Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dewi Fitriana
"ABSTRAK
Disebutkan dalam Pasal 28 UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
PAUD adalah pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang diselenggarakan
melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Menurut Gutama (Media
indonesia, I0 Juli 2006), banyak kendala yang dihadapi dalam meningkatkan
partisipasi PAUD di Indonesia, diantaranya adalah tenaga pendidik yang belum
memenuhi kualifikasi. Sedangkan S6C&l`8 umum, guru merupakan faktor penentu
tinggi rendahnya kualitas pendidikan. Oleh kanena itu, penting memberikan perhatian
terhadap peningkatan kualitas guru.
Berdasarkan analisa kebutuhan yang diiakukan kepada guru PAUD dan kepala
sckolah PAUD yang ada di kota Bogor diketahui bahwa pengajar masih bclum
memahami pcngajaran efektif secara keseluruhan sehingga mereka belum dapat
kreatif dalam menyiapkan bahan-bahan pembelajaran dan mcngatasi anak-anak yang
bemiasalah. Akar permasalahannya adalah karena pengctahuan mereka yang kurang
mengenai kamkteristik anak usia dini dan bagaimana cara menghadapinya, Hal ini
disebabkan oleh perbedaan lalar belakang pendidikan para pengajar dan sebagian
besar dari mereka lidak memiliki pengetahuan dasar sebagai gum. Tujuan pelatihan
ini adalah untuk membekali guru mengcnai pengetahuan karaktcristik anak usia dini
schingga nantinya diharapkan guru lebih efektif dalam mclakukan kegiatan bclajar
mengajar di kclas.
Pelatihan ini diadakan dengan durasi waktu empat bclas jam selama dua han. Isi
pelatihan dirangkum dalam sebuah modul yang terdiri atas tujuh scsi dengan pokok
bahasan antara lain : I) Perkembangan anak usia dini, khususnya aspek Esik,
kognititl emosi dan sosial; 2) Pendidikan anak usia dini secara umum.

ABSTRACT
Stated on Pasal 28 UU No. 20/2003 about National Education System, early child age
education is an education prior to basic education level run through formal,
nonforrnal, and informal education. According to Gutama (Media Indonesia, .luly IO,
2006), many obstacles faced on improving PAUD participation in Indonesia, that is,
non qualified educator. Commonly, teacher is a definite factor detemiining high-low
of education quality. Therefore, it is important to give finll attention in improving the
quality of the teachers.
Based on need analysis of PAUD teacher and PAUD headmaster in Bogor, it is
known that they lack of comprehension of effective teaching completely, in order to,
they can't provide creative teaching modul and handle extraordinary problem on
children. The main problem is because of they lack of comprehension on the
characteristics of early child age and how to face and handle it. It is caused by
difterent education background ofthe teachers and having no basic knowledge of
teacher. This training aims to give the teachers knowledge of early child age
characteristics so they can effectively teach in the classroom.
This training is organized in I4 hours for 2 days. It covered in a modul with 7
session discussing: I) The development of early child age such as physically aspect,
cognitive, emotion and social; 2) Early child age education.

"
2007
T34127
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fachmia Azzahra Aulia Kurnia
"Distres kerja merupakan masalah serius yang memengaruhi kesejahteraan mental dan kinerja guru PAUD. Penelitian ini menjelaskan gambaran dan menganalisis faktor risiko distres kerja pada guru PAUD di Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, tahun 2025, dengan fokus pada tiga arena, yaitu work (beban kerja dan tekanan waktu, fasilitas sekolah, kategori kelas, hubungan interpersonal, kepuasan kerja, masa kerja, dan kebutuhan khusus murid), home (status pernikahan, ekonomi keluarga, dan home-work interface), dan individual (usia, kemampuan koping, kuantitas dan kualitas tidur) arena. Desain cross-sectional digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 81 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup instrumen NIOSH GJSQ, COPSOQ III, WDQ, Brief-COPE, dan PSQI, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 22,2% guru mengalami distres kerja. Faktor yang berhubungan signifikan dengan distres kerja meliputi fasilitas sekolah (p=0,032; OR=0,19), kepuasan kerja (p=0,001; OR=6,02), masa kerja (p=0,012), kebutuhan khusus murid (p=0,031; OR=0,31), dan kualitas tidur (p=0,010; OR=6,4). Sementara itu, faktor lainnya tidak menunjukkan hubungan signifikan secara statistik. Disimpulkan distres kerja pada guru PAUD dipengaruhi faktor risiko work dan individual arena. Intervensi holistik mencakup penyesuaian kebijakan sekolah, peningkatan kepuasan kerja, pengembangan profesional, hingga manajemen tidur direkomendasikan untuk mengurangi risiko distres.

Occupational distress is a serious issue that significantly impacts mental well-being and performance of early childhood education teachers. This study aims to describe the characteristics and analyze the risk factors of occupational distress among early childhood education teachers in Sukasari District, Bandung City, in 2025, focusing on three arenas, work (workload and time pressure, school facilities, class category, interpersonal relationships, job satisfaction, work tenure, and students' special needs), home (marital status, family economy, and home-work interface), and individual (age, coping skills, sleep quantity, and quality) arena. Using a cross-sectional quantitative design, 81 teachers completed questionnaires (NIOSH GJSQ, COPSOQ III, WDQ, Brief-COPE, PSQI), analyzed using the Chi-Square test. Results showed 22.2% of teachers experienced occupational distress. Significant factors included school facilities (p=0.032; OR=0.19), job satisfaction (p=0.001; OR=6.02), work tenure (p=0.012), students’ special-needs (p=0.031; OR=0.31), and sleep quality (p=0.010; OR=6.4). Other factors showed no statistically significant association. In conclusion, occupational distress in teachers is influenced by work and individual arenas. A holistic intervention approach, encompassing school policy adjustments, job satisfaction enhancement, professional development, and sleep management, is recommended to mitigate risks of distress."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Setya Mahanani
"ABSTRAK
Closeness hubungan guru dan anak di PAUD merupakan hal yang memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan anak dengan sekolah, peningkatan prestasi akademis, perilaku prososial serta mengurangi perilaku bermasalah anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan closeness dalam hubungan guru dan anak di PAUD melalui pelatihan active empathic listening skill. Partisipan penelitian adalah empat orang guru PAUD. Hubungan guru diukur berdasarkan persepsi guru terhadap hubungannya dengan anak. Masing-masing guru akan dilihat persepsi hubungannya dengan lima anak didik. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Hasil pengolahan data statistik menunjukkan adanya perubahan sangat signifikan pada kenaikan tingkat closeness hubungan guru dan anak antara pre test dan post test 1 z = -3.560, p = 0.000 < 0,01 , serta post test 1 dengan post test 2 z = -3.220, p = 0.001 < 0,05 . Sedangkan skor active empathic listening skill menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara pre test dan post test 1 z = -1.826, p = 0.34 < 0,05 dan tidak ada peningkatan signifikan antara post test 1 dengan post test 2 z = -1.342, p = 0.090 > 0,05 .

ABSTRACT
Closeness in teachers child relationship in early childhood education has a positive impact in increasing the involvement of children with school, improve academic achievement, prosocial behavior and reduce child problem behavior. This study aims to improve closeness in teacher child relationship in early childhood education through active empathic listening skills training. Participants are four early childhood education teachers. Teacher child relationships are measured based on teachers 39 perceptions of their relationship with children. Teachers fill the questionnaire by her perception of her relationship with 5 children. This research uses quasi experimental method with one group pretest posttest design. The results of statistical data processing showed a very significant change in the increase of closeness level of teacher child relationship between pretest and post test 1 z 3.560, p 0.000 0,01 , and post test 1 with post test 2 z 3.220, p 0.001 0,05 . Active empathic listening skill showed significant improvement between pre test and post test 1 z 1.826, p 0.34 0,05 and no significant improvement between post test 1 and post test 2 z 1.342, p 0.090 0,05 ."
2018
T50870
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nazlatan Ukhra Kasuba
"Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana peran mediasi efikasi diri guru PAUD pada kreativitas guru PAUD dan pengelolaan kelas guru PAUD di daerah 3T di Maluku Utara, yaitu Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi jenis eksplanatori desain berurutan .Teknik sampling dalam penelitian kuantitatif menggunakan teknik multistage random sampling dengan pengumpulan data menggunakan self-inventory instrument yang disebar pada partisiapan penelitian sebanyak 147 guru PAUD. Hasil penelitian kuantitatif yang dianalisa dengan metode jalur mediasi PROCESS MACRO Hayes menggunakan SPSS menunjukan kreativitas guru memiliki hubungan positif dengan pengelolaan kelas guru dengan koefiesien korelasi langsung sebesar 0.362 dan P= 0.001 serta peran mediasi efikasi diri guru dalam kreativitas dan pengelolaan kelas bersifat positif dengan koefisien korelasi mediasi sebesar 0.123 dengan koefisien total sebesar 0.485 yang menyimpulkan efikasi diri secara teoretis positif berperan sebagai mediator. Selanjutnya, hasil wawancara dengan teknik purposive sampling dimana jumlah partisipan yaitu 10 guru PAUD, menunjukkan bahwa guru yang memiliki kreativitas yang tinggi diiringi dengan efikasi diri cenderung akan memiliki kemampuan mengelola kelas yang sangat baik. Dalam pandangan Islam, hubungan ketiga variabel ini diperkuat oleh nilai-nilai Islam seperti Taqarrub, Tawakkal, Ihsan dan menyertakan etika serta moral yang baik.

This research aims to explore the mediating role of self-efficacy in the relationship between creativity and classroom management among early childhood education (ECE) teachers in the 3T (underdeveloped, frontier, and outermost) regions of North Maluku, specifically in the Sula and Taliabu Island. The research method used is a combination of sequential explanatory design.The sampling technique in the quantitative research used multistage random sampling, with data collection using a self-inventory instrument distributed to 147 ECE teacher participants. The quantitative research results, analyzed using the PROCESS MACRO Hayes mediation method with SPSS, showed that teacher creativity has a positive relationship with classroom management, with a direct correlation coefficient of 0.362 and P=0.001. The mediating role of teacher self-efficacy in creativity and classroom management is positive, with a mediation correlation coefficient of 0.123 and a total coefficient of 0.485, indicating that self-efficacy theoretically positively acts as a mediator. Furthermore, the results of interviews using purposive sampling with 10 ECE teachers show that teachers with high creativity accompanied by self-efficacy tend to have excellent classroom management abilities. From the Islamic perspective, the relationship among these three variables is reinforced by Islamic values such as Taqarrub, Tawakkal , Ihsan, and incorporating good ethics and morals."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library