Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Indah Sari Budi Ghafara
"Transportasi umum saat ini menjadi pilihan favorit masyarakat dalam melakukan perpindahan dengan selamat dan efisien. Salah satu transportasi umum pilihan masyarakat Jakarta adalah kereta Mass Rapid Train (MRT). Keselamatan kereta MRT merupakan isu yang penting untuk diperhatikan agar dapat menjaga keselamatan baik masinis maupun penumpang. Dalam pengoperasian kereta MRT, dilakukan oleh seorang masinis. Menurut data Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), di tahun 2016 sebanyak 45% kecelakaan disebabkan oleh masinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fatigue serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kelelahan pada masinis seperti faktor terkait pekerjaan dan faktor tidak terkait pekerjaan. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Juni 2023 di PT. XYZ. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Fatigue Assessment Scale (FAS) dalam mengukur kelelahan, dan Sound Level Meter dalam mengukur kebisingan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 67 masinis kereta MRT yang aktif mengoperasikan kereta. Hasil dari data kuesioner dianalisis menggunakan uji statistic chisquare. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 41,8% mengalami kelelahan. Dari penelitian ini diketahui bahwa pada faktor risiko terkait pekerjaan, terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan kelelahan pada masinis. Pada faktor risiko tidak terkait pekerjaan, terdapat hubungan yang signifikan antara commuting time, dan kualitas tidur terhadap kelelahan pada masinis.

Public transportation is currently people's favorite choice for moving safely and efficiently. One of the public transportation choices for the people of Jakarta is the Mass Rapid Train (MRT). MRT train safety is an important issue to pay attention to maintain the safety of both the driver and the passengers. In operating the MRT train, it is carried out by a train driver. According to data from the National Transportation Safety Commission (KNKT), in 2016 as many as 45% of accidents were caused by train drivers. This study aims to analyze fatigue and factors related to the occurrence of fatigue in train drivers such as work-related factors and non-work related factors. This research was conducted from January to June 2023 at PT XYZ. The tools used in this study were the Fatigue Assessment Scale (FAS) questionnaire to measure fatigue, and the Sound Level Meter to measure noise. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design. The sample in this study was 67 MRT train drivers who actively operated trains. The results of the questionnaire data were analyzed using the chi-square statistical test. The results of this study showed that 41.8% experienced fatigue. From this study, it is known that on work-related risk factors, there is a significant relationship between work shifts and driver fatigue. In non-work related risk factors, there is a significant relationship between commuting time and sleep quality on driver fatigue."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fathir Aksa Majda
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan dan faktor risiko kelelahan (fatigue) pada pekerja konstruksi di Proyek A PT XYZ tahun 2025. Faktor terkait pekerjaan yang diteliti mencakup waktu kerja, beban kerja, shift kerja dan lingkungan kerja. Sedangkan, faktor tidak terkait pekerjaan yang diteliti mencakup usia, status gizi, kualitas tidur, kuantitas tidur, kebiasaan merokok, konsumsi kafein, dan commuting time (waktu perjalanan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional dan dilaksanakan pada Februari – Juni 2025 di Proyek A PT XYZ. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mencakup identitas responden, Fatigue Assessment Scale for Construction Workers (FASCW), NASA Task Load Index (NASA TLX) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 78 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36 responden (46,2%) mengalami kelelahan, sedangkan 42 responden (53,8%) tidak mengalami kelelahan. Berdasarkan analisis inferensial menggunakan uji Chi-Square, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja (p-value = 0,024; OR = 0,227) dan usia (p-value = 0,024; OR = 3,000) dengan kelelahan pada pekerja konstruksi di Proyek A PT XYZ.

This study aims to analyze fatigue and the risk factors associated with fatigue among construction workers at Project A, PT XYZ, in 2025. Work-related factors examined include working hours, workload, work shifts, and work environment. Meanwhile, non- work-related factors analyzed include age, nutritional status, sleep quality, sleep quantity, smoking habits, caffeine consumption, and commuting time. This research employs a quantitative approach with a cross-sectional study design, conducted from February to June 2025 at Project A, PT XYZ. Data collection was carried out using a questionnaire covering respondent identity, the Fatigue Assessment Scale for Construction Workers (FASCW), NASA Task Load Index (NASA TLX), and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The total number of respondents in this study was 78. The results showed that 36 respondents (46.2%) experienced fatigue, while 42 respondents (53.8%) did not. Based on inferential analysis using the Chi-Square test, a significant relationship was found between work shifts (p-value = 0.024; OR = 0.227) and age (p-value = 0.024; OR = 3.000) and fatigue among construction workers at Project A of PT XYZ."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library