Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
"This paper presents development of single phase Ac-to-Ac converter with additional free-wheeling switches for improving the power factor and reducing harmonic disortion....."
IPTEKAB
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Puspita Sulistyaningrum
"Concurrent multiband LNA merupakan salah satu tipe multiband LNA yang mampu bekerja pada beberapa frekuensi berbeda secara simultan dalam satu waktu. Pada skripsi ini dirancang concurrent multiband LNA yang bekerja pada empat pita frekuensi (quadband) yaitu 950 MHz, 1.85 GHz, 2.35 GHz, dan 2.75 GHz. LNA yang dirancang menggunakan topologi inductive source degeneration dan menggunakan teknologi CMOS 0.18 μm. Spesifikasi LNA yang dirancang adalah memenuhi standar kestabilan (K > 1), gain (S21) > 10 dB, input return loss (S11) < -10 dB, Noise figure (NF) < 3 dB, dan konsumsi daya ≤ 20 mW.
Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan, rancangan LNA telah memenuhi spesifikasi yaitu memiliki K > 1, S21 sebesar 17.007 dB pada frekuensi 950 MHz, 15.542 dB pada frekuensi 1.85 GHz, 14.974 dB pada frekuensi 2.35 GHz, dan 14.380 dB pada frekuensi 2.75 GHz. S11 sebesar -29.261 dB pada frekuensi 950 MHz, -17.915 dB pada frekuensi 1.85 GHz, -15.325 dB pada frekuensi 2.35 GHz, dan -15.921 dB pada frekuensi 2.75 GHz. NF sebesar 0.906 dB pada frekuensi 950 MHz, 0.606 dB pada frekuensi 1.85 GHz, 0.658 dB pada frekuensi 2.35 GHz, dan 0.636 dB pada frekuensi 2.75 GHz. Besarnya konsumsi daya rangkaian adalah sebesar 20 mW. Simulasi dilakukan dengan perangkat lunak Advance Design System (ADS).

Concurrent multiband LNA is one type of multiband LNA that works at several frequency bands one time simultaneously. This final project presents a design of Concurrent multiband LNA that works at four frequency bands (quadband) namely 950 MHz, 1.85 GHz, 2.35 GHz, and 2.75 GHz. The simulated LNA uses inductive source degeneration topology in 0.18 μm CMOS technology. The design specifications of LNA are K > 1, gain (S21) > 10 dB, input return loss (S11) < -10 dB, Noise figure (NF) < 3 dB, and power consumption ≤ 20 mW.
Based on the simulation result, the design of LNA achieves specifications; K > 1, S21 are 17.007 dB at 950 MHz, 15.542 dB at 1.85 GHz, 14.974 dB at 2.35 GHz, and 14.380 dB at 2.75 GHz. S11 are -29.261 dB at 950 MHz, -17.915 dB at 1.85 GHz, -15.325 dB at 2.35 GHz, and -15.921 dB at 2.75 GHz. NF are 0.906 dB at 950 MHz, 0.606 dB at 1.85 GHz, 0.658 dB at 2.35 GHz, dan 0.636 dB at 2.75 GHz. Power comsumption is 20 mW. Simulation performed with Advance Design System (ADS) software.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43287
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ferdiansyah
"Pada penelitian ini dirancang sebuah sensor dari rangkaian elektronik yang dinamakan osilator. Rangkaian osilator adalah suatu rangkaian elektronik yang dapat menghasilkan osilasi tanpa diberikan sinyal secara eksternal. Sinyal tersebut timbul karena adanya noise pada setiap komponen yang digunakan. Osilasi tersebut timbul juga karena adanya rangkaian resonator yang menyebabkan sinyal tersebut beresonansi dan amplifier yang menguatkan sinyal tersebut sehingga tidak teredam. Osilator yang digunakan adalah jenis LC dimana rangkaian penyusun resonatornya yaitu induktor dan kapasitor. Dengan mengubah nilai induktansi dan kapasitansi pada resonatornya, maka frekuensi osilasinya akan berubah. Perubahan frekuensi terhadap perubahan nilai komponen induktor dan kapasitor tersebut dijadikan sebagai karakteristik sensor induktif dan kapasitif dalam hal sensitivitas, range, dan linieritas dari perubahan tersebut. Osilator yang digunakan yaitu tipe Colpitts dan Hartley, dimana setiap tipe memiliki konfigurasi resonator yang berbeda dengan amplifier yang sama. Karakteristik dari setiap tipe osilator akan dibandingkan sehingga akan didapat karakteristik sensor yang baik dalam penggunaannya. Dari hasil penelitian, didapat karakteristik sensor induktif yang baik pada tipe Colpitts dengan nilai sensitivitas yaitu -78 kHz/μH pada range perubahan induktansi 2-40 μH dan perubahan frekuensi sekitar 3.889-0.921 MHz. Untuk sensor kapasitif memiliki karakteristik yang baik pada tipe Hartley dengan sensitivitas yaitu -1.983 MHz/nF pada range perubahan kapasitansi 0.05-1.5 nF dan perubahan frekuensi 3.695-0.819 MHz.

In this research was design an electronic sensor is called oscillator. Oscillator circuit is an electronic circuit produce oscillation without signal from external. Signal exist in this circuit because the noise signal from the components of the circuit. Signal will resonance because the resonator and will amplify by the amplifier. Oscillator circuit using LC oscillator. When the inductive and capacitive components are changed, oscillation frequency will change. Change of frequency and component value will be taken for sensor characteristic. Type of oscillators will be used are Colpitts and Hartley. Each of type is different in resonator configuration but same in amplifier. Each of characteristic is compared which is one better. Colpitts has a good characteristic in inductive sensor with sensitivity value is -78 kHz/μH at inductive range 2-40 μH and frequency range is 3.889-0.921 MHz. For capacitive sensor, Hartley has a good characteristic with sensitivity value is -1.983 MHz/nF at capacitive range is 0.05-1.5 nF and frequency range is 3.695-0.819 MHz."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S43216
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hurley, Patrick J., 1883-1963
Singapore : Wadsworth and Cengage Learning, 2012
160 HUR c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ratih Ramelan
"This correlational study is to show the role of deductive and inductive reasoning
abilities as aspects of cognitive development on expository text comprehension
among high school students who already have a capacity to think in conceptual
and hyphotetical ways and to examine how they correlate and influence the text
comprehension process. This study has broaden our knowledge of language
and thinking, as it is different from other previous studies that focused on
comprehension process among elementary students, narrative, reading
strategies, and comprehension difficulties. It is found that deductive reasoning
is more significantly correlated to expository text comprehension than inductive
reasoning. There is other significant differences between natural sciences and social
sciences students in expository text comprehension and deductive reasoning,
where the average scores of the natural sciences students on both variables are
higher than those of social sciences students. It shows that the ability to analisesyntesise,
to relate some basic elements of a text, and to draw a conclusion or
main idea of the text support the process of expository text comprehension,
and can be taught and developed by learning process. Meanwhile, inductive
reasoning ability is significantly different between male and female students,
and it does not correlate to expository text comprehension."
University of Indonesia, Faculty of Humanities, 2008
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Anita Dwinata
"Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tes Penalaran Induktif Figural PIF sebagai subtes dari battery test inteligensi yang didasarkan oleh teori inteligensi Cattell-Horn-Carroll CHC. Pengambilan data lapangan dilakukan pada siswa kelas X dari tiga SMA di Jakarta N=97. Dari pengujian reliabilitas dengan metode Cronbah rsquo;s Alpha menunjukkan bahwaTes PIF memiliki konsistensi internal yang baik dalam mengukur sebuah konstruk ?=0,727. Pengujian validitas konstruk dengan mengorelasikan Tes PIF dengan Standard Progressive Matrices, diperoleh hasil Tes PIF valid dalam mengukur konstruk penalaran induktif r= 0,67, p=0,000. Hasil analisis derajat kesukaran aitem menunjukkan secara umum aitem-aitem pada tes tergolong mudah p antara 0,14 hingga 0,97.
Dari analisis daya diskriminasi aitem diperoleh hasil sebagian aitem telah mampu membedakan individu yang memiliki kemampuan penalaran yang induktif yang tinggi dan yang rendah crit ge; 0,2= 23 aitem . Hasil analisis distraktor menemukan bahwa sebagian besar aitem belum memiliki distraktor yang berfungsi dengan baik dalam mengecoh peserta. Within-group norm dengan transformasi non-linear standard score M=10, SD=3 dibuat untuk menginterpretasi skor tes. Diperlukan revisi terhadap aitem dan pengujian kembali tes PIF sebelum tes ini dapat digunakan untuk tujuan peminatan siswa SMA.

This research was conducted to develop new figural inductive reasoning test as part of the new intelligence battery test based on Cattell Horn Carroll Theory of Human Inteligence CHC. Field data was collected from X grade students in three different high schools in Jakarta N 97. Cronbach's Alpha test showed that PIF Test has adequate internal consistency in measuring a construct 0,727. Correlation with Standard Progressive Matrices found that PIF Test is valid in measuring inductive reasoning r 0,67, p 0,000. Item difficulty analysis indicates that most items have dissatisfying item difficulty level 0,14 le p le 0.97.
Item discrimination analysis describes that half of items has sufficient item discrimination index crit ge 0,2 23 item . Distractors power analysis explains that most items have distractors that poorly deceive the test taker. Within group norms with normalized transformation M 10, SD 3 is available for interpretation. Revision is required regarding the aitem as well as re examination of the PIF Test before this test is suitable to be used for high school student streaming purposes.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2017
S69312
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajar Kawolu
"Teknologi catu daya listrik nirkabel dirancang bukan untuk menggantikan seluruh kabel tetapi untuk meningkatkan kehandalan dan kenyamanan pengguna peralatan. Dimensi antena induktif erat hubungannya dengan aplikasinya pada peralatan karena penerapan teknologi catu daya nirkabel harus disesuaikan dengan dimensi peralatan yang mengunakannya. Untuk mengetahui pengaruhnya terhadap frekuensi dan daya rangkaian pengirim dilakukan percobaan dengan antena induktif konfigurasi lingkaran tunggal menggunakan dua jenis penampang yaitu penampang pejal dan penampang berongga dengan diameter luar 2.5mm serta ketebalan penampang berongga 0.635mm. Pengukuran dilakukan pada diameter antena induktif 5cm hingga 25cm dengan interval setiap 5cm. Hasil pengukuran menunjukkan kenaikan frekuensi terbesar terjadi pada antena berongga diameter 10cm menjadi 5cm sebesar 0.51MHz sedangkan kenaikan daya terbesar pada antana pejal diameter 10cm menjadi 5cm sebesar 2.0554 watt.

Wireless power supply technology is designed not to replace the whole cable but to improve equipment reliability and user convenience. Inductive antenna dimensions are related to its application. due to the wireless power technology must be adapted to the dimensions of the devices. To determine the effect on the frequency and the transmitter's power, the experiments have been done with single-antenna inductive loop with solid circular and hollow cross section with an outer diameter of 2.5mm and 0.635mm thickness. Measurements were taken at 5cm diameter inductive antenna up to 25cm by 5cm intervals. The measurement results showed the greatest increase in frequency occurs at the hollow antenna 5cm-10cm diameter of 0.51MHz while the largest increase in power on solid circular antenna 10cm to 5cm diameter of 2.0554 watts."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1104
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library