Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Riyadi Solih
"Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh modal sosial terhadap kesejahteraan rumah tangga di Indonesia menggunakan data Susenas Modul Sosial Budaya dan Pendidikan 2012. Modal sosial dan kesejahteraan dihitung menggunakan metode Analisis Komponen Utama atau PCA. Kesejahteraan didekati oleh indeks kekayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kontrol: jenis kelamin Kepala Rumah Tangga (KRT), umur KRT, pendidikan KRT, daerah tempat tinggal, dan lapangan pekerjaan KRT signifikan mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga. Modal sosial sebagai variabel bebas utama juga signifikan positif mempengaruhi kesejahteraan. Semakin tinggi modal sosialnya maka akan semakin sejahtera.

This research aims to study the effect of social capital on household welfare in Indonesia using Susenas data of Socio-cultural and Educational Module 2012. Welfare and social capital calculated using Principal Component Analysis or PCA. Welfare was approached by a wealth index. The results showed that the control variables: gender, age, education of head of household (KRT), area of residence, and employment of KRT significantly affect household welfare. Social capital as the main independent variable was also significantly positively affect welfare. The higher the social capital will be more welfare.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Debataraja, Immanuel Bungsumorop
"Peningkatan jumlah penduduk yang tinggi akan mengubah tata guna lahan suatu wilayah, akibatnya terjadi pengalihfungsian lahan bervegetasi hijau menjadi lahan pemukiman dan perindustrian. Habitat asli mahluk hidup seperti avifauna akan semakin terfragmentasi bahkan hilang. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukmajaya yang merupakan kecamatan yang paling padat populasinya di Kota Depok. Kecamatan Sukmajaya didominasi oleh wilayah perumahan, sekitar 62,1% dari total luas kecamatan ini merupakan area perumahan dan hanya menyisakan 21,2% lahan bervegetasi yang terfragmentasi oleh bangunan sebagai habitat mahluk hidup. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian bagaimana tipe pengunaan lahan berpengaruh terhadap kekayaan jenis avifauna sebagai masukan bagi pemangku kepentingan dalam upaya konservasi avifauna. Penelitian dilakukan dengan metode point count di 37 titik pengamatan yang terbagi di area perumahan, area perindustrian, dan lahan bervegetasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi antara penggunaan lahan dan kekayaan jenis avifauna dapat dijelaskan melalui karakteristik dari habitat penggunaan lahan tersebut. Dengan uji regresi linear seluruh karakter habitat, seperti NDVI, total individu vegetasi, jumlah jenis vegetasi, tutupan tajuk, gangguan aktifitas manusia, dan suhu secara simultan dapat memprediksi nilai indeks kekayaan jenis Margalef. Jumlah jenis vegetasi dan tutupan tajuk merupakan karakter yang paling berpengaruh terhadap kekayaan jenis avifauna pada penelitian ini. Hal ini juga didukung dengan hasil analisis regresi berganda pada tingkat kepercayaan 95% yang menunjukkan F hitung (96,204) > F tabel (2,42) dan R2 = 0,951, dengan nilai P-value pada jumlah jenis vegetasi (0,001) dan tutupan tajuk (0,0009) lebih besar daripada nilai alpha (0,05)

A high population increase will affect the landuse change, and as a result, there will be a conversion of green areas into residential and industrial land. The natural habitat of wildlife such as avifaunas will be highly fragmented and even lost. This research was conducted in Sukmajaya District, which was the most densely populated sub-district in Depok City. Sukmajaya sub-district is dominated by residential areas, about 62.1% of the total area of ​​this sub-district is residential area and leaving only 21.2% of the vegetated land fragmented by buildings as habitat for wildlife. Therefore, it is necessary to conduct research on how different landuse types affect avifauna species richness which is important as input for stakeholders in avifauna conservation efforts. The research was conducted by using point count method in a total of 37 observation points divided into residential areas, industrial areas, and vegetated lands. The results of this study indicated that the correlation between landuse and avifauna species richness can be explained by the characteristics of the landuse habitat. Using linear regression, all habitat characters, such as NDVI, total individual vegetation, number of vegetation types, canopy cover, human activity disturbance, and temperature can simultaneously predict the value of the Margalef species richness index. The number of vegetation types and canopy cover are the characters that most influence the avifauna species richness in this study. This is also supported by the results of multiple regression analysis at the 95% confidence level which shows F count (96,204)> F table (2,42) and R2 = 0,951, with a P-value on the number of vegetation types (0,01) and canopy cover (0,009) is greater than the alpha value (0,05)"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budiyanto
"Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya tingkat kematian ibu dan anak, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Dalam kaitan dengan Millenium Development Goals (MDGs) bidang kesehatan khususnya untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain Agar pembangunan dalam bldang kesehatan ibu dan anak be!jalan efektif dan tepat sasaran, maka perlu dikaji faktor-faktor yang mempengaruhi penyebab ibu/wanita k"Urang memperhatikan kesehatan diri dan anaknya.
Dalam penyediaan pelayanan perawatan kesehatan ibu dan anak diperlukan kebersinambungan, sehingga perawatan kesehatan ibu dan anak perlu dianggap sebagai benda ekonomi dan punya nilai ekonomi Permasalahan perawatan kesehatan ibu dan anak diantaranya adalah rendahnya kesadaran ibu harnil untuk memeriksakan kehamilan, kurangnya mengkonsumsi suplemen berupa zat besi dan t!dak mengimunisasi anak secara lengkap, sehingga diper1ukan informasi yang lebih akurat 1en1ang besamya permin1aan ma.syarakat, agar investasi penyediaan pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat optimal.
Berdasarkan uraian di atas, penelJtian ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu: (i) mengelahui faktor-falior yang mempengaruhi perawatan kesehatan ibu dan anak; (ii) mengetahui pengaruh pendidikan, kekayaan, wilayah, karakteristik lbu/wanita(umur, status kerja, jumlah anak. urutan kelahiran), kakaral-.ieristik romah tangga, karakteristik demografi terhadap kunjungan ibu hamil ke pusat kesehatan, pemakalan suplemen zat best selama kehantilan dan imunisasi anak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia talmn 2002-2003.
Dengan menggunakan model profit dapat diketahui fakor-faktor mempengaruhi mempengarohi perawatan kesehatan ibu dan anak khususnya banyaknya kunjungan pemeriksaan kehamilan ke pusat kesehatan, pemakaian suplemen zat besi selarna kehamilan dan imunisasi anak Faktor-faktor yang diduga mempeng.aruhi adalah pendidikan, baik pendidikan ibu/lwanita maupun pendidikan anggota rumah tangga; karateristik wanita / ibu, karateristik rumah tangga; wilayah, kekayaan rumah tangga; karakteristik demografi. Hampir semua faktor tersebut berpengaruh kecuali karak1teristik demografi berbeda-beda daerahnya, ada yang berpengaruh dan ada yang tidak. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T21019
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library