Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 27 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Pardomuan, Julis Junjung
"Membuktikan apakah siswa SMEA di Jakarta terfiksasi dalam mengambil keputusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induksi. Siswa SMEA di Jakarta pada saat ini masih terfiksasi. Karena terfiksasi maka perlu dipikirkan suatu cara penanggulangan agar siswa SMEA tersebut tidak terfiksasi."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1995
S18886
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Postgate, J.R.
Cambridge, UK: Cambridge University Press, 1982
521 POS t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Mujiyanti
"ABSTRAK
Pemasangan infus adalah prosedur yang sering dilakukan di rumah sakit. Komplikasi yang sering terjadi pada pemasangan infus adalah flebitis. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya flebitis adalah karena fiksasi yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas model fiksasi U terhadap komplikasi pemasangan infus.
Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan rancangan post test only non equivalent group design dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukan model U efektif untuk mengurangi kejadian flebitis pada anak (p<0,05). Penelitian ini merekomendasikan penggunaan model fiksasi U untuk mencegah kejadian flebitis.

ABSTRACT
Peripheral intravenous insertion is the most commonly performed procedures in hospital. One factor that influences the occurrence of phlebitis is improper fixation. This study aimed to clarify the effectiveness of U model fixation to the occurrence of complications. This study used a quasi experimental design with post test only non equivalent group design. The sample was 32 respondents which were collected with consecutive sampling technique. The result showed that U model fixation was effective for reducing the incidence of phlebitis among children (p<0.05). This research recommends U model fixation to be used for intravenous catheter fixation."
2015
T45234
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yamato Satria Dharma
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
T58446
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agie Ramadhan
"Alat fiksasi, sebagai alat bantu radioterapi dan berbahan dasar polimer, merupakan salah satu alat yang masih di-import ke Indonesia dari negara lain. Seiring dengan bertambah banyaknya penderita kanker yang memerlukan radioterapi maka kebutuhan akan alat ini juga semakin bertambah. Dalam penelitian ini dilakukan serangkaian pengujian untuk mengetahui jenis material dari polimer pembentuk alat fiksasi. Pengujian yang dilakukan meliputi Pengukuran densitas, FTIR, DSC, SEM, XRD dan VST. Hasil penelitian berdasarkan pengujian sifat fisik dan kimia dari bahan polimer alat fiksasi, dapat diketahui bahwa polimer polycaprolactone (PCL) merupakan bahan dasar alat fiksasi. Bahan fiksasi tersebut memiliki titik leleh pada 54,94 oC, densitasnya adalah sebesar 1,12 gram/cm3, dan memiliki titik lunak pada suhu 43,6 oC. Dengan mengetahui jenis bahan polimer, sifat fisik, dan sifat kimia bahan fiksasi, diharapkan Indonesia dapat memulai memproduksi alat fiksasi sehingga ketergantungan bahan import untuk keperluan radioterapi dapat dikurangi.

Fixation device, as radiotherapy tools and polymer-based is one tool which imported. With the increasing number of cancer patients who require radiotherapy therefore the need for this tool is also increasing. In this study conducted a series of tests to determine the type of material from polymer of fixation device. The test was conducted on measurement of density, FTIR, DSC, SEM, XRD and VST. The result based on testing of physical and chemical properties of polymer material fixation devices, it can be determined that the polymer polycaprolactone (PCL) is the basic ingredient fixation device. The fixation device has a melting point at 54.94 oC, the density is 1.12 gram/cm3 and has a softening point at a temperature 43.6 oC. By knowing the type of polymeric materials, physical properties, and chemical properties from material fixation, Indonesia to be expected to start producing fixation device so that the dependence of materials imported for radiotherapy can be reduced."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S54913
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Pemanasan global merupakun isu ulumu dalam bcrbugai jumal pcngclnhuun dan pemberitaan akhir-akhir ini. Carn~cara pencegahan dan penanggulangan sudah mulai dikembangkaln unluk menghindari efek yang lebih berbahaya. Salah satu cam pcnang&_»ulang,z|nnyz| ndalah dengan Eksasi CO2 oleh mil-croalgn. Fiksasi CO3 selain dapat mcngurangi kadar CO; di udara juga dapat menghasilkan biomassa milcroalga yung mcmiliki nilui ckonomis scperti protein dan glukosa. Hasil biomassu ini kini lclah banyzlk dioluh untuk dikonsumsi mzmusia.
l’|‘o:sus llnlosinlcsis |\u.:ru|'mk;|u pruscs ulamm l`|CI'll|l\Q,$l1|\g,ll}'ll |)(.‘l'l\hCl'll\ll~I1ll'l biomassa selain proses enzimatis (tanpa cahaya). Penelitian sebelumnya telah mcmhuklikan scmznkin hcsaar inlcnsilus culmya yang, dibcrikzm pudn kullur nnkrnalga scmakin besur pula biomassa yang dihasilkan. Pcncliliun ini diharanpkun Llupzxl mcmuliukkzm pcngmuh \'lll'l£lSl ll\lC|lSilL|S culmyn Llun _ilunluh inukulum icrlmdup pmduksi biomalssa dun liksusi CO; olch mikroulgn.
Penelitian ini akan menggunakan Chlorella Sp. Chiorelia merupakan alga hijau A( C/ziorophyta) dan rnerupakan mikroalga yang paling banyak dikembangkan.
Mikroalga ini nkan dilihat pertumbuhannya dalam fotobioreaktor. Sistern reaktor yang digunakan adalah fotolgioreaktor kolom gelembung."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S49421
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faris Najmuddin Zahir
"Peningkatan produksi biomassa Chlorella vulgaris dengan perlakuan mikrofiltrasi pada sirkulasi aliran medium kultur sebagai bahan baku biodiesel telah dilakukan. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan produksi biomassa dengan perlakuan mikrofiltrasi mempunyai produksi biomassa 2.12 kali lebih tinggi dibandingkan dengan filter spons biasa, dan 2.54 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pencahayaan intensitas tetap tanpa filter.
Kemampuan biofiksasi CO2 dengan perlakuan mikrofiltrasi memiliki nilai efisiensi yang paling tinggi yaitu sebesar 95.17%. Kandungan lipid yang dihasilkan pada penelitian ini bernilai 30.15%. Nilai ini lebih besar jika dibandingkan dengan kandungan esensial lainnya dan menunjukkan bahwa Chlorella vulgaris hasil kultivasi pada penelitian ini mempunyai potensi yang baik sebagai bahan baku biodiesel.

Enhanced biomass production of Chlorella vulgaris by microfiltration treatment in circulation flow of medium culture as biodiesel feedstock was investigated. From research that have conducted, the production of biomass that obtained with microfiltration treatment have biomass production 2.12 times higher than sponge filter treatment and 2.54 times higher than remain intensity illumination without filter.
The ability of biofixation with treatment microfiltration have the highest efficiency value that is equal to 95.17%. The lipid content from this research is equal to 30.15%. This value is larger if compered with other essential content and shows that the cultivation of Chlorella vulgaris in this research has a good potential as biodiesel feedstock.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1083
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Albert Santoso
"Penggunaan bahan bakar oleh industri secara masif meningkatkan emisi karbon dioksida secara signifikan. Hal ini menyebabkan dua permasalahan besar, yakni pemanasan global dan krisis energi. Untuk mengatasi kedua masalah tersebut, mikroalga klorofita, seperti Chlorella vulgaris, dikenal memiliki kemampuan fiksasi karbon dioksida yang baik. Karbon dioksida yang terikat kemudian disintesis menjadi lipid. Lipid yang dihasilkan merupakan bahan baku biodiesel. Pada studi kali ini, mikroalga Chlorella vulgaris dikultivasi dalam fotobioreaktor 18 liter dan medium kompos pada pencahayaan 3000 lux selama 90 jam sebagai prototipe skala besar dengan variasi densitas sel awal dan konsentrasi karbon dioksida. Kultivasi pada densitas sel awal 0,137 g.dm-3 mampu memfiksasi karbon dioksida hingga 30,38 g.dm-3.hari-1 (93,56%) pada pengaliran karbon dioksida 23,80 g.jam-1 dengan produktivitas biomassa 0,44 g.dm-3.hari-1 dan yield lipid 0,0795 glipid.gsel-1, serta menunjukan potensi fiksasi karbon dioksida (31,51%) dan produksi lipid (0,0739g.g-1) yang baik pada pengaliran karbon dioksida 48,17 g.jam-1. Kultivasi pada densitas sel awal lebih tinggi (0,325 g.dm-3) menunjukan resistansi lebih baik pada pengaliran karbon dioksida 48,17 g.jam-1 dengan fiksasi karbon 37,95 g.dm-3.hari-1 (58%) , produksi biomassa 0,82 g.dm-3.hari-1 dan yield lipid 0,0834 g.g-1serta potensi yang baik pada pengaliran karbon dioksida 65,96 g.jam-1. Dengan efisiensi fotosintesis mencapai 26,3% pada densitas awal sel rendah dan 8,31% pada densitas awal sel tinggi, model kinetika Haldane mampu memberikan pendekatan (R=0,957) pada kurva pertumbuhan, mengindikasi besarnya pengaruh inhibisi substrat. Penelitian ini menunjukan potensi mikroalga klorophyta serta memberikan dasar empiris model dalam mereduksi karbon dioksida berkonsentrasi tinggi dan sekaligus memproduksi lipid sebagai bahan dasar biodiesel pada skala besar. Studi lebih lanjut diperlukan untuk adaptasi skala komersial.

Massive use of fuels by industry increase carbon dioxide emission significantly. This leads to two big problems of the world, which are global warming and energy crsis. To deal with those problems, microalgae chlorophyta, especially Chlorella vulgaris, is wellknown for its ability to fixate carbon dioxide. Fixated carbon dioxide is then synthesized to lipid. Lipid produced is the raw material for biodiesel. In this study, microalgae Chlorella vulgaris is cultivated in photobioreactor (volume 18L) and in liquid organic compost based medium under illumination 3000 lux for 90 hours as prototype for scale up with varying initial density and carbon dioxide concentration. Cultivation with initial cell density 0.137 g.dm-3 shows ability to fixate carbon dioxide up to 30.38 g.dm-3.day-1 (93.56%) under carbon dioxide inflow 23.80 g.hour-1 with biomass productivity 0.44 g.dm-3.day-1 and lipid yield 0.0795 glipid.gcell-1, and shows potential to fixate carbon dioxide (31.51%) and produce high lipid (0,0739g.g-1) under carbon dioxide inflow 48,17 g.hour-1. Cultivation with higher initial cell density (0,325 g.dm-3) shows better resistance under carbon dioxide inflow 48.17 g.hour-1 with carbon fixation 37.95 g.dm-3.day-1 (58%) , biomass production 0.82 g.dm-3.day-1, lipid yield 0.0834 g.g-1, and good potential under carbon dioxide inflow 65.96 g.hour-1. With photosynthesis efficiency reaches 26.3% on lower initial cell density and 8,31% on higher initial cell density, Haldane kinetic model manages to give approach (R=0.957) on growth curve, indicating significance of substrate inhibition. This research shows potential of Chlorella vulgaris and empirical model base in reducing high concentration carbon dioxide and simultaneously producing lipid as raw material for biodiesel at larger scale. Further study is necessary for adapting this potential to commercial scale.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
T43132
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fransiska Putri Wahyu Wijayanti
"Skripsi ini membahas mengenai Fiksasi yang merupakan salah satu persyaratan mutlak dalam perlindungan Hak Cipta. Doktrin Fiksasi mensyaratkan sebuah ciptaan harus berwujud nyata (tangible) dalam arti dapat dilihat, didengar, dan direproduksi kembali. Sebuah Ide tidak akan mendapatkan perlindungan Hak Cipta sehingga ide tersebut harus disalurkan kedalam suatu media. Namun ada sebuah ciptaan yang dapat didengar namun tidak dapat direproduksi kembali, yaitu ceramah atau pidato spontan.
Skripsi ini membahas mengenai kesesuaian pengaturan doktrin Fiksasi yang ada dalam Undang-Undang Hak Cipta No.28 Tahun 2014 dengan Perjanjian Internasional Hak Kekayaan Intelektual dalam hal perlindungan terhadap karya cipta ceramah. Setelah melakukan analisis, pengaturan doktrin Fiksasi dalam UUHC tidak melindungi suatu Ceramah yang bersifat spontan dan belum di Fiksasi. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kepustakaan.

This paper discusses Fixation is one of the absolute requirement for Copyright Protection. To be qualified as fixation Under Law no. 28 Year 2014 concerning Copyright Law, a work must be fixed in tangible medium of expression that can be seen, heard or reproduced. A mere idea, on the other side, needs to be fixed in a form of media to obtain copyright protection. However, there is a work that can be heard but can not be reproduced, namely spontaneous speech or lecture.
This study discusses the compability of fixation doctrine under Copyright Law to International Agreement of Intellectual Property Rights regarding protection of speech. The author concludes that the fixation doctrine under Copyright Law does not protect spontaneous and unfixed speeches. The method used in this thesis is the method of literature.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2015
S60790
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Kusumadi Retnaningtyas
"Klien fraktur yang terpasang alat Eksasi luar sangat mungkin mengalami gangguan citra tubuh, karena salah satu stressor yang menyebabkan gangguan citra tubuh adalah adanya perubahan bentuk fraktur tubuh yang diakibatkan oleh terpasangnya alat - ala! dalam tubuh klien. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara status citra tubuh dengan faktor - faktor resiko. Penelitian ini dilakukan di RSUPN Cipto Mangunkusumo dengan jenis penelitian studi deskriptif menggunakan desain Cross Sectional. Penelitian dilakukan terhadap 13 klien fraktur yang terpasang fiksasi luar yang sedang dirawat di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data demografi, faktor - faktor dan status citra tubuh. Data dianalisa dengan distribusi frekuensi menggunakan sentral tendensi kemudian dilanjutkan dengan uji statistik non parametric fisher exact umuk menguji hubungan antara faktor resiko dengan status citra tubuh yang muncul. Dani penelitian diperoleh bahwa umur responden 69,2 % lebih dari 35 tahun, jenis kelamin 53,8 % adalah laki - laki, tingkat pendidikan 46,2 % Akademi / Perguruan Tinggi, alat Eksasi luar yang terpasang 77 % kurang dari satu bulan. Faktor yang paling dirasakan oleh responden adalah faktor tampilan anatomis dan status citra tubuh yang teljadi 84,6 % adalah positif. Dari penelitian juga diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor- faktor resiko yang diteliti dengan citra tubuh klien fraktur yang terpasang alat fiksasi luar. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelayanan keperawatan tetap memperhatikan pengaruh faktor - faktor resiko terhadap citra tubuh klien fiaktur yang terpasang alat Eksasi Iuar, karena individu itu adalah unik"
Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2001
TA5003
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>