Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Maha Restu Gusti Azizi
"Penanganan bencana dan operasi bantuan kemanusiaan dikelola dalam kondisi darurat dan dalam periode yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Tepat guna menjadi kata kunci yang utama dalam menentukan keberhasilan proses dan peran rantai pasok kemanusiaan pada penanganan bencana dan operasi bantuan kemanusiaan. Ini menekankan untuk peningkatan kinerja organisasi kemanusiaan. Penelitian ini memberikan usulan maturity assessment model yang digunakan untuk melihat tingkat kematangan proses pada existing condition untuk rantai
pasok kemanusiaan dalam penanganan bencana dan operasi bantuan yang dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Foundation dan Gerak Bareng. Maturity Assessment Model terdiri dari empat belas maturity dimension dan delapan puluh satu proses. Peningkatan kinerja untuk ACT Foundation berfokus pada maturity dimension dengan maturity level dibawah Level III Intermediate sebagai critical factors. Maturity dimension tersebut adalah Strategi Humanitarian Supply Chain (HSC), Fokus untuk Fase pada Bencana, dan Manajemen Informasi dan Data. Gerak
Bareng menghasilkan dua critical factors dengan maturity level dibawah Level II Elementary untuk Manajemen Informasi dan Data serta Perbaikan Berkelanjutan dan Kolaborasi. Penelitian ini memastikan kinerja rantai pasok kemanusiaan mencapai Level IV Advanced hingga Level V Optimized. Sehingga peningkatan kinerja dilakukan dengan fokus pada maturity dimension yang memiliki maturity level kurang dari Level IV Advanced, dengan pendekatan strategi manajerial dan operasional.

Disaster management and humanitarian relief operations are managed under emergency conditions and for
unpredictable periods. Appropriateness is the main keyword in determining the success of the process and the role
of the humanitarian supply chain in disaster management and humanitarian aid operations. It emphasizes
improving the performance of humanitarian organizations. This study proposes a maturity assessment model to
see the level of process maturity in the existing conditions for the humanitarian supply chain in disaster
management and aid operations carried out by the Aksi Cepat Tanggap (ACT) Foundation and Gerak Bareng. The
Maturity Assessment Model consists of fourteen maturity dimensions and eighty-one processes. Performance
improvement for ACT Foundation focuses on the maturity dimension, with a maturity level below Level III
Intermediate as the critical factor. The maturity dimensions are Humanitarian Supply Chain (HSC) Strategy, Focus
on Disaster Phase, and Information and Data Management. Gerak Bareng produced two critical factors with a
maturity level below Level II Elementary for Information and Data Management and Continuous Improvement
and Collaboration. This research ensures that humanitarian supply chain performance achieves Level IV Advanced
to Level V Optimized. Hence, this study improves performance by focusing on the maturity dimension under Level
IV Advanced, with a managerial and operational strategy approach
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library