Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 237 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Universitas Indonesia, 1993
S27941
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sulong
"ABSTRAK
Positioning merupakan suatu konsep komunikasi yang lahir untuk mengantisipasi munculnya masyarakat informasi yang telah mengalami komunikasi berlebih. Dalam masyarakat informasi, terjadi ledakan dalam jumlah media, ledakan jumlah produk dan informasi yang melebihi kapasitas kebutuhan masyarakatnya. Akibatnya, manusia dalam masyarakat informasi mengalami komunikasi berlebih sehingga pikiran (mind) mereka harus melakukan proses penyederhanaan berlebih terhadap segala informasi yang menerpanya. Konsekuensinya adalah bahwa pikiran manusia ini hanya mau menerima informasi yang sesuai dengan apa yang telah ada dalam pikirannya. itulah konsep positioning muncul sebagai satu pendekatan untuk mencari celah dalam pikiran manusia yang telah penuh. Positioning sendiri didefinisikan sebagai suatu pendekatan komunikasi yang bertujuan untuk menanamkan tertentu ke dalam pikiran khalayak di antara begitu Dalam kaitan citra banyaknya citra yang telah ada dalam pikiran tersebut. Obyek penelitian yang dipilih adalah rokok kretek filter, dengan alasan bahwa produk ini adalah salah satu produk yang persaingannya termasuk paling ketat di Indonesia. Selain itu, produk ini sangat kontroversial. Di satu pihak membahayakan kesehatan, di lain pihak sumbangannya bagi pembangunan justeru sangat besar. Untuk itu, ditetapkan lima merek rokok kretek filter yang paling besar pangsa pasarnya yaitu Bentoel International, Jarum Super, Gudang Garam Filter, Gudang Garam Surya 12 dan Sampoerna A Mild. Dengan pendekatan positioning, penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan posisi merek-merek rokok kretek filter pada peta persepsi berdasarkan data preferensi serta jviga memperoleh informasi mengenai dimensi-dimensi utama yang ada di balik preferensi responden terhadap rokok kretek filter. Untuk mendapatkan peta persepsi, digunakan metode multi dimensional scaling, yaitu suatu metode yang memungkinkan peneliti untuk menampilkan kedekatan antar berbagai obyek penelitian dalam sebuah peta yang dinamakan peta persepsi. Karena studi positioning ini dilakukan di Indonesia yang masyarakatnya sedang berada dalam tahap transisi, maka dipilih suatu kelompok tertentu yang dalam telah mengalami komunikasi berlebih, perkotaan yang berstatus sosial menengah ke atas, diambil 100 responden dengan karakteristik harus batasan tertentu juga yaitu masyarakat Untuk itu tersebut, dengan syarat tambahan, menghisap rokok kretek filter. hasil penelitian menunjukkan bahwa digunakan responden untuk Secara ringkas dimensi-dimensi memposisikan rokok kretek filter adalah berat-ringannya rokok, keras-lembut, rasa manis-pahit, gurih-tawar dan sifat vitama, yang aroma panas-dingin. Secara keseluruhan, terlihat bahwa Bentoel diposisikan sebagai rokok yang sangat berat dan beraroma sangat keras. Jarum diposisikan sebagai rokok berat yang beraroma lembut, Filter sebagai rokok yang cukup ringan dan beraroma sangat lembut. Surya dipersepsikan sebagai rokok yang ringan dan beraroma lembut. Terakhir, Sampoerna diposisikan sebagai rokok yang sangat ringan dan sangat keras aromanya."
1990
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Johnson, David E.
Engliwood Cliffs: Prentice-Hall, 1976
621.381 5 JOH i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Adim Majid
"Indonesia dikenal dengan salah satu sebutannya adalah negara agraris yang artinya Sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian. Indonesia menghasilkan kurang lebih 146,7 juta ton limbah biomassa setiap tahunnya, sebanyak kurang lebih 16 juta ton adalah sampah biomassa sekam padi (PTSEIK, 2017). Gasifikasi biomassa adalah proses konversi biomassa menjadi bahan bakar gas yang mempan bakar (CO, CH4, dan H2). Bahan baku untuk proses gasifikasi dapat berupa limbah biomassa, yaitu sekam padi, tempurung kelapa, potongan kayu, maupun limbah pertanian lainnya. Dalam proses pembakaran biomassa sebagai bahan bakar, rantai hidrokarbon pada biomassa yang dipilih akan terurai. Produk yang dihasilkan dari proses gasifikasi adalah gas mempan bakar yang disebut syngas (gas sintesis). Gas mudah bakar (gas combustible) yang dapat dimanfaatkan hanyalah CO, H2, dan CH4. Selama proses gasifikasi akan terbentuk daerah proses yang dinamakan menurut distribusi suhu dalam reaktor gasifier. Daerah-daerah itu, yaitu: Drying, Pyrolysis, Reduksi, dan Combustion. Selama pirolisis, kelembaban menguap pertama kali (100°C), kemudian hemiselulosa terdekomposisi (200-260°C), lalu selulosa (240-340°C), dan diikuti oleh lignin (280-500°C). Produk cair hasil pirolisis yang menguap mengandung tar dan PAH (polyaromatic hydrocarbon). Produk pirolisis umumnya terdiri dari tiga jenis, yaitu gas ringan (H2, CO, CO2, H2O, dan CH4), tar, dan arang. Tar dapat didefinisikan sebagai campuran hidrokarbon terkondensasi. Konsentrasi tar dalam sistem harus dibatasi dan terdapat beberapa cara untuk pengurangan tar. Mengurangi tar yang terkandung pada syngas dapat dilakukan dengan cara filtrasi menggunakan bahan adsorben. Partikel tar menempel pada adsorben yang menghasilkan aliran syngas yang diharapkan bebas dari tar. Terdapat kandungan tar pada syngas yang diizinkan untuk masuk kedalam motor bakar yaitu 0,01-0,1 g/Nm3. Pada gasifier purwarupa 3 ini memilih MANN paper filter sebagai adsorben yang digunakan untuk mengurangi konsentrasi tar pada syngas dengan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan efisiensi adsorben sekam dan filter minyak.

Indonesia is known by one of its names is an agrarian country, which means that most of the population works in agriculture. Indonesia produces approximately 146.7 million tons of biomass waste annually, of which approximately 16 million tons is rice husk biomass waste (PTSEIK, 2017). Biomass gasification is the process of converting biomass into fuel gas that is capable of burning (CO, CH4, and H2). The raw materials for the gasification process can be in the form of biomass waste, namely rice husks, coconut shells, wood chips, and other agricultural wastes. In the process of burning biomass as fuel, the hydrocarbon chains in the selected biomass will be decomposed. The product resulting from the gasification process is a combustible gas called syngas (synthesis gas). Combustible gases that can be utilized are only CO, H2, and CH4. During the gasification process, a process area will be formed which is named according to the temperature distribution in the gasifier reactor. These areas are: Drying, Pyrolysis, Reduction, and Combustion. During pyrolysis, moisture evaporates first (100°C), then hemicellulose is decomposed (200-260°C), then cellulose (240-340°C), followed by lignin (280-500°C). The liquid product of pyrolysis that evaporates contains tar and PAH (polyaromatic hydrocarbon). Pyrolysis products generally consist of three types, namely light gases (H2, CO, CO2, H2O, and CH4), tar, and charcoal. Tar can be defined as a mixture of condensed hydrocarbons. The concentration of tar in the system must be limited and there are several ways to reduce tar. Reducing tar contained in syngas can be done by filtration using an adsorbent material. Tar particles adhere to the adsorbent resulting in a syngas flow which is expected to be free of tar. There is a tar content in the syngas that is allowed to enter the combustion engine, which is 0.01-0.1 g/Nm3. In this prototype gasifier 3, the MANN paper filter was chosen as the adsorbent used to reduce the tar concentration in the syngas with a higher efficiency than the efficiency of the husk adsorbent and oil filter."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Development of non linear loading in the application of industry and distribution system as well as harmonic compensation becomes specific ettention....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Maria M.A. Dua Bunga
"Salah satu jenis pengolahan awal (pretreatment) untuk menurunkan kekeruhan air baku yang berfluktuasi adalah unit Horisanralqloi-v Roughing Filter (1-IRF). HRF menggunakan media penyaring berupa kerikil Qgravel) berdiameter antara 4 - 40 mm yang dibagi dalam beberapa zone (kompartemen) dari butiran berdiameter kasar Sampai halus dengan pengaliran horisontal.
Untuk meneliti efisiensi alat HRF, dibuat model HRF dengan skala laboratorium sebesar 10 % dari ukuran sebenarnya, kecuali tinggi jagaan (free board) sebesar 0,5 cm yang berfungsi mempemrudah pengamatan proses di Iapangan. Model dibuat dari bahan acrylic (tebal 6 mm), berukuran 90 cm x 30 cm x 15 cm dilengkapi dengan pipa PVC pada tiap zone untuk pengambilan sampel. Air baku yang diteliti adalah air baku buatan yang diperoleh dengan cara mencampurkan air dengan tanah gambut. Debit air baku perencanaan sebesar 1,87 l/menit dengan kecepatan filtrasi 0,5 m/jam. Parameter kualitas air yang diuji meliputi kekeruhan, warna, suspended solid, Fe dan Mn, p1-1 serta ut organik yang dianggap turut mempengamhi esiensi dari HRF. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Mei sampai dengan pertengahan bulan Juni 1996.
Dari hasil penelitian, terlihat bahwa efisiensi HRF dalam menurunkan kekeruhan sampai 78,52 % untuk air baku dengan tingkat kekeruhan awal antara 149 - 152 F1"U. Untuk menjaga efisiensi dari alat HRF perlu dilakukan pencucian secara berkala. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S34559
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Widayanto
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1994
S28003
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Butarbutar, Gogo
"Didalam skripsi ini, penulis melakukan pembuatan prototype alat pemindah filter berbasis PLC, dan membuktikan bahwa alat tersebut dapat digunakan untuk memindahkan filter dari holder ke tube set pada proses produksi inhaler. Prototype peralatan yang dibuat menggunakan PLC OMRON CPMIA-20-CDR-A sebagai pengontrol dan komponen pneumatik sebagai aktuatornya. Alat ini dibuat untuk menggantikan tenaga manusia dalam proses pemindahan filter, karena manusia tidak sanggup melakukan pemindahan filter secara terus-menerus dengan cepat dan tepat, sehingga memperlambat hasil produksi. Penelitian dilaksanakan di PT. Procter & Gamble Indonesia sejak September 2003 sampai Maret 2004. Langkah awal yang dilakukan adalah merancang dan membuat alat pemindah filter secara otomatis dengan PLC, dilanjutkan dengan melakukan pengujian terhadap alat yang telah dibuat. Pengujian dilakukan dengan mengoperasikan alat secara optimal mengikuti konsep proses mesin tersebut, kemudian diamati dan diambil datanya. Dalam hal ini adalah hasil pemindahan filter dari holder ke tube setnya. Dalam pengambilan data merujuk kepada sistem yang digunakan pabrik yang bersangkutan yaitu military standard 105 E general inspection level III, dengan jumlah sample yang diteliti sebanyak 800 produk. Hasil yang didapatkan dari mesin pemindah filter ini, memperlihatkan kinerja yang cukup baik dengan pembuktian data yang berhasil dikumpulkan yaitu diatas 99% filter yang berhasil dipindahkan. Dari hasil yang didapat maka ulat pemindah filter dengan berbasis PLC ini dapat beroperasi secara otomalis."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S37605
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stefanus Marchelius
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
S39487
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>