Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 22 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
TA2618
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ardian Rahmantyo Wiyono
"Seiring dengan perkembangan teknologi nano, CNT mulai digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya yaitu dalam bidang elektronika. Beberapa divais berhasil dibangun dengan CNT, diantaranya yaitu CNTFET baik untuk jenis pFET maupun nFET. Pada teknologi sebelumnya, dua buah nMOSFET and pMOSFET dapat dibangun menjadi sebuah CMOS yang merupakan dasar dari teknologi digital.
Pada skripsi ini dilakukan desain dan simulasi sebuah nano inverter menggunakan Carbon Nanotube Complementary Field Effect Transistor (CNT-CFET). Sebelum mendesain CNT-CFET, CNTFET didesain dan disimulasikan terlebih dahulu. Jenis CNTFET yang digunakan adalah Schottky barrier CNTFET. Schottky barrier CNTFET digunakan karena sifat keambipolaritasannya. Setelah CNTFET didesain, nFET dan pFET digabungkan untuk membentuk sebuah inverter. Desain dan simulasi pada skripsi ini dilakukan dengan menggunakan program MATLAB 7.1.
Dari simulasi yang dilakukan dengan menggunakan MATLAB 7.1 memperlihatkan bahwa dua buah CNTFET dapat dibentuk menjadi CNT-CFET dan nano inverter yang didesain dapat menunjukkan Voltage Transfer Characteristic (VTC) yang mendekati performa VTC pada inverter yang dibangun dengan teknologi sebelumnya. Inverter yang didesain akan bekerja optimal ketika divais dibangun dengan menggunakan CNTFET berdiameter 1,3 nm yang memiliki nilai konstanta h (konstanta kendali VDS terhadap IDS) original dengan tegangan sumber (Vdd) sebesar 0,5 V. Switching dari logika 1 ke logika 0 terjadi pada saat tegangan gate (VGS) berada pada setengah tegangan sumbernya (VDD).

Along with nano technology development, CNT start to use in various applications, one of the applications is in electronics. Some of devices has been successfully build with CNT, one of those devices is CNTFET both pFET and nFET. In the recent technology, two nMOSFET and pMOSFET can be build to become a CMOS which is a basic for digital technology.
The goal of this research is to design and to simulate a nano inverter using Carbon Nanotube Complementary Field Effect Transistor (CNT-CFET). Before designing CNT-CFET, a CNTFET needs to be designed and simulated first. The type of the CNTFET which used in this research is Schottky barrier CNTFET. It is used because of its ambipolarity. After designing CNTFET, the next step is combining nFET and pFET to create an inverter. The design and simulation is using MATLAB 7.1.
From the simulation which performed in MATLAB 7.1 shows that two CNTFETs can be combined to become a CNT-CFET and the nano inverter which has been designed has similar Voltage Transfer Characteristic (VTC) performance with the common inverter. The inverter will attain its optimum performance when the device build using CNT diameter of 1.3 nm, CNTFET’s h constant (the constant of source voltage (VDS) control to the current (IDS)) in original value, and the source voltage (Vdd) is about 0.5 V. The switching from 1 to 0 occur when the gate voltage (VGS) is around half of the source voltage (VDD).
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S40531
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sembiring, Reynhard Josian
"Sejalan dengan semakin meningkatnya perkembangan penelitian dan pengembangan di bidang kendaraan listrik, maka dibutuhkan suatu sistem inverter tiga fasa yang memiliki efisiensi tinggi serta memiliki kecepatan switching yang cukup tinggi dan impedansi masukan yang tinggi sehingga tidak membebani rangkaian pengendali. Solusi untuk permasalahan itu adalah pemakaian IGBT dikarenakan IGBT cocok digunakan pada arus yang besar hingga ratusan ampere sehingga dapat diaplikasikan pada motor berdaya besar. Pada Skripsi ini akan dilakukan implementasi pengendalian inverter tiga fasa menggunakan teknik Space Vector Pulse Width Modulation(SVPWM) menggunakan NI COmpactRIO. Hasil yang didapatkan pada skripsi ini adalah tegangan dan arus keluaran dari inverter berbentuk sinusoidal dan memiliki beda fasa 1200.

Along with increased interest of the research and development in the field of electric car, then it is needed a three phase inverter system which has high efficiency and have high speed switching and also small input impedance so it will not loaded the control circuit. The solution is using IGBT as the power switching device in inverter because it has high efficiency and have high current capability so it is usied for high power motor. In this thesis the implementation of three phase inverter control using SVPWM and NI CompactRIO is been done. The results are the voltage and currents which has sinusoidal and three phase sinusoidal waveform.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S56348
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novri Ichsan Dwiyanri
"Skripsi ini membahas tentang desain dari sebuah IC NE555 sebagai sebuah multivibrator astabil untuk membuat inverter dengan menggunakan software Multisim serta analisis rangkaiannya. Komponen - komponen pada inverter meliputi multivibrator astabil, driver, amplifier, filter, dan transformator. Desain ini dapat menggunakan tenaga sel surya sebagai energi alternatif pengganti baterai. Inverter ini memiliki masukan dari baterai sebagai representasi dari sel surya sebagai sumber DC. Kemudian sumber DC tersebut akan diubah menjadi gelombang persegi. Gelombang persegi dikuatkan dengan menggunakan driver amplifier kemudian difilter. Keluaran akhirnya berupa gelombang sinusoidal yang diberi transformator step up.

The focus of this study is about a design of an IC NE555 as an astable multivibrator for creating an inverter using Multisim software and circuit analyzing. Components of inverter are astable multivibrator, driver, amplifier, filter, and transformator. This design can be used by solar cell power as an alternative energy replacing batteries. Input for this design is DC source. This DC signal will be converted to square wave. This wave will be amplified with driver amplifier then it is filtered. The final output will be sinusoidal wave after using step up transformator. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S991
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Two things that become world concern are energy crisis and environmental problem, Refrigerator is
one of the causes of the problems either direct or indirect. Refrigerator uses electricity source that comes
front fossil fuel as indirect cause of energy crisis and environmental' problem which contributes to ozone
depletion and global warming by using the refrigerant. Therefore we need a solution that can answer
the problems. The solution is photovoltaic refrigerator .system with hydrocarbon refrigerant. This system
uses photovoltaic module connected to the inverter. The function of inverter is to convert i2 Volt DC
electric voltage from photovoltaic module into 220 Volt A C electric voltage, The refrigerant are
hydrocarbon R-600a and HC-134 which charged at 20 bar pressure. The experiment shows that the
inverter which suitable for refrigerator is pure sine wave inverter type and the alternative refrigerant is
R-600a. Refrigerator with photovoltaic module can be used until 21.5 hours without charging.
"
Jurnal Teknologi, 21 (4) Desember 2007 : 265-273, 2007
JUTE-21-4-Des2007-265
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Mario Reinzini
"Sistem grid-connected inverter untuk penerapan pada pembangkit listrik tenaga surya, diharapkan dapat menjadi sumber energi alternatif selain mengandalkan layanan jaringan listrik. Dengan sistem ini maka akan dapat diperoleh dan kemudian dianalisa dari dinamika sistem yang muncul. Sistem grid-connected inverter yang dibangun merupakan sistem yang terdiri dari model sel surya - rangkaian boost converter - inverter - beban - jaringan listrik. Algoritma Maximum Power Point Tracker (MPPT), algoritma Phase Locked Loop (PLL) dan current control merupakan metode kendali yang digunakan dalam sistem ini. Melalui rancangan sistem grid-connected inverter ini kemudian dilakukan simulasi untuk memperlihatkan respon sistem ketika sel surya memberikan suplai ke beban; maupun ketika sel surya dalam keadaan grid-connected. Sistem gridconnected dengan metode kendali MPPT belum dapat memberikan arus suplai dan tegangan yang sefasa, namun algoritma MPPT yang diterapkan telah mampu mencari titik kerja optimal dari sel surya pada kondisi lingkungan yang bervariasi, namun demikian sistem grid-connected dengan metode kendali PLL dan current control telah dapat menghasilkan arus suplai dan tegangan yang sefasa.

Grid-connected inverter system for solar power application expected to become an alternative energy source in addition to relying on electricity network services. Through this system we will be able to obtain a detail model and then analyzed the dynamics of the system itself. Grid-connected inverter system consist of : solar cells - a series boost converter - inverter - load - the electricity grid. Maximum Power Point Tracker algorithm (MPPT) algorithm Phase Locked Loop (PLL) and the current control is a control method used in this system. This gridconnected inverter system then simulated to demonstrate the system's response when the solar cells supply the load; as well as solar cells in grid-connected. Gridconnected systems with MPPT control methods have not been able to provide supply current and voltage are in phase, but the MPPT algorithm has been able to find the optimal point of the solar cells on the various environmental conditions, however, grid-connected system with PLL and current control methods control has been able to produce current and voltage are in phase supply."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42454
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Situmorang, Leonardo
"Sumber-sumber energi terbarukan yang menghasilkan energi listrik disatukan dalam sistem DC Mikrogrid. Sebenarnya energi listrik yang dihasilkan masih bersifat fluktuatif sehingga belum sepenuhnya bisa diandalkan agar sistem DC Mikrogrid dapat berjalan secara kontinu. Untuk menjamin kehandalannya, maka DC Mikrogrid akan dihubungkan ke jaringan utilitas (PLN) sehingga ketika DC Mikrogrid kekurangan daya listrik dapat menerima dari PLN sebaliknya jika DC Mikrogrid memiliki daya listrik yang lebih, DC Mikrogrid dapat mensuplai ke PLN, dengan demikian dapat terjadi transfer daya listrik antara kedua sistem tersebut. Untuk itu diperlukan alat yang dapat menghubungkan kedua sistem tersebut yaitu bi-directional inverter.
Bi-directional inverter adalah konverter yang dapat mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC ataupun sebaliknya.Dalam skripsi ini akan dibuat konfigurasi yang terdiri dari alat-alat rectifier, boost konverter, buck konverter dan grid tie inverter menjadi sebuah bi-directional inverter. Untuk pengujian kapasitas dan efisiensi alat ini, digunakan beban lampu dengan daya masing masing sekitar 7W. Pengukuran daya diambil pada keluaran dari boost konverter dan grid tie inverter.

Renewable energy sources that generate electricity are incorporated in the DC system Microgrid. Actual electrical energy generated is still fluctuating so that is not fully reliable for the system DC Microgrid can run continuously. To ensure reliability, the DC Microgrid will be connected to a network utility (PLN) so that when the DC power shortage Microgrid can receive from PLN vice versa if the DC Microgrid have more power, DC Microgrid can supply to PLN, thus the power transfer can occur between the two systems. It required a tool that can connect the two systems is bi-directional inverter.
Bi-directional inverter is a converter that can convert DC voltage into AC voltage or otherwise. In this thesis will be the configuration consisting of tools rectifier, boost converter, buck converter and grid tie inverter into a bi-directional inverter. To test the capacity and efficiency of this tool, used to power the lamp load each about 7W. Power measurement is taken at the output of the boost converter and grid tie inverter.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42137
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Della Dwindaputri
"Dengan meningkatnya permintaan listrik, diharapkan pembangkit listrik dari energi terbarukan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah solar sistem tenaga yang menggunakan teknologi panel surya. Panel surya dapat mengubah sinar matahari menjadi energi listrik DC. Dengan bantuan inverter, energi listrik DC itu diproduksi oleh panel surya akan diubah menjadi energi listrik AC. Namun, Teknologi inverter ini menghasilkan gangguan pada rentang frekuensi 9 kHz - 150 kHz karena frekuensi switching di inverter.
Dalam penelitian ini, 2 jenis pengukuran dilakukan. Pertama, iradiasi matahari pengukuran dengan perangkat meteran tenaga surya. Kedua, gangguan pengukuran pada sistem panel surya off grid dengan perangkat Picoscope 3425. Pengukuran ini dilakukan secara bersamaan. Beban listrik (resistif, induktif, dan kapasitif) dicolokkan pada sistem dan diukur hari yang berbeda.
Berdasarkan hasil pengukuran, nilai gangguan tertinggi pada frekuensi 74 kHz. Urutan beban listrik dengan nilai gangguan tertinggi di iradiasi ± 200 W / m2, ± 400 W / m2, dan ± 600 W / m2 adalah induktor, kapasitor, dan resistor. Sedangkan untuk urutan beban listrik dengan yang tertinggi nilai gangguan pada iradiasi ± 800 W / m2 dan ± 1000 W / m2 adalah resistor, induktor, dan kapasitor. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi iradiasi matahari terkena panel surya, semakin tinggi gangguan tegangan yang dihasilkan dari sisi keluaran dari inverter.

With the increasing demand for electricity, it is expected that electricity generation from renewable energy can help meet the needs of the community. One of them is a solar power system that uses solar panel technology. Solar panels can convert sunlight into DC electrical energy. With the help of an inverter, the DC electrical energy produced by solar panels will be converted into AC electrical energy. However, This inverter technology produces interference in the frequency range of 9 kHz - 150 kHz because of the switching frequency at the inverter.
In this study, 2 types of measurements were made. First, solar irradiation measurements with a solar meter. Secondly, interference measurements on off grid solar panel systems with the Picoscope 3425 device. These measurements are carried out simultaneously. Electric load (resistive, inductive, and capacitive) plugged into the system and measured different day.
Based on the measurement results, the highest disturbance value is at 74 kHz. The sequence of electrical loads with the highest interference value in irradiation is ± 200 W / m2, ± 400 W / m2, and ± 600 W / m2 are inductors, capacitors, and resistor. As for the sequence of electrical loads with the highest interference value at irradiation ± 800 W / m2 and ± 1000 W / m2 are resistors, inductors, and capacitors. This research shows that the higher the sun's irradiation exposed to solar panels, the higher the interference voltage generated from the output side of the inverter.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Sistem static inverter (SIV) pada KRL Holec-BN dengan teknologi VVVF (variable voltage variable frequency) mengubah tegangan input nominal 1.500 VDC menjadi tegangan output 380 VAC, tiga fasa, 50 Hz serta 110 VDC dan 137 VDC. SIV melayani beban berupa sistem kompresor, ventilasi, lampu-lampu penerangan, kontrol drive/pengereman, dll."
620 JTEK 9 (1-2) 2010
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>