Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Herpi Akbar
"Bambu betung merupakan salah satu sumber alfa selulosa yang potensial. Namun pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimal pembuatan hidroksipropil metilselulosa (HPMC) dari alfa selulosa bambu betung, karakteristik fisikokimia serbuk HPMC bambu betung serta pemanfaatannya sebagai gelling agent. Optimasi pembuatan HPMC bambu betung (HPMC BB) dilakukan dengan central composite design (CCD) yang menggunakan tiga variabel (konsentrasi natrium hidroksida, jumlah reagen dimetil sulfat dan suhu reaksi) dan lima level (0, ± 1, dan ± α). HPMC BB hasil optimasi selanjutnya dikarakterisasi dan hasilnya dibandingkan dengan HPMC 60SH. HPMC BB digunakan sebagai gelling agent pada pembuatan sediaan gel dan dilakukan evaluasi sediaan gel yang meliputi uji homogenitas, uji pH, uji viskositas dan uji daya sebar. Kondisi optimal pembuatan HPMC BB yaitu dengan menggunakan natrium hidroksida 27,68% (w/v) dan dimetil sulfat 1,26 ml per 1 g alfa selulosa pada suhu 58,1 °C yang menghasilkan nilai molar substitusi 0,21 dan derajat substitusi 2,09. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPMC BB memiliki karakteristik berupa serbuk halus berwarna putih kekuningan, pH 7,02, kadar abu 1,39%, kandungan gugus metoksi 28,56%, kandungan gugus hidroksipropoksi 7,09%, ukuran partikel rata-rata 98,595 1¼m, suhu leleh 235,15°C, viskositas 14,83 cP, berat molekul prediksi 30838-34625, susut pengeringan 3,62%, dan kadar air 7,47%. Sifat alir HPMC BB masuk dalam kategori fair. Spektrum inframerah HPMC BB relatif mirip dengan HPMC 60SH. Sediaan gel yang dihasilkan memiliki homogenitas dan daya sebar yang baik, pH 6,37 dan viskositas 142,5 cP. Berdasarkan hasil perbandingan dengan HPMC 60SH, terdapat beberapa perbedaan karakteristik HPMC BB yang meliputi warna, pH, kadar abu, kadar air, pola difraksi XRD, sifat alir serbuk, ukuran partikel rata-rata, viskositas dan berat molekul prediksi. HPMC BB tidak direkomendasikan sebagai gelling agent dalam pembuatan sediaan gel karena sediaan gel yang dihasilkan memiliki viskositas yang rendah.

Betung bamboo is a potential source of alpha cellulose. However, its utilization has not done optimally. This study aim to obtain the optimum condition of preparation of hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) produced from 1±-cellulose betung bamboo, physicochemical properties of HPMC powder and its utilization as gelling agent. HPMC of betung bamboo (HPMC BB) were optimized by central composite design (CCD) using three variables (sodium hydroxide, dimethyl sulfate and temperature) and five levels (0, ± 1, and ± 1±). The optimum condition was subjected to further characterization and compared to HPMC 60SH as the reference. HPMC BB was used as a gelling agent in gel preparation and the gel were evaluated including homogeneity, pH, viscosity and spreadability. Optimum condition of preparation of HPMC BB was using sodium hydroxide 27,68% (w/v) and 1,26 ml dimethyl sulfate per 1 g alpha cellulose at 58,1 °C which resulted molar substitution 0,21 and degree of substitution 2,09. The results showed that HPMC BB was a fine powder with yellowish white color, pH 7,02, residue on ignition 1,39%, methoxy groups content 28,56%, hydroxypropoxy groups content 7,09%, mean particle size 98,595 1¼m, melting temperature 235,15°C, viscosity 14,83 cP, prediction of molecular weight 30838-34625, loss on drying 3,62%, and moisture content 7,47%. Flow properties of HPMC BB classified in fair category. The infrared spectrum was relatively similar to HPMC 60SH. The gel has a good homogeneity and spreadability, pH 6,37 and viscosity 142,5 cP. Based on the comparison to HPMC 60SH, there are several different characteristics on colour, pH, residue on ignition, moisture content, XRD diffraction pattern, flow properties, mean particle size, viscosity and molecular weight prediction. HPMC BB is not recommended as a gelling agent in gel preparation because its has low viscosity."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Martha Ivana Sintauli
"Pada penelitian ini, telah dibuat gemuk bio dengan penggunaan Industrial Grade Palm Oil yang merupakan minyak nabati, dicampurkan dengan selulosa sebagai pengental gemuk bio yang diambil sampah kertas. Sintesis gemuk bio berbasis selulosa dimulai dengan tahap pembentukan thickening agent dari bubur kertas selulosa dengan proses agitasi, penyaringan dan pembuangan pengotor, kemudian dicampur dengan carboxymethyl cellulose yang diolah dalam pemanasan hingga 150°C dengan Industrial Grade Palm Oil sebagai base oil-nya dan dihomogenisasi. Uji visual appearance, tekstur dan struktur terhadap gemuk bio dilakukan yang meliputi uji menggunakan alat Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Scanning Electron Microscope (SEM) yang menghasilkan gemuk bio berbasis selulosa yang memiliki daya gelling dan kelengketan yang baik, yaitu sampel gemuk berwarna coklat terang, bertekstur lembut berserat dengan panjang mulur 9 mm. Dengan menggunakan spektroskopi FTIR, diperoleh keberadaan gugus metilen asimetris C-O-C dan C=O untuk eter dan ester pada wavelength 1060-1239 dan 1710-1742 cm−1 dengan posisi transmisi hingga 87%. Dengan menggunakan SEM, diperoleh gambar morfologi sampel yang terdiri atas jaringan serat 3-dimensional yang padat, terhubung satu sama lain dan homogen. Formasi jaringan struktural yang terbentuk kaku namun kuat karena adanya interaksi antar partikel selulosa dan memungkinkan terjadinya aliran gemuk, yaitu perembesan yang baik.

In this research, bio grease has been made by using Industrial Grade Palm Oil which is vegetable oil, mixed with cellulose as the thickening agent for bio grease which was taken from paper waste. The synthesis of cellulose-based bio grease begins with the formation of the thickening agent from cellulose pulp by agitation, filtering and removal of impurities, then it was mixed with treated carboxymethyl cellulose which is heated to 150°C with Industrial Grade Palm Oil as the base oil and the homogenized. Tests to obtain visual appearance, texture and structure data of the bio grease were carried out which included tests using Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Scanning Electron Microscope (SEM) which produced cellulose-based bio grease that had good gelling and adhesive performance, which is the sample with light brown color, soft fibrous texture that stretches with an elongated 9 mm length. Using FTIR spectroscopy, C-O-C and C=O asymmetric methylene groups was obtained which indicates the presence of ethers and esters at wavelengths 1060-1239 and 1710-1742 cm−1 with transmission positions up to 87%. By using SEM, a morphological image of the sample was obtained which consists of a dense, interconnected and homogeneous 3-dimensional fibrous network. The formation of the structural network formed is rigid but strong due to the interaction between the cellulose particles and allows the flow of grease, which means good percolation of the bio grease."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library