Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 644 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yopines Ansen
"ABSTRAK
Dalam era globalisasi peranan jasa telekomunikasi khususnya telepon rnemegang peranan penting dalam memberikan keraudahan berkomunika-si dengan mitra usaha maupun keluarga yang berjauhan lokasi tempat tinggalnya,
Pada saat ini kebutuhan akan jasa telepon dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Kondisi ini sejalan dengan raeningkatnya pendapatan masyarakat perkapita.
Pada bagian lain, dengan meningkatnya kebutuhan jasa telepon berdarnpak terhadap tuntutan pelanggan yang semakin tinggi atas pelayanan perbaikan gangguan baik dari segi waktu maupun mutu perbaikan.
Untuk mengantisipasi tuntutan pelayanan perbaikan gangguan di Kandatel Bandung, yang selama ini menurut pendapat pelanggan kurang memuaskan( Penelitian PT. Telkom dan Unpad 1994 ) perlu adanya penanganan yang baik.
Dalam penelitian populasi diambil semua personil yang terkait dengan perbaikan gangguan telepon di 5 area pelayanan. Jumlah sample 148 dengan tirigkat kesalahan 5 %, teknik pengumpulan data melalui wawanca-ra. Adapun teknis analisis data menggunakan quality control.
Upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan pelayanan perbaikan gangguan telepon secara strategis antara lain :
a). Seluruh jajaran Kandatel Bandung mulai dari tingkat pimpinan hingga pelaksana harus memiliki komitmen dan persepsi yang sama dalam meningkatkan pelayanan perbaikan gangguan.
b). Perlu pembenahan front room dan back room dari sarana kerja, organisasi dan metode kerja.
c). Perlu adanya perubanan budaya perusabaan dan peningkatan sumber daya manusia.
d). Adanya pendelegasian wewenang dan tanggungjawab secara jelas."
1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Kesehatan, 1985
362.2 IND p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Wahyu Kristianto
"ABSTRAK
Kegiatan menyelam dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran.
Penyelam TNI AL berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat
barotrauma pada telinga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
yang bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan pendengaran pada
50 orang penyelam TNI AL Armada RI Kawasan Barat sebagai sampel.
Data didapatkan dengan tes rinne, weber, dan schwabach menggunakan
garputala frekuensi 512 Hz untuk menentukan jenis gangguan sensorik
atau konduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 42% responden
mengalami gangguan pendengaran, terdapat 40% tuli sensorik dan 2% tuli
konduktif. Program pendidikan dan latihan tentang standar prosedur
penyelaman yang tepat perlu dirancang untuk mencegah terjadinya
gangguan pendengaran akibat penyelaman.

ABSTRACT
Diving activity may caused hearing loss. Indonesian Navy divers have
risked to undergo hearing loss that caused by barotrauma in the ear. The
objective of this study was to describe descriptive of hearing loss on 50
person Navy divers in the west district. The Rinne, Weber, and Schwabach
tests that use a tuning fork 512 Hz were perform to identify conduction or
sensoric deafness. These research shows that 42% have hearing loss, 40%
sensoric deafness and 2% conductive deafness. The education programs
and training about the progress right diving procedure standart should be
designed prevent hearing loss caused by diving."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43106
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Keliat, Makmur
Jakarta: FIK-WHO, 2006
362.2 MOD
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
TA2674
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Daulima, Novy Helena Catharina
1995
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Syahnaz Quamila
"Latar Belakang Sejumlah penelitian telah menunjukkan dampak negative obesitas pada fertilitas dan hasil kehamilan pada pasien sindrom ovarium polikistik (SOPK) yang menjalani in vitro fertilization (IVF) atau juga umumnya dikenal sebagai program bayi tabung. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara obesitas sebagaimana direpresentasikan oleh indeks massa tubuh (IMT) dan angka kehamilan pada pasien SOPK di Klinik Yasmin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSM). Metode Sejumlah 45 pasien SOPK obese dan 45 pasien non-obese dikumpulkan dari rekam medis. Analisis chi-square dilakukan untuk meneliti hubungan obesitas dengan angka kehamilan biokimia dan klinis. Terlebih dari itu, dilakukan analisis perbedaan kelompok rata-rata untuk melihat perbedaan perlakuan program bayi tabung yang diberikan pada dua kelompok pasien SOPK yang dapat memengaruhi hasil dan menjelaskan hasil tingkat kehamilan. Hasil Tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara obesitas, sebagaimana direpresentasikan oleh IMT, dan angka kehamilan baik secara biokimia maupun klinis pada pasien SOPK yang menjalani program bayi tabung di Klinik Yasmin RSCM. Kesimpulan Meskipun tidak teridentifikasi hubungan yang signifikan antara IMT dan angka kehamilan pada pasien SOPK dalam populasi penelitian kami, hal ini menunjukkan adanya kemungkinan adanya faktor lain yang berkontribusi pada infertilitas dan patofisiologi SOPK. Maka dari itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelajahi faktor-faktor tersebut.

Introduction Previous studies have suggested the negative impact obesity on fertility and pregnancy outcomes in polycystic ovary syndrome (PCOS) patients undergoing in vitro fertilization (IVF). Therefore, this study aims to investigate the significance of obesity in PCOS pregnancy outcomes by identifying the association between body mass index (BMI) and pregnancy rates in obese and non-obese (lean) PCOS patients undergoing IVF at Klinik Yasmin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Method Ninety patient records were collected and analyzed (obese N = 45; lean N = 45). The study mainly focused on assessing the association between BMI and both biochemical and clinical pregnancy rates in obese patient group using chi-square analysis. We also conducted a supplementary analysis of mean group differences to explore variations in IVF intervention between the two patient groups that could possibly account for pregnancy rate outcomes. Results No statistically significant association between obesity, as denoted by BMI, and biochemical as well as clinical pregnancy rates in PCOS patients undergoing IVF in Klinik Yasmin RSCM. Conclusion Although we were unable to identify a statistically significant association between BMI and pregnancy rates in PCOS patients undergoing IVF within our study population, our findings suggest the possible role of additional factors that may contribute to infertility in this syndrome. Further research is needed to explore other factors that may strongly contribute to pregnancy outcomes in women with PCOS."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lamia Aisha
"

Latar belakang: Prevalensi wanita dengan epilepsi (WDE) usia reproduktif di Rumah Sakit Pusat Umum Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) adalah 61,7% pada tahun 2019. Pada sebagian WDE, frekuensi bangkitan dipengaruhi oleh perubahan hormonal. Fungsi reproduksi WDE di RSCM sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik gangguan fungsi reproduksi pada WDE di RSCM.

Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data primer. Kriteria inklusi adalah WDE berusia diatas 18 tahun, yang didiagnosis epilepsi oleh spesialis saraf, yang berobat di RSCM dari bulan September 2020 – November 2021. Ganguan fungsi reproduksi terdiri dari ganngguan siklus menstruasi, infertilitas, gangguan kehamilan atau gangguan persalinan.

Hasil Penelitian: Dari 136 subjek penelitian yang didapatkan, 41,2% mengalami gangguan fungsi reproduksi. Gangguan siklus menstruasi didapatkan pada 31,6% subjek. Subjek yang sudah menikah sebanyak 34,6%, dengan gangguan fertilitas didapatkan pada 45,5% subjek. Dari subjek yang sudah menikah, 77,3% pernah hamil. Gangguan kehamilan didapatkan pada delapan (47,1%) subjek, berupa riwayat abortus sebanyak 23,5%. Perubahan frekuensi bangkitan selama kehamilan ditemukan pada 94,1% subjek, berupa frekuensi bangkitan meningkat (23,5%), frekuensi menurun (23,5%) dan bebas bangkitan (47,1%). Lima belas (68,2%) subjek pernah melahirkan, dan sebanyak 66,7% melahirkan dengan sectio sesaria. Dua subjek mengalami gangguan saat persalinan, berupa persalinan prematur dan kejang saat persalinan.

Kesimpulan: Gangguan fungsi reproduksi pada WDE didapatkan pada 41,2% subjek, dengan jenis gangguan terbanyak adalah gangguan siklus menstruasi dan gangguan fertilitas.

Kata Kunci: gangguan fertilitas, gangguan fungsi reproduksi, gangguan menstruasi, wanita dengan epilepsi.

 


Background: Women with epilepsy (WWE) in reproductive age prevalence at Cipto  Mangunkusumo Nasional Hospital (RSCM) is 61,7% in 2019. Seizure frequencies in WWE could be influenced by hormonal changes. Reproductive function of WWE in RSCM has not been exactly known until now. The purpose of this study is to know the characteristic of reproductive system disorder in WWE at RSCM.

Methods: A cross-sectional study using primary and secondary data. Inclusion criteria are WWE older than 18 years old and has been diagnosed with epilepsy by the doctors at RSCM from September 2020 until November 2021. Reproductive system disorder consist of menstrual cycle disorder, infertility, pregnancy problems or delivery problems.

Results: There were 136 subjects, 41,2% have reproductive system disorder. Menstrual cycle disorder found in 31,6% subjects. There were 34,6% married subjects, and 77,3% of them have pregnancy experience, while infertility found in 45,5% subjects. Eight (47,1%) subjects were having problem during their pregnancy. Spontaneous abortion found in 23,5%. Seizure frequency increased in 23,5% subjects, decreased in 23,5% subjects and 47,1% subjects. Seizure free during their pregnancy. Fifteen (68,2%) subjects have delivery experiences and 66,7% subjects were using C-section methods. Two subjects were having problem during their delivery. One subject has premature delivery while the other one was having seizure during delivery.

Conclusion: Reproductive system disorder found in 41,2% subjects. Menstrual cycle disorder and infertility are the greatest disorder found in this study.

Keyword: infertility, menstrual cycle disorder, reproductive system disorder, women with epilepsy

 

"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>