Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Neni Nuraeni
"Dental fusion is the most common problem seen in the primary dentition. The incidence of dental fusion was approximately 0,5 % for deciduous dentition and 0,1% for permanent dentition. Fusion may be complete or incomplete. Its etiology was related to genetic or local factor. These anomaly could result in dental caries, esthetic problem, periodontal disease, dental malocclusion, and hypodontia in permanent dentition. Treatment of fused teeth depends on the location and the extent of fusion. This report describes an incomplete dental fusion wilh dentinal caries occurred on 72 and 73 while 32 was agenesis. The purpose of the treatment was to improve the esthetic performance and subsequently to keep the teeth until the exfoliation time. After the restoration of 72 and 73, the patient feel satisfied."
Jakarta: Journal of Dentistry Indonesia, 2006
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Emyda Djauhari S.
"Resorpsi apikal akar pada perawatan ortodonti adalah suatu hal yang biasa terjadi, tapi hal ini secara klinis tidak bermakna. Resorpsi apikal akar tidak baik untuk fungsi dan retensi apabila resorpsi akar sudah mencapai setengah dari panjang akar. Keadaan seperti ini dapat berpengaruh terhadap kestabilan dari hasil akhir perawatan ortodonti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan, bahwa perawatan ortodonti dengan tehnik Begg tidak menyebabkan resorpsi pada apikal akar gigi molar satu bawah, yang dipakai sebagai penjangkar. Sampel penelitian diambil dari 23 kasus maloklusi kelas 1 dan kelas II. Data diolah dengan uji student t- test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, terjadinya pemendekan panjang akar gigi pada sebagian sampel, sebelum dan sesudah perawatan . Ini berarti terjadi resorpsi akar gigi, akan tetapi perbedaan panjang akar gigi tersebut secara statistik tidak berrnakna."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The primary tooth with caries process could be abscess and became non-vital inflammation of the pulp tissue extents into the root canals. An effort to maintain the non-vital primary teeth with fistula is
pulpectomy. The primary tooth pulpectomy is a common clinical procedure. The choice of filling material and antibacterial properties against organism to inhabit infected primary root canal is important. The choice of filling material is zinc oxide eugenol and antibacterial medicament is formocresol. One appointment formocresol pulpectomy procedure is indicated when inflammation of the pulp tissue
extend into the root canals, and possibly involves the periapical and/or bifurcation area. ln this case, after treatment with one-appointment formocresol pulpectomy in non-vital incisive lateral primary tooth with
fistula is successful in one and eight months. This procedure provides an alternative to extraction and space maintenance when the pediatric dentist encounters a non-vital primary tooth."
Journal of Dentistry Indonesia, 2003
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Diajeng Ayuningtyas Dewi
"ABSTRAK
Persamaan regresi Tanaka-Johnston merupakan metode analisis ruang periode gigi bercampur yang banyak digunakan, namun keakuratannya masih diragukan pada ras yang berbeda. Tujuan: Mengembangkan modifikasi persamaan Tanaka-Johnston untuk anak Indonesia Deutero-malayid. Metode Penelitian: Pencetakan model studi pada 190 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran lebar mesiodistal gigi menggunakan kaliper digital pointed-jaw dengan keakuratan 0,01mm. Hasil: Terdapat perbedaan ukuran gigi antara laki-laki dan perempuan, sedangkan tidak berbeda antara regio kanan dan kiri. Ukuran mesiodistal gigi kaninus-premolar anak Indonesia Deutero-malayid menunjukkan perbedaan terhadap hasil persamaan Tanaka-Johnston. Kesimpulan: Untuk anak Indonesia Deutero-malayid, persamaan SarViD lebih tepat diimplementasikan dibandingkan persamaan Tanaka-Johnston.

ABSTRACT
Tanaka Johnston regression equation is widely used mixed dentition analysis, however the accuracy is questionable when used in different racial groups. Aim To develop Tanaka Johnston equation modification in Indonesian Deutero malayid children. Method The mesiodistal tooth widths of 190 model study were measured using digital caliper pointed jaw with accuracy 0,01mm. Results There were mesiodistal tooth width differences between male and female, and no differences between right and left region. The actual size of canine premolar Indonesian children show differences with the predicted size from Tanaka Johnston equation. Conclusion For Indonesian Deutero malayid children, SarViD regression equation were more accurate to be implemented than Tanaka Johnston equation."
2016
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mailani Wulandari
"Asuhan Keperawatan Kerusakan Gigi Melalui Tindakan Oral Hygiene Menggunakan Larutan Garam dan Sodium Bicarbonate Di Panti Sosial Tresna WerdhaPeningkatan jumlah penduduk di perkotaan memicu timbulnya masalah kesehatan terutama pada kelompok rentan yang salah satunya adalah populasi lansia. Masalah kesehatan yang sering terabaikan pada lansia adalah masalah kesehatan gigi dan mulut. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menganalisis hasil praktik klinik pada lansia dengan masalah kerusakan gigi melalui intervensi oral hygiene menggunakan larutan air garam dan sodium bicarbonate. Praktik klinik dilakukan di PSTW Budi Mulia 1 Cipayung selama tujuh minggu terhadap tiga orang lansia dengan melakukan intervensi oral hygiene dengan menggunakan sendok teh garam dan sendok teh sodium bicarbonate yang dilarutkan dalam 250 ml air hangat dan dilakukan minimal dua kali sehari. Hasil akhir pengukuran status oral health pada lansia menggunakan Oral Health Assessment Tool OHAT menunjukkan adanya peningkatan status kesehatan mulut, seperti tidak adanya sisa makanan, plak, mukosa lembab, lidah bersih dan berwarna merah muda serta nyeri yang berkurang. Selain itu, didapatkan peningkatan nafsu makan dan status mental terutama pada komponen mengingat. Diharapkan adanya peran serta dari perawat dan care giver untuk membantu lansia melakukan oral hygiene dan mencuci mulut dengan larutan garam dan sodium bicarbonate minimal dua kali sehari guna meningkatkan status kesehatan mulut dan kualitas hidup lansia.

Nursing care of Elderly with Impaired Dentition Through The Action of Oral Hygiene Using A Solution of Salt Water and Sodium Bicarbonate at Elderly Social InstitutionDensity of population in urban areas triggered the onset of health problems especially on vulnerable groups, one of which is the elderly population. Health problems that are often neglected in the elderly is the oral health problems. The purpose of this case study is to analyze the results of the clinical practices on the elderly with the problem of impaired dentition through the intervention of oral hygiene by using a solution of salt water and sodium bicarbonate. Clinical practice was performed at Elderly Social Institution Budi Mulia 1 Cipayung for seven weeks against three elderly people intervene with oral hygiene and wash the mouth using a teaspoon salt and teaspoon of sodium bicarbonate that dissolved in 250 ml of warm water and conducted a minimum of twice a day. The final results of the measurements of oral health status in the elderly using Oral Health Assessment Tool OHAT showed an increase in oral health status. In addition, there was an increase in appetite and mental status, especially in the recall component. It is expected that the participation of nurses and care giver to help elderly perform oral hygiene and washing the mouth with salt and sodium bicarbonate solution at three times a week to improve the oral health status and quality of life of the elderly."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Amira Fathidzkia Asmas
"Lansia yang tinggal di perkotaan maupun institusi memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami kerusakan gigi. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah melaporkan asuhan keperawatan pada lansia dengan kerusakan gigi di PSTW Budi Mulia 01 Cipayung menggunakan intervensi unggulan oil pulling. Oil pulling merupakan proses dimana minyak dikumur di mulut serupa dengan penggunaan pencuci mulut. Intervensi ini dilakukan sekali setiap hari menggunakan virginia coconut oil VCO dengan durasi 10-20 menit dan dilakukan 1 jam sebelum atau sesudah makan. Setelah 30 hari melakukan intervensi oil pulling didapatkan hasil skor Oral Hygiene Index menurun dari 4.1, yang menunjukkan tingkat kebersihan buruk, menjadi 2.9 yang artinya tingkat kebersihan sedang. Intervensi ini tidak memerlukan banyak biaya, dapat dilakukan dengan mudah, dan tidak menimbulkan efek samiping sehingga dapat menjadi alternatif kegiatan yang dilakukan di panti untuk mencegah bahkan mengurangi masalah kerusakan gigi.

Elderly who live in urban area as well as insitutions have a high risk to experience tooth decay. Tooth decay, or in nursing term called impaired dentition, defined as a condition in which the person has dental caries, halitosis, excessive oral calculus, excessive oral plaque, and other oral problems. This final scientific paper aims to report the nursing care in elderly with impaired dentition at PSTW Budi Mulia 01 Cipayung using an oil pulling as a prime intervention. Oil pulling is the process where oil is being gargled in the mouth similar to the use of mouthwash. This intervention is done using once a day using VCO for about 10 20 minutes at 1 hour before or 1 hour after meals. After 30 days intervention, the Oral Hygiene Index score decreased from 4.1 poor oral hygiene level to 2.9 moderate oral hygiene level . This intervention does not cost much, does not cause side effects, and can be done easily so it can be an alternative activity in the nursing home in order to prevent tooth decay."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Syifa Humaira
"Salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan oleh lansia adalah sakit gigi. Gigi merupakan salah satu bagian dalam rongga mulut. Proses penuaan pada lansia mempengaruhi perubahan fungsional pada rongga mulut. Masalah keperawatan yang menggambarkan penurunan kesehatan rongga mulut yaitu kerusakan gigi. Salah satu intervensi keperawatan untuk megatasi masalah kerusakan gigi pada lansia kelolaan adalah Program Perawatan Kesehatan Mulut dengan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung ekstrak daun sirih. Program Kesehatan Mulut dilakukan dua kali dalam enam hari selama lima minggu. Tujuan dari penulisan ini yaitu memaparkan hasil asuhan keperawatan pada lansia kelolaan di PSTW Budi Mulia 1 Cipayung, DKI Jakarta dengan instrumen evaluasi berupa OHAT Oral Health Assessment Tools dan OHIP-14 Oral Health Impact Profile-14 . Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa klien mengalami penurunan skor OHAT dan OHIP-14 dalam beberapa komponen penilaian. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan status kesehatan mulut lansia. Program Perawatan Kesehatan Mulut dilakukan selama 5 minggu 30 hari dengan durasi 15-20 menit tiap harinya untuk meningkatkan status kesehatan mulut klien
One of common health problems that often complained by the elderly is toothache. Teeth are a part of the oral cavity. The aging process in the elderly affects functional changes in the oral cavity. Nursing problem that describe oral health derivation is impaired dentition. One of the nursing interventions which adress to the problem of impaired dentition in elderly is the Oral Health Care Program with toothpaste and mouthwash contained of betel leaf extract. Oral Health Care Program is done twice a day in six days for five weeks. The purpose of this research is to describe the results of nursing intervention in the elderly at PSTW Budi Mulia 1 Cipayung, DKI Jakarta with evaluation instruments in the form of OHAT Oral Health Assessment Tools and OHIP-14 Oral Health Impact Profile-14 . The result shows a derivation in OHAT and OHIP-14 scores for some assessment components. It indicates there is an improvement in oral health status. Oral Health Care Program is conducted for 5 weeks 30 days with a duration of 15-20 minutes each day to improve the client rsquo;s oral health status"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
Pr-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover