Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 113 dokumen yang sesuai dengan query
cover
New York: McGraw-Hill, 1964
616.9 DIF (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Washington, D.C.: National Academy Press, 1981
614.593 427 NAT m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Geneva : WHO , 1985
616.342 7 TRE
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Marcellus Simadibrata
"Background: Chronic diarrhea is common in Indonesia. The chronic non-infective diarrhea cases seem to be increasing recently. The aim of this study is to reveal the pattern of diseases that can cause chronic non-infective diarrhea.
Materials & Methods: We examined all patients suffering from chronic non-infective diarrhea over a six years period. The patients underwent physical examination and performed laboratory tests, colon enema X-ray, colonoscopy, ileoscopy, upper gastrointestnal endoscopy and small bowel X-ray.
Result: Chronic non-infective diarrhea was observed in 107 (51.7%) cases from 207 chronic diarrhea cases respectively. The frequently found abnormalities that had caused chronic non-infective diarrhea were carbohydrate maldigestion (62.61%), colorectal cancer (14.01%), Crohn's disease (11.21%), ulcerative colitis (9.34%), irritable bowel syndrome (8.41%), colorectal polyp (8.41%) etc.
Conclusion: The most frequent abnormality found in chronic non-infective diarrhea was maldigestion."
2004
IJGH-5-1-April2004-15
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nurholis Majid
"Angka kesakitan diare di Indonesia tahun 2003 diperkirakan sebesar 374 per 1.000 penduduk dan angka kesakjtan diare di Propinsi Jawa Barat tahun 1999 pada kelompok umur 1-4 tahun diperkirakan 188 per 1000 penduduk. Sedangkan angka kesakitan diare di Kabupaten Garut pada tahun 2004 diperkirakan 103 per 1000 penduduk. Kejadian diare di Puskesmas Cisurupan Kabupaten Garut dengan prevalen rate: 160 per 1000 balita.
Penelitian ini merupakan kajian epidemiologi kesehatan lingkungan dengan fokus penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare yaitu variabel karakteristik ibu balita, karakteristik balita, kondisi sarana air bersih, tingkat kepadatan Ialat dan kondisi jamban dengan kejadian diare pada balita (12-59 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Cisurupan Kabupaten Garut tahun 2006.
Desain penelitian ini menggunakan studi kasus kontrol dengan menggunakan data primer. Kasus adalah balita yang telah didiagnosis dengan gejala diare dan datang ke puskesmas serta bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Cisurupan. Kontrol adalah balita yang tidak menderita diare paling Iama 2 mingu terakhir dan bertempat tinggal sama dengan kasus. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan statistik.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kondisi sarana air bersih (OR=2,077 C195% : 1.066-4.045), kepadatan lalat (OR=2,139 C195%:1.137-4.021) dan kondisi jamban (OR=2,1 11CI95%:1.103-4.040) dengan kejadian diare pada balita. Sedangkan hasil uji interaksi melalui analisis regresi logistik menunjukkan tidak ada interaksi.
Dari hasil penelitian terlihat faktor lingkungan merupakan faktor dominan terhadap kejadian diare. Untuk itu diperlukan peningkatan upaya-upaya inovatif dalam pengendalian lingkungan yang dilakukan bersama baik oleh masyarakat, puskesmas Cisurupan, dinas kesehatan Garut dan sektor terkait lainnya. Misalnya, upaya pemberdayaan masyarakat di bidang higyene and sanitation melalui pengembangan program klinik sanitasi dan methodology partisipatory assessment- partisipatory hygiene and sanitation transformations (MPA-PHAST). Diharapkan dengan peningkatan upaya tersebut target pencapaian IPM 80 pada tahun 2010 dapat-tercapai."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2006
T21155
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1991
616.342 7 IND k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Agustin Indracahyani
"Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia. Tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare baik di Indonesia maupun di dunia menunjukkan bahwa diare perlu penanganan secara global. Anak-anak merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami diare. Oleh karena itu, anak-anak perlu diajarkan mencuci tangan dengan metode yang tepat dan waktu yang sesuai agar prevalensi diare dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan perilaku mencuci tangan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan potong lintang. Sampel penelitian ini beajumlah 67 anak dan orang tua dengan kriteria inklusi sebagai berikut: Siswa-siswi SD kelas IV-VI, orang tua dengan anak yang menjadi responden, dapat membaca dan menulis, tinggal bersama keluarga, bersedia dan mampu berpartisipasi dalam penelitian Pengumpulan data dilakukan melalui observasi metode mencuci tangan anak, dan memberikan kuesioner kepada anak dan orang tua. Setelah itu, data diolah dan dianalisis dengan menggunakan uji Fisher Exact.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 42 responder: (75 %) yang memiliki perilaku mencuci tangan tidak tepat mengalami kejadian diare sedang. Sedangkan dari responden yang memiliki perilaku mencuci tangan tepat terdapat 10 responden (90,9 %) yang mengalami kejadian diare sedang. Analisis lebih lanjut diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku mencuci tangan dengan kejadian diare (P value=0,095, α=0,05). Peneliti menyarankan adanya penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai perilaku mencuci tangan pada tingkatan usia berbeda dengan menggunakan desain dan instrumen penelitian yang lebih baik Selain itu, agar hasil penelitian dapat representatif terhadap populasi tertentu, maka perlu memperbanyak jumlah responden dan memperluas area penelitian.

Diarrhea is one of the major health problems in children around the world. The high prevalence morbidity and mortality of diarrhea, both in Indonesia and in the world shows that diarrhea needs to be overcome globally. Children as the high risky group need to be taught the proper method and time of hand washing to minimize the prevalence of diarrhea. The aim of this stuay is to identify the correlation between hand washing behavior and the incidence of diarrhea in school age children.
This study use descriptive correlation and cross sectional design. It needs 67 children and their parents as respondents with qualifications as follows: students in elementary school from 4th grade to 6th grade (or 9-12 years old) and their parents, enable to reading and writing, agree to participate as respondent in this study. Data were collected by observation of hand washing methods, and give questionnaire, both to children and parents. Then, data were processed and analyzed by Fisher exact test.
The study results moderate incidences of diarrhea were experienced by 42 respondents (75 %) with improper hand washing, and 9 respondents (90.9 %) with proper hand washing. The analysis also identify there is no significant correlation between hand washing behavior with the incidence of diarrhea (P value =0.095, α=0. 05). The author recommends to held research or stuoy about hand washing behavior in certain developmental stage by using better instrument and research design The author also recommends to increase the number of respondents and widen the research area in order to represent the characteristic of population.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5639
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Sakti Widyaningsih
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian diare akut dehidrasi ringan/ sedang dan dehidrasi berat pada anak usia 6-24 bulan di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 135 responden. Hasil penelitian menemukan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare akut adalah status gizi (p=0,031), kebersihan tangan dan kuku (p=0,000), pendidikan ibu (p=0,009), pengetahuan ibu (p=0,02), kebiasaan ibu mencuci tangan sebelum memberi makan anak (p=0,012), penggunaan sumber air bersih (p=0,004), jarak jamban dengan septitank (p=0,014) dan penghasilan keluarga (p=0,001). Faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian diare akut yaitu imunisasi campak, pendidikan ibu dan penggunaan sumber air bersih.

This study aimed to identify risk factors for acute diarrheal dehydration mild / moderate and severe dehydration in children aged 6-24 months Tugurejo Public Hospital in Semarang. This study used a descriptive study with cross sectional correlation. Sample study was total 135 respondents. The results indicated the factors that related to the incidence of acute diarrhea is nutritional status (p = 0.031), hand hygiene and nail (p = 0.000), maternal education (p = 0.009), knowledge of mothers (p = 0.02), mother's habit of washing hands before feeding children (p = 0.012), use of water resources (p = 0.004), with septitank latrine distance (p = 0.014) and family income (p = 0.001). The dominant risk factors on the incidence of acute diarrhea are immunized against measles, maternal education and the use of water resources."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T31349
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sekar Astrika Fardani
"Diare merupakan salah satu penyakit menular dengan peningkatan kasus kesakitan dan kematian yang signifikan, terutama pada golongan umur di bawah lima tahun. Jawa Barat memiliki kasus diare terbanyak di Indonesia, dimana dari 25 kota yang terdapat di Jawa Barat, Depok merupakan salah satu kota dengan kasus diare yang tinggi.
Penelitian ini dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara Escherichia coli dalam air minum dan kondisi sarana sanitasi dasar dengan kejadian diare akut pada balita di wilayah kerja puskesmas Pancoran Mas, Depok, tahun 2012. Penelitian ini menggunakan disain studi case control dengan analisis multivariat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan laboratorium untuk sampel air minum.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan diare akut pada balita adalah Escherichia coli dalam air minum (p=0,023; OR=5,182), sarana air bersih (p=0,000; OR=16,421), saluran pembuangan air limbah (p=0,006; OR=6,088). Variabel sarana pembuangan sampah (p=0,950), sarana pembuangan tinja (p=0,487), perilaku cuci tangan (p=0,374), higiene sanitasi makanan dan minuman (p=0,320), dan tingkat pengetahuan (p=0,109) tidak berhubungan dengan diare akut.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara Escherichia coli dalam air minum, sarana air bersih, dan saluran pembuangan air limbah dengan diare akut pada balita di wilayah kerja puskesmas Pancoran Mas, Depok. Faktor risiko yang paling dominan menyebabkan diare akut pada balita adalah sarana air bersih.

Diarrhea is one of communicable disease which raising morbidity and mortality significantly, especially in underfive years children. West Java has highest cases of diarrhea in Indonesia, which is from 25 city in West Java, Depok has high cases of diarrhea.
This study aims to analyze association of Escherichia coli in drinking water and condition of basic sanitastion with underfive years children acute diarrhea in region of Puskesmas Pancoran Mas, Depok. This study use case control design, with multivariate analyze. The Information collected by interviews, observation, and laboratorium analyze of drinking water sample.
Result of this study show that Escherichia coli in drinking water (p=0,023; OR=5,182), clean water (p=0,000; OR=16,421), and waste disposal (p=0,006; OR=6,088) have association with underfive years children acute diarrhea. Whereas, rubbish disposal (p=0,950),disposal of feces (p=0,487), handwashing behavior (p=0,374), hygiene sanitation food and drink (p=0,320), and knowledge (p=0,109) have not association with underfive years children acute diarrhea.
Conclusion of this study is Escherichia coli in drinking water, clean water, and waste disposal has association with underfive years children acute diarrhea in region of Puskesmas Pancoran Mas, Depok. Main risk factor which causes underfive years children acute diarrhea is clean water.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S45545
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>