Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dubrow, Terry J
New York: Warner Books, 2003
616.5 DUB a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Entin Sutini
"ABSTRAK
Jumlah penduduk di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan, termasuk kota Depok. Penduduknya banyak ditemukan pada usia muda berdasarkan piramida penduduk. Masa remaja dikenal dengan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa transisi ini membuat remaja digolongkan sebagai kelompok berisiko. Perilaku berisiko remaja dapat terjadi dari faktor biologi, perilaku dan lingkungan, sehingga mempengaruhi kesehatan khususnya kesehatan jerawat. Perilaku remaja dalam menangani jerawat cenderung negatif, seperti kurang memperdulikan kebersihan wajahnya. Tujuan penulisan ini ialah memberikan gambaran asuhan keperawatan keluarga dengan remaja yang memiliki masalah dengan jerawat. Setelah dilakukan intervensi dengan menjaga perawatan kebersihan wajah melalui evaluasi, remaja merasa jerawat yang dimiliki tidak bertambah dan perlahan berkurang. Mencapai keberhasilan dukungan sangat berperan dalam mendukung remaja secara dukungan informasi maupun material. Demikian keluarga mampu membantu remaja dalam pengambilan keputusan dalam penanganan mengatasi masalah kesehatan dengan jerawat.

ABSTRACT
Population in Indonesia each year has increased, including Depok city. The population is found at a young age based on the population pyramid. Adolescence as the transition from childhood to adulthood. This transition period as group a risk. The risk behavior of adolescents can occur from biological factors, behavior and environment, so that particularly affect health acne. The behavior of adolescents in dealing with acne tend to be negative, such as caring less about facial hygiene. The purpose of this paper is to provide an image of family nursing care with adolescents who have problems with acne. After intervention by maintaining facial hygiene treatment through evaluation, adolescents feel that acne does not increase and slowly decreases. Achieving successful support is instrumental in supporting adolescents with both information and material support. Thus the family is able to help teenagers in decision making in handling health problems with acne. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Toni Sutono
"ABSTRAK
Prevalensi kasus jerawat (acne vulgaris) 75-85% pada orang dewasa, terutama pada usia remaja, dan sering menjadi kronis. Etiopatologis jerawat multi-faktorial, antara lain disebabkan oleh stres oksidatif dan pengaruh hormon serta pola makan. Tujuan dari penelitian adalah untuk membuktikan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) yang mengandung senyawa aktif xanthones dengan aktivitas anti-oksidan, anti-bakteria dan anti-inflamasi, dapat menunjang terapi medis untuk jerawat. Uji klinis dilakukan secara acak, berpembanding dan tersamar ganda selama 3 minggu pada 94 subyek berjerawat ringan dan sedang, berumur 18-30 tahun yang tinggal di asrama agar relatif homogen. Parameter penelitian adalah derajat keparahan jerawat menurut kriteria Lehman dan kadar malondialdehid (MDA) di dalam darah subyek. Perlakuan dengan pemberian 400 mg ekstrak 3 kali sehari, bersamaan terapi standar dengan krim topikal asam retinoat 0,025% pada lesi jerawat di wajah pada malam hari. Keparahan jerawat berkurang tidak bermakna (p > 0.2) dan penurunan kadar MDA dalam plasma darah tidak bermakna (p = 0.49).
ABSTRACT
The prevalence of acne (acne vulgaris) is 75-85% in adults, especially in adolescence, and often becomes chronic. Etiopatology of acne is multi-factorial, partly due to the oxidative stress and the influence of hormones and diet. The purpose of this study is to prove that the ethanol extract of mangosteen rind (Garcinia mangostana L) containing xanthones with properties of anti-oxidant, anti-bacterial and anti-inflammatory, can support medical therapy for acne. A randomized, double-blind and controlled clinical trial done for 3 weeks in 94 subjects with mild and moderate acne, aged 18-30 years living in a dorm which is relatively homogeneous. Parameters of the study are the degree of severity of acne according to Lehman criteria and the levels of malondialdehyde (MDA) in the blood of the subjects. Intervention by administering 400 mg extract 3 times a day, along with standard therapy with topical cream of 0.025% retinoic acid applied in acne lesions on the face at night. Improvement of acne severity was not significant (p > 0.2) and decreased levels of MDA in blood plasma was not significant (p = 0.49).
"
2013
T32616
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riszky Pertiwi Ramadhanty
"ABSTRAK
Remaja mengalami masa pubertas dan mengalami perubahan fisik. Hampir seluruh remaja mengalami kondisi kulit berjerawat saat masa pubertas yang dipicu oleh aktivitas hormonal. Penampilan wajah merupakan bagian dari penampilan fisik yang dapat memengaruhi persepsi citra tubuh. Citra tubuh merupakan penilaian seseorang terhadap tubuhnya, jika seseorang memiliki ideal diri yang tinggi mengenai penampilannya dan ideal diri tidak terpenuhi maka berisiko akan munculnya harga diri rendah yang dapat menggangu tugas perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi citra tubuh dengan harga diri pada remaja berjerawat di SMAN 2 Cibinong. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan jenis deksriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, dengan teknik purposive sampling dan melibatkan 173 siswa SMA yang didapatkan melalui screening.Instrument yang digunakan untuk mengukur citra tubuh ialah Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearrance Scale dan instrument untuk mengukur harga diri ialah Coppersmith Self-Esteem Inventory yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Penelitian ini telah lolos kaji etik oleh Komite Etik Penelitian Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia No.132/UN2.F12.D/HKP.02.04/2019.Hasil analisis penelitian dengan menggunakan uji chi squaremenunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara persepsi citra tubuh dan harga diri (p : 0,000). Implikasi penelitian terhadap pelayanan keperawatan ialah pentingnya mengefektifkan peran bimbingan konseling untuk membimbing kesehatan mental remaja. Penelitian ini merekomendasikan pada institusi pendidikan, institusi kesehatan dan orang tua untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang remaja khususnya dalam pertumbuhan fisik remaja dan membantu remaja membangun aspek aspek positif yang dimiliki, sehingga remaja mampu mengevaluasi kemampuannya dengan baik dan memiliki harga diri tinggi."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kah-Beng, Lim
"The information provided in this book is based on good scientific evidence, modified according to the author's experiences in treating thousands of acne patients in London and Singapore. The emphasis is to detect and treat acne early and learning to trouble-shoot for signs that indicate the need for a doctor's assistance. Includes common myths and misconceptions and how to help yourself with acne problem."
Times Centre: Times Books International, 1989
616.53 KAH n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Pedro Anugerah Aswan
"Alternatif senyawa bahan alam untuk mengatasi jerawat adalah α-mangostin yang terdapat pada kulit manggis (Garcinia mangostana L.) dan asiatikosida yang terdapat pada pegagan (Centella asiatica L.). α-Mangostin memiliki aktivitas bakterisidal, sedangkan asiatikosida memiliki efek penyembuhan luka dan dapat mengurangi pembentukan bekas luka. Namun, efektivitas kedua senyawa ini terbatas karena sulit menembus kulit akibat berat molekul yang besar. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan formulasi gel nanoetosom berbasis ekstrak kulit manggis dan pegagan untuk meningkatkan penetrasi bahan aktif melalui kulit. Nanoetosom disiapkan menggunakan metode hidrasi lapis tipis dan dioptimasi dengan metode desain faktorial penuh 3² berbasis respon permukaan. Dua faktor yang dioptimasi adalah persentase fosfolipid dan konsentrasi etanol, dengan respon meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, serta efisiensi enkapsulasi α-mangostin dan asiatikosida. Formula nanoetosom optimal kemudian diformulasikan dalam bentuk gel dan diuji stabilitas fisik-kimia serta kemampuan penetrasinya secara in vitro menggunakan sel difusi Franz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi nanoetosom optimal memiliki ukuran partikel sebesar 429,22 nm, potensi zeta -39,63 mV, dan distribusi ukuran partikel yang baik yaitu 0,47. Efisiensi enkapsulasi α-mangostin dan asiatikosida masing-masing mencapai 99,27% dan 94,76%. Gel nanoetosom menunjukkan stabilitas fisik dan kimia yang baik pada suhu 30oC±2ᵒC selama 12 minggu penyimpanan. Uji penetrasi in vitro menunjukkan bahwa gel nanoetosom secara signifikan meningkatkan penetrasi α-mangostin dan asiatikosida (p<0,05) dibandingkan gel non-nanoetosom. Dengan demikian, gel nanoetosom berbasis ekstrak kulit manggis dan pegagan efektif meningkatkan penetrasi bahan aktif melalui kulit, menjadikannya inovasi potensial untuk terapi jerawat.

Alternative natural compounds for treating acne include α-mangostin, found in mangosteen peel (Garcinia mangostana L.), and asiaticoside, found in pegagan (Centella asiatica L.). α-Mangostin exhibits bactericidal activity, while asiaticoside promotes wound healing and reduces scar formation. However, the effectiveness of these compounds is limited due to their poor skin penetration caused by their large molecular weight. To address this issue, this study developed a nanoethosome gel formulation based on mangosteen peel and pegagan extract to enhance the penetration of active ingredients through the skin. Nanoethosomes were prepared using the thin-layer hydration method and optimized using a surface response-based 3² full factorial design. The two factors optimized were the phospholipid percentage and ethanol concentration, with responses including particle size, polydispersity index, and encapsulation efficiency of α-mangostin and asiaticoside. The optimal nanoethosome formula was subsequently formulated into a gel and tested for its physicochemical stability and in vitro penetration ability using Franz diffusion cells. The results showed that the optimal nanoethosome formulation had a particle size of 429.22 nm, a zeta potential of -39.63 mV, and a good particle size distribution with a polydispersity index of 0.47. The encapsulation efficiency for α-mangostin and asiaticoside reached 99.27% and 94.76%, respectively. Nanoethosome gels demonstrated good physical and chemical stability at 30ᵒC±2ᵒC during 12 weeks of storage. In vitro penetration tests revealed that the nanoethosome gels significantly enhanced the penetration of α-mangostin and asiaticoside (p < 0.05) compared to non-nanoethosome gels. Therefore, nanoethosome gels based on mangosteen peel and pegagan extract effectively improve the penetration of active ingredients through the skin, making them a promising innovation for acne therapy. "
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kartika
"Nerium oleander Linn. telah banyak digunakan secara tradisional sebagai kardiotonik. Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan adanya aktivitas antiinflamasi dan antibakteri pada ekstrak metanol dan etanol dari akar, daun dan bunga N. oleander Linn. terhadap beberapa bakteri secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak daun N. oleander Linn. yang memiliki khasiat antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Digunakan empat macam ekstrak untuk ditentukan aktivitas antibakterinya. Ekstrak-ekstrak tersebut adalah ekstrak n-heksana, ekstrak diklorometana, ekstrak etanol dan ekstrak air. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode dilusi untuk menentukan Kadar Hambat Minimal secara penipisan lempeng agar dan metode difusi (Kirby-Bauer) dengan mengukur diameter zona hambatan di sekeliling silinder. Digunakan juga pembanding tetrasiklin HCl sebagai antibiotik standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan air memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Propionibacterium acnes meskipun jauh lebih rendah dibandingkan dengan aktivitas antibakteri tetrasiklin HCl terhadap kedua bakteri tersebut."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
S32552
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yenni Bahar
"ABSTRAK
Jerawat merupakan gangguan estetika pada kulit yang umumnya terjadi pada usia remaja
dengan gambaran klinis berupa adanya komedo, papul, pustul, dan nodul. Salah satu tanaman
rimpang yang dapat digunakan sebagai obat jerawat adalah rimpang kencur (Kaempferia
galanga L) karena mempunyai khasiat sebagai anti bakteri dan anti inflamasi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ektrak rimpang kencur terhadap
bakteri P.acne, mengetahui kestabilan fisik sediaan gel ektrak rimpang kencur, keamanannya,
dan manfaatnya sebagai gel anti jerawat derajat ringan dan sedang. Ekstraksi yang digunakan
dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Uji aktifitas anti bakteri diamati pada
konsentrasi 0,75; 1,25; 1,75; 2,25%. Konsentrasi 0,75% mempunyai diameter zona hambat
11,5 mm pada media Brucella. Berdasarkan uji kestabilan fisik gel ekstrak rimpang kencur
mempunyai stabilitas fisik yang baik pada akhir penelitian, pH mengalami sedikit
penurunan,uji viskositas dan konsistensi tidak banyak mengalami perubahan, dan uji
keamanan pada 12 orang tidak mengalami alergi dan iritasi. Uji manfaat dilakukan pada 60
orang berjerawat ringan dan sedang dengan jenis lesi; komedo, papul, pustul, nodul.
Perlakuan terhadap 30 orang yang diberi gel ekstrak etanol rimpang kencur dan gel
klindamisin 1,2% diberikan pada 30 orang sebagai kontrol positip. Setelah dievaluasi selama
3 minggu, gel ekstrak etanol rimpang kencur memberikan perbaikan signifikan (p<0,01)
pada jerawat derajat ringan dan sedang.

ABSTRACT
Acne is a skin disorder that generally aesthetic occurs in adolescence with clinical
features such as the presence of comedones, papules, pustules, and nodules. One
of the rhizomes of plants that can be used as an acne medication is kencur
rhizome (Kaempferia galanga.L) because it has peculiar properties as an anti
bacterial and anti inflammatory. The purpose of this study was to know about the
anti bacterial activity of kencur rhizome extract the P acne bacteria,knowing the
physical stability from the preparation of kencur rhizome extract gel,safety,and
benefits as an anti acne gel in mild and moderate level. Extraction was maceration
using 96% ethanol.Antibacterial activity test performed at concentrations 0,75;
1,25; 1,75; 2,25%. Concentration of 0,75% has 11,5 mm in the inhibition zone of
Brucella media. Based on the physical stability test, kencur rhizome extract gel
has good physical stability at the end of the study. The level of pH as a slight
decrease,viscosity and consistency test has not the changed much of the gel safety
testing in 12 peoples do not showed allergies and irritation. The benefit test
conducted on 60 people with mild and moderate acne lesion types of comedones,
papules, pustules, nodules. The gel contain 0,75% extract of rhizome kencur and
1,2% clindamycin gel was applied in each 30 peoples who severe acne at face
showed, after 3 week evaluation the result showed that extract of rhizome kencur
provide a significan improvement (p<0,01) in mild and moderate acne."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
T39270
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bryan Jonathan Yahya
"Jerawat merupakan peradangan yang terjadi pada kulit yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Obat jerawat yang beredar mengandung antibiotik yang dapat menyebabkan efek samping. Alternatif agen antibakteri dapat diperoleh dari makanan fermentasi seperti tape ketan hitam. Penelitian yang dilakukan oleh Rais (2022) menunjukkan adanya aktivitas antibakteri isolat laktobasil dari tape ketan hitam terhadap bakteri patogen umum. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri isolat laktobasil terhadap bakteri jerawat Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Sebanyak empat isolat laktobasil (TM1, TM2, TM3, dan TM4) dilakukan penapisan menggunakan uji plug. Hasil uji plug menunjukkan semua isolat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri jerawat. Kemudian berdasarkan nilai Indeks Aktivitas (IA), dipilih dua isolat terbaik (TM2 dan TM4) untuk dilakukan uji antibiosis. Hasil uji antibiosis menggunakan filtrat isolat terpilih menunjukkan isolat TM2 memiliki aktivitas antibakteri terbaik dengan puncak aktivitas pada fermentasi hari ke-3. Selain itu dilakukan juga pengukuran terhadap pH dan total asam filtrat. Hasil pengukuran pH dan total asam bervariasi dan tidak memiliki korelasi dengan hasil uji antibiosis. Berdasarkan hasil uji pH dan total asam, disimpulkan bahwa aktivitas antibakteri diduga disebabkan oleh produksi bakteriosin. Aplikasi bakteriosin pada produk kecantikan dapat diteliti lebih lanjut.

Acne is an inflammation that occurs on the skin that can be caused by bacterial infections such as Cutibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. Acne medications available in the market often contain antibiotics that can cause side effects. Alternative antibacterial agents can be obtained from fermented foods such as black glutinous rice. Research conducted by Rais (2022) showed the presence of antibacterial activity of lactobacilli isolate from black glutinous rice against common pathogenic bacteria. This study aimed to test the antibacterial activity of lactobacilli isolates against the acne-causing bacteria Cutibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. A total of four lactobacilli isolates (TM1, TM2, TM3, and TM4) were screened using agar plug test. The plug test results showed all isolates had antibacterial activity against acne bacteria. Based on the Activity Index (IA) value, two best isolates (TM2 and TM4) were selected for antibiosis testing. Results of antibiosis test using selected isolate filtrates showed TM2 isolate had the best antibacterial activity with peak activity on fermentation day 3. In addition, pH and total acid were also measured. Results of pH and total acid measurements were vary and have no correlation with antibiosis test results. Based on the results of pH and total acid tests, it was concluded that antibacterial activity is suspected to be caused by the production of bacteriocin. The application of bacteriocin in cosmetics can be further studied."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Moh. Soffa
"Lemea merupakan makanan fermentasi tradisional dari Indonesia. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan lemea yaitu rebung dan ikan. Lemea berasal dari suku Rejang di Bengkulu. Jerawat merupakan peradangan yang terjadi pada kulit yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Obat jerawat yang beredar mengandung antibiotik yang dapat menyebabkan efek samping. Alternatif agen antibakteri dapat diperoleh dari makanan fermentasi seperti lemea. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Santoso (2023) menunjukkan adanya aktivitas antibakteri isolat bakteri asam laktat dari lemea terhadap bakteri patogen umum. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri isolat bakteri asam laktat terhadap bakteri jerawat Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Sebanyak tiga isolat bakteri asam laktat (L1, L2, dan L12) dilakukan penapisan menggunakan metode agar plug diffusion. Hasil uji agar plug diffusion menunjukkan semua isolat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri jerawat. Hasil uji antibiosis menggunakan filtrat isolat juga menunjukkan semua isolat memiliki aktivitas antibakteri. Selain itu dilakukan juga pengukuran terhadap pH dan total asam laktat. Hasil pengukuran pH dan total asam bervariasi dan memiliki korelasi dengan hasil uji antibiosis. Aktivitas antibakteri juga dapat disebabkan oleh produksi bakteriosin. Aplikasi bakteriosin pada produk kecantikan dapat diteliti lebih lanjut.

Lemea is a traditional fermented food from Indonesia. The main ingredients used in making lemea are bamboo shoots and fish. Lemea comes from the Rejang ethnic group in Bengkulu. Acne is an inflammation that occurs on the skin that can be caused by bacterial infections such as Cutibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. Acne medications available in the market often contain antibiotics that can cause side effects. Alternative antibacterial agents can be obtained from fermented foods such as lemea. Research conducted by Santoso (2023) showed the presence of antibacterial activity of lactic acid bacteria isolate from lemea against common pathogenic bacteria. This study aimed to test the antibacterial activity of lactic acid bacteria isolates against the acne- causing bacteria Cutibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. A total of three isolates (L1, L2, and L12) were screened using agar plug diffusion test. The agar plug diffusion test results showed all isolates had antibacterial activity against acne bacteria. Results of antibiosis test using isolate filtrates also showed three isolates had the antibacterial activity. In addition, pH and total acid were also measured. Results of pH and total acid measurements were vary and have correlation with antibiosis test results. Antibacterial activity is also caused by the production of bacteriocin. The application of bacteriocin in cosmetics can be further studied."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>