Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nur Liana Soviyah Hanum
"Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dan berlebihan dapat menurunkan kualitas tanah dan dapat menurunkan hasil panen. Salah satu solusi alternatif untuk mengembalikan kesuburan tanah adalah dengan menggunakan tambahan pupuk hayati. Pupuk hayati merupakan pupuk yang berisi mikroorganisme yang memiliki kemampuan meningkatkan pertumbuhan tanaman yang disebut dengan plant growth promoting bacteria (PGPB). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri dari sampel kepala udang dilanjutkan karakterisasi jenis genus bakteri dan diuji kemampuan berdasarkan karakter PGPB untuk mendapatkan isolat potensial sebagai pupuk hayati.
Isolasi dilakukan dengan teknik quadrant streak dari cairan suspensi pada medium umum. Isolat bakteri yang didapatkan selanjutnya dikarakterisasi berdasarkan Cowan & Steel’s Manual for the Identification of Medical Bacteria dan diuji kemampuannya menyediakan unsur hara bagi tanaman berdasarkan karakter PGPB, yaitu kemampuan memfiksasi nitrogen, melarutkan fosfat, menghasilkan IAA dan siderofor. Kemudian setiap isolat diuji kemampuan dalam menghasilkan enzim ekstraseluler (kitinase, protease, lipase dan amilase) menggunakan medium diferensial untuk mengetahui potesi mendegradasi makromolekul yang dapat dijadikan sumber nutrien bakteri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh lima isolat bakteri yang diberi kode UD1 hingga UD5, diantaranya 3 isolat Gram positif (UD1, UD4, dan UD5) dan 2 isolat Gram negatif (UD2 dan UD3). Uji kemampuan PGPB terhadap kelima isolat menunjukkan 3 isolat (UD1, UD2, dan UD3) mampu memfiksasi nitrogen, 3 isolat (UD2, UD3, dan UD5) mampu melarutkan fosfat, 4 isolat (UD1, UD2, UD3, dan UD4) mampu menghasilkan IAA, dan 3 isolat (UD2, UD3, dan UD4) mampu menghasilkan siderofor. Hasil uji kemampuan menghasilkan enzim ekstraseluler menunjukkan 2 isolat (UD2 dan UD3) positif terhadap keempat jenis uji. Berdasarkan data tersebut maka bakteri hasil isolasi berpotensi untuk dijadikan agen pupuk hayati.

The excessive use of chemical fertilizers can decrease soil quality and lead to reduced crop yields. One alternative solution to restore soil fertility is by utilizing biofertilizers. Biofertilizers contain microorganisms with the ability to enhance plant growth, known as Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). This study aimed to isolate bacteria from shrimp head samples, characterize the genera of bacteria, and assess their PGPB characteristics to identify potential isolates for biofertilizer application.
Isolation was conducted using the quadrant streak technique from suspension fluid on a standard medium. The isolated bacteria were then characterized based on Cowan & Steel’s Manual for the Identification of Medical Bacteria and tested for their ability to provide nutrients to plants based on PGPB characteristics, including nitrogen fixation, phosphate solubilization, indole-3-acetic acid (IAA) and siderophore production. Subsequently, each isolate was tested for its ability to produce extracellular enzymes (chitinase, protease, lipase, and amylase) using differential media to determine their potential for degrading macromolecules as a bacterial nutrient source.
The results showed that five bacterial isolates were obtained, including 3 Gram-positive isolates (UD1, UD4, and UD5) and 2 Gram-negative isolates (UD2 and UD3). PGPB capability tests on these isolates revealed that 3 isolates (UD1, UD2, and UD3) could fix nitrogen, 3 isolates (UD2, UD3, and UD5) could solubilize phosphate, 4 isolates (UD1, UD2, UD3, and UD4) could produce IAA, and 3 isolates (UD2, UD3, and UD4) could produce siderophores. The results of the extracellular enzyme production test indicated that 2 isolates (UD2 and UD3) tested positive for all four types of tests. Based on this data, the isolated bacteria have the potential to be used as biofertilizer agents.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadila Susilowati
"Acne vulgaris atau jerawat merupakan masalah kulit umum yang terbentuk akibat infeksi dan peradangan pada kelenjar minyak oleh bakteri Cutibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, dan Staphylococcus aureus. Pengobatan jerawat dapat dilakukan secara alami maupun sintetik, namun obat jerawat sintetik yang beredar di pasaran diketahui mengandung antibiotik yang menyebabkan efek samping. Alternatif agen antibakteri yang dapat digunakan sebagai pengobatan jerawat dapat diperoleh melalui pemanfaatan fermentasi limbah organik menjadi Eco-Enzyme. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antagonis isolat laktobasili yang diisolasi dari Eco-Enzyme terhadap pertumbuhan bakteri jerawat C. acnes, S. epidermidis, dan S. aureus. Sebanyak empat isolat laktobasili (A12.1, A13.1, A22.1, dan A22.2) dilakukan uji aktivitas antagonis dengan metode agar plug diffusion. Hasil uji antagonis menunjukkan keempat isolat memiliki aktivitas antagonis terhadap pertumbuhan bakteri jerawat dengan nilai Indeks Aktivitas (IA) lebih tinggi terhadap C. acnes dibandingkan dengan S. epidermidis dan S. aureus. Berdasarkan nilai IA, dipilih dua isolat terbaik (A12.1 dan A22.2) untuk dilakukan uji antibiosis dengan metode cylinder diffusion dan perhitungan populasi bakteri dengan metode Total Plate Count. Hasil uji antibiosis menggunakan filtrat isolat terpilih menunjukkan isolat A22.2 memiliki aktivitas antibakteri lebih besar dibandingkan isolat A12.1. Hasil uji kemampuan memproduksi enzim ekstraseluler menunjukkan isolat A12.1 dan A22.2 tidak mampu memproduksi enzim ekstraseluler.

Acne vulgaris, or acne, is a common skin problem caused by infection and inflammation of the sebaceous glands by the bacteria Cutibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, and Staphylococcus aureus. Acne treatment can be done naturally or synthetically, however, synthetic acne medications available on the market are known to contain antibiotics that cause side effects. Alternative antibacterial agent that can be used for acne treatment can be obtained through the utilization of fermentation of organic waste into Eco-Enzyme. This study aims to test the antagonistic activity of lactobacilli isolates isolated from Eco-Enzyme against the growth of acne-causing bacteria C. acnes, S. epidermidis, and S. aureus. Four lactobacilli isolates (A12.1, A13.1, A22.1, and A22.2) were tested for antagonistic activity using the agar plug diffusion method. The antagonistic test results showed that all four isolates had antagonistic activity against the growth of acne bacteria, with the Activity Index (AI) value being higher against C. acnes compared to S. epidermidis and S. aureus. Based on the AI values, the two best isolates (A12.1 and A22.2) were selected for antibiosis testing using the cylinder diffusion method and bacterial population counting using the Total Plate Count method. The antibiosis test results showed that isolate A22.2 had greater antibacterial activity compared to isolate A12.1. The results of extracellular enzyme production ability showed that isolates A12.1 and A22.2 were not capable to produce extracellular enzymes."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library