Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Farahdila Virta Fauziah
"Kesadaran menjadi salah satu indikator suatu makhluk hidup. Tidak hanya itu, kesadaran memiliki jangkauan ruang yang luas dan kompleks dalam proses memahaminya. Hal ini membuat sulitnya akses kita sebagai manusia dalam memahami dan mendefinisikan bagaimana kesadaran ini bekerja. Permasalahan ini dibuktikan dengan hadirnya berbagai disiplin yang mulai menjajaki permasalahan kesadaran, yang sejatinya ini merupakan permasalahan mendasar dari filsafat tradisional. Begitu pula dengan pasangan filsuf asal Amerika ini, yaitu Patricia Churchland dan Paul Churchland. Mereka melahirkan disiplin baru dengan menggunakan pendekatan interdisiplin antara neuron dan filsafat, yaitu neurofilosofi. Neurofilosofi ini akan menjelaskan konsepsi kesadaran secara lebih kompleks dan komprehensif, melihat pendekatannya yang cukup luas dan berani. Namun, dalam hal ini neurofilosofi tidak dapat menjelaskan kesadaran sebagai qualia. Kesadaran disini hanya mengandalkan saraf aktif dalam membentuk sistematika kesadaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis komparatif antara disiplin ilmu saraf dan filsafat. Keeksistensian ilmu ini akan menjadi pertanyaan yang membuka cakrawala baru, karena pada dasarnya pendekatan interdisiplin yang digunakan pada ilmu ini sudah membuka ruang dan celah diskusi yang lebih kompleks. Ilmu ini nantinya akan memberikan celah dalam upayanya memaknai manusia pada masa mendatang.
Consciousness is an indicator of a living creature. Not only that, consciousness has a wide and complex spatial reach in the process of understanding it. This makes it difficult for us as humans to understand and define how this consciousness works. This problem is proven by the presence of various disciplines that are starting to explore the problem of consciousness, which is actually a fundamental problem of traditional philosophy. Likewise with this pair of philosophers from America, namely Patricia Churchland and Paul Churchland. They gave birth to a new discipline using an interdisciplinary approach between neurons and philosophy, namely neurophilosophy. This neurophilosophy will explain the concept of consciousness in a more complex and comprehensive way, considering its approach is quite broad and bold. However, in this case neurophilosophy cannot explain consciousness as qualia. Consciousness here only relies on active nerves in forming systematic consciousness. This research uses a qualitative approach with comparative analysis methods between the disciplines of neuroscience and philosophy. The existence of this science will be a question that opens new horizons, because basically the interdisciplinary approach used in this science has opened up space and gaps for more complex discussions. This knowledge will provide a gap in efforts to understand humans in the future."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Candra Kusuma
Jakarta: Episteme Institute, 2013
340 CAN p
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library