Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 38 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fadhilatunnisa
"ABSTRAK
Pemanfaatan perawatan nifas dalam dua hari di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur masih menjadi yang terendah dibandingkan dengan provinsi lain seluruh Indonesia berdasarkan hasil SDKI tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan pemanfaatan perawatan nifas dalam dua hari pada ke-5 Provinsi tersebut. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan data sekunder SDKI 2017. Populasi dan sampel penelitian ini adalah Wanita Usia Subur 15-49 tahun yang memiliki anak dengan 2 tahun kelahiran hidup. Analisis dilakukan dengan uji chi square untuk melihat hubungan antara variabel independent dengan dependen. Hasil penelitian didapatkan rata-rata ke-5 provinsi sebesar 67% dalam memanfaatkan perawatan nifas dalam dua hari. Didapat juga faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perawatan nifas adalah status pekerjaan, kunjungan ANC, pendidikan, pengetahuan komplikasi nifas, status ekonomi, tempat persalinan, penolong persalinan, urutan kelahiran, status perencanaan kehamilan, dan komplikasi persalinan. Kementerian Kesehatan serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perlu meningkatkan cakupan kunjungan perawatan nifas oleh tenaga kesehatan berkompeten bagi ibu yang bersalin dirumah, kemitraan dengan penolong persalinan tradisional, promosi kesehatan tentang bahaya komplikasi nifas, dan edukasi penggunaan KB pasca persalinan.

ABSTRACT
Utilization of postnatal care in the provinces of Papua, West Papua, Maluku, North Maluku and East Nusa Tenggara is still the lowest compared to other provinces throughout Indonesia. The purpose of this study was to determine factors that associated with postnatal care utilization on the fifth province. The study used a cross sectional method with secondary data of the 2017 IDHS. The population and sample of this study were Reproductive Age Women 15-49 years old who had children with 2 years of live births. Analysis was performed with the chi square test to see the relationship between the independent and dependent variables. The results obtained an average postnatal utilization of 5 provinces is almost close to 67%. The factors that influence utilization of postnatal care are occupation status, ANC visit, education, knowledge of postnatal complications, economic status, place of delivery, birth attendants, birth order, pregnancy planning status, and delivery complications. This study suggest Ministry of Health and National Family Planning Coordinating Agency (BKKBN) to increase postpartum care visits by skilled health workers for women who give birth at home, partnerships with traditional birth attendants, increase health promotion about the dangers of childbirth complications, and increase education on postpartum birth control use."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Restu Adya Cahyani
"Inisiasi Menyusui Dini (EBI) di Indonesia, sebagai upaya optimalisasi eksklusif menyusui dan mengurangi kematian neonatal, menunjukkan peningkatan cakupan pada 2017 sebesar 57%. Meskipun demikian, masih ada kesenjangan di beberapa provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasinya di Indonesia. Ini kuantitatif Penelitian dengan desain cross-sectional didasarkan pada data sekunder SDKI pada tahun 2017. The Hasil analisis menunjukkan bahwa ibu yang melahirkan dengan persalinan normal metode 2,3 kali (95% CI: 1,79 - 2,84; p-value = 0,000) lebih mungkin untuk dilakukan lebih awal inisiasi menyusui dibandingkan dengan ibu yang melahirkan dengan operasi caesar metode. "
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mayanti Mahdarsari
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
610 JKI 19:3 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Asep Surahman
"Masalah kematian maternal dan noenatal masih merupakan masalah pokok yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, dimana AKI di Indonesia tahun 2005 sebesar 262 per seratus ribu kelahiran hidup. Salah satu penyebab kematian tersebut akibat masih rendahnya cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan dan masih tingginya persalinan ditolong oleh tenaga non kesehatan (dukun bayi). Proporsi angka cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Garut tahun 2006 adalah 67,4% sementara sisanya oleh dukun bayi. Pencapaian tersebut tidak sejalan dengan pencapain hasil cakupan K4 pada tahun yang sama sebesar 85,4%, hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kedua hasil cakupan tersebut. Idealnya, kenaikan cakupan K4 diikuti pula oleh kenaikan cakupan persalinan. Kesenjangan tersebut telah mengindikasikan telah terjadinya unmet need persalinan, yaitu ketidaksesuaian antara keinginan dengan kenyataan mengenai tenaga penolong persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan unmet need persalinan di Kabupaten Garut tahun 2007. Penelitian menggunakan data sekunder dari hasil survei data dasar pengembangan model pelayanan kesehatan neonetal esensial di Kabupaten Garut tahun 2007 oleh Pusat Penelitian Kesehatan (PPK-UI) dan Pusat Kajian Promosi Kesehatan FKM-UI. Metode penelitian adalah Cross Sectional, dengan populasi adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi 0-11 bulan yang tinggal menetap di 10 Kecamatan di Kabupaten Garut. Sampel yang berjumlah 246 orang, diambil menggunakan metode cluster probability proportionate size. Hasil penelitian menunjukkan dari 246 responden yang mempunyai keinginan untuk melahirkan oleh tenaga kesehatan 21,1% terjadi unmet need persalinan dan 78,9% sesuai dengan keinginannya (met need). Paritas merupakan faktor yang berhubungan dengan unmet need persalinan (p = 0,049), dimana iu yang mempunyai paritas tinggi berpeluang 2 kali untuk unmet need persalinan dibandingkan dengan ibu yang mempunyai paritas rendah setelah dikontrol oleh faktor pendidikan ibu, status ANC dan status ekonomi (OR = 2, 95% CI = 1,0 ? 3,8). Berdasarkan hal di atas, disarankan untuk lebih meningkatkan kegiatan KIE pada saat pemeriksaan kehamilan (ANC) sehigga pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan, persalinan dan KB dapat lebih meningkat, disamping meningkatkan kegiatan penyuluhan kesehatan secara berkesinambungan kepada masyarakat, terutama tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan.

The problem of neonatal and maternal deaths.is still the main problem faced by indonesian people, where the maternal death rate in Indonesia, in the year of 2005 was 262 per one hundred thousand of living birth.one of the mentioned death causes was that the child-birth coverage carried out by medical workers was still low and child- birth performed by non medical workers was still high. The percentage of child-brith coverage rate by medical workers in Garut regency in 2006 was 67,4 % meanwhile the rest was performed by conventional midwives. The mentioned achievement was not in accordance with that of the result of K4 coverage in the same year as much as 85,4 %, this case showed the presence of discrepancy between both mentioned coverage results.ideally, the raise of K4 coverage should have been followed by the raise of child-birth coverage as well. This discrepancy had indicated that unmet need child-birth had occured, that is the unconformity between desire and fact concerning medical workers for child- birth. The objectives of this research is to recognize the determinant of unmet need of child- birth in Garut regency in 2007.The kind of the research used secondary data from the result of base data survey for the development of essential neonatal health service model in Garut regency in the year of 2007 performed by Health Research Centre ( PPK-UI ) and Health Promotion Study Centre of FKM-UI.the method of the research is Cross Sectional . Population consists of the women having 0-11 month babies who settle in ten sub-districts with sample selection follows the method of 30 cluster, cluster is the rural-district with dursion criteria based on the number of population (probability proportionate size). by using c-survey, it is obtained 30 rural- districts, later 16 women are selected at random from every rural-district so that it fulfills the sample of 640 people. The number of respondents who fulfill criteria of unmet need child-birth is 246 people. The result of the research shows that from 246 respondents who have desire to give birth to by medical workers, 21.1% is unmed need child-birth and 78,9% is in accordance with their desire (met need) that is medical workers as the helper of child-birth. The result of statistics test shows significantcorrelation between parity and unmet need child-birth (p=0.049). In the meantime, the result of valid final modeling is model without interaction, later the most dominant factor as the determinant of unmet need child-birth is parity with the value of odds ratio as much as 2.0 respectively after being controlled by the factors of mothers education, ANC status and economics status (OR = 2, 95% CI = 1,0 ? 3,8). Based on the case above, it is suggested that the effort of health promotion program raise need to be performed by having health guidance acturties continuously to the community about reproduction health especially in the case of recognition towards child-birth danger signal. One of them is to raise the acturty of KIE at the time of pregnancy examination which along this time it forms education facility to improve mothers knowledge concerning their pregnancies and child-births."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2008
T33636
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lumban Tobing, Muhammad Syareza
"Penelitian di berbagai negara telah menemukan adanya determinan politik dibalik penentuan dana alokasi antar pemerintah. Tujuan ini seringkali berlawanan dari tujuan normatif yang semestinya menjadi prioritas utama dari pemerintah pusat. Mekanisme institusi politik di Indonesia menimbulkan insentif terhadap permainan politik dibalik penentuan alokasi dana antar pemerintah, khususnya untuk proyek ? proyek yang menghasilkan aset tetap. Untuk membuktikan keberadaan faktor ? faktor politik tersebut, digunakan beberapa model yang berusaha menunjukkan determinan politik pada Dana Alokasi Umum, Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

Several research across countries has empirically found that there are political factors that influences the flow of intergovernmental transfers These factors are often in contest with the normative goals of such transfers that is supposed to be the main priority of governments In the case of Indonesia the existing political institutions creates an incentive for competition among political parties to fix the outcomes of transfers especially those leading to the creation of fixed assets In order to prove the existence of these political factors this research will develop empirical models of Dana Alokasi Umum Dana Dekonsentrasi and Dana Tugas Pembantuan that is imbued with political variables."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
S46310
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dillon Zufri
"Sistem pemerintahan yang terdesentralisasi dikatakan mempunyai dampak yang lebih baik dalam penyampaian pelayanan publik karena pemerintah menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Dengan kedekatan ini, maka penyediaan barang publik akan sesuai dengan preferensi masyarakat, sehingga nantinya akan lebih efisien. Kedekatan ini ditunjukan oleh pengalihan berbagai tugas pelayanan publik kepada pemerintah daerah, dimana salah satunya adalah bidang pendidikan.
Namun, temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa proporsi belanja pendidikan yang dianggarkan oleh pemerintah daerah tidak signifikan mempengaruhi partisipasi sekolah SMP yang saat ini menjadi salah satu tujuan pemerintah dalam Wajib Belajar Sembilan Tahun. Selain itu, besaran proporsi belanja pendidikan yang dianggarkan terbukti lebih bergantung kepada besaran transfer untuk urusan pendidikan dari pusat, dibandingkan dengan kebutuhan masyarakatnya.

In theory, decentralization holds the promise of better provision of public goods and services that are adjusted to local needs and conditions because of the increased proximity between policy makers and their constituents, thus contributing to greater efficiency. This proximity is reflected in the transfer of various public services to local governments, including those related to education.
However, this study shows that the proportion of education expenditures budgeted by local government does not significantly affect affect participation at the junior secondary level, a major component of achieving the nine-years compulsory education goal set by government. In addition, the share of the education in local govermnemt budgets is found to be strongly dependent on transfers from central government instead of being a function of the needs of local communities."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S46137
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Isbandi Rukminto Adi
"ABSTRAK
Peningkatan angka penyalahguna zat dari tahun ke tahun menunjukkan gambaran yang oukup 'memprihatinkan' bagi para pembuat kebijakan. Oleh karena itu, Presiden Soeharto dalam perterauannya dengan Menko Polkam menyatakan keprihatinannya terhadap peredaran obat-obatan dan minuman keras di kalangan anak muda. Apalagi Indonesia saat ini bukan lagi menjadi transit perdagangan narkotika Internasional, tetapi sudah menjadi kawasan yang dituju oleh pedagang narkotika itu. Oleh karena itu, Presiden juga menginstruksikan agar j ajar an Polkaio segera melakukan tindakan pencegahan(Republika 1994:1). Adanya kecenderungan peningkatan angka penyalahguna 2at di Indonesia, serta semakin meningkatnya tindak kriminal yang secara tida-k langsung terkait dengan penyalahgunaan zat dewasa ini, maka dalam tesis ini dicoba dikaji variabel-variabel yang terkait dengan terbentuknya perilaku individu dalam menggunak*n zat. Variabel-variabel yang menjadi independen Variabel dalam hubungan antara faktor yang memungkinkan munculnya suatu perilaku dengan munculnya suatu perilaku tertentu adalah: niat individu untuk menggunakan zat; konsep diri; dukungan teman sepermainan; kepaduan dalam keluarga; serta keterjangkauan cara dan inforraasi untuk menggunakan zat dalam kaitan dengan tingkat keterlibatan individu sebagai pengguna zat.
Berdasarkan temuan di lapangan, ada hal yang cukup mengkhawatirkan bagi para guru ataupun mereka yang terlibat dalam upaya menanggulangi penggunaan zat di kalangan remaja yaitu mudahnya para remaja tersebut mendapatkan obat dan narkotika .(termasuk didalamnya minuman keras). Dari hasil lapangan juga tampak bahwa dukungan teman sepermainan untuk menggunakan zat menjadi variabel yang amat penting untuk dipertimbangkan dalam rangka membangun strategi untuk menanggulangi penyalahgunaan zat di kalangan remaja, terutama remaja-remaja di kota-kota besar. Hal ini perlu dipertimbangkan karena lebih dari 68% sumber para remaja mendapatkan obat dan narkotika "
1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Faktor kesulitan ekonomi, kemisskinan dan kondisi geografis yang relatif terpencil dari sentral -sentral ekonomi di propinsi Jawa Timur, merupakan salah satu faktor determinan migrasi kerja yang dilakukan oleh sebagian penduduk Pulau Kangean ke Negara Malaysia...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Hanumah Basalim
"Wanita yang mengalami menarche dini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker payudara dibandingkan wanita dengan menarche normal. Tujuan penelitian mengetahui determinan menarche dini Siswi SMP X di Jakarta Tahun 2009, dengan menggunakan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan uji regresi logistic dan uji interaksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormonal adalah faktor dominan (B=2,6; p= 0,005, OR= 12,97) yang mempengaruhi terjadinya menarche dini. Disarankan tinggi badan dipakai untuk salah satu skrining kanker payudara.

Woman who had early menarche has higher risk to get breast cancer compare to woman who had normal menarche. Purpose of this cross sectional study is to know determinant of early menarche in Junior High School X student, year 2009. Logistic regression and interaction test were statistic methods for data analysis.
Result showed hormonal was a dominant factor that influence early menarche (B=2,6; p= 0,005; OR: 12,97). It was suggested to include body height as one of breast cancer screenning.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
T29374
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Arika Dewi
"ABSTRAK
Kota Yogyakarta memiliki umur harapan hidup tertinggi di Indonesia (74,9 tahun)
dan proporsi lansia yang tinggi yakni sekitar 13% (dibandingkan dengan angka nasional
± 8%). Secara nasional, prevalensi penyakit sendi adalah 30% untuk semua usia,
sedangkan untuk lansia adalah 52,3%. Kelompok penyakit sendi merupakan penyebab
utama morbiditas di seluruh dunia, terutama untuk lansia. Menurut survey nasional oleh
BPS, lansia cenderung mengobati dirinya sendiri (63,13%).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi deteminan apa saja
yang mempengaruhi periraku pencarian pengobatan pada fansia dengan keluhan rematik
di Kota Yogyakarta Tahun 2009. Yang menjadi subyek penelitian ini adalah lansia yakni
mereka yang sudah berusia 60 tahun ke atas dan tinggal di wilayah kota Yogyakarta.
Data merupakan data primer yang diambil dengan alat bantu kuisioner pada bulan Mei
2009. Variabel yang dikaji adalah usia, jenis kelamin, suku/etnis, pendidikan, pekerjaan,
pendapatan tetap, pendapatan tambahan, kepesertaan daJam Posyandu Lansia, persepsi
kegawatan penyakit, persepsi akibat penyakit, anjuran keluarga/teman, adanya orang
yang mengantarkan berobat.
Diketahui bahwa 59,4% berobat ke tenaga kesehatan dan 40,6% berobat ke non
tenaga kesehatan. Jika melihat pilihan pengobatan maka 39,4% lansia memilih mengobati
sendiri. Hasil anal isis bivariat mendapatkan variabel yang secara signifikan berhubungan
dengan perilaku pencarian pengobatan adalah persepsi akibat, persepsi kegawatan,
kepesertaan dalam posyandu lansia, lamanya sakit dan adanya pengantar (p
Analisis multivariat mendapatkan variabel yang berhubungan adalah persepsi akibat,
persepsi kegawatan, kepesertaan dalam posyandu lansia dan adanya pengantar (p<0,05).
Variabel yang mempunyai pengaruh dominan adalah persepsi kegawatan (OR~ 96,08)
Dari basil penelitian disarankan pemberdayaan Posyandu sebagai sarana
pendidikan kesehatan lansia, pelatihan kader dan lansia sebagai opinion leader. Bagi
LSM dan lembaga pemerbati lansia diharapkan memberi dukungan karena somber daya
pemerintah terbatas. Perlu penelitian lanjutan mengenai posyandu lansia, pemillihan
pengobatan pada penyakit tertentu dan pengaruh akulturasi.

Abstract
Yogyakarta is a city which has the highest life expectancy in Indonesia
(74,9 years old) and a high proportion of older people which is 13% (compare to
national proportion ±&%). Nationally. the prevalence of joint diseases is 30.00Al
for all ages, meanwhile prevalence of joint diseases among older people is 52,3%.
This group of disease has become the main cause of disability worldwide,
especially for older people. Old people tend to have self-medication as stated in
national survey (63,13%).
The objective of this research was to investigate what were the
deteminants of treatment seeking behavior among older people with rheumatism
complaint in Yogyakarta in 2009. The subjects of this research were older people
(" 6Q y.o) who lived in Yogyakarta. Primary data were collected using a
questionnaire. Variables that have been investigated were age, sex,. ethnicity,
education level, occupation. fixed income~ additional income. participatory in
"Posyandu Lansia", perceived of seriousness, perceived of disturbance, suggestion
and accompaniment to go to the treatment provider,
This research found out that 59,4% Older people go to beaith practitioners
and 40}6% go to non~health practitioners. Based on place choice;; 39,4% older
people prefer self~treatment to others. Bivariate analysis showed that
participatory in "Posyandu Lansia", perceived of seriousness, perceived of
disturbance, duration of disease and accompaniment are significant variables
relate to treatment seeking behavior (p < 0~05). In multivariate analysis, variables
which were significant were participatory in "Posyandu LansiaJ', perceived of
seriousness, perceived of disturbance, and accompaniment (p<0,05). The
dominant variable was perceived of disturbance (OR= 96,08)
It is suggested to do revitalization on "Posyandu Lansia, as a tool for older
people health education, training for "kadei'' and opinion leader. NGO and
institutions that concern on aging issue should participate as the government's
sources are limited. It necessary to do further research on "Posyandu Lansla,
treatment seeking behavior on certain diseases and influence of social
acculturation."
2009
T32496
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>