Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 56 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Aziz Khan Jahja
"Penentuan Waktu Loncatan Hopping dan Konsentrasi Pembawa Muatan Listrik pada Konduktor Superionik Rb4Cu16l7+xCl ,3,x Konduktor superionik tidak-stoikiometrik RbjCui6l7

The Determination of Hopping Rates and Carrier Concentrations in Rb4Cu,6l7+xCli3.x Superionic Conductor Non-stoichiometric superionic conductor RbJCui617+xCi3_x has been synthesized by solid state reaction. The frequency response of frequency dependent conductivity have been measured by a.c. complex impedance bridge methods in the temperature range 200-460 K. The a.c. conductivity of superionic materials takes the form, a=<(0) + Aof. The carrier hopping rate a>p is obtained from the new expression a(0)=Ao)p, and the carrier concentration is estimated from a(0). The contribution of creation and migration terms to the activation energy from conduction may be determined from the thermal activation of a(0) and a^ and the corresponding entropy terms quantified. In this paper , conductivity data is analyzed, to obtain the carrier concentration and hopping rates of Rb4Cui6I7x+5l13-2."
1999
JIRM-1-2-Agust1999-14
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fajri Akbar
"Telah dilakukan penelitian di lapangan "SG" pada Formasi Talang Akar Sub-Cekungan Jambi dengan studi inversi Acoustic Impedance (AI) dan Elastic Impedance (EI) untuk mengkarakterisasi reservoar. Struktur geologi yang berkembang disekitar daerah penelitian merupakan tinggian Sungai Gelam yang memiliki arah timurlaut (NE) - baratdaya (SW) dengan fasies fluvial pada Formasi Lower Talang Akar dan shallow marine pada Formasi Upper Talang Akar. Metode AI yang melibatkan kecepatan gelombang P (VP) dan densitas menjadi kurang sensitif untuk kehadiran fluida. Untuk itu dilakukan metode EI dengan melibatkan kecepatan gelombang P (VP), kecepatan gelombang S (VS), dan densitas sehingga lebih sensitif terhadap kehadiran fluida. Metode AI di lakukan pada data seismik post stack yang diinversi menghasilkan Volume AI untuk mengetahui lithology sedangkan metode EI dilakukan pada data seismik pre-stack dalam bentuk gather yang di mulai dengan super gather, kemudian merubah domain offset menjadi sudut (angle gather) dan menghasilkan data seismik near angle stack dan far angle stack yang selanjutnya diinversi menghasilkan volume EI near dan far untuk mengetahui sebaran fluida gas dengan pemilihan zona gas berdasarkan crossplot hasil inversi EI near dan far. Di dapatkan hasil pada penampang AI, zona sand berada pada nilai 20.500 ft/s*g/cc sampai dengan 29.000 ft/s*g/cc dan hasil crossplot inversi EI near dan far pada zona sand yang berpotensi mengandung gas didapatkan ketika nilai EI far lebih kecil dibandingkan nilai EI near. Sebaran reservoar yang berpotensi mengandung gas berada di sebelah barat daya sampai ke utara daerah penelitian ini.

Acoustic Impedance (AI) and Elastic Impedance (EI) inversion study had been done on “SG” field on Talang Akar Formation, Sub-Basin Jambi for reservoir characterization. Geological structure that developed in this study area is a Sungai Gelam high which has North East (NE) – South West (SW) direction with fluvial facies in Lower Talang Akar Formation and also shallow marine facies in Upper Talang Akar Formation. AI method which involve P-wave velocity and density is insensitive to fluid. Thus, EI method which involve P-wave velocity, density and S-wave velocity implemented to made more sensitive to fluid presence. AI method had been done on seismic post stack data which inverted to AI volume to understand lithology of the field while EI method had been done on pre-stack seismic data gather which starts with super gather, then transform offset domain to angle domain and generate seismic near angle stack and far angle stack herein after inverted to generate EI volume near and far to perceive gas fluid distribution by gas zone selection based on crossplot inversion result of EI near and far. The result on AI section, sand zone is on 20,500 ft/s*g/cc up to 29,000 ft/s*g/cc and result of crossplot inversion EI near and far on sand zone, which potentially contain gas, obtained when EI far smaller than EI near. Reservoir distribution and potentially contain gas is on South-West to North of this area.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S54778
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Liana Christy
"ABSTRAK
Lapangan ?X? terletak di Cekungan Sumatera Selatan tepatnya pada Formasi Talang Akar. Telah teridentifikasi sebelumnya bahwa pada lapangan ini tersaturasi hidrokarbon berupa condensate dan minyak. Zona target berupa paket-paket reservoir karena sistem pengendapannya berada pada lingkungan delta. Inversi simultan akan menghasilkan impedansi P, impedansi S, dan densitas. Dengan menggunakan parameter Zp, Zs, dan densitas, dapat diketahui persebaran zona hidrokarbon secara lateral. Impedansi P sensitif terhadap identifikasi hidrokarbon dikarenakan mengandung komponen inkompresibilitas. Sementara parameter impedansi S digunakan untuk identifikasi litologi karena mengandung komponen rigiditas yang sensitif terhadap matriks batuan. Untuk mengontrol inversi seismik, digunakan informasi dari log sumur. Analisis krosplot dari parameter fisis sumur dilakukan guna mengetahui anomali persebaran data. Anomali ini biasanya menandakan zona hidrokarbon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persebaran litologi dan zona hidrokarbon teridentifikasi dengan cukup baik dengan parameter Zp, Zs dan densitas.

ABSTRACT
Field "X" is located in the South Sumatra Basin precisely in Talang Akar Formation. Have been identified earlier that the field is saturated by hydrocarbons in the form of condensate and oil. Target zone in the form are packets of reservoir because the deposition system on this field are in the delta environment.Simultaneous inversion will generate impedance P, S impedance, and density. By using the parameter Zp, Zs and density, hydrocarbon zone can be seen spread laterally. Impedance P sensitive to the identification of hydrocarbon-containing due components of incompresibility . While the S impedance parameter is used to identify lithology because it contains components of rigidity that are sensitive to matrix of rock. In addition, information from well logs are used to control the seismic inversion. Crossplot analysis of the physical parameters of the wells was conducted to determine the distribution of data anomalies. This anomaly usually indicates a hydrocarbon zone.The results showed that the distribution of lithology and hydrocarbon zones identified quite well with Zp, Zs, and density.
"
2015
S60200
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deni Syafril
"Sensor RH perlu dikalibrasi terlebih dahulu untuk memperoleh tingkat akurasi yang bagus. Mengkalibrasi instrumen kelembaban relatif secara akurat dan efisien tidak mudah, untuk itu dibuatlah sebuah instrumen berbasis PC yang diharapkan bisa melakukan pengukuran impedansi atau kalibrasi dengan lebih efektif. Instrumen ini dibangun dengan sebuah DAQ eksternal, sensor RH SHT11, heater, signal generator, dan signal conditioning. Proses kalibrasi dilakukan di dalam sebuah chamber yang tertutup rapat. Modul sensor RH yang akan dikalibrasi dan sensor RH SHT11 diletakkan di dalam chamber, di dalamnya dimasukkan larutan garam jenuh NaCl sebagai RH referensi. Chamber kemudian di masukkan ke dalam sebuah wadah tanpa tutup yang berisi air. Air berfungsi sebagai media untuk menaikkan temperatur di dalam chamber pada nilai tertentu dengan cara menghidupkan atau mematikan heater secara otomatis melalui relay yang dikontrol dengan program visual basic pada PC. Signal generator dikontrol melalui program pada PC untuk memberikan nilai tegangan dan frekuensi tertentu sebagi input bagi modul sensor RH. Data-data hasil pengukuran yang berupa nilai temperatur, %RH, dan nilai impedansi ditampilkan pada monitor PC dan langsung tersimpan ke dalam database. Setelah dilakukan pengujian pada instrumen ini, akhirnya berhasil didapatkan data hasil pengukuran berupa nilai temperatur, RH, impedansi (Z), dan tegangan. Data-data yang diperoleh tersebut menunjukkan pengaruh perubahan RH terhadap impedansi, yaitu berbanding terbalik. Ketika RH turun, nilai impedansi dari modul sensor RH ini naik. Pada frekuensi triger 1 KHz, kenaikan impedansi lebih terlihat dibandingkan dengan frekuensi yang lebih tinggi, yaitu 10 KHz. Instrumen ini diharapkan dapat digunakan untuk melakukan pengkalibrasian dan pengukuran impedansi modul sensor RH dengan lebih mudah dan efektif."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
S29125
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abd. Haris
"Inver AVA simultan dengan menggunakan persamaan Faali telah digunakan untuk menghasilkan nilai yang lehih akurat dibandingkan dengan inversi impedansi akuslik maupun inversi impedansi elastik. Inversi simultan ini menggunakan data stack dari berbagai sudut datang dan kemudian secara bersamaan diinversi uniuk mendapatkan parameter elastik batuan seperti impcdansi gelombanhg P. impedansi gelombang S dan kerapatan batuan. Hasil inversi AVA simultan menunjukkan bahwa parameter elastik elatik inversi mempunyai nilai yang mirip dengan nilai yang diturunkan dari data log. Impedansi gelombanhg P dan densiias hasil inversi juga menunjukkan secara jelas bahwa zona resevoar gas mcmpunyai nilai yang lebih rendah dari pada lapisan di atasnya. Telapi pada impedansi gelombanhg S. nilainva tidak berubah secara signifikan.

Simultaneous AVA inversion using Falti equation has been applied to provide more accurate value compared to acoustic and elastic impedance inversion method. This inversion use slacked-.seismic data from many incident angle (near, mid and far), and then simultaneously invert the data to get elastic parameters such as P-wave impedance, S-wave impedance and density. The results of simultaneous AVA inversion show the elastic parameters of inversion results have similar value which are derived from well log data. The P-wave impedance and density sections of inversion results also show clearly that the zone of gas reservoir has lower value than the above. Hut at S-wave impedance section, the value unchanged significantly."
[place of publication not identified]: Sains Indonesia, 2003
SAIN-8-1-2003-19
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Matthaei, George L.
Norwood, MA: Artech House, 1980
621.381 3 MAT m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hamdan Khawashi
"Telah dibuat sistem temperatur tinggi pengukuran impedansi bahan dengan menggunakan RLC meter Fluke PM6306. Interface dengan komputer dan perangkat lainnya menggunakan standar komunikasi serial RS-232 melalui mikrokontroler AVR ATmega 32 yang diprogram dengan menggunakan perangkat lunak BASCOM AVR. LabVIEW 8.5 digunakan untuk pengendalian pengukuran dari fungsi frekuensi dan temperatur. Untuk system ini juga telah dibuat kontak dua titik (two points probe) sederhana yang digunakan sebagai pemegang sampel dan konektor ke RLC Meter.

High Temperature System for impedance spectroscopy measurement of materials using Fluke PM6306 RLC meter had been made. Interfacing with PC and other devices use the standart serial communication RS-232 via AVR ATmega 32 programmed by BASCOM AVR software. LabVIEW 8.5 was used to controlling impedance measurement as a function of frequency and temperature. For this purpose, a simple (special) two point probe for sample holding and connecting to RLC meter had been built."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S107
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Munthe, Singkop Marulitua
"Telah didesign sistem Electrical Impedance Tomography (EIT) yang merupakan suatu metode pencitraan distribusi resistivitas listrik suatu objek berdasarkan pengukuran potensial pada bidang batas. Pengukuran Beda Potensial menggunakan 16 elektroda lempengan tembaga dengan ketebalan 0.1 mm dan luas 4.5 x 1.2 cm yang mengelilingi sistem objek yang diamati yaitu dalam bentuk phantom lingkaran. Salah satu elektroda yang dipasang pada bidang batas akan diinjeksikan dengan arus listrik dari tiga generator XR2206 yang dijumlahkan dengan Penguat LF356 menghasilkan gelombang superposisi, lalu dilakukan pengukuran beda potensial pada elektorda lainnya.
Dari hasil pengukuran tersebut, citra objek direkonstruksi berdasarkan distribusi resitivitasnya. Sistem EIT ini menggunakan 16 elektorda dan pengontrol mikro Atmega128 untuk mengontrol injeksi arus dan pengukuran tegangan di elektroda. Dari hasil percobaan, dapat ditunjukkan bahwa perangkat EIT yang dikembangkan dapat merekonstruksi citra 2-dimensi distribusi resistivitas objek uji dengan menggunakan program EIDORS.

Has been Design of system Electrical Impedance Tomography (EIT) which is a method of imaging the distribution of electrical resistivity measurements of an object based on the potential at the boundary phantom. Potential difference measurements using 16 copper electrode plates with a thickness of 0.1 mm and 4.5 x 1.2 cm area surrounding the object system being observed is in the form of phantom circle. One electrode attached to the boundary will be injected with an electric current using sinus wave of the three generators with 200,300,500 kHz from 3 XR2206 are summed by LF356 which is instrumentasi amplifier produces a wave superposition, then the potential difference measurements were taken at other elektorda.
From the results of these measurements, the object image is reconstructed based on the distribution resistivity. This EIT system using 16 elektorda and micro controller Atmega128 to control the injection current and voltage measurements at electrodes. From the experimental results, it can be shown that the EIT device developed to reconstruct 2-dimensional image of the resistivity distribution of the test object by using EIDORS.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S1243
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Angga Peryoga
"Telah dilakukan analisis AVO (Amplitude Variation With Offset) dan studi inversi Elastic Impedance pada lapangan Penobscot, untuk mengkarakterisasi dan mengidentifikasi kandungan dan persebaran fluida pada reservoar. Pada implementasinya data seismik pre-stack yang diolah dengan menggunakan analisis AVO dan inversi Elastic Impedance menghasilkan output berupa penampang seperti Intercept (A), Gradient (B), Produk A*B, Scaled Poisson?s Ratio Changed, Near Angle Inverted, dan Far Angle Inverted untuk diinterpretasikan lebih lanjut, sehingga dapat dilakukan karakterisasi reservoar dan diketahui persebaran fluida pada reservoar tersebut. Analisis attribut AVO yang dilakukan pada data lapangan Penobscot termasuk pada anomali AVO kelas III (porous gas-sandstone), dan untuk lebih lanjut lagi maka dilakukan proses inversi Elastic Impedance dengan dilakukannya pengolahan data sumur dan dihasilkan output berupa EI near log dan EI far log sebagai pengontrol proses inversi Elastic Impedance. Selain itu dilakukan juga krosplot antara sumur dan penampang inversi untuk menentukan persebaran fluida pada reservoar. Didapatkan hasil pada penampang inversi EI near, zona gas berada pada nilai 17500 ft/s*gr/cc sampai dengan 22500 ft/s*gr/cc, dan pada penampang inversi EI far, zona gas berada pada nilai 10000 ft /s*gr/cc sampai dengan 15000 ft /s*gr/cc pada top AP2 ( top reservoar) pada rentang waktu 2000 - 2050 ms.

AVO (Amplitude Variation With Offset) analysis and Elastic Impedance inversion studies in the Penobscot field have been performed, to characterize and identify the content and distribution of fluid in the reservoir. In the implementation, seismic data pre-stack was processed by using analysis of AVO and inversion Elastic Impedance produced output section such as Intercept (A), Gradient (B), Product A*B, Scaled Poisson's Ratio Changed, Near Angle Inverted, and Far Angle Inverted for further interpretation. Reservoir characterization thus can be done and the distribution of fluid in the reservoir can be observed. AVO attribute analysis performed on the data field on the Penobscot, was included in class III AVO anomalies (gas-porous sandstone), and the Elastic Impedance inversion process was further performed by the well data processing and the resulting output from the log near EI and EI far as the log Elastic Impedance inversion process controller. Also performed well krosplot between wells and inversion to determine the cross-sectional distribution of fluid in the reservoir. Results obtained in cross section near EI inversion zone, the gas is at the value of 17500 ft / s * gr / cc up to 22500 ft / s * gr / cc, and the cross-section inversion EI far, the gas zone is in the 10000 ft / s * gr / cc up to 15000 ft / s * gr / cc at the top AP2 (top reservoir) in the period 2000 to 2050 ms."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S1444
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Teguh Firmansyah
"ABSTRAK
Untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung perkembangan berbagai jenis
standar komunikasi nirkabel seperti maka diperlukan sebuah transceivers yang
mampu beroperasi pada multiband dengan multistandar. Salah satu bagian
multiband transceivers adalah low noise amplifier (LNA) yang mampu beroperasi
pada beberapa frekuensi yang berbeda dengan nilai return loss (S11), Gain (S21),
stability (K), noise figure (NF), dan VSWR yang baik pada semua frekuensi. Pada
penelitian ini diusulkan penggunaan multisection impedance transformer (MIT)
sebagai impedance matching, penggunaan MIT memiliki keunggulan diantaranya
stability yang lebih tinggi dengan noise yang lebih rendah dibandingkan dengan
komponen lumped. Selain itu penggunaan MIT lebih mudah dalam proses
pabrikasi dan pengukuran. Tujuan perancangan ini untuk mendapatkan LNA
multiband pada 0,9 GHz untuk aplikasi GSM, 1,8 GHz untuk WCDMA, dan 2,6
GHz untuk LTE. Kinerja LNA pada frekuensi 0,95 GHz untuk GSM diantaranya
memiliki nilai return loss S11 = -23,541 dB, insertion loss S21 = 18,911 dB,
stability K = 1,462, NF = 1,475 dB, VSWR = 1,143 dB, dan FoM sebesar 8,38.
Sementara itu, kinerja LNA pada frekuensi 1,85 GHz untuk WCDMA diantaranya
memiliki nilai return loss S11 = -23,771 dB, insertion loss S21 = 12,858 dB,
stability K = 1,997, NF = 1,988 dB, VSWR = 1,139 dB, dan FoM sebesar 2,616.
Kinerja LNA pada frekuensi 2,65 GHz untuk LTE diantaranya memiliki nilai
return loss S11 = -23,521 dB, insertion loss S21 = 10,180 dB, stability K = 1,849,
NF = 2,776 dB, VSWR = 1,143 dB, dan FoM sebesar 1,152.

Abstract
A transceivers capable operating on a multiband with multistandar is needed to
improve efficiency for support the development different types of wireless
communication standards. A part multiband transceivers are low noise amplifier
(LNA) capable to operate at several different frequencies with a value of return
loss (S11), Gain (S21), stability (K), noise figure (NF), and VSWR are good at all
frequencies. This study proposed used multisection impedance transformer (MIT)
as an impedance matching, MIT has advantages higher stability with lower noise
compared with lumped components. Besides that, MIT easier in the
manufacturing process and measurement. Design goal are to get a multiband LNA
at 0.9 GHz for GSM applications, 1.8 GHz for WCDMA, and 2.6 GHz for LTE.
Performance at a frequency of 0.95 GHz LNA for GSM them has a value of
return loss S11 = -23.541 dB, insertion loss S21 = 18.911 dB, stability K = 1.462,
NF = 1.475 dB, VSWR = 1.143 dB, and the FOM of 8.38. Meanwhile, the
performance at a frequency of 1.85 GHz LNA for WCDMA which have the
value of return loss S11 = -23.771 dB, insertion loss S21 = 12.858 dB, stability K =
1.997, NF = 1.988 dB, VSWR = 1.139 dB, and the FOM of 2.616. LNA
performance at a frequency of 2.65 GHz for the LTE value of which has a return
loss S11 = -23.521 dB, insertion loss S21 = 10.180 dB, stability K = 1.849, NF =
2.776 dB, VSWR = 1.143 dB, and the FOM of 1.152"
2012
T30256
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>