Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ivan Bataro Dachi
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang diberikan oleh bahan florida terhadap fluks untuk pemrosesan aluminium dalam kaitannya untuk meningkatkan kualitas hasil pemrosesan aluminium dengan peleburan. Florida merupakan bahan tambahan yang umum digunakan dalam garam fluks selain bahan NaCl-KCl ekuimolar yang merupakan basis utama dari garam fluks untuk pemrosesan aluminium. Penelitian ini mengungkapkan pengaruh penambahan bahan florida pada fluks secara sifat, yaitu tegangan antarmuka, waktu koalesensi aluminium, serta viskositas garam fluks. Senyawa florida terbukti secara signifikan menurunkan tegangan antarmuka dari garam fluks dengan aluminium cair sehingga reaksi pembebasan aluminium dari inklusi semakin mudah terjadi. Selain itu, waktu koalesensi dan viskositas yang terpengaruh oleh penambahan bahan florida pada fluks ini juga merupakan faktor yang membantu pembebasan aluminium dari inklusi pada saat peleburan. Data yang disajikan berfokus pada penambahan senyawa NaF dan KF sebesar 5%, 10%, dan 15% pada garam fluks berbasis NaCl-KCl ekuimolar. Penambahan NaF dan KF pada garam fluks merupakan dua senyawa florida yang paling efektif dalam pembebasan aluminium dari inklusi. Penambahan senyawa florida tersebut dapat menurunkan tegangan antarmuka antara garam fluks dengan aluminium hingga sekitar 250 mN/m dimana sebelumnya tegangan antarmuka garam fluks dengan aluminium adalah sekitar 700 mN/m tanpa penambahan senyawa florida. Inklusi pada aluminium yang terjadi bisa ditekan hingga kurang dari 0.1% apabila menggunakan fluks dengan penambahan bahan florida. Hal ini menunjukan bahwa senyawa florida pada garam fluks dapat meningkatkan kualitas hasil pemrosesan aluminium.

This research was conducted to determine the effect given by the flourides on the flux for aluminum processing related to improve the quality of aluminum processing. Fluoride is a common additive used in salt flux in addition to the equimolar NaCl-KCl which is the main base of salt flux for aluminum processing. The study revealed the effect of fluoride addition to the flux to the salt flux properties such as interfacial tension, coalescence time of aluminum, and viscosity of the salt flux. Fluoride compounds have been shown to reduce the interfacial tension between salt flux and molten aluminum significantly so the reaction to purify the aluminum from inclusion is much easier. In addition, the coalescence time and viscosity affected by the addition of fluoride to the salt flux are also factors that help to purify the aluminum from inclusion on the melting process. The main data presented focuses on adding 5%, 10%, and 15% NaF and KF compounds to the equimolar NaCl-KCl based salt flux. Addition of NaF and KF to the salt flux are two of the most effective fluoride compounds to purify the aluminum from inclusion. The addition of the fluoride can reduce the interfacial tension between the salt flux and aluminum to about 250 mN/m where previously the interfacial tension of the salt flux and aluminum was around 700mN/m without fluoride addition. Inclusion in aluminum can be reduced to less than 0.1% when using salt flux with the addition of fluoride. This shows that fluoride compounds in salt flux can improve the quality of aluminum processing results."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Brooke, Steven
Gretna: Pelikan Publishing, 1995
720.975 941 BRO s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Citra Manela
"Latar belakang: Pemakaian heroin masih cukup tinggi di Indonesia. Tesis ini membahas tentang pengaruh penambahan natrium florida pada penyimpanan sampel darah yang mengandung heroin ( 6 monoacetylmorphine dan morfin ) di kulkas suhu 5°C - 15°.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik eksperimental dalam lingkungan yang terkontrol. Terhadap 8 subjek penelitian diambil darahnya sebanyak 9 ml yaitu yang menggunakan heroin 30 menit hingga 3 jam sebelum pengambilan darah. Kemudian 9 ml darah dibagi menjadi 3 tabung, masing- masing tabung 3 ml. Tabung pertama langsung diperiksa kadar 6 monoacetylmorphine dan morfin menggunakan Gas Choromatography Mass Spectrometry. Tabung kedua yaitu darah dengan natrium florida dan tabung ketiga darah tanpa natrium florida disimpan dikulkas suhu 5°C - 15°C selama 3 hari.
Hasil: Pada pemeriksaan sampel hari pertama terhadap zat 6 monoacetylmorphine tidak ditemukan adanya zat tersebut. Karena pada kedelapan sampel , 6 monoacetylmorphinenya telah berubah menjadi morfin. Tetapi 6 monoacetylmorphine ini tetap ada hingga hari ketiga pada 50% sampel yang disimpan dengan natrium florida. Rata-rata kadar morfin hari pertama adalah 860,2 ± 669,5 ng/ml menurun pada hari ketiga menjadi 656,6 ± 425,8 ng/ml ( sampel dengan penambahan natrium florida) , 448,2 ± 270,7 ng/ml ( sampel tanpa penambahan natrium florida). Rata-rata perbedaan antara sebelum dan sesudah penyimpanan pada sampel yang ditambahkan natrium florida adalah 203,6 ± 252,4 ng/ml dengan signifikansi (p) = 0,057. Rata-rata perbedaan antara sebelum dan sesudah penyimpanan pada sampel tanpa penambahan natrium florida adalah 411,9 ± 475,2 ng/ml dengan signifikansi (p) = 0,044. Kesimpulan Dengan penambahan natrium florida dapat mencegah perubahan 6 monoacetylmorphine menjadi morfin pada 50% sampel penelitian. Pada sampel yang disimpan dengan natrium florida, tidak ada perbedaan bermakna antara kadar morfin sebelum dan sesudah penyimpanan selama 3 hari dikulkas suhu 5°C - 15°C. Pada sampel yang disimpan tanpa natrium florida , terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar morfin sebelum dan sesudah penyimpanan selama 3 hari dikulkas suhu 5°C - 15°C.

Background: Heroin consumption is still quite high in Indonesia. This study is to discuss the effect of adding sodium fluoride to the storage of blood samples containing heroin (6 monoacetylmorphine and morphine) in a refrigerator with a temperature of 5°C to 15°C.
Methods: This study is an experimental analysis in a controlled environment. To the 8 subject of study, 9 ml of blood was drawn who was using heroin 30 minutes to 3 hours before blood sampling. This 9 ml of blood were then saved into 3 tubes of 3 ml each. The first tube was directly examined for the levels of 6 monoacetylmorphine and morphine using Gas Choromatography-Mass Spectrometry. The second tube of blood with sodium fluoride and the third tube of blood without sodium fluoride were stored in refrigerator of 5°C to 15°C for 3 days.
Results: On the first day examinations, 6 monoacetylmorphine were not found, because all of the samples, 6 monoacetylmorphine has changed to morphine. But this 6 monoacetylmorphine remains until the third day in 50% of samples stored with sodium fluoride. Average concentration of morphine in the first day was 860.2 ± 669.5 ng/ml and decreased to 656.6 ± 425.8 ng/ml on the third day (samples with the addition of sodium fluoride), and to 448.2 ± 270.7 ng / ml (sample without the addition of sodium fluoride). The average difference between before and after storage in the samples added with sodium fluoride is 203.6 ± 252.4 ng/ml with significance of (p) = 0.057. The average difference between before and after storage in the samples without the addition of sodium fluoride was 411.9 ± 475.2 ng/ml with significance (p) = 0.044.
Conclusion The additions of sodium fluoride prevent changes of 6 monoacetylmorphine into morphine in 50% of the study sample. In samples stored with sodium fluoride, there is no significant difference between the levels of morphine before and after storage for 3 days in refrigerator with temperature of 5°C to 15°C. In the samples stored without sodium fluoride, while there is a significant difference between the levels of morphine before and after storage for 3 days in refrigerator temperature of 5°C to 15°C.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover