Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 168 dokumen yang sesuai dengan query
cover
James Budiono
"Industri gula Indonesia sering kali menimbulkan berbagai polemik. Dari segi konsumen, harga eceran gula pasir Indonesia sangat tinggi, sebaliknya dari segi produsen, pabrik gula sering kali masuk koran karena hidupnya bagaikan kerakap?mati talc hendak, hidup pun tak mau?meskipun sudah mendapat proteksi yang besar.
Karya Akhir ini mencoba membahas salah satu sisi dari permasalahan industri gula tersebut, yaitu dari sisi produsen. Ditinjau berbagai aspek dan permasalahan yang kerap kali menyelimuti industri gula ini. Apalagi dengan mengingat bahwa pada masa kejayaannya tahun 1930-an, Indonesia bukan hanya pernah menikmati swasembada gula, tetapi juga menjadi eksportir gula yang disegani di dunia.
Dari analisa ini, tampak bahwa permasalahan tersebut urnumnya bukan hanya berasal dan industrii gula itu sendiri, tetapi pada hulu dan hilirnya. Di hulu, industri gula membutuhicari perkebunan tebu sebagai sumber bahan baku utamanya, dan perkebunan tebu Indonesia juga sering dilanda berbagai masalah yang akhirnya mengimbas ke industri gula. Di hilir, monopoli distribusi bukan saja membuat industri gula menjadi tak efisien, tetapi juga membuat masyarakat harus membayar lebih mahal dari seperlunya.
Bila industri gula dapat dijalankan dengan lebih efisien, sebagaimana disarankan dalam Karya Akhir ini, maka dibandingkan dengan industni agribisnis lain yang mengandalkan pada keunggulan komparatif yang dimiliki fndonesia?tanah yang subur, luas dan iklim yang cocok?industni gula sebenarnya memiliki prospek yang cukup baik dan layak dìperhitungkan sebagal pilihan investasi."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sulastri Surono
"Pada tahun 1930-an Indonesia adalah negara pengekspor terbesar kedua setelah Kuba. Akan tetapi, pada tahun 1999 Indonesia menjadi negara pengimpor gula terbesar kedua didunia setelah Rusia. Untuk menyelamatkan industri gula. sejak tahun 2000 pcmerintah kebijakan proteksi dan promosi. Proteksi dilaksanakan dengan penetapan bea masuk sedangkan promosi dilaksanakan dalam bentuk Program Akselarasi Peningkatan Produksi Gula Nasional yang dimuali tahun 2002, dengan sasaran untuk mencapai swasembada pada tahun 2007 untuk konsumsi rumah tangga dan pada tahun 2009 untuk seluruh konsumsi baik untuk rumah tangga maupun industri.
drlii National y
Ada bebsrapa hal mendaiar yting melaiarhelakangi penttngnya swasewhada gula di indvneiia. I'frlama, meijtigQ ketethanan pangan. Kedua, memaksimalkan pemanfaaian ktipositas iisdussri gufu tt-fpa^ang yang cukup hwar Keiiga, wengembangkan industrs gufa dasntctiif ytsng diduga sunggup mentenuhi kebufuhan kon-wnsi isasionai Keempat, menghemat devaa untuk mcmbiaytii impor impcr gulu, dun tekuhgus unluk melrtitliuigi i ntittsm guia daiam negeri datam persaingan global ynng titlak settat
Tulisan ins siKin membedfth dan mengukur kctnurtgki nan keherhatiian usaha swasentbada yang seating diu^tihtikun oleh t'emennluh dftigfiti melthot httbungan antara pwdstksi, level knnsumsi dan besaran impor gala nasiirntil.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
JEPI-VII-01-Juli2006-65
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Andry Hartono
Jakarta: Arcan, 1995
616.462 AND t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Heru Busono
"Gula sebagai Salah Satu komoditi pokok strategis saat ini menjadi pembicaraan berbagai pihak menyangkut berbagai isu-isu politik atau pun tentang penimbunan gula, baik gula produk dalam negeri maupun gula impor. lmpor saat ini jumlahnya cukup besar dengan harga yang lebih rendah dibandingkan gula dalam negeri. Permasalahan tersebut menimbulkan pertanyaan dibenak penulis sehingga tertarik untuk meneliti masalah gula dalam negeri.
Tujuan penulisan tesis ini adalah untuk membuktikan apakah gula dalam negeri dapat bersaing dengnan gula impor. Hasil penelitian terhadap industri gula dalam negeri akan menjadi masukan yang berguna bagi pihak yang berkaitan dengan industri gula.
Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan melakukan analisa kualitatif. Peranan teori yang dikembangkan oleh Porter akan merupakan alat analisis hasil penelitian. Sampel dalam perolehan data penelitian diperoleh melalui hasil tanya jawab, data statistik dan pengisian kuesioner.
Hasil penelitian menunjukan keunggulan daya saing dengan perhitungan RCA, hasilnya sangat rendah sehingga disimpulkan industri gula tak memiliki keunggulan daya saing. PHA digunakan untuk menentukan alternatif strategi peningkatan daya saing dari pandangan responden guna mempertahankan keberadaan industri gula di Indonesia, dan jika mungkin sekaligus mengembangkannya.
Teori Porter tentang competitive advantage suatu negara/bangsa, dalam hal ini Indonesia yang memiliki Iuas Iahan untuk tanaman tebu dan sumber daya manusia tak dapat dipungkiri. Namun, kenyataannya sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Penelitian yang dilakukan dalam rangka menjawab pertanyaan tersebut di atas, terhadap beberapa masalah menyangkut peningkatan daya saing industri gula di Indonesia dilakukan dengan menggunakan analisis Diamond Porter dan beberapa teori lainnya. Oleh karena hasil analisis Porter menunjukan rendahnya daya saing industri gula, maka digunakan alat analisis RCA dan PHA untuk mencari jalan keluar keberadaan industri gula. Hasil penelitian menunjukkan suatu jalan keluar yang dapat ditempuh untuk mempertahankan industri gula Indonesia dan sisi kebijakan. Namun, kondisi gula pada umumnya tidak memiliki daya saing.
Namun, akhirnya dapat dianalisis juga masalah-masalah yang ada serta saran yang mungkin dapat menjadi jalan keluar terbaik guna mengatasi masalah industri gula Indonesia agar tetap menjamin keberadaannya. Adapun jalan tengah yang diperoleh dari perhitungan hasil penelitian merupakan suatu kebijakan pemerintah. Kebijakan B merupakan pilihan responden, sehingga pemerintah diharapkan akan memperhatikan pemberlakuan tarif rendah, pengembangan industri gula, sistem tanam, pembebasan impor gula, dan tata niaga industri gula jika akan mengeluarkan kebijakan tata niaga gula. Akhirnya Penulis mengharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi pembuat kebljakan dimasa datang pada komoditi gula sebagai sembilan bahan pokok strategis."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T12461
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Sekretariat Dewab Gula Indonesia , 1988
664.1 GUL
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2006
TA1507
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Bambang Kurniawan
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas Pabrik Gula Soemberhardjo dengan menggunakan
kajian arkeologi industri. Pengaruh Belanda pada masa kolonial memicu
berkembangnya industrialisasi di Nusantara. Salah satu industri yang berkembang
adalah industri gula. Berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah kolonial
mempengaruhi dinamika industri gula di Nusantara. Kondisi tersebut mendorong
berkembangnya pabrik-pabrik gula, salah satunya PG Soemberhardjo.
Lingkungan serta ketersediaan infrastruktur menjadi faktor penentu dalam
pendirian pabrik gula. Pendirian PG Soemberhardjo didukung dengan keberadaan
bangunan pabrik, pemukiman pegawai, dan peralatan produksi. Kelas-kelas sosial
pada masyarakat industri di PG Soemberhardjo terbentuk berdasarkan jabatan
yang tercermin dari bentuk rumah tinggal pegawai. Emplasemen pabrik gula
soemberhardjo dibentuk untuk mengakomodir kelas-kelas sosial yang ada.

ABSTRACT
This research is to study PG Soemberhardjo using industrial archaeology
as the perspective. Dutch influence in colonial era triggered the process of
industrialization in Nusantara. Regulations introduced by the colonial government
in that era affected the nature of sugar industries. The outcome was the thriving of
sugar factories accross Nusantara, one of the sugar factory built in this era was PG
Soemberhardjo. Environment and infrastructures are the determinant factors in the
establishment of sugar factory. The establishment of PG Soemberhardjo was
supported by the construction of the factory building, worker?s settlement, and the
availability of machineries. Social structures in PG Soemberhardjo?s industrial
society was formed based on the job position in factory and such structures are
reflected in the form of the dwellings. Emplacement of PG Soemberhardjo was
constructed to accomodate those kind of social structures"
2015
S66883
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Panji Prasetyo
"Tesis ini membahas efektifitas Keputusan Memperindag No.527/MPP/KEP/9/2004 Tentang Ketentuan Impor Gula Terhadap Industri Gula Nasional terutama Pasal 7 ayat 5 tentang harga gula di tingkat petani dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan gula, produksi gula, impor gula dan harga gula domestik. Faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap tujuan pemerintah dalam rangka untuk mencapai swasembada gula nasional. Penelitian ini menggunakan model persamaan simultan dengan metode Two Stage Least Square dan menggunakan data dari tahun 1980-2009. Hasil pendugaan model permintaan gula menunjukkan bahwa jumlah penduduk berpengaruh positif dan harga gula domestik berpengaruh negatif terhadap permintaan gula. Sementara pendugaan produksi gula menunjukkan baik produksi tebu maupun rendemen tebu berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi gula. Sedangkan pendugaan impor gula menunjukkan bahwa produksi gula dan dummy kebijakan impor gula berpengaruh negatif dan sebaliknya permintaan gula berpengaruh positif terhadap impor gula. Adapun pendugaan harga gula domestik menunjukkan baik permintaan gula, harga gula internasional dan dummy kebijakan pembelian gula petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga gula domestik.

This thesis discusses the effectiveness of the Ministry of Industry and Trade Stipulation No.527/MPP/KEP/9/2004 regarding the imported sugar mechanism on natural sugar industry especially article 7, paragraph 5 on the price of sugar at the farm level and analyze the factors that influence the demand for sugar, sugar production, imported sugar and domestic sugar prices. These factors affect the government's objectives in order to achieve national self-sufficiency in sugar. This study uses a simultaneous equations model with Two Stage Least Square method and using the data from the years 1980-2009. Sugar demand model estimation results show that the population has positive effect and domestic sugar price has negative effect on demand sugar. While sugar production estimation indicate both production and yield of sugarcane has positive and significant impact on sugar production. Imported sugar model indicate both sugar production and sugar import policy negatively affect on imported sugar. However demand for sugar has a positive effect on imported sugar. The estimation of domestic sugar price shows sugar demand, international sugar price and sugar farmers' purchasing policy have positive and significant effects on the price of domestic sugar."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
T29510
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sulastri Surono
Depok: UI-Press, 2008
PGB 0028
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>