Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Lumpur berbasis air rendah padatan dan tahan temperatur tinggi bagi pemboran di formasi serpih"
665 LPL 48:2 2014
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Ali Aripe
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
T39468
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Rosid
"ABSTRAK
Pemanfaatan keramik sebagai material alternatif selain logam, masih terus di kembangkan. Karena keramik memiliki sifat-sifat mekanik yang baik, seperti kekerasan dan ketangguhan yang tinggi serta stabilitas termal dan ketahanan aus yang tinggi serta stabilitas termal dan ketahanan aus yang tinggi pula. Keramik yang dibuat adalah dengan memadukan zeolit sebagai matrix, clay dan talk sebagai additiv. Zeolit adalah mineral anorganik yang istimewa karena strukturnya yang unik dan memiliki porositas yang teratur , tersusun atas Silikat SIO44- dan Alumina AlO45-. Zeolit banyak digunakan sebagai pengikat (binder) dengan kandungn alumina Al2O3. Silikat SiO4 dan H2O yang tinggi. Sedangkan Talc adalah mineral nonclay yang memiliki struktur kristal mirip dengan mineral clay. Talk berfungsi sebagai penstabil dimensi, penstabil temperatur dan juga sebagi whitewarebodies.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan talc terhadap sifat-sifat keramikhasil paduan zeolit, clay, dan tallc dengan komposisi clay yang tetap dan komposisi talc yang bertambah dari 5%-40%. Sedangkan komposisi zeolit yang berkurang dari 85%-50%. Proses pembentukan dilakukan dengan metode kompaksi (100.000N). Proses sintering dengan temperatur 1100 ºC selama 1 jam. Kemudian dianalisa pengaruh penambahan talc tersebut terhadap densitas, porositas dan kekerasan.
Hasil penelitian menunjukkan penambahan talc cenderung meningkatkan kekerasan. Pada komposisi (20% Talc; 10% Clay; 70% zeolit) dicapai kekerasan tertinggi sebesar 536 VHN, menaikan densitas dan menurunkan porositas. Porositas tertinggi dicapai pada komposisi (40% talc;10% clay;50% zeolit) sebesar 51,43 %. Dengan karakteristik yang ada diharapkan dapat digunakan pada industri keramik yang memanfaatkan kekerasan atau porositas yang optimal sebagai membran keramik.

"
2001
S41542
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Iqbal Alfikri
"Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah menghasilkan nilai densitas propelan komposit 1,67gr/cm3 . Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan nilai densitas dari volume pengepakan menggunakan model Sphere Packing Volume (SPV) dengan memvariasikan ukuran partikel dan dengan asumsi bahwa partikel penyusun berbentuk bola. Material yang digunakan adalah Amonium Perklorat (AP) berukuran 50 dan 400 mikrometer, Aluminium (Al) berukuran 10 dan 30 mikrometer, Hydroxylterminated Polybutadiene (HTPB), dan Toluene Di isocyanate (TDI). Rasio total massa campuran dalam gram AP dan Al adalah 4:1 untuk menghasilkan energi tertinggi. Rasio AP 50 dan 400 digunakan pada setiap ukuran Al untuk memperoleh nilai SPV berdasarkan Tap Density dan densitas teoritis bahan. Pembuatan propelan komposit mengacu kepada nilai SPV. Sampel dengan nilai volume pengepakan tertinggi menghasilkan nilai Impulse Specific Vacuum Level (ISP) 278,7s, nilai energi pembakaran 7,46J/gr, nilai densitas teoritis 1,75gr/cm3 , nilai densitas aktual 1,74gr/cm3, dan rasio teoritis/aktual 99,30%, nilai kekerasan 90,88 Shore A untuk permukaan atas dan 92,88 Shore A untuk permukaan bawah. Pada eksperimen ini, nilai densitas aktual mengikuti nilai densitas teoritis. Model SPV ini dapat digunakan dalam pembuatan formulasi propelan komposit dan meningkatkan metode proses propelan.

The National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN) has produced a density value of composite propellant of 1,67gr/cm3. The purpose of this research was to increase the density value of the packing volume using the Sphere Packing Volume (SPV) model by varied the particle size and an assumption was taken that the constituent particles were spherical. The materials used were Ammonium Perchlorate (AP) 50 and 400 micrometer, Aluminum Powder (Al) 10 and 30 micrometer, Hidroxylterminated Polibutadiene (HTPB), and Toluene Di Isocyanate (TDI). The ratio of total AP and Al of 4:1 to produce the highest energy. The ratio of AP 50 and 400 was carried out for each Al size to obtain SPV value based on tap density and density theoretical of materials. The manufacture of composite propellant was based on the SPV value. The sample with the highest packing volume value produced the Impulse Specific Vacuum Level (ISP) of 278,7s, highest energy value of 7,46J/gr, theoretical density of 1,75gr/cm3, the actual density of 1,74gr/cm3, and ratio of theoretical/actual was 99,30%, and hardness of 90,88 Shore A for top surface and 92,88 Shore A for bottom surface. The actual density of this experiment agreed well with the standard value. Sphere Packing Volume model can be used in making a composite propellant formulation design and improving the propellant process method."
Depok: Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riski Winner Lorenzo
"Perhitungan ketinggian slag nikel di dalam Electric Arc Furnace (EAF) dapat dipengaruhi dari densitas yang dimiliki oleh slag tersebut. Slag nikel terdiri dari berbagai elemen penyusun dengan komposisi kadar yang berbeda-beda dan hal ini dapat mempengaruhi perilaku nilai densitas. Sejumlah rangkaian dilakukan dengan melibatkan mesin X-Ray Fluorosence (XRF) untuk mengetahui kadar komposisi dari setiap elemen dan perhitungan densitas dengan metode perhitungan densitas cair. Variasi yang digunakan dalam penelitian adalah Al2O3 dan SiO­2 dengan temperatur yang dianggap konstan yaitu ±1520oC. Hasil pengujian menyatakan bahwa kenaikan kadar komposisi Al2O3 menyebabkan kenaikan nilai densitas namun sebaliknya kenaikan kadar komposisi SiO2 menyebabkan penurunan nilai densitas. Hasil pengujian juga menyatakan bahwa kenaikan densitas dapat menyebabkan penurunan dari ketinggian slag di dalam proses smelting.

The calculation of nickel slag level in Electric Arc Furnace (EAF) can be affected by the density of the slag itself. Nickel slag consists of various constituent elements with different content compositions and thus can affect the behavior of the density values. Experimental works are carried out by involving an X-Ray Fluorence (XRF) machine to determine the composition of each element and calculating the density using the liquid density calculation method. The variations used in this research are Al2O3 and SiO2 with a temperature that is considered to be constant at ±1520oC. The test results state that an increase of Al2O3 composition can cause an increase of the density value but conversely an increase of the SiO2 composition can cause a decrease of the density value. The test results also state that an increase of nickel slag density can cause a decrease of slag level in the smelting process.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"flokulasi suspensi kaolin tanah liat dengan modifikasi hidrofobik kopolimer akrilamida kationik telah diteliti. dalam studi ini, modifikasi hidrofobik kopolimer akrilamida kationik disintesis dengan larutan kopolimer akrilamida ."
631 BLI 48:3 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Characterization of pellet mixture of oxyde uranium and oxyde zirconium that is sintering process product. Characterization of nixture pellet UO2 and ZrO2 result of sintering process has been done as a mean to knows hardness character , microstructure, grain size and pellet density...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Fachreza
"Semburan lumpur pada berbagai daerah di Indonesia telah mendapatkan perhatian sebab bertambahnya titik semburan. Bencana tersebut berdampak negatif pada kelangsungan ekosistem sekitar. Penggunaan pipa untuk mengalirkan lumpur menuju penampungan atau lahan kosong bisa dilakukan sebagai salah satu cara penanggulangan bencana, tetapi permasalahan-permasalahan dalam pengaliran slurry seperti munculnya pengendapan masih dapat terjadi. Study terkini tentang pengaliran slurry menggunakan pipa spiral menunjukkan hasil yang lebih efisien dibandingkan pipa bulat biasa. Namun penggunaan pipa spiral mampu meminimalisir pengendapan pada bagian dasar pipa, disebabkan oleh bentuk geometri pipa yang membentuk pola aliran tangential mengikuti bentuk dinding pipa. Maka dari itu paper ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik aliran mud slurry secara reological pada pipa spiral dengan beberapa konsentrasi berat, yaitu 20 CW, 30 CW, dan 40 CW. Lalu membandingkannya dengan perubahan massa hasil pengukuran. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan aliran mud slurry dalam pipa spiral ber-ratio P/Do = 7.3 dan 3.1 serta sebuah pipa bulat berdiameter 40 mm. Pengambilan data dilakukan dengan memvariasikan kecepatan aliran dengan mengatur besar sudut bukaan valve dari sudut 0o hingga 90o sebanyak 20 titik. Agar didapatkan ragam nilai Pressure drop, flow rate, serta perubahan jumlah massa padatan. Selanjutnya data hasil uji diolah menggunakan dasar ilmu Rheology dan memplotnya pada grafik.

A mud eruption in various regions in Indonesia has received attention because of the increase in burst points. The disaster had a negative impact on the sustainability of the surrounding ecosystem. The use of pipes for flowing mud into a reservoir or vacant land can be done as a method of disaster management, but problems in slurry flow such as the appearance of precipitation can still occur. Recent studies on slurry drainage using spiral pipes show more efficient results than ordinary round pipes. The use of spiral pipes can minimize deposition at the bottom of the pipe, caused by the geometry of the pipe which forms a tangential flow pattern following the shape of the pipe wall. Therefore the present study aims to examine the characteristics of reological mud slurry flow in spiral pipes with several heavy concentrations, namely 20 CW, 30 CW, and 40 CW. Then compare it with the change in mass of the measurement results. The method used is to compare the flow of mud slurry in the spiral pipe ratio P / Do = 7.3 and 3.1 and a round pipe with a diameter of 40 mm. Data retrieval is done by varying the flow speed by adjusting the valve opening angle from 0o to 90o from 20 points. In order to obtain a variety of pressure drop, flow rates, and changes in the amount of solid mass. Then the test results data are processed using the basis of Rheology and plot it on the graph."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lilies Dwi Sulistyani
"Tujuan: Penelitian ini menganalisis hubungan faktor determinan terhadap densitas mandibula dan pengaruhnya terhadap penyembuhan luka ekstraksi.
Metode: Penelitian pertama potong-lintang dengan wawancara, pemeriksaan klinis, radiologis dan laboratoris. Penelitian kedua kohort prospektif dengan pemeriksaan klinis dan radiologis.
Hasil: Faktor determinan pada densitas mandibula adalah: lama menopause, kadar estradiol, kadar osteoprotegerin, dan polimorfisme gen OPG G1181C. Terdapat perbedaan bermakna penurunan tinggi soket antar densitas mandibula saat awal sampai delapan minggu pasca ekstraksi.
Kesimpulan: Model dapat menjelaskan densitas mandibula sebesar 46,90%. Densitas mandibula berpengaruh terhadap penurunan tinggi soket pada penyembuhan luka ekstraksi saat awal sampai delapan minggu pasca ekstraksi.

Objective: To analyze the correlation of mandible density determinant factors and its effect in extraction wound healing. Methods: First study was cross-sectional study by interview, clinical, radiology, and laboratory assessment. Second study was prospective cohort by clinical and radiology assessment.
Results: Deteminant factors in mandible density are menopause length, estradiol, osteoprotegerin, and OPG (G1181C) gene polymorphism. There is significant difference between socket height levels in mandible density from the beginning until eight weeks after extraction.
Conclusion: Model described mandible density 46.90%. Mandible density has effect on socket height levels in extraction wound healing from the beginning until eight weeks after extraction.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2014
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khairunnisa Nazhifah Yudyawati
"ABSTRACT
Pada tahun 2016, Koulali et al., Menyelidiki tingkat kesalahan aktif di Jawa, dan dikatakan bahwa ada kesalahan aktif Baribis yang melintasi dan melewati beberapa kecamatan di Jakarta Selatan. Selain itu, Jakarta adalah salah satu kota metropolitan dan memiliki populasi dan infrastruktur yang padat, sehingga keamanan kota perlu dipertimbangkan terutama untuk potensi bencana alam. Salah satu cara adalah untuk mengidentifikasi potensi adanya kesalahan di Jakarta dengan fokus pada identifikasi adalah kesalahan Baribis yang dikatakan berada di seberang Jakarta Selatan. Penelitian dengan data gravitasi primer menggunakan metode MS-SVD yang didukung oleh metode MS-HDVD adalah metode yang baik untuk mengidentifikasi kesalahan. Penelitian ini juga melakukan metode pemodelan ke depan 2D untuk menentukan gambar cross-sectional dari permukaan bawah tanah dan besarnya atau kontras kepadatan di wilayah Jakarta. Sesar Baribis diperkirakan relatif Timur-Barat, sehingga jalur yang dibuat adalah Utara-Selatan. Pemrosesan dilakukan dengan membuat peta CBA kemudian melanjutkan ke atas kemudian melakukan metode SVD. Mengiris data diambil di peta SVD. Dengan MS-SVD, karakteristik patahan juga dikenal sebagai arah dan besarnya kemiringan. Metode MS-HDVD juga mendukung adanya kesalahan dalam data MS-SVD. Dengan metode MS-SVD dan MS-HDVD, ada atau tidaknya Baribis diketahui. Seperti halnya model 2D Jakarta, dapat dilihat juga potensi bahaya DKI Jakarta dengan melihat kontras kepadatannya.

ABSTRACT
In 2016, Koulali et al., Investigated the level of active error in Java, and it was said that there was an active Baribis error that crossed and passed through several sub-districts in South Jakarta. In addition, Jakarta is a metropolitan city and has a dense population and infrastructure, so city security needs to be considered especially for potential natural disasters. One way is to identify potential mistakes in Jakarta with a focus on identification is Baribis errors which are said to be across from South Jakarta. Research with primary gravity data using the MS-SVD method supported by the MS-HDVD method is a good method for identifying errors. This study also conducted a 2D forward modeling method to determine cross-sectional images of the underground surface and the magnitude or contrast density in the Jakarta area. The Baribis Fault is estimated to be relatively East-West, so the route made is North-South. Processing is done by making a CBA map then proceed to the top then do the SVD method. Slicing data is taken on SVD maps. With MS-SVD, the fault characteristic is also known as the direction and magnitude of the slope. The MS-HDVD method also supports errors in MS-SVD data. With the MS-SVD and MS-HDVD methods, the presence or absence of Baribis is known. Like the Jakarta 2D model, it can also be seen the potential danger of DKI Jakarta by looking at its contrast density."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>