Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 53 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985
303.4 DAM
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dedi Supratman
"Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan pada Masyarakat Nelayan Tomalou, masyarakat yang tinggal pada di Pulau Tidore Halmahera Tengah. Isi ini merupakan suatu bahasan mengenai pengaktifan sosial satu kelurahan skripsi struktur kekerabatan sebagai suatu tanggapan Masyarakat Nelayan Tomalou atas masalah-masalah yang lahir sebagai akibat peningkatan ekonomi pasar. Seperti diketahui masyarakat nelayan hidup dalam suatu lingkungan yang tidak menentu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Kondisi ini lah yang merupakan pangkal dari segala masalah yang mereka hadapi. Ini berarti segala tanggapan, baik tanggapan teknologis maupun sosial, terhadap masalah-masalah yang dihadapi nelayan harus sesuai dengan kondisi ini. Jika peningkatan ekonomi pasar menuntut Masyarakat Nelayan Tomalou untuk menciptakan serangkaian hubungan ekonomi guna mendapat bantuan-bantuan dalam upaya pengadaan modal, kegiatan produksi, pengolahan dan penjualan surplus produksi dan pengadaan dana konsumsi, maka hubungan-hubungan ekonomi yang mereka jalin harus sesuai dengan kondisi ketidaktentuan lingkungan tersebut. Dari hasil penelitian tampak bahwa Masyarakat Nelayan Tomalou mengaktifkan struktur kekerabatan dalam menciptakan hubungan-hubungan ekonomi untuk memenuhi keperluan tersebut di atas. Pengadaan modal diusahakan dengan jalan menciptakan hubungan pengusaha kekerabatan tampak pada jalinan hubungan ini karena hubungan ini hanya tercipta pada pengusaha yang memiliki pertalian kekerabatan. Pada kegiatan produksi rekruitmen keanggotaan kelompok kapal dan pengorganisasiannya juga kerjasama antar (pemilik) kapal. Pengaktifan struktur didasari pertalian kekerabatan di antara seseorang dengan pengusaha. Pada proses pengolahan dan penjualan tampak pula bagaimana struktur kekerabatan mendasari pemilihan dengan dibo-dibo (tengkulak) mana suatu kelompok kapal menjalin hubungan berlangganan, kepada siapa dibo-dibo mengupayakan bantuan tenaga pada proses pengolahan ikan dan dengan siapa dibo-dibo menjalin hubungan rekanan untuk keperluan pemasaran ikan-ikan tersebut. Begitu pula halnya dengan kegiatan konsumsi, pengadaan dana-dana konsumsi terkait dengan wujud-wujud kesatuan kerabat tertentu.. Pada kegiatan-kegiatan tersebut di atas, jalinan hubungan hubungan ekonomi yang tercipta dilandasi oleh pertalian kekerabatan antara pihak kesatu dan pihak yang lainnya. Tingkat prioritas dengan kerabat mana seseorang menjalin hubungan-hubungan ekonomi itu sesuai dengan sesuai dengan lingkaran-lingkaran kerabat yang mengitari seorang individu. Mereka yang berada pada lingkaran keluarga fola moi merupakan prioritas pertama, demikian seterusnya dengan lingkran ke 1uarga . fola madoya dan keluarga to madui u. Ini berati semakin dekat keberadaan seseorang dalam lingkaran kerabat maka penciptaan jalinan hubungan ekonomi dengan orang tersebut semakin diprioritaskan. Selanjutnya apakah pengaktifan struktur ketidaktentuan lingkungan ya. Salah satu akibat dari kondisi adalah kesulitan pendugaan akan kekerabatan ini sesuai dengan kondisi Jawabannya adalah lingkungan tersebut kondisi hari esok. Oleh karena itu masyarakat nelayan bisa menciptakan kelanggengan hubungan sosial dan loyalitas dari pasangan dengan siapa mereka menciptakan tersebut. Pada Masyarakat Nelayan Tomalou, struktur kekerabatan lah yang lebih menjamin harus hubungan-hubungan terciptanya kelanggengan dan loyalitas dalam hubunganhubungan ekonomi itu. Dengan mengaktifkan struktur kekerabatan maka setiap jalinan hubungan ekonomi tidak hanya terikat hanya karena perhitungan-perhitungan ekonomis tetapi juga menyangkut kewajiban seorang terhadap kerabatnya."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1990
S7495
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmadi Jayaputra
"ABSTRAK
Masyarakat Indonesia yang majemuk, terdiri lebih dari 300 suku-bangsa yang mendiami wilayah kepulauan negara Republik Indonesia. Setiap suku-bangsa mempunyai perbedaan perbedaan kebudayaan yang merupakan identitas 1) dari suku bangsa yang bersangkutan. Perbedaan tersebut antara lain adalah perbedaan agama, perbedaan bahasa dan :perbedaan lingkungan daerah. Di samping perbedaan itu terdapat juga persamaan antara suku-bangsa yang ada seperti makna dari azas regara Bhinneka Tunggal Ika (Nasikun, 1974 : 30 _ 35 achtiar, 1976 : 5 _ 13; 1979 : 89 _ 95; Suparlan, 1979 : 57 - 61).
setiap suku-bangsa dalam kenyataannya mempunyai un-_ sur kebudayaan yang universal. Menurut Koentjaraningrat (1974 : 11 - 14; 1977 : 6 - 9; 1979 : 217 - 224) kebudaya_an terdiri dari tujuh unsur yaitu'sistem religi dan upaca_ra keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata :pencaharian, sistem teknologi dan peralatan. Dalam tulisan ini kami ha_nya membicarakan salah satu unsur kebudayaan universal itu_

"
1984
S12681
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Iqbal
"Untuk melengkapi pehgetahuan tentang hubungan kekerabatan antara jenis-jenis rotan marga Calamus dilakukan penehtian menggunakan analisis sidik kelompok dengan metode UPGMA terhadap data sitogenetik dari kariotipe lima jenis rotan. Hasil yang didapat berupa tiga pohon kekerabatan yang berbeda. Pohon kekerabatan pertama meletakkan Calamus ornatus B!: dalam satu cluster dengan Calarnusjavensis Bi. Dua pohon kekerabatan Iainnya menempatkan C. ornafus BI. dan C. zollingerii da)am satu cluster. Ca/amus manan Mq. dan Calamus c/il/ar/s BI terletak pada cluster yang sama untuk ketiga pohon kekerabatan. Dan penelitian ml diketahul bahwa analisis UPGMA dapat dilakukan dengan memanfaatkan data kariotipe."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1997
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Djantera Kawi
Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2002
499.221 PEN (1);499.221 PEN (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Vel, Jacqueline, 1958-
Jakarta: KITLV, 2010
306.598 VEL e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Vel, Jacqueline, 1958-
Jakarta: HuMa-Jakarta, 2010
330 VEL e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1993
S7285
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rina Vitrina
"ABSTRAK
Perbedaan tanggapan di antara sesama orang Minangkabau terhadap tradisinya di dunia perdagangan tampak dalam kasus pedagang Minangkabau di pasar Tanah Abang. Jika pedagang Minangkabau masih berorientasi pada tradisi solidaritas kekerabatan matrilineal yang ketat maka gejala yang wajar adalah hubungan antara -mamak dan kemenakan yang erat sebagaimana isi pepatah Minangkabau yang berbunyi: anak dipangku kemenakan dibimbing atau "mamak badaging taba, kamanakan bapisau tajam". Tetapi dalam kasus pedagang Tanah Abang hampir tidak ditemui hubungan kerjasama mamak dan kemenakan dalam usaha dagang. Kekerabatan justru diaktifkan dengan sesama kerabat yang masih satu generasi seperti adik, kakak atau ipar. Di sini nampak gejala perubahan orientasi sekaligus perbedaan pandangan mengenai hubungan antarkerabat di kalangan pedagang Minang. Meskipun demikian, perubahan tersebut tidak menunjukkan berkurangnya fungsi kekerabatan dalam usaha orang Minangkabau. Dengan kata lain, meskipun ada perubahan,kesinambungan tradisi Minangkabau dalam hubungan antarkerabat tampaknya terus dipertahankan. "
1990
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Taufik Salamun
"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata-kata kognat berdasarkan kriteria penentuan kata kerabat dan menentukan tingkat persentase kekerabatan bahasa Hitu, Wakal, Morela, Mamala, dan Hila. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui metode pupuan lapangan dengan teknik wawancara dan catat. Data yang telah diperoleh kemudian diklasifikasi dan selanjutnya dideskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rumus perhitungan leksikostatistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan kata kerabat pada bahasa Hitu, Wakal, Morela, Mamala, dan Hila dapat ditinjau berdasarkan pasangan kata identik, korespondensi fonemis, kemiripan secara fonetis, satu fonem beda, dan pelesapan fonem. Berdasarkan perhitungan leksikostatistik, persentase kekerabatan bahasa Hitu-Hila menduduki tingkat kekerabatan tertinggi, yaitu 90% dan dikategorikan sebagai satu bahasa dialek. Sedangkan persentase kekerabatan terendah, yaitu bahasa Wakal-Morela dengan persentase kekerabatan sebesar 77% dan dikategorikan sebagai subkeluarga bahasa."
ambon: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2018
400 JIKKT 6:1 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>