalam saliva buatan (pH 7) selama 6 jam, dan diletakkan pada suhu 370C. Setelah itu, setiap spesimen diukur kembali kekerasannya dengan alat Microhardness Tester (Shimadzu HMV-G21DT, Jepang), setiap fase demineralisasi dan remineralisasi. Hasil dari uji kekerasan didapatkan terdapat peningkatan yang tidak jauh berbeda dari masing-masing kelompok dengan peningkatan tertinggi pada gigi yang diberi dengan FV+ daun Ruku-ruku, kecuali pada kelompok kontrol yang tidak mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan bahwa FV + Daun Ruku-ruku dan dan FV + Daun Sirih Merah dapat meningkatkan kekerasan permukaan email seperti MI Varnish komersial

Efforts that can be made to prevent caries are the application of remineralization materials in the form of topical fluoride mixed with ruku-ruku leaves extract and red betel leaves. Its use can increase the hardness of the tooth surface and inhibit caries-causing bacteria. This study aims to determine the effect of increasing enamel hardness after the application of experimental fluoride varnish with modified ruku-ruku leaves and red betel leaves. 24 dental specimens were made and divided into 4 groups, namely the FV group + ruku-ruku leaves, FV + red betel leaves, MI Varnish® Fresh Mint (GC, USA), and control, All specimens were tested for initial hardness, and hardness after demineralization treatment by immersing in artificial saliva (pH 4.5) for 30 minutes at 370C. Furthermore, after application with FV + ruku-ruku leaves, FV + red betel leaves, and MI Varnish® Fresh Mint (GC, USA), the specimens were immersed in artificial saliva (pH 7) for 6 hours, 370C and then the final hardness measurement was taken. The test results showed no significant differences between the initial hardness, after demineralization, and after remineralization of the four groups. However, The teeth group that experienced highest increase in surface hardness were teeth treated with experimental fluoride varnish mixed with ruku-ruku leaves extract. It can be concluded that FV + Ruku-ruku leaves and and FV + Red Betel leaves can increase the surface hardness of the enamel like commercial MI Varnish"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library