Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sabarina Isma Husein
"Latar belakang penelitian adalah konflik sumber daya air yang berdampak pada terbatasnya akses air oleh komunitas marginal. Permasalahan pada kesenjangan kelompok yang terpinggirkan dalam mengakses air di Penjaringan, Jakarta Utara telah disuarakan oleh kaum perempuan. Tujuan penelitian terdiri dari: menganalisis implementasi program yang mengacu pada SDG 5 dan 6, menggambarkan pemenuhan hak atas air, dan merancang konsep demokrasi air secara praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif menggunakan metodologi sistem lunak-pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan informan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program SDGs telah dirancang dan diimplementasikan dalam rencana kelembagaan. Namun, dalam praktiknya, akses air yang disediakan oleh PALYJA dengan program Master Meter masih kurang memadai di Penjaringan, Jakarta Utara terlebih untuk komunitas masyarakat marginal. Desain konseptual berdasarkan manajemen komunal pada demokrasi air yang dirancang menggunakan SSM pada tahap lima yaitu model konseptual. Kesimpulannya, dengan menerapkan pengelolaan air berbasis komunal dapat merangkup lapisan marginal, memberdayakan perempuan, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

The background of this research is the conflict of water resources that have an impact on limited access to water by marginalized communities. The problem of the inequality of marginalized groups in accessing water in Penjaringan, North Jakarta, has been voiced by women. The research objectives consisted of analyzing the implementation of programs that refer to SDG 5 and 6, describing the fulfillment of the right to water, and designing a practical water democracy concept. The method used in this research is qualitative using a soft system methodology-data collection through observation, semi-structured interviews with informants, and literature study. The results showed that the SDGs program had been designed and implemented in an institutional plan. However, in practice, the water access provided by PALYJA with the Master Meter program is still inadequate in Penjaringan, North Jakarta, especially for marginalized communities. The conceptual design based on communal management in water democracy designed using SSM in stage five, namely the conceptual model. In conclusion, applying communal-based water management can cover the marginal layers, empower women, and improve economic welfare."
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puan Jati Megawati
"Tesis ini bertujuan untuk mengungkap ragam bentuk act of dwelling dari aktivitas bertinggal dan bermukim yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat permukiman pesisir di wilayah Gudang Lelang, yang menunjukkan mekanisme dalam merespon kerentanan serta upaya dalam mempertahankan keamanan bermukimnya.  Perspektif ekofeminisme digunakan untuk mampu melihat mekanisme tersebut secara lebih holistik, di mana isu sosial, ekonomi, politik, dan ekologi menjadi satu kesatuan yang utuh, termasuk dalam menelaah relasi kelas, gender dan kuasa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pesisir yang fluktuatif. Hasil penelitian bertujuan untuk mendorong paradigma pembangunan khususnya terhadap perencanaan di ruang pesisir dan permukiman informal dengan perspektif yang lebih terbuka untuk mencapai berkelanjutan, keberpihakan pada kondisi masyarakat di dalamnya, serta lebih berkeadilan gender.

This thesis aims to reveal the various forms of the act of dwelling from settling and living activities that are embodied in the daily lives of coastal settlement communities in the Gudang Auction area, which show mechanisms for responding to vulnerabilities and efforts to maintain the security of their settlements. The ecofeminism perspective is used to be able to see this mechanism more holistically, in which social, economic, political, and ecological issues become a unified whole, including in examining class, gender, and power relations that occur in the fluctuating lives of coastal communities. The results of the study aim to encourage a development paradigm, especially towards planning in coastal spaces and informal settlements with a more open perspective to achieve sustainability, alignment with the conditions of the people in it, and more gender equity."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shafira Nurizka Poundrianagari
"Eksploitasi merupakan permasalahan yang tidak jarang terjadi dalam hubungan antara hewan dan manusia. Akar permasalahan dari adanya tindakan ini adalah masih terus digunakannya pola pikir antroposentris berupa manusia dapat mendominasi alam. Melalui ekofeminisme, dapat ditemukan bahwa kerangka pikir patriarki merupakan pola yang digunakan dalam permasalahan penindasan perempuan, alam, dan hewan sebagai objek yang dianggap lebih inferior. Eksploitasi yang terjadi pada wisata margasatwa gajah di Maetaman Elephant Adventure menjadi contoh untuk melihat bagaimana dapat terjadinya penindasan tersebut melalui kacamata etika kepedulian. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penyebab terjadinya eksploitasi yang dilakukan manusia terhadap hewan contohnya di dalam wisata margasatwa gajah. Kemudian ditarik garis bagimana persoalan eksploitasi terhadap hewan dapat memiliki keterikatan dengan ekofeminisme serta ditelaah melalui pendekatan etika kepedulian. Hal ini dimaksudkan agar dapat ditemukannya tindakan kepedulian yang tepat dalam hubungan timbal balik manusia dan hewan yang ideal dengan saling memahami. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif, artikel ini menyimpulkan bahwa penyebab terjadinya eksploitasi yang dilakukan manusia terhadap hewan dengan contoh kasusnya di dalam wisata margasatwa Maetaman Elephant Advanture adalah akibat cara pandang yang salah dalam melihat relasi manusia dengan binatang dan memiliki keterikatan dengan ekofeminisme dan etika kepedulian. Artikel ini menyatakan bahwa adanya pola pikir yang harus diubah dalam bagaimana manusia memandang hubungan antara manusia dan hewan yang berdasarkan pada komunikasi simpati.

Exploitation is a problem that often occurs in the relationship between animals and humans. The root of the problem with this action is that the anthropocentric mindset in the form of humans continues to dominate nature. Through ecofeminism, it can be found that a patriarchal framework is a pattern used in the problem of the oppression of women, nature, and animals as objects that are considered more inferior. Exploitation of elephant wildlife tourism in Maetaman Elephant Adventure is an example to see how oppression can occur through the lens of ethics of care. This article aims to explain the causes of human exploitation of animals for example in elephant wildlife tourism. Then how the problem of exploitation of animals can have an attachment to ecofeminism and be examined through the ethics of care approach. So that an appropriate caring action can be found in the ideal mutual relationship between humans and animals by mutual understanding. By using descriptive analysis method, this article concludes that the cause of human exploitation of animals with examples of cases in Maetaman Elephant Advanture wildlife tourism is the result of the wrong way of looking at human relations with animals and has an attachment to ecofeminism and ethics of care. This article states that there is a mindset that must be changed in how humans perceive the relationship between humans and animals based on communication of sympathy."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Anas Ahmadi
"Penelitian tentang feminitas dalam sasta memang bukanlah hal yang baru. Namun, penelitian feminitas yang dikaitkan dengan filsafat lingkungan ekofeminisme dalam sastra masih sangat diperbincangkan. Selama ini, gerakan lingkungan lebih banyak didominasi oleh kaum laki-laki. Namum, seiring dengan munculnya ekofeminism, perempuan juga ingin berkecimpung dalam gerakan lingkungan. Para ekofeminis ingin menyelamatkan lingkungan dengan cara mereka. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini dipaparkan tentang feminitas dalam kaitanna dengan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-interpratatif, sedangkan sumber data yang digunakan adalah cerpen kumpulan kompas tahun 2012-2015. Hal tersebut muncul dalam kumpulan cerpen pilihan kompas 2012-2015. Pemunculan feminitas tersebut tampak melalui segmen berikut. Pertama, perempuan yang mencitai tumbuhan. keuda, perempuan dan pengelolaan lingkungan,ditampilkan melalui tokoh perempuan yang mampu membuat lingkungan menjadi bersih. Ketiga, perempuan yang merindu alam, ditampilkan melalui tokoh perempuan yang merindu alam lebih spesifik kumpulan cerpen kompas tampaknya masih sedikit pengarang yang mengangkat perempuan dalam bingkai ekofeminisme. Padahal, ekofeminisme yang muncul dalam sastra merupakan salah satu bentuk suara pengarang untuk menyelamatkan lingkungan.

Research about femininity in literature is not a new thing. However, studies of femininity that related with environmental philosophy and ecofeminism in literature are still warmly discussed. During this time, the environmental movement has mostly dominated by men. However, along with the emergence of ecofeminism, women also want to be involved in the environmental movement. Ecofeminists want to save the environment by their own way. Therefore,this study described about femininity which has relation with the environment. This study used descriptive-interpretative approach, while the data source used Cerpen Kompas 2012-2015. It had appeared in the 2012-2015 Compass Short Story Collection. The emergence of the femininity appeared through the following segments. First, women who love plants were displaying through figure’thoughts and actions in loving plants. Second, women and environmental management were displaying through female’s figure who were able to make the clean environment. Third, women who longed the nature were represented by female’ figure who yeared surrounding nature, rain and river. Futher more,in the short stories that written in compass collection, it seems that there were still few authors who raised women in the frame of ecofeminism. Where aseco feminism that appears in the literature is one author’s way to save the environment. Keywords: femininities, ecofeminism, environmental philosophy, Indonesian Short Story."
Ambon: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2017
400 JIKKT 5:1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Jasmine Floretta Vasthia Devi
"ABSTRAK
Skripsi ini memiliki fokus teori ekofeminisme yang terdapat pada anime Kaze no
Tani no Nuashika karya Hayao Miyazaki yang diliris pada tahun 1984. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis konsep dualisme yang memisahkan alam dan
manusia begitu pula dengan laki-laki dan perempuan sebagai akar permasalahan
dari subordinasi gender dan degradasi alam beserta pentingnya peningkatan
kualitas dan kesadaran feminin sebagai usaha penyelamatan alam. Pembahasan
dalam skripsi ini menggunakan teori Val Plumwood dalam bukunya yang berjudul
Feminism and the Mastery of Nature (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
konsep dualisme antara alam dan manusia sudah tertanam jauh dalam kerangka
pikir budaya patriarki yang termanifestasikan ke dalam kerangka pikir ayah
Nausicaä, masyarakat Pejite, dan raja Torumekia, dan terdapat kualitas dan
kesadaran feminin yang termanifestasikan dalam tokoh heroine Nausicaä.

ABSTRACT
This study is focused on ecofeminism theory which contained in Hayao
Miyazaki?s anime, Kaze no Tani no Nuashika released in 1984. This study aimed
to analyze the concept of dualism that separates the nature and human as well as
men and women as a root cause of gender subordination and degradation of nature
along with the importance of feminine qualities and consciousness as a way to
save nature. The discussion in this study uses the theory from Val Plumwood in
her book, Feminism and the Mastery of Nature (1993). The results of this study
showed that the dualism between nature and human are already embedded deep in
the frame of a patriarchal culture that manifested into the frameworks of
Nausicaä?s father, Pejite society, and the king of Torumekia, and there are
qualities and feminine consciousness manifested in the character of the heroine,
Nausicaä.;"
2016
S64866
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Melly Oktaviani
"Konstruksi patriarki memandang menstruasi sebagai hal yang kotor dengan berlandas pada suatu prasangka yang keliru terhadap darah yang merupakan lambang kematian. Implikasi dari hal ini adalah adanya anggapan bahwa rahim membawa penyakit yang disebut dengan “penyakit perempuan”. Bias yang terjadi menyebabkan perempuan merasa malu dengan adanya menstruasi melanggengkan narasi patriarkal mitos menstruasi. Nilai-nilai yang tertanam secara mengakar dan kontinu berdampak pada perempuan yang kehilangan otoritas atas tubuhnya. Ilmu pengetahuan dan kapitalisme yang berkembang pesat membuat opresi terhadap perempuan makin kuat, bahkan produk menstruasi kini dikapitalisasikan. Kapitalisme yang berfokus pada profit mengabaikan kerusakan alam yang diakibatkan dengan banyaknya limbah pembalut. Ekofeminisme menunjukkan adanya opresi terhadap alam dan perempuan yang masih berlanjut hingga saat ini dan tidak mungkin untuk membebaskan salah satunya tanpa mengorbankan yang lain.

The patriarchal construction views menstruation as a dirty thing based on the mistaken prejudice of blood which is a symbol of death. The implication of this is the assumption that the uterus carries a disease called "women's disease". The bias that occurs causes women to feel ashamed about menstruation, perpetuating the patriarchal narrative of the menstrual myth. Values that are deeply rooted and continuous have an impact on women who lose authority over their bodies. Science and capitalism that are developing rapidly make the oppression of women stronger, even menstrual products are now capitalized. Profit-focused capitalism ignores the natural damage caused by the abundance of sanitary napkins. Ecofeminism shows that there is an oppression of nature and women is still ongoing today and it is impossible to liberate one of them without sacrificing the other."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Anastasia
"Perubahan iklim menciptakan tantangan kompleks bagi stabilitas pangan lokal, terutama bagi perempuan di daerah rawan pangan. Penelitian ini menganalisis peran perempuan dalam diversifikasi pangan lokal untuk menjaga stabilitas sistem pangan di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan analisis ekofeminisme dan GESI di Desa Wae Mose dan Golo Ronggot. Hasil menunjukkan kontradiksi menarik: meskipun sistem patrilineal membatasi akses perempuan terhadap kepemilikan lahan formal, mereka mengembangkan "agensi strategis" melalui penerapan teknik seleksi benih "Siwa/Peleng", pengelolaan kebun pekarangan intensif dengan beragam varietas tanaman, dan membangun jaringan pertukaran sumber daya yang menguatkan stabilitas pangan untuk ketahanan pangan sepanjang tahun. Perempuan menciptakan "keberlanjutan tersituasi" yang mengintegrasikan dimensi ekologis, kultural, dan otonomi dalam praktik stabilitas pangan. Studi ini mengembangkan teori "ekofeminisme berbasis praktik material" dan model "pemberdayaan epistemologis" yang mengakui legitimitas sistem pengetahuan perempuan dalam menjaga stabilitas pangan berkelanjutan. Penelitian merumuskan strategi bank benih komunitas, pelibatan unsur gender dalam program dan pengambilan keputusan, dan mekanisme safeguard GESI untuk menguatkan stabilitas pangan lokal yang mendorong ketahanan pangan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.

Climate change creates complex challenges for local food stability, particularly for women in food-insecure areas. This research analyzes the role of women in local food diversification to maintain food system stability in West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. The author employs a qualitative phenomenological approach with ecofeminism and GESI analysis in Wae Mose and Golo Ronggot Villages. The findings reveal an intriguing contradiction: although the patrilineal system limits women's access to formal land ownership, they develop "strategic agency" through the implementation of "Siwa/Peleng" seed selection techniques, intensive homestead management with diverse plant varieties, and building resource exchange networks that strengthen food stability for year-round food security. Women create "situated sustainability" that integrates ecological, cultural, and autonomy dimensions in food stability practices. This study develops the theory of "material practice-based ecofeminism" and an "epistemological empowerment" model that recognizes the legitimacy of women's knowledge systems in maintaining sustainable food stability. The research formulates strategies for community seed banks, gender mainstreaming in programs and decision-making, and GESI safeguard mechanisms to strengthen local food stability that promotes sustainable food security amid climate change challenges."
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Safina Maulida
"Kebebasan di dalam anarkisme adalah hasil dari usaha pembebasan. Hal itu membuat studi anarkisme memiliki teori yang kuat tentang diktum kebebasan dalam membela sosok-sosok tertindas. Usaha dalam pembebasan anarkis, akan diaplikasikan untuk mengoptimalkan diskursif ekofeminisme yang sedari awal bertujuan membela subjek Women-other dan Other-nature yang tertindas dari dominasi berbasis patriarki, dengan basis konsep dari ekofeminisme dipahami sebagai intra konektivitas. Tetapi dalam perjalanannya, basis justifikasi dari intra konektivitas, menjadi konsep yang memfemininkan alam dan menaturkan perempuan. Konsep itu akhirnya mengaburkan alur pembebasan subjek, bertentangan dengan makna kebebasan yang dalam teori anarkisme mendahulukan autentisitas dari otonomi kedirian. Anarko-ekofeminisme hadir untuk itu, hingga pembebasan punya makna yang radikal saat penindasan juga terasa begitu radikal. Konsep anarko-ekofeminisme ini merupakan eksplorasi dari hasil studi pemikiran Emma Goldman dan Murray Bookchin.

Freedom in anarchism is a result of liberation. Thus, the study of anarchism has a strong theory of the dictum of freedom, that defends oppressed individuals and communities, even at a conceptual stage. In restoring this anarchist liberty, ecofeminism discourse is pertinent, which defends the subject of Women Other and Other nature, oppressed from patriarchal based domination, with the concept of ecofeminism is understood as interconnectivity. However, in its journey, the justification for interconnection is trying to feminize nature and to naturalize women. The concept ultimately obscures the flow of subject liberation, contrary to the meaning of freedom which in the theory of anarchism prioritizing the authenticity of the autonomy of selfhood. Anarcho ecofeminism emphasized liberation, it strengthens the meaning of radicalism. In this study anarcho ecofeminism is explored through the study of Emma Goldman and Murray Bookchin.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2017
S70152
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ketty Stefani
"Skripsi ini membahas mengenai peran besar perempuan dan alam dalam menunjang semua aspek kehidupan, keduanya merupakan sumber daya strategis yang dapat menunjang kelangsungan hidup semua elemen di bumi. Namun dominasi budaya patriarki telah merepresi eksistensi perempuan dan alam sebagai sumber kehidupan. Dominasi patriarki ini dikritik oleh ekofeminisme karena telah menghilangkan relasi spiritual perempuan dengan alam. Alam hanya dimaknai sebagai instrumen pemenuh kebutuhan hidup manusia, karena itu kegiatan konsumsi atas alam dianggap wajar dilakukan walaupun bersifat eksploitatif. Pelabelan citra perempuan sebagai konsumen terbesar mengakibatkan perempuan kehilangan nilai-nilai tradisionalnya. Perempuan juga mengalami domestikasi peran sosial yang identik dengan pemenuhan kebutuhan hidup dan kegiatan konsumsi, karena itulah perempuan dituduh sebagai konsumen perusak alam. Untuk mengakhiri permasalahan ini ekofeminisme menawarkan solusi etika kepedulian, relasi interdependency dalam tindakan nyata penyelamatan alam yang dapat dilakukan oleh semua manusia untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan bebas dari bias gender.

This thesis is a study about the large role of women and nature in supporting all aspect of life. Both are a strategic resource that holds the life of all elements on earth. But, the dominating patriarchal culture has repressed women and nature?s existence as the source of life. This domination is criticized by the ecofeminism because of it vanished away the spiritual relations between women and nature. The nature is regarded as no more than an instrument that fulfills the needs of human, and because of that consumption is viewed as natural even though it is sometime exploitative. Women?s image branding as the biggest consumer has resulted in them losing their traditional values. They are also experiencing a domesticated social role that is identical with fulfilling needs and consuming, and because of that they are accused as the one who destroyed the nature. To end this problem, ecofeminism offered social ethic cares, an interdependency relationship in the act of saving nature that can be done by all human to form a life in harmony and free from gender bias."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S16174
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Irena Lucy Ishimora
"ABSTRACT
Penelitian ini membahas mengenai perempuan adat Kasepuhan Cirompang dalam konstelasi pengelolaan sumber daya alam di wilayah adat mereka. Penetapan dan perluasan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak TNGHS yang tidak melibatkan dan mempertimbangkan eksistensi masyarakat adat Kasepuhan Cirompang terutama pengalaman perempuan adat berdampak secara signifikan dalam pemenuhan hak-hak perempuan adat. Selain itu hukum adat yang masih patriarkis memberi dukungan terhadap kondisi pengekangan perempuan adat untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam pembangunan. Penulis menggali pengalaman para perempuan adat Kasepuhan Cirompang melalui wawancara mendalam dengan mereka dan menganalisisnya menggunakan beberapa teori seperti ekofeminisme, akses terhadap keadilan dan pluralisme hukum. Hal ini dilakukan untuk mempertegas bagaimana penetapan dan perluasan kawasan TNGHS telah mereduksi hak atas akses terhadap sumber daya alam yang dimiliki oleh perempuan adat. Kegiatan ini melanggar berbagai instrumen hukum internasional dan nasional yang telah melindungi kesetaraan antara perempuan dan lakilaki dalam hal akses terhadap sumber daya alam, tanah, berpendapat dan berpartisipasi dalam pembangunan.

ABSTRACT
This thesis examines the constelation of Cirompang Indigenous Women on natural resources management. The assignation and expansion of Mount Halimun Salak National Park that do not involve and consider the existence of indigenous people Kasepuhan Ciromopang especially the indigeous women rsquo s experience regarding natural resources management, has been significantly impacting the fulfillment of the indigeous women rsquo s rights. Moreover, the adat law that rsquo s still patriarchal support the condition in which women are restricted from expressing their opinion and participating on development. The writer explored the experience of Cirompang indigenous women through indepth interviews with them and analyzed it with several theories such as ecofeminism, woman rsquo s access to land and legal pluralism. This is important to show how the assignation and expansion of the National Park reduced the rights of access to land, natural resources, expressing an opinion, and participating on development.Keywords Cirompang indigenous women, Mount Halimun Salak National Park, ecofeminism, women access to land, indigenous women rsquo s rights."
2017
S68481
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>