Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Theofilus A. Tockary
"Polianilin, sebagai polimer terkonyungasi yang memiliki karakteristik reaksi redoks yang reversibel dan pola protonasi dan deprotonasi yang khas, sedang banyak diteliti kegunaan filmnya sebagai sensor optis pH. Cara pembuatan film polianilin beragam, di antaranya dengan metoda "dua wadah", metoda casting, dan metoda adsorpsi in situ pada suatu substrat. Dengan adanya pemahaman mekanisme reaksi polimerisasi pada bulk, pembuatan film polianilin dengan metoda adsorpsi in situ menjadi menarik untuk dikaji. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji pengaruh berbagai variabel reaksi dalam pembuatan film polianilin. Adapun variabel tersebut adalah konsentrasi HCI, rasio ammonium peroksodisulfat (APS)/ anilin, suhu, dan jenis substrat. Karakterisasi terhadap 2 produk polimerisasi, yaitu bubuk dan terutama film, masing-masing dilakukan dengan spektroskopi inframerah dan spektrofotometri UV-visible. Selain produk yang dihasilkan, berlangsungnya reaksi polimerisasi anilin dan deposisinya pada film juga dipantau dengan spektrofotometri UVvisible untuk mendapatkan informasi mengenai reaksi deposisi. Selanjutnya, salah satu film polianilin yang dihasilkan (pada kondisi polimerisasi dengan konsentrasi HCI 0,2 M, rasio APS/ anilin 1 ,25, suhu ruang (25-2rC)), diuji aplikasinya sebagai sensor optis pH. Aplikasi film polianilin sebagai sensor pH terbatas pada daerah pH 5-8, dengan linieritas hubungan pH dengan absorbansi pada panjang gelombang 600 nm sebesar 0,99. Agar dapat digunakan berulang kali maka film polianilin yang telah digunakan harus dimasukkan kembali pada larutan kondisioner yang berupa larutan HCI 0,1 M."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saabirah Atikah Faadhillah Hartono
"Strontium Hexaferrite (SrFe₁₂O₁₉) merupakan material magnet permanen yang dikenal karena stabilitas termal dan koersivitasnya yang tinggi. Paper ini membicarakan penerapan model komputasi magnetisasi untuk memperoleh data komputasi loop histeresis magnet permanen SrFe₁₂O₁₉ dan membandingkannya dengan data eksperimen. Pemodelan awal menggunakan Model Stoner-Wohlfarth (S-W) menghasilkan koersivitas sebesar 703,6 kA/m, menyimpang relatif besar yaitu 376,84% dari nilai eksperimen sebesar 147,6 kA/m. Hal ini menyimpukan bahwa model S-W tidak tepat diberlakukan untuk magnet permanen SrFe₁₂O₁₉ . Kemudian diterapkan model Jiles-Atherton (J-A) dengan metode komputasi Runge-Kutta terhadap data eksperimen yang sama. Hasil komputasi nilai magnetisasi magnet permanen SrFe₁₂O₁₉ dan pengukuran menunjukkan terdapat kesesuaian hasil pada magnetisasi jenuh sebesar 0,36 T, namun masih terdapat selisih 5,26% antara nilai koersivitas hasil fitting model Jiles-Atherton (139,9 kA/m) dengan hasil eksperimen (147,6 kA/m). Hasil fitting model Jiles-Atherton memiliki nilai remanensi (Mr) yang hampir identik dengan hasil eksperimen (0,22 T), menunjukkan akurasi tinggi Nilai (BH)max hasil fitting model Jiles-Atherton sebesar 9,8 kJ/m³ menunjukkan kecocokan yang sangat baik dengan nilai eksperimen sebesar 9,6 kJ/m³, dengan selisih relatif hanya sekitar 2,08%. Ini menunjukkan bahwa model mampu merepresentasikan perilaku magnetik material secara cukup akurat, baik dari segi bentuk kurva maupun performa energinya. Penelitian menyimpulkan bahwa model J-A lebih lebih tepat untuk komputasi nilai magnetisasi magnet permanen seperti SrFe₁₂O₁₉.

Strontium Hexaferrite (SrFe₁₂O₁₉) is a permanent magnetic material known for its high thermal stability and coercivity. This study discusses the implementation of computational magnetization models to simulate the hysteresis loop of SrFe₁₂O₁₉ and compare it with experimental data. The initial simulation using the Stoner-Wohlfarth (SW) model yielded a coercivity of 703,6 kA/m, which deviates significantly by 376,84% from the experimental value of 147,6 kA/m. This result indicates that the S-W model is not suitable for representing the magnetic behavior of SrFe₁₂O₁₉. Consequently, the Jiles- Atherton (J-A) model was applied using a Runge-Kutta numerical method to the same experimental dataset. The computed saturation magnetization value of 0,36 T closely matched the experimental result, with the J-A model predicting a coercivity of 139,9 kA/m only 5,26% lower than the experimental value. The remanence (Mr) from the J-A model fitting was nearly identical to the experimental value at 0,22 T. Moreover, the maximum energy product (BH)max obtained from the J-A model was 9,8 kJ/m³, which closely aligns with the experimental value of 9,6 kJ/m³, with only a 2,08% deviation. These findings demonstrate that the J-A model accurately captures the magnetic behavior and energy performance of the material. The study concludes that the Jiles-Atherton model is more appropriate for simulating the magnetization of permanent magnets such as SrFe₁₂O₁₉."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library