Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Basuki
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh pendapatan riil masyarakat (GDP riil), suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, dan foreign direct invcstment (FDI) terhadap permintaan uang nominal di Indonesia pada periode 2000 - 2008. Data yang digunakan berbentuk triwulan, yang bersumber dari International Financial Statistics (IFS) yang dikeluarkan oleh IMF dan Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEK1) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Metode estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error Correction Model (ECM) dan uji kointegrasinya dengan prosedur Johansen’s dan Engle-Granger.
Hasil estimasi model permintaan uang di Indonesia selama observasi adalah, daiam model jangka panjang, permintaan uang di Indonesia dipengaruhi oleh pendapatan riil masyarakat dengan koefisien estimasi sebesar 2,282 dan foreign direct investment dengan koefisien estimasi sebesar 0,041. Model jangka pendek, pertumbuhan permintaan uang dipengaruhi oleh pertumbuhan nilai tukar dengan koefisien estimasi 0,26 dan pertumbuhan suku bunga dengan koefisien estimasi 0,016. Speed of adjustment, yaitu seberapa cepat ketidakseimbangan pada periode sebelumnya mengkoreksi pada periode sekarang, sebesar 0,796% atau 11 bulan.

This research aims to know how the effect of the society’s real Gross Domestic Product (GDP), interest rate, inflation, rupiah’s exchange rate, and foreign direct investment (FDI) are toward nominal money demand in Indonesia in the period of 2000-2008. The date of the research is in quarter form and based on International Financial Statistics (IFS) issued by IMF and Economic Statistics and Indonesian Financial (SEKI) issued by Bank Indonesia. Error Correction Model (ECM) is used as the estimation method of the research and Johansen’s and Engle-Granger is as its co-integrated test.
The estimation result of the money demand model in Indonesia during the observation are that in long-term model, money demand in Indonesia was effected by GDP with non linier estimation is 2,282 and foreign direct investment with non linier estimation is 0,041. The growth of the money demand, in short-term model, is influenced by exchange rate growth with the non linear estimation is in 0,26 and the interest rate growth with the non linear estimation is in 0,016. Speed of adjustment is how fast the unbalance in the previous period corrects the nowadays period, in the amount of 0,796% or 11 months.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26465
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Noor Iskandarsyah
"Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah model moneter harga fleksibel di Indonesia dalam tahun 1997:8-2005:12 dalam jangka pendek dan jangka panjang. Terdapat tiga variabel fundamental dalam model moneter harga fleksibel yaitu jumlah uang beredar, pendapatan, dan suku bunga. Dengan melihat pengaruh masing-masing variabel tersebut balk dalam negeri (Indonesia) maupun luar negeri'(Amerika Serikat) dapat diketahui variabel mans yang paling berperan atau paling dominan terhadap perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Teknis analisis yang digunakan adalah uji kointegrasi prosedur Johansen untuk melihat hubungan jangka panjang dan Error Correction Model (ECM) untuk mengestimasi hubungan jangka pendek.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang semua variabel dalam model moneter harga fleksibel mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah, kecuali Fed Fund rate. Dapat juga disimpulkan bahwa dalam jangka panjang PDB Amerika Serikat memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap perkembangan nilai tukar rupiah dalam periode free floating exchange rate di Indonesia. Oleh karena itu, dalam rangka penentuan kebijakan nilai tukar rupiah yang reiatif kuat dan stabil dalam jangka panjang, perkembangan variabel PDB Amerika Serikat harus menjadi salah satu bahan pertimbangan.
Sementara itu, dalam jangka pendek semua variabel yang digunakan dalam ECM memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Namun, jumlah uang beredar Amerika Serikat (M1) dua bulan sebelumnya menunjukan signifikansi yang paling besar terhadap variasi nilai tukar rupiah. Berkaitan dengan hal ini, pemerintah dan Bank Indonesia harus terus memantau perkembangan aliran dolar Amerika Serikat di dalam negeri dengan tetap melakukan intervensi dan sterilisasi serta mengurangi unsur spekulasi dalam transaksi valuta asing."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T20378
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Endang Ambarwati
"Meningkatnya kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya kesehatan telah
mengubah pola konsumsinya pada sektor perikanan, hal ini tentunya membuka peluang
ekspor yang cukup besar bagi Indonesia, sehingga sangatlah wajar jika Indonesia
berusaha untuk meningkatkan produksinya sebagai antisipasi terhadap melonjaknya
permintaan udang Indonesia dimasa yang akan datang. Namun demikian segala upaya
peningkatan kapasitas produksi tidak terlepas dari pengaruh perekonomian domestik,
dimana pengaruh GDP, Harga dan Exchange Rate merupakan variabel yang tidak
terlepas dari transaksi perdagangan luar negeri. Udang sebagai salah satu primadona
ekspor Indonesia telah memberikan kontribusi pada devisa negara dan mempunyai
peranan penting bagi Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan jangka panjang
dan jangka pendek antara ekspor dengan GDP, Harga dan Exchange rate. Untuk
mengetahui hubungan jangka panjang dilakukan uji kointegrasi menurut prosedur
Johansen, sedangkan untuk mengetahui hubungan jangka pendek maka dilakukan dengan
model koreksi kesalahan (ECM). Tahap Analisis dilakukan terlebih dahulu uji unit root
dan menentukan derajat kointegrasi masing-masing variabel.
Hasil secara keseluruhan dalam penelitian ini adalah kondisi perekonomian
Indonesia yang mengalami keterpurukan tidak terlalu berpengaruh terhadap ekspor
komoditi udang Indonesia, Sedangkan implikasi kebijakan yang bisa disarankan adalah
alangkah baiknya jika Indonesia dapat mengembangkan teknologi budidaya udang
sehingga kapasitas produksi yang diinginkan dapat tercapai, dan Indonesia henduknya
berspesialisasi untuk memproduksi udang dengan kwalitas yang baik, karena bukan
hal mustahil Indonesia menjadi Marker Leader dan sebagai Price Setter di pasar
Internasional."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T33980
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Is Indratno
"[ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap penggunaan produk inovasi sistem pembayaran dan pengaruh inovasi
sistem pembayaran terhadap pengukuran jumlah uang beredar di Indonesia. Dalam
penelitian ini, produk inovasi sistem pembayaran direpresentasikan oleh
perkembangan instrumen pembayaran elektronis , alat pembayaran menggunakan
kartu (APMK) yaitu kartu debet dan kartu kredit serta emoney. Sedangkan untuk
pengukuran jumlah uang digunakan metode simple sum aggregate dan divisa
Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error-Correction Model
untuk melihat hubungan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan
produk inovasi sistem pembayaran penjualan eceran, jumlah akses, resiko, suku
bunga deposito, sukubunga kredit, nilai transkasi dan volume transkasi dan
hubungan inovasi sistem pembayaran terhadap pengukuran jumlah uang beredar
M2 simple sum dan divisia. Dari hasil studi diperoleh bahwa faktor nilai transkasi
berpengaruh terhadap seluruh produk sistem pembayaran dan inovasi sistem
pembayaran memiliki hubungan jangka pendek dan jangka panjang dengan
pengukuran jumlah uang beredar.

ABSTRACT
The thesis is devoted to the factors that influence the use of product
innovation and influence innovation payment sistem payment sistem to measure
the amount of money circulating in Indonesia. In this study, innovation product of
innovation represented by the development of the payment sistem of electronic
payment instruments (SKN and RTGS) , card payment ( APMK ) that debit cards
and credit cards and emoney also . As for the money demand used simple sum
aggregate and divisa method.
Error - Correction Model is applied in order to study the relationship factors
that influence the use of product innovation of payment sistem , the amount of
access , risk , deposit rates , loan interest rates , transaction value and volume of
transaction and payment sistems innovation relationship to measure the money
supply M2 simple sum and Divisia . This study showed that the transaction value
factor affecting product innovation of payment sistem and payment sistems
innovations have short -term relationships and long-term measurement of the
money supply.;The thesis is devoted to the factors that influence the use of product
innovation and influence innovation payment sistem payment sistem to measure
the amount of money circulating in Indonesia. In this study, innovation product of
innovation represented by the development of the payment sistem of electronic
payment instruments (SKN and RTGS) , card payment ( APMK ) that debit cards
and credit cards and emoney also . As for the money demand used simple sum
aggregate and divisa method.
Error - Correction Model is applied in order to study the relationship factors
that influence the use of product innovation of payment sistem , the amount of
access , risk , deposit rates , loan interest rates , transaction value and volume of
transaction and payment sistems innovation relationship to measure the money
supply M2 simple sum and Divisia . This study showed that the transaction value
factor affecting product innovation of payment sistem and payment sistems
innovations have short -term relationships and long-term measurement of the
money supply.;The thesis is devoted to the factors that influence the use of product
innovation and influence innovation payment sistem payment sistem to measure
the amount of money circulating in Indonesia. In this study, innovation product of
innovation represented by the development of the payment sistem of electronic
payment instruments (SKN and RTGS) , card payment ( APMK ) that debit cards
and credit cards and emoney also . As for the money demand used simple sum
aggregate and divisa method.
Error - Correction Model is applied in order to study the relationship factors
that influence the use of product innovation of payment sistem , the amount of
access , risk , deposit rates , loan interest rates , transaction value and volume of
transaction and payment sistems innovation relationship to measure the money
supply M2 simple sum and Divisia . This study showed that the transaction value
factor affecting product innovation of payment sistem and payment sistems
innovations have short -term relationships and long-term measurement of the
money supply., The thesis is devoted to the factors that influence the use of product
innovation and influence innovation payment sistem payment sistem to measure
the amount of money circulating in Indonesia. In this study, innovation product of
innovation represented by the development of the payment sistem of electronic
payment instruments (SKN and RTGS) , card payment ( APMK ) that debit cards
and credit cards and emoney also . As for the money demand used simple sum
aggregate and divisa method.
Error - Correction Model is applied in order to study the relationship factors
that influence the use of product innovation of payment sistem , the amount of
access , risk , deposit rates , loan interest rates , transaction value and volume of
transaction and payment sistems innovation relationship to measure the money
supply M2 simple sum and Divisia . This study showed that the transaction value
factor affecting product innovation of payment sistem and payment sistems
innovations have short -term relationships and long-term measurement of the
money supply.]"
2015
T42871
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dedi Supriyanto
"ABSTRAK
Industri pertambangan batubara menjadi pendukung pembangunan nasional melalui perannya sebagai penyumbang lebih dari 12 persen nilai ekspor Indonesia. Peran dan keberlangsungannya rentan terhadap volatilitas harga komoditas dan perkembangan ekonomi global. Penelitian ini bertujuan menganalisis volatilitas harga batubara selama periode 2009 ndash; 2014 serta dampaknya terhadap kinerja ekspor batubara Indonesia. Dengan menggunakan model ARCH/GARCH volatilitas harga batubara acuan HBA bervariasi antar waktu time varying dan rata-rata dibawah volatilitas harga minyak Indonesian Crude Price ICP . Analisis dengan metode Error Correction Model ECM menunjukkan bahwa volatilitas HBA berpengaruh positif terhadap kinerja ekspor dengan penyesuaian keseimbangan pada periode berikutnya. Volatilitas ICP cenderung berdampak negatif terhadap kinerja ekspor sesuai perannya sebagai faktor produksi batubara.

ABSTRACT
Coal mining industry supporting national development through its role as a contributor to more than 12 percent of Indonesia 39 s export value. The role and sustainability are vulnerable to commodity price volatility and global economic developments. This study aims to analyze coal prices volatility during period 2009 to 2014 and its impact on Indonesian coal exports performance. Analyze using GARCH model shows that reference coal price HBA volatility varies over time and below Indonesian Crude Price ICP volatility. Error Correction Model ECM analysis shows HBA volatility has positive effect on export performance with balance adjustment in the next period. ICP volatility tends to negatively impact on export performance according to the role as a coal production factor."
2018
T51608
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Boy Handrian S.
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang diasumsikan dipengaruhi oleh para pelaku pasar dan spekulan sehingga mengakibatkan adanya bubbles dalam perekonomian. Periode penelitian ini dimulai dari kuartal 4 tahun 1997 sampai dengan kuartal 2 tahun 2008. Ada 3 (tiga) jenis variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu variabel fundamental yang dapat diobservasi langsung, variabel fundamental yang tidak dapat diobservasi langsung, dan variabel ekspektasi nilai tukar. Variabel fundamental yang tidak dapat diobservasi langsung meliputi perbedaan shock to nominal interest rate, perbedaan output gap, dan perbedaan tingkat inflasi antara negara Indonesia dan Amerika Serikat serta risk premium, sedangkan variabel fundamental yang dapat diobservasi secara langsung ialah variabel perbedaan tingkat harga antara negara Indonesia dan Amerika Serikat. Sedangkan fokus pada penelitian ini adalah pada variabel ekspektasi nilai tukar dan risk premium. Pada penelitian ini, untuk mengetahui apakah variabel-variabel pada persamaan jangka panjang memiliki hubungan kointegrasi, digunakan uji kointegrasi Engle-Granger. Di sisi lain, metode Error Correction Model digunakan untuk mengestimasi persamaan jangka pendek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel ekspektasi nilai tukar dan risk premium mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah, dimana hubungannya adalah positif. Namun, tidak terjadi speculative bubbles dalam jangka panjang dan jangka pendek yang mengindikasikan pergerakan nilai tukar rupiah relatif stabil. Berdasarkan hasil tersebut, maka ekspektasi nilai tukar dan risk premium harus menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan stabilitas nilai tukar.

This main purpose of this research is to analyze the movement of the exchange rate Indonesian rupiah against American dollar, which assumed being affected by the market agents and speculators, resulling bubbles in the economy. The period of this research is within the fourth quarter of 1997 and the second quarter of 2008. There are 3 (three) types of variable that being used in this research. First, fundamental variables that can not be observed directly (differential of shock to nominal interest rate, differential of output gap and differential of inflation between Indonesia and United States, and risk premium). Second, fundamental variables that can be observed directly (differential of price level between Indonesia and United States). The last one is exchange rate expectation variable. Engle-Granger Cointegration Test was used to determine whether in the long run there is cointegrating relationship between variables. On the other hand, Error Correction Model was used to estimate short-run equation. The empirical evidence provided here suggests that both in the long-run and short-run, exchange rate expectations and risk premium have significant impact on exchange rate Rp/USD, where the relationship is positive. However, there is no evidence—both in the long-run and short-run—that speculative bubbles occurred, which indicates the stability of Indonesian exchange rate movement. Based on the results of this research, policy maker should considered exchange rate expectation and risk premium in determining exchange rate stability."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26461
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Amin Mansur
"Current account deficit is a common phenomenon in Indonesia. In most years, during the period of 1979-1997, Indonesia experienced current account deficit. Despite the deficit can be solved through foreign direct investment and foreign loan, caution has to be taken to avoid negative effects of the deficit current account, especially on the national economy.
Government efforts in order to solve problems of current account deficit can't rely only on funds from abroad. Some factors influencing deficit current account have to be investigated and dealt with seriously in order for the government to issue policy that will help them achieve the target.
This research aimed to examine the determinant factors that influenced fluctuation of current account deficit in Indonesia from I979 to1997. The research employed co-integration model and error correction model (ECM) that had been currently popular in econometric analysis, especially to estimate short run dynamic relationship and long run static relationship.
The result of this research revealed that fluctuation in real effective exchange rate and foreign incomes were variables that significantly influenced the current account deficit fluctuation in Indonesia, either both short-run and Iong run. When the value of rupiah weakens against the value of foreign currencies (depreciation), the current account deficit decreased. On the other hand, deficit current account and foreign incomes has negative relationship, that is an increase in foreign incomes reduced the current account deficit.
The deficit in government budget was another variable affecting the current account deficit, especially in the short-run. The research pointed out that during the study period, deficit on government budget worsened current account position in Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T 4515
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Budhi Ismayadi
"Tesis ini membahas tentang dampak jangka panjang antara Investasi Langsung Luar Negeri, Perdagangan dan Pendapatan Perkapita di Indonesia pada periode 1976-2008. Analisa hubungan jangka panjang dengan melihat kointegrasi dari variabel-variabel tersebut menggunakan pendekatan model ARDL (Auto Regressive Distributed Lag) atau Bound Tesi yang dikembangkan oleh Pesaran et al. (2001). Kerangka analisa ekonomi melalui model pertumbuhan Aggregate Production Function (APF) dengan menambah variabel perdagangan dan variabel Investasi Langsung Luar Negeri.
Hasil kointegrasi dengan pendekatan ARDL menunjukkan bahwa dalam jangka panjang persamaan dengan model Aggregate Production Function (APF) terkointegrasi. Koefisien yang signifikan mempengaruhi pendapatan perkapita dalam jangka panjang adalah tenaga kerja (berhubungan negatif), investasi langsung dari luar negeri (berhubungan positif) dan ekspor yang merupakan proksi dari keterbukaan perdagangan (berhubungan positif). Hanya variabel independen modal yang tidak signifikan dengan pendapatan perkapita. Dampak dari krisis juga mempengaruhi negatif secara signifikan kepada pendapatan perkapita. Dalam jangka pendek, dengan menggunakan Error Correction Model (ECM) signifikan terjadi penyesuaian keseimbangan jangka pendek terhadap keseimbangan jangka panjangnya.

This study examine the long-run impact of foreign direct investment and trade on income per capita in Indonesia during 1976 -2008. Using ARDL (Auto Regressive Distributed Lag) approach or Bound Testing suggested by Pesaran et al. (2001). Methodology for this study use aggregate production function (APF) growth model with adding FDI and trade variable to this model.
Empirical result demonstrates that model APF growth model cointegrated. Labor is negatively associated and statistically significant determinant of income per capita. FDI is positively associated and statistically significant determinant of income per capita. Export as proxy of trade openness is positively associated and statistically significant determinant of income per capita. Only capital is not statistically significant determinant of income per capita. Impact of the Crisis in 1997 is negatively associated and statistically significant determinant of income per capita. In short run, using error correction model (ECM) model demonstrate statistically significant.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26435
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library