Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Listya Tresnanti Mirtha
"Background: peripheral neuropathy is known as one of most common complication in diabetes mellitus type 2 patient. This complication is caused by uncontrolled condition of blood glucose level in long periode. Regular physical activity in moderate to high intensity is beneficial in management of diabetes mellitus. This report aimed to know the effectiveness of aerobic exercise in causing improved peripheral functions in type 2 diabetes mellitus.
Methods: literature searching using several related keywords in Medline, Pubmed,, and Cochrane library, following inclusion and exclusion criteria.
Result: Dixit et al suggested that a heart rate intensity of 40-60 percent aerobic exercise of 30-45 min duration per session for eight weeks suggest an important impact in controlling diabetic peripheral neuropathy. Kluding PM et al suggested that significantly improved selected measures of peripheral nerve function (worst, pain levels and MNSI score, glycemic control (HbA1c), and resting heart rate.
Conclusion: the studies showed significant benefit of aerobic exercise, despite the short duration of exercise being used as intervention towards improvement in peripheral nerve function. However, further studies with large samples and longer duration of intervention are needed to confirm the finding.

Latar belakang: neuropati perifer merupakan salah satu komplikasi yang sering dijumpai pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Timbulnya komplikasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi kadar gula darah tidak terkontrol dalam waktu yang lama. Aktivitas fisik rutin dengan intensitas sedang sampai tinggi bermanfaat dalam pengelolaan diabetes mellitus. Telaah ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan aerobik dalam memperbaiki fungsi perifer yang lebih baik pada diabetes melitus tipe 2.
Metode: pencarian literatur menggunakan beberapa kata kunci yang terkait di perpustakaan elektronik Medline®, Pubmed®, dan Cochrane library, mengikuti kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil: studi Dixit et al menunjukkan bahwa 40-60% intensitas denyut jantung latihan aerobik dengan durasi 30-45 menit per sesi selama delapan minggu menunjukkan adanya dampak penting dalam mengontrol diabetes neuropati perifer. Kluding PM et al menunjukkan perbaikan secara signifikan dari pengukuran terpilih fungsi nervus perifer (tingkat keparahan “terburuk” dan skor MNSI), kontrol glikemik (HbA1c), dan denyut jantung istirahat.
Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan manfaat latihan aerobik yang signifikan, meski menggunakan latihan singkat sebagai intervensi terhadap perbaikan fungsi saraf perifer. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel besar dan durasi intervensi yang lebih lama untuk mengonfirmasi temuan tersebut.
"
Jakarta: Interna Publishing, 2018
610 UI-IJIM 50:1 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fakhri Rahman
"Aim: to learn the role of docetaxel in non-castrate resistant prostate cancer patient.
Methods: literature search was conducted to find relevant study comparing the combination of docetaxel and androgen deprivation therapy (ADT) to ADT alone in non-castrate resistant prostate cancer using PubMed, Cohrane Library, Proquest, EBSCO, and Scopus database. Quality assessment of studies was done using Bond University Rapid Critical Appraisal of a Systematic Review.
Results: we found 494 studies from literature search, but only two studies were included in final selection. Based on validity assessment, we chose one study to be discussed further. This study showed that combination of docetaxel and ADT is better than ADT alone in regards of overall survival (HR 0.64; 95% CI 0.55, 0.75; p<0.0001; NNT=3), biochemical progression free survival (HR 0.63; 95% CI 0.57, 0.69; p<0.0001; NNT=2) and clinical progression free survival (HR 0.73; 95% CI 0.64, 0.84; p<0.0001; NNT=2). Benefit of docetaxel and ADT combination was especially seen in high volume disease (HR 0.67; 95% CI 0.54, 0.83; p=0.0003; NNT=3).
Conclusion: addition of docetaxel into ADT has beneficial effects in terms of overall survival and progression free survival in patients with non-castrate resistant metastatic prostate cancer.

Tujuan: untuk mengetahui peran docetaxel pada pasien kanker prostat metastasis non-castrate resistant.
Metode: penelusuran literature dilakukan untuk mencari studi mengenai perbandingan antara kombinasi docetaxel dan terapi deprivasi androgen (ADT) dengan ADT pada pasien kanker prostat metastasis non-castrated resistant. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan PubMed, Cohrane Library, Proquest, EBSCO, and Scopus. Penilaian kualitas literature dilakukan dengan menggunakan Bond University Rapid Critical Appraisal of a Systematic Review.
Hasil: kami menemukan 494 studi dari penelurusan literature, namun hanya 2 studi yang sesuai dengan kriteria seleksi. Berdasarkan analisis validitas, kami memilih satu studi untuk dapat dibahas secara lebih lanjut. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi docetaxel dan ADT lebih baik dari ADT dalam angka kesintasan secara umum (HR 0,64; 95% CI 0,55 0.75; p<0,0001; NNT=3), angka kesintasan bebas progresi biokimia (HR 0,63; 95% CI 0,57, 0,69; p<0,0001; NNT=2), dan angka bebas progresi klinis (HR 0,73; 95% CI 0,64, 0,84; p<0,0001; NNT=2). Keuntungan dari kombinasi docetaxel dan ADT terutama terlihat pada kanker prostat dengan volume tinggi (HR 0,67; 95% CI 0,54, 0,83; p=0,0003; NNT=3).
Kesimpulan: penambahan docetaxel pada ADT memiliki efek yang menguntungkan dalam angka kesintasan secara umum dan angka bebas progresi pada kanker prostat metastasis non-castrated resistant.
"
Jakarta: Faculty of Medicine University of Indonesia, 2017
610 UI-IJIM 49: 1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library