Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 186 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Riley, May Mei-Sheng
St. Louis: Mosby , 2010
616.9 RIL m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Castle, Mary
New York : A Wiley Medical Publication, 1987
614.44 CAS h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tahir Shah Nekmal
"ABSTRACT
Title: This study was aimed to assess the house hold mothers sanitation ( source of
drinking water) and hygiene factors (Time of hand washing with soap) and it?s
association to ascariasis of their under five years old children in the district of Sikka
Nusa Tenggara West Timor (NTT) province. Stool samples were collected from 640
children from Sikka district. The prevalence of Intestinal ascaris infection was 12.50
% in this study. According to the education mother?s only 2.3% of mothers have
high education,while in a huge percentage 66.56% of mothers have low level of
education. 32.20% of mother have some kind of activities to earn the money. Highet
percentage of children are related in the age group between 1-3 years, but only
0.13% of children have relationship to the group of under one years . According to
the nutritional status of children almost half percent of children were under nutrition.
By source of drinking water the highest percentage 76.56% of house hold mothers
use safe drinking water. According to the activities of hand washing with soap most
of house hold mother do not have this habit. While hand washing with soap after
cleaning the child defecation is a donminent variable in this study (Protective) with
(OR 0.40 CI 95% 0,24 ? 0,65). While in this study we do not find any significant
difference of the independent variables to dependent variabe of ascariasis."
2010
T28444
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
St. Louis: Mosby, 1991
618.92 ADV
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Soule, Barbara M.
St. Louis: Mosby , 1995
616.904 231 SOU i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Joon Sumargono
"Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian bayi dan balita di Indonesia. Berdasarkan Survai Kesehatan Rumah Tangga tahun 1986 yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan, ISPA menempati urutan paling atas dalam daftar penyebab kematian seluruh golongan umur (13,7%) dan menurut pola penyakit pada bayi didapatkan ISPA 42,4% dan pada umur 1-4 tahun 40,6. Dalam Pelita IV prioritas utama dalam bidang kesehatan adalah penurunan angka kematian bayi, yang di galakkan dalam kegiatan terpadu K5-Kesehatan (Posyandu) tetapi belum terlihat adanya program khusus untuk menanggulangi ISPA.
Keterbatasan sumber dana operasional menyebabkan pemberantasan ISPA terlambat di mulai walaupun sudah sejak lama diketahui bahwa masalah ISPA di Indonesia sangat besar. Di negara berkembang termasuk Indonesia, pola kebiasaan hidup erat hubungannya dengan tingginya "rate" dari ISPA yang disebut sebagai faktor risiko yang berhubungan erat dengan tingkat sosial ekonomi seperti tinggal dilingkungan yang padat, ventilasi rumah yang kurang, polusi asap dapur, pendidikan yang rendah, higiene perorangan yang buruk dan sebagainya. Maka mengurangi atau menghindari faktor risiko merupakan salah satu cara yang dapat mencegah terjadinya ISPA.
Dengan dasar hal-hal diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko tersebut dan seberapa jauh pengaruhnya. Jenis penelitian ini adalah kohort prospektif pada 534 balita yang dipilih secara random sampling pada tiap berdasarkan pemilikan barang dalam keluarga. Pemantauan dilakukan selama tiga bulan untuk melihat jumlah episod ISPA yang terjadi. Teknik analisa yang digunakan adalah Chi Square, RR dan Logistik Regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terbesar untuk jumlah episod ISPA ringan secara berturut-turut adalah pencemaran udara, pendidikan ibu, gizi balita, umur balita dan imunisasi. Untuk jumlah ISPA sedang pengaruh terbesar berturut-turut adalah pemilikan barang dalam keluarga, pencemaran udara dan kepadatan dalam rumah.
Selanjutnya disarankan agar dilakukan perbaikan kesehatan lingkungan, dalam hai ini terutama ditujukan pada perbaikan perumahan yang tidak memenuhi syarat kesehatan, penyuluhan tentang pengaruh buruk dari merokok pada kesehatan balita, meningkatkan pendidikan kesehatan pada ibu-ibu balita mengenai ISPA. Juga disarankan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan meningkatkan gizi balita di Posyandu serta menambah keterampilan ibu balita untuk dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Terakhir disarankan untuk penelitian lebih lanjut tentang pengaruh faktor-faktor risiko yang tidak dapat di buktikan dalam penelitian ini. "
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1989
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins, 2007
614.44 BEN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Gita Rashella
"ABSTRAK
Infeksi rumah sakit merupakan infeksi yang didapat di rumah sakit karena rumah sakit merupakan tempat berkumpulnya para penderita dengan berbagai macam masalah penyakit sehingga membuka peluang terjadinya penularan silang antar pasien. Di RS Awal Bros Bekasi, banyak ditemukan kasus infeksi rumah sakit sejak rumah sakit tersebut berdiri, salah satunya adalah phlebitis sebesar 58,3%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran epidemiologi dan faktor-faktor yang mempengaruhi infeksi rumah sakit pasca tindakan invasif.
Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah case control dengan menggunakan data sekunder. Jumlah kasus yang diperoleh adalah 36 dengan perbandingan kontrol 1:2. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat.
Dari penelitian ini didapat hasil, infeksi rumah sakit yang paling banyak ditemukan adalah phlebitis (58,3%) dan infeksi akibat tindakan invasif ganda (38,9%). Dari 9 variabel yang diteliti, terdapat 3 variabel yang secara statistik bermakna menyebabkan infeksi rumah sakit, yaitu umur ≥45 tahun (p value=0,032), tindakan invasif (OR=2,3), dan ruang perawatan (p value=0,008). Sedangkan faktor-faktor determinan lain (jenis kelamin, diagnosa masuk, diagnosa keluar, penyakit penyerta, lama rawat, dan lama sakit) tidak menunjukan hubungan yang signifikan.

ABSTRACT
Hospital infection is an infecton that acquired in hospital, because it's the place where people gather with a wide range of disease problems so that opening up the possibility of cross infection between patients. In RS Awal Bros Bekasi, so many cases found, one of them is phlebitis (58,3%). The main purpose of this research is to get epidemiology description and to identify risk factors which affect oh hospital infection at RS Awal Bros Bekasi.
The method of this research is case control study by using secondary data. The amount of obtained case at this research is 36 with control comparison 1:2. Data analysis obtained univariate analysis and bivariate analysis.
According to the analysis, the result obtained infection that most commonly found is phlebitis (58,3%) and infection caused by the installation of multiple devices (38,9%). From 9 variabels studied, obtained 3 variabels that were statistically significant cause hospital infection, namely age (p value=0,032), invasive (OR=2,3; CI 1,027?5,285), and inpatient room (p value=0,008). Whereas the other determinant factors (gender, entry diagnostic, exit diagnostic, invasive, comorbidities, length of day care, and length of sick) showed no significant relationship to the hospital infection."
2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Alisah Naoemar Abidin
"

Pada pagi hari yang berbahagia ini perkenankanlah saya memanjatkan puji svukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada kita semua sehingga upacara pengukuhan saya sebagai Guru Besar Tetap di Universitas Indonesia dapat diselenggarakan.

Perkembangan sosial-ekonomi dalam era globalisasi ini telah menambah kompleksnya masalah kesehatan di Indonesia. Pada saat penyakit infeksi masih belum dapat dikendalikan dengan baik. penyakit non infeksi seperti penyakit degeneratif. keganasan jantung dan sebagainya mulai meningkat sehingga terjadi beban ganda.

Pada saat ini kita berada dalam era peralihan pola penyakit. Pada bulan Januari yang lalu Badan Litbang Kesehatan RI. mengadakan diskusi ilmiah mengenai Emerging Infectious Diseases; yaitu penyakit infeksi baru, yang timbul kembali atau resister terhadap obat yang insidensnya telah meningkat dalam 20 tahun terakhir atau berpotensi untuk meningkat di masa yang akan datang.

Apa yang sekiranya dapat dianggap sebagai penyebab fenomena ini ? Perilaku masyarakat modern dengan gaya hidup baru dapat menjadi salah satu penyebabnya. Pertumbuhan penduduk yang tinggi dan terjadinya urbanisasi yang tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana, telah menambah luasnya daerah kumuh di perkotaan. Perkembangan teknologi yang cepat dan tuntutan kebutuhan manusia yang meningkat dapat menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan sehingga timbul masalah kesehatan lingkungan yang erat hubungannya dengan penyakit infeksi. Kurangnya air bersih, pencernaran tanah dan air oleh limbah industri dan limbah rumah tangga termasuk tinja, menciptakan kondisi lingkungan fisik yang memungkinkan perkembangan vektor dan sumber infeksi. Fenomena tersebut berlaku juga untuk salah satu kelompok penyakit infeksi yaitu penyakit parasitik.

Hadirin yang terhormat,

Sesuai dengan keahlian dan tugas saya sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada kesempatan ini saya memilih judul pidato pengukuhan :

"Beberapa Infeksi Parasitik Masa Lampau dan Masa Kini di Indonesia"

Pertama, saya ingin menyampaikan mengenai sekelompok penyakit parasit yang sudah lama bercokol di masyarakat, dan masih tetap menjadi bahan pembicaraan yang muncul di berbagai media masa dan masih tetap menjadi masalah hangat yaitu :

Infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah

Infeksi casing usus yang dimaksud di atas adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah, telur dan larvanya menjadi bentuk infektif di tanah. Dalam bahasa sehari-hari infeksi ini disebut cacingan. Infeksi dengan cacing usus yaitu Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di daerah tropik, termasuk Indonesia.

Cacingan merupakan penyakit rakyat yang sangat erat kaitannya dengan masalah lingkungan. Lingkungan yang kumuh merupakan tempat subur untuk berkembang biaknya cacing-cacing penyebab cacingan.

"
Jakarta: UI-Press, 1997
PGB 0232
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
612.3 UNI k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>