Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Elgi Lukiyansah
"Daerah tangkapan air danau menjadi salah satu objek konversi penggunaan lahan sebagai ruang kebutuhan masyarakat. Sempadan Situ Rawa Besar telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk melakukan aktivitas. Aktivitas manusia dan penggunaan lahan di sekitar sempadan danau dapat memengaruhi kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola distribusi spasial kualitas air Situ Rawa Besar dan hubungannya dengan penggunaan lahan di sempadan. Kualitas air akan diuji berdasarkan metode pengambilan sampel air permukaan sesaat di 30 sampel yang merata di badan air dan pengujian di laboratorium berdasarkan 6 parameter kualitas air bersih, yaitu kekeruhan, BOD, padatan total, pH, nitrat, dan total fosfat. Kualitas air akan diukur berdasarkan tingkat indeks kualitas air WQI (Water Quality Index) dan diinterpolasi menggunakan metode IDW. Penggunaan lahan skala besar akan digunakan dari digitasi citra resolusi besar dan potensi sumber polutan yang didapatkan dari observasi lapangan dengan unit analisis buffer dan sub-buffer. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air di badan air hampir merata dengan kriteria tercemar ringan. Penggunaan lahan yaitu aktivitas domestik, peternakan, dan industri kecil memengaruhi kualitas air di Situ Rawa Besar ditandai dengan nilai kekeruhan dan BOD yang tinggi, sedangkan aktivitas perkebunan dan pertanian yang terbatas menyebabkan nilai pH, nitrat, padatan total, dan total fosfat yang kecil.

Lake catchment area is used to convert landuse into human needs. Lake Rawa Besar borders area is greatly used by the surrounding people to perform activities. Human activity and land use around the water body may affect water quality. This study aims to see the spatial distribution patterns of Lake Rawa Besar and its association with land use surrounding the water body. Water quality sample was taken by field survey and using direct surface water sampling in 30 points spreaded over water body. Water quality samples then measured in laboratory based by 6 parameters which is turbidity, BOD, total solid, pH, nitrate, and total phosphate. Water quality in 6 parameters was measured using Water Quality Indeks equation and interpolated by using IDW method. Large scale land use was obtained using large resolution imagery digitation and pollutant source field observation by the buffer and sub-buffer area analysis unit. Result shows that water quality in Lake Rawa Besar is minor contaminated in almost over the water body. Land use may affect that is domestik, livestock, and small industry activities may impact the high level of turbidity and BOD parameters in water quality, while plantation and agricultural activities that is slightly seen around Lake Rawa Besar affect the low level of pH, nitrate, total solids, and total phosphate."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Badhar Gibran
"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kondisi geomorfologi, geokimia batuan, dan distribusi endapan nikel laterit di Daerah X, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Wilayah ini secara geologi berada dalam Mandala Halmahera Timur yang tersusun atas kompleks ofiolit dan batuan ultrabasa seperti harzburgit, lherzolit, dan dunite yang berperan sebagai batuan induk pembentuk laterit. Metode yang digunakan meliputi analisis geomorfologi berbasis data topografi dan klasifikasi bentuk lahan geomorphon, analisis geokimia batuan dasar menggunakan data X-Ray Fluorescence (XRF), serta pemetaan distribusi kadar dan ketebalan endapan laterit melalui interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk lahan seperti ridge, spur, dan shoulder pada kemiringan 2°–15° serta elevasi antara 700–900 meter cenderung memiliki ketebalan laterit yang lebih besar dan kadar nikel yang lebih tinggi, menjadikannya zona prospektif utama. Zona saprolit memiliki kadar Ni tertinggi, mencapai lebih dari 2,5%, dengan komposisi geokimia yang mengindikasikan tipe laterit Hydrous Magnesium Silicate (HMS). Hubungan negatif antara kemiringan lereng dan ketebalan limonit mengindikasikan peran penting topografi terhadap intensitas pelapukan dan pelindian unsur. Selain itu, analisis geokimia batuan menunjukkan bahwa harzburgit merupakan litologi dominan dengan sebaran kadar Ni yang luas, sedangkan kadar tertinggi tercatat pada litologi dunite dan lherzolit meskipun dengan jumlah data yang terbatas. Temuan ini memperkuat peran faktor geomorfologi dan komposisi kimia batuan dalam pengendalian pembentukan serta sebaran endapan nikel laterit, dan dapat dijadikan acuan dalam eksplorasi tahap awal di wilayah studi.

This study aims to examine the relationship between geomorphological conditions, bedrock geochemistry, and the distribution of lateritic nickel deposits in Area X, Central Halmahera Regency, North Maluku Province. Geologically, the study area lies within the Eastern Halmahera Belt, characterized by ophiolitic complexes and ultramafic rocks such as harzburgite, lherzolite, and dunite, which serve as the primary protoliths for lateritization. The research methodology includes geomorphological analysis based on topographic data and geomorphon-based landform classification, geochemical analysis of bedrock using X-Ray Fluorescence (XRF), and spatial distribution modeling of nickel grade and laterite thickness using the Inverse Distance Weighting (IDW) interpolation method. The results indicate that landforms such as ridges, spurs, and shoulders with slope gradients between 2°–15° and elevations ranging from 700 to 900 meters above sea level tend to exhibit thicker lateritic profiles and higher nickel concentrations, marking them as highly prospective zones. The saprolite zone shows the highest nickel content, exceeding 2.5%, with geochemical characteristics indicative of the Hydrous Magnesium Silicate (HMS) laterite type. A negative correlation between slope angle and limonite thickness suggests that topography significantly influences leaching intensity and elemental accumulation. Furthermore, bedrock geochemical analysis reveals harzburgite as the dominant lithology with a wide range of Ni content, while the highest Ni grades are found in samples identified as dunite and lherzolite, although data for these rock types are limited. These findings highlight the crucial roles of geomorphology and geochemical composition in controlling the formation and spatial distribution of lateritic nickel deposits, offering valuable insights for early-stage mineral exploration in the study area."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library