Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arfive Gandhi
"Sebagai salah satu dampak transformasi digital, proses-proses bisnis gig economy ternyata masih mengalami sejumlah masalah lemahnya monitoring dan evaluasi proyek, penyalahgunaan platform, serta pengerjaan proyek yang terlalu berisiko. Padahal, gig economy menjadi skema kerja fleksibel berbasis platform yang potensial bagi masyarakat Indonesia. Penelitian utama disertasi ini berargumentasi bahwa permasalahan permasalahan terkait proses bisnis gig economy memerlukan solusi strategis yang menjembatani perbaikan proses proses bisnis dalam ekosistem gig economy. Oleh karena itu, penelitian utama disertasi ini mengonstruksi model kematangan untuk proses bisnis gig economya (disebut AMICO) yang terdiri dari dua bagian besar: komposisi elemen serta skema penilaian. Disertasi ini menjadi laporan kemajuan yang merefleksikan pembangunan model kematangan pada bagian komposisi elemen dengan mengadopsi enam fase pengembangan model kematangan yang digagas oleh de Bruin dkk. Dengan menerapkan pendekatan campuran, penelitian utama disertasi ini mengumpulkan dan mengolah data melalui teknik wawancara dan kuesioner untuk diolah menggunakan teknik analisis tematik dan statistik. Penelitian utama disertasi ini telah menghasilkan tiga elemen: determinan, dimensi, dan gradasi tingkat kematangan. Tiga determinan tersebut adalah Actor (meliputi determinan Managed Operator, Managed Gig Workers, Managed Clients, dan Managed Vendors), Platform (meliputi determinan Managed Platform Quality dan Managed Platform Usability), serta Transaction (meliputi Managed Specifications, Managed Times, Managed Benefits, dan Managed Risk). Setiap determinan diukur kematangannya menggunakan lima level kematangan yang gradasinya telah divalidasi oleh pakar: Initial, Performed, Defined, Quantitative Measured, and Optimized. Penelitian utama disertasi ini juga telah mendekomposisi komponen determinan ke dalam skema asesmen yang terdiri dari instrumen, cara kerja, serta purwarupa. Instrumen asesmen diperoleh dengan mengadopsi butir-butir kegiatan pada uji empiris serta mengombinasikannya dengan teori-teori pendukung yang relevan. Proses pengembangan AMICO telah sampai pada proses pembangunan purwarupa melalui penyusunan perjalanan pengguna, analisis tugas hierarki, identifikasi tujuan pengguna, serta pembangunan purwarupa itu sendiri. Dari sisi teoretis, hasil penelitian ini juga telah dikritisi menggunakan tiga teori alami sistem informasi yang diinisiasi oleh Gregor. Dari sisi praktik, determinan dan dimensi yang telah ditetapkan menjadi acuan dalam proses rekayasa perangkat lunak sebagai bagian dari pengembangan platform gig economy.

As one of the impacts of digital transformation, the gig economy is a potential platform-based flexible work scheme for the people of Indonesia. Unfortunately, gig economy business processes are still experiencing many problems, weak project monitoring and evaluation, misuse of platforms, and project execution that is too risky. The primary research argues that problems related to the gig economy business process require strategic solutions that bridge the improvement of business processes in the gig economy ecosystem. Therefore, the primary research constructs a maturity model of the gig economy business processes (called AMICO), consisting of two major parts: the composition of elements and the assessment scheme. This dissertation reflects a maturity model development in the element composition by adopting the six phases of maturity model development initiated by de Bruin et al. By applying a mixed approach, the primary research performed interviews and questionnaires using thematic and statistical analysis techniques. As a result of the first research question, the primary research has produced three elements: determinants, dimensions, and gradations of maturity levels. The three determinants are Actor (covering Managed Operators, Managed Gig Workers, Managed Clients, and Managed Vendors), Platform (covering Managed Platform Quality and Managed Platform Usability), and Transaction (covering Managed Specifications, Managed Times, Managed Benefits, and Managed Risk). Each determinant is measured for maturity using five maturity levels whose gradations have been validated by experts: Initial, Performed, Defined, Quantitative Measured, and Optimized. The main research of this dissertation has also decomposed the determinant components into an assessment scheme consisting of instruments, working methods, and prototypes. The assessment instrument is obtained by adopting the activity items on the empirical test and combining it with relevant supporting theories. The AMICO development process has reached the prototype development process through the preparation of user journeys, task hierarchy analysis, identification of user goals, and the development of the prototype itself. From a theoretical view, the results of this study have also been criticized using the three natural theories of information systems initiated by Gregor. From a practical view, the determinants and dimensions determined to become a reference in the software engineering process as part of the development of the gig economy platform."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2022
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nova Wijayanti Christawan
"Studi ini menganalisis pengaruh basic psychological needs terhadap subjective well-being dari pekerja transportasi yang berpartisipasi dalam Gig-Economy (transport gig-worker) dan organizational identification, dengan menggunakan motivasi intrinsik dan ekstrinsik sebagai variabel mediasi. Dengan menggunakan self-determination theory, peneliti mencoba membuktikan bahwa on-demand work yang memenuhi basic psychological needs dari para gig-worker akan membentuk motivasi yang kemudian membentuk organizational identification dengan gig-economy company dimana gig-worker tersebut bekerjasama sebagai mitra, serta meningkatkan subjective well-being daripada transport gig-worker di Indonesia. Studi ini menganalisis 280 data survei yang dikumpulkan dari pekerja transportasi yang berpartisipasi dalam gig-economy di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik sepenuhnya memediasi pengaruh positif dari basic psychological needs terhadap subjective well-being transport gig-worker di Indonesia, sedangkan motivasi intrinsik memediasi sebagian pengaruh positif basic psychological needs terhadap organizational identification di antara gig-worker. Studi ini diharapkan dapat membantu manajemen gig-economy company yang beroperasi di sektor transportasi untuk mengelola mitra atau gig-worker untuk meningkatkan subjective well-being dan mengembangkan organizational identification terhadap gig-economy company, mengingat organizational Identification dan subjective well-being adalah prediktor untuk melihat job satisfaction dari pekerja yang juga memengaruhi higher productivity dari pekerja gig-worker yang berkontribusi terhadap kesuksesan jangka panjang perusahaan.

This study analyzes the effect of basic psychological needs on transportation workers participating in the gig-economy (transport gig-workers) subjective well-being and organizational identification, by using Intrinsic and Extrinsic Motivations as mediating variables. By using self-determination theory, we argue that on-demand work that fulfills basic psychological needs of individual gig-workers will develop motivations, which further leads to organizational identification with the gig-economy firm and an enhanced subjective well-being. This study analyzes 280 survey data gathered from transportation workers participating in the gig-economy in Indonesia. samples were obtained using purposive sampling. empirical evidence from this study shows that extrinsic motivation fully mediated the positive influence of basic psychological needs to subjective well-being among transport gig-workers in Indonesia, whereas intrinsic motivation partially mediated the positive influence of basic psychological needs to organizational identification among gig-worker. This study is expected to help the management of gig-economy company operating in the transportation sector to manage its partners or gig-workers to achieve greater subjective well-being and develop organizational identification towards the gig-economy company, considering subjective well-being and organizational identification are predictors to see job satisfaction, and work performance that contributes to the firms long-term success."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmanto Prabowo
"Penerapan gamification pada aplikasi mitra GO-JEK dan Grab diterapkan dalam bentuk sistem poin untuk insentif dan rating untuk feedback. Pada perjalanannya, seiring dengan bertumbuhnya jumlah mitra, gamification yang diterapkan mulai tidak sejalan dengan tujuan gamification. Para mitra semakin sulit untuk mencapai target poin, mereka harus menjalankan aplikasi lebih dari sepuluh jam perhari. Hal ini juga berimbas pada pelayanan mereka pada konsumen, yang menjadi kurang maksimal dan mendapatkan feedback yang kurang baik. Hal ini juga berimbas pada turunnya motivasi pengemudi dalam mengambil pesanan. Untuk menganalisis pengaruh gamification terhadap motivasi pengemudi, penelitian ini menggunakan Self Determination Theory (SDT) dan Motivational Affordance Perspective (MAP). Dalam SDT motivasi terbagi menjadi dua yaitu extrinsic motivation dan intrinsic motivation. Dalam MAP, sebuah perancangan sebuah sistem harus memiliki unsur self-efficacy, need for autonomy dan playfulness. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, gamification dapat berpengaruh terhadap motivasi secara extrinsic namun belum dapat memberikan pengaruh terhadap motivasi secara intrinsic. Dari hasil ini dapat
disimpulkan dengan gamification motivasi pengemudi dalam mengambil pesanan lebih karena terpaksa untuk mencapai target poin. Tujuan gamification adalah untuk membuat penggunanya menikmati pekerjaannya seperti sedang bermain game. Secara motivasi seharusnya gamification dapat memotivasi secara intrinsic. Penelitian ini memberikan rekomendasi operator transportasi daring untuk mengembangkan gamification yang telah diterapkan dengan menambahkan fitur yang mengandung unsur self-efficacy, need for autonomy dan playfulness agar dapat mempengaruhi motivasi mitranya secara intrinsic. Hal ini ditujukan untuk membuat mitra menikmati pekerjaannya

The application of gamification in GO-JEK and Grab partner applications is applied in the form of a point system for incentives and ratings for feedback. On the journey, along with the growing number of partners, the gamification applied began to be inconsistent with the purpose of gamification. Partners find it difficult to reach the target points, they
have to run applications for more than ten hours per day. This also impacts on their service to consumers, becomes less optimal and gets poor feedback. This also impacts on the driver`s motivation in taking orders. To analyze the effect of gamification on driver motivation, this study uses Self Determination Theory (SDT) and Motivational Affordance Perspective (MAP). In SDT motivation is divided into two, namely extrinsic motivation and intrinsic motivation. In MAP a design of a system must have elements of self-efficacy, need for autonomy and playfulness. From the results of the analysis that has been done, gamification can influence extrinsic motivation but it cannot yet influence intrinsic motivation. From these results it can be concluded that gamification motivates drivers to take more orders because they are forced to reach the target points. The purpose of gamification is to make users enjoy their work like playing games. gamification should be able to intrinsically motivate. This study provides recommendations for online transport operators to develop gamification that has been applied by adding features that contain elements of selfefficacy, need for autonomy and playfulness in order to influence intrinsic partner motivation. This is intended to make partners enjoy their work.
"
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2019
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library