Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Karbaril tergolong insektisida yang berbahaya karena dapat
mempengaruhi kerja enzim asetilkolinesterase pada sistem saraf manusia,
yang berfungsi menghidrolisis asetilkolin. Oleh karenanya dilakukan isolasi
bakteri yang mampu mendegradasi karbaril (biodegradator) pada dua jenis
tanah yang tercemari karbaril (Kebun Raya Bogor dan persawahan Lampung)
dengan dua variasi medium minimal (MM). Isolat bakteri yang didapat
selanjutnya dimurnikan, diidentifikasi aktivitas degradasi karbarilnya, dan
dikarakterisasi sifat biokimianya. Semua isolat bakteri merupakan bakteri
gram negatif yang memberikan kemiripan dengan genus Haemophilus dan
Shigella. Isolat bakteri diaklimatisasi pada medium minimal cair dan diseleksi
menggunakan total plate count (TPC). Isolat bakteri yang menunjukkan
pertumbuhan paling cepat dan subur pada TPC kemudian diamati lebih teliti
kurva pertumbuhannya sampai tercapai fase stasioner. Berdasarkan kurva
pertumbuhan terlihat bahwa isolat bakteri A3 dan A5 memiliki fase stasioner
pada 10 jam, sedangkan isolat bakteri B3 dan BIV pada 22 - 24 jam. Aktivitas
degradasi karbaril paling baik ditunjukkan oleh isolat BIV (konsentrasi awal
karbaril = 1310,26 ppm sedangkan konsentrasi akhir karbaril = 416,75 ppm)."
Universitas Indonesia, 2007
S30663
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Herni Asih Setyorini
"Karbaril merupakan salah satu golongan pestisida N-metilkarbamat yang pertama
kali sukses dipasaran, biasa digunakan sebagai insektisida. Karbaril bekerja
dengan cara menghambat asetilkolinesterase, dimana asetilkolin yang dihasilkan
akan terakumulasi didalam tubuh sehingga mengakibatkan menurunnya
koordinasi otot-otot tubuh, konvulsi dan bahkan kematian. Karbaril dapat
dianalisis dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) pasca
kolom melalui proses hidrolisis dengan NaOH menjadi metalamin dan derivatisasi
dengan ortoftalaldehid (OPA) dan 2-merkaptoetanol menjadi senyawa
berfluoresensi, sehingga dapat dideteksi dengan detektor fluoresensi. Kondisi
analisis karbaril menggunakan KCKT pasca kolom adalah sebagai berikut: kolom
fase balik dimetiloktadesilsilil (3,9 x 150 mm), fase gerak gradien (air-metanolasetonitril)
dengan kecepatan alir 1,5 mL/menit, suhu kolom 30°C, suhu reaktor
pasca kolom 80°C, kecepatan alir reagen pasca kolom 0,5 mL/menit, panjang
gelombang eksitasi 339 nm dan emisi 445 nm. Metode yang digunakan
berdasarkan metode EPA (Enviromental Protection Agency) ini telah memenuhi
persyaratan validasi yaitu parameter akurasi, presisi dan linearitas, dimana
memiliki batas deteksi sebesar 2,26 ng/mL dan batas kuantitasi 7,53 ng/mL.
Sampel yang digunakan untuk uji perolehan kembali adalah buah tomat merah
organik. Sampel simulasi diekstraksi dengan asetonitril dan natrium klorida,
kemudian dimurnikan dengan SPE aminopropil menggunakan metanoldiklormetan
(1:99) sebanyak sepuluh kali 2 mL dan dihasilkan perolehan kembali
sebesar 8,28%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S33090
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library